Dunia berubah dalam semalam. Langit di atas tanah perbatasan Amerika berubah warna, bumi terbelah, dan makhluk-makhluk yang dulunya manusia atau ternak kini bangkit sebagai monster haus darah. Di tengah kekacauan itu, Elena Cross — janda pemilik Rocking Spur Ranch yang tengah hamil delapan bulan — berjuang sendirian mempertahankan tanahnya dari serangan pertama gerombolan ternak yang bermutasi.
Di saat paling genting, sebuah kekuatan misterius bangkit dalam dirinya: **Gudang Tanpa Batas**, sebuah sistem ajaib yang bisa memunculkan senjata, makanan, obat-obatan, dan perbekalan apa pun dari udara kosong — aktif hanya karena satu syarat: melindungi kehidupan baru di tengah kehancuran dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miichi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Kepulangan yang Berbeda
Whitlock menerobos masuk ke ruang inti, senapan terangkat waspada, namun langsung terhenti begitu melihat Elena berdiri—lemah namun hidup—di tengah lingkaran energi yang kini telah meredup tenang.
"Elena!" Ia berlari mendekat, menangkap tubuh Elena yang mulai limbung, kelelahan luar biasa akhirnya menghantamnya sepenuhnya. "Astaga, kau baik-baik saja? Apa yang terjadi di sini?"
"Aku baik-baik saja, Whitlock," bisik Elena, meski suaranya lemah. "Lebih dari baik-baik saja, sebenarnya. Pasukan itu—apa yang terjadi pada mereka?"
Cassius, yang berlari masuk di belakang Whitlock bersama Elias, menjawab dengan napas tersengal, "Kami baru dapat kabar dari pengintai yang kami tinggalkan di luar—pasukan itu berhenti bergerak, Nyonya Cross. Semuanya. Beberapa dari mereka... berubah kembali. Jadi manusia biasa lagi, kebingungan, seperti baru bangun dari mimpi buruk panjang."
Elena tersenyum lemah, merasakan kelegaan yang begitu dalam sehingga air matanya mengalir tanpa bisa ditahan. "Mereka bebas."
Dr. Voss, yang masih berlutut di dekatnya, tubuhnya kini sepenuhnya manusia kembali meski sangat lemah, menatap Elena dengan rasa terima kasih yang tak terucap sepenuhnya. "Nyonya Cross, aku tidak tahu bagaimana caranya membalas apa yang baru saja kau lakukan. Kau tidak hanya menyelamatkan Prescott—kau mengembalikan kemanusiaan pada ratusan orang yang telah lama dianggap hilang selamanya, termasuk aku."
"Kau bisa membalasnya," jawab Elena lemah namun tegas, "dengan membantu memastikan tidak ada lagi orang yang harus mengalami apa yang kau dan mereka alami. Bantu Dewan Prescott, bantu siapa pun yang masih berjuang membangun kembali dunia ini."
Perjalanan kembali ke Prescott terasa jauh berbeda dari perjalanan berangkat mereka. Meski Elena masih lemah dan harus ditopang di atas kuda oleh Whitlock, suasana yang menyelimuti rombongan kecil itu dipenuhi harapan yang belum pernah mereka rasakan sejak dunia mulai runtuh.
Saat mereka tiba di gerbang Prescott, kabar tentang apa yang terjadi telah menyebar—para mantan prajurit Fase Tiga yang kini kembali menjadi manusia biasa duduk berkelompok di alun-alun kota, dirawat oleh warga yang perlahan mulai memahami bahwa mereka bukan monster yang harus ditakuti, melainkan korban yang juga butuh diselamatkan.
Margaret Doyle menyambut mereka di gerbang, wajahnya dipenuhi kelegaan dan kekaguman yang tak tersembunyikan. "Nyonya Cross, aku tidak tahu harus berkata apa. Seluruh Prescott berhutang nyawa padamu."
"Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan," jawab Elena lemah, "dengan bantuan orang-orang pemberani di sekitarku."
Malam itu, setelah beristirahat sejenak dan memastikan Dr. Voss serta para mantan prajurit mendapat perawatan yang layak, Elena akhirnya bisa mengirim kabar pulang ke Rocking Spur melalui pengendara cepat Dewan, memberitahu Sarah bahwa ia akan segera pulang—dengan selamat, dan dengan kabar baik yang mungkin mengubah masa depan seluruh wilayah.
Tiga hari kemudian, saat Elena akhirnya menunggangi kuda memasuki gerbang Rocking Spur Ranch, ditemani Whitlock yang setia di sisinya, Sarah berlari keluar dari rumah utama, Grace kecil dalam gendongannya, wajahnya dipenuhi air mata bahagia.
"Elena!" serunya, hampir tersandung saking terburu-burunya. "Kau kembali—kau benar-benar kembali!"
Elena turun dari kudanya secepat tubuhnya yang masih lemah mengizinkan, meraih Grace ke dalam pelukannya, mendekap putrinya erat sambil air mata mengalir bebas di pipinya. Bayi kecil itu, kini berusia hampir tiga minggu, menatap ibunya dengan mata bulat yang seolah mengenali kehadiran yang telah lama ia rindukan.
"Ibu pulang, sayang," bisiknya lembut, suaranya bergetar penuh emosi. "Ibu janji, kan? Ibu selalu menepati janji."
Di sudut penglihatannya, kotak cahaya yang kini telah berubah—Gudang Penjaga Fragmen, seperti yang disebutkan kesadaran di dalam inti Prometheus—berdenyut lembut, hangat, seperti detak jantung baru yang akan menemani Elena Cross seumur hidupnya, membawa tanggung jawab baru yang jauh lebih besar dari sekadar bertahan hidup di ranch kecilnya sendiri.
Namun untuk malam ini, di bawah langit yang perlahan mulai kembali ke warna birunya yang normal, dikelilingi keluarga yang telah ia bangun dari kehancuran—Sarah, Whitlock, Tommy, dan semua orang yang telah menjadikan Rocking Spur rumah mereka—Elena Cross hanya ingin menjadi seorang ibu, mendekap putrinya erat, dan bersyukur atas keajaiban sederhana bahwa mereka berdua masih hidup, masih bersama, di dunia yang perlahan belajar untuk sembuh kembali.
---
ajaib kenapa tidak rahsia kan saja
gila !!