NovelToon NovelToon
Love Scenario

Love Scenario

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: samar

Sita adalah gadis yang sangat menjauhi percintaan. Kenangan masa lalu yang meninggalkan noda dalam hatinya.

Erick datang menyelamatkan Sita dari kekangan sang ayah yang ingin menjualnya. Untuk mengajak menjadi istri hanya untuk membuktikan kalau ia bisa melupakan mantan kekasihnya.

Sebuah kepura-puraan membawa luka pada hidup Sita. Lelaki yang ia harapkan bisa membawanya dalam kebahagiaan justru menyakitinya.

"Kamu sangat indah Sherena ...."

Seketika hati Sita seperti di iris-iris. Bagaimana tidak, di saat Erick sedang menikmati tubuhnya justru menyebut nama orang lain yang telah pergi darinya.

Saat Erick menyadarkan semua telah terlambat. Sita telah pergi dari hidupnya. Akankah dengan seiring berjalannya waktu mereka akan dipertemukan lagi oleh takdir?




Folow Ig author @Samar_Jenny1

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Barang

Sang surya telah menampakkan pesonanya, semburat kuning jingga muncul dari ufuk timur. Kehangatan mulai menjalari seluruh permukaan bumi. Menembus celah-celah gedung pencakar langit di pusat kota. Cahaya yang memancar mengenai kaca memantul hingga ke sebuah apartemen milik Sita.

Sita mengernyitkan kening matanya masih berat untuk membuka tetapi cahaya menyilaukan membuat ia terganggu.

Hari ini adalah hari Minggu, kini waktunya Sita untuk bersantai. Rasa kelelahan karena acara pertunangan semalam membuatnya tidak ingin beranjak dari sana. Semalam ia sudah memutuskan untuk mematikan ponsel dan berniat akan tidur sepanjang hari ini di dalam apartemen.

Karena merasa terganggu dengan silaunya cahaya karena semalam ia lupa menutup gorden jendela besar itu. Dengan mata terpejam dan keadaan setengah sadar ia berjalan ke arah jendela, menutup gorden itu lalu dengan langkah gontai kembali ke tempat tidur.

Guling dan bantal serasa kenyamanan yang mempunyai nilai sendiri buat Sita. Tidak ada suara ponsel lampu kamar padam AC menyala dengan sepoi-sepoi menambah Sita jatuh ke dalam alam sadar.

Ting ... Tong!

Samar-samar ia mendengar bel pintu berbunyi tapi mengabaikannya. Rasa berat di matanya mengalahkan apa pun masa bodo dengan suara itu. Sita justru semakin erat memeluk guling.

Namun baru saja Sita mulai masuk ke alam mimpi, bel itu berbunyi kembali bahkan berulang-ulang tanpa jeda sama sekali.

Karena merasa terganggu, Sita kesal. Ia segera bangkit dari tempat tidur, dengan rambut masih acak-acakan berjalan dengan cepat ke arah pintu. Ini pasti tukang cuci! Gerutunya kesal.

Ia memutar daun pintu dengan kasar dan setelah terbuka ada tiga orang yang membuatnya terpaku.

Marcell papa Sita berdiri dengan ditemani dua orang berpakaian serba hitam, bahkan mereka mengenakan kaca mata juga warna hitam. Dua orang itu terlihat begitu sangar wajahnya tegap tanpa ekspresi dan tangannya di lipat di depan seolah kapan pun tuannya memerintah mereka akan tunduk.

Sita meneguk liur untuk membasahi kerongkongannya yang telah mengering, saat melihat papa dan dua orang berdiri di belakangnya. Sita ingat, siapa orang yang di bawa oleh papanya itu. Kejadian ini mengingatkan kejadian perjodohan paksa beberapa waktu yang lalu. Papa Sita membawa secara paksa pergi ke Perancis untuk memaksa menikah dengan orang lebih tuan dan kaya dari papanya.

Namun beruntung saat hari pernikahan Sita berhasil meloloskan diri dari tempat itu dan kabur ke Indonesia sampai saat ini.

Namun, apa lagi yang ingin dilakukan papanya itu tiba di sini begitu pagi dan membawa dua orang bodyguard? Sita dengan wajah kaku matanya tidak beralih menatap papanya, melangkah mundur dengan perlahan.

Perempuan itu ingin menutup pintu dan menghindar dari orang-orang tersebut. Tetapi, sebelum pintu itu tertutup, tangan kekar sang papa menahan sehingga membuat pintu itu tertahan untuk dan terbuka.

Sita berusaha mendorong pintu itu dengan sekuat tenaga. Tapi, tenaganya tidak cukup kuat dibandingkan papanya. Dengan kasar pintu itu terbuka lebar hingga membuat Sita hampir terjatuh.

“Pa! Apa yang ingin kau lakukan?!” Sita dengan nada tinggi membentak Marcell.

“Wah ... suaramu sudah berani meninggi ya sekarang? Hidup di luar dengan liar membuatmu kehilangan etika pada orang tuamu sendiri.” Marcell berdiri tampak mencemooh.

“Aku akan punya etika pada orang tua yang menyayangi anak-anaknya! Apa kau tidak malu, berucap tentang etika, sedangkan kau sendiri orang rendahan yang rela mengorbankan apa pun demi harta demi membahagiakan istri mudamu!”

Plak!!

Sebuah tamparan mendarat di pipi Sita. Marcell menampar dengan kuat hingga menimbulkan bekas tangannya dan sudah di pastikan itu sebentar lagi akan terlihat memar.

Sita seketika memegangi pipi kirinya yang mulai berdenyut nyeri. Ini untuk ke sekian kalinya ia mendapat tamparan karena melawan. Tapi ini tamparan yang menyakitkan dari pada sebelumnya.

“Aku tidak akan segan-segan berbuat lebih dari pada ini, kalau kau terus merendahkan Mamamu!”

“Dia bukan Mamaku!” Sita berteriak sangat nyaring mengepal membantah dari segenap jiwa raganya hingga napasnya terengah-engah. Ia tidak mau menyebut ibu tirinya itu sebagai ibu yang lebih pantas sebutan untuk wanita itu adalah wanita murahan.

“Kau tampaknya keras kepala Sita. Aku harus mengajarimu bagaimana cara sopan santun pada ibumu. Aku akan membuatmu memanggil Sherena dengan sebutan Mama.”

Cih! Sita meludah di depan papanya sebagai penghinaan. “Sampai aku mati pun tidak akan pernah menyebut wanita murahan itu dengan sebutan Mama. Sebutan itu terlalu berharga untuk dia seorang pel*cur.”

Tangan Marcell terangkat dengan mata menyala dan menggertakkan gigi hingga rahangnya mengeras. Sedangkan Sita menunduk menghalangi wajahnya dengan tangan. Tangan Marcell terhenti ketika seseorang menahannya dari belakang.

“Anda laki-laki kenapa berani memukul perempuan?” tanya Erick dengan geram lalu menghempaskan tangan Marcell dengan kasar. Selama ini ia sangat membenci seorang laki-laki yang memukul perempuan apa pun alasannya perempuan tidak untuk di sakiti secara fisik atau pun secara batin.

Sedangkan Sita membuka tangannya saat mendengar suara Erick ada di hadapannya. Saat ia membuka mata Erick dengan tatapan tajam siap menikam papanya dengan matanya.

“Erick, Sukurlah kamu datang ....” batinya saat melihat Erick bagai malaikat penolong itu. Kalau lelaki itu tidak datang entah apa yang terjadi pada dirinya.

“Siapa kau? Berani mencampuri urusanku?! Ini adalah tentang anak dan seorang ayah. Kau tidak punya hak mencampuri urusanku sama sekali. Dia anakku aku berhak memukulnya kalau dia berbuat salah.” Marcel menurunkan pandangannya “Pengawal!”

Dua orang itu maju tepat berada di belakang Marcel seperti robot yang siap dikendalikan.

“Bawa Sita ke mobil!” seru Marcel. Sesuai perintah bodyguard tersebut langsung maju menarik tangan Sita. Walau Sita mencoba menolak itu membuatnya sia-sia.

“Apa-apaan, kalian, membawa seseorang perempuan dengan kasar seperti itu. Lepaskan dia, atau aku akan kehilangan kesabaran?”

Marcel menyeringai dengan wajah mengejek Erick. Sedangkan dua orang suruhannya ingin membawa Sita ke luar.

“Lepaskan aku.” Sita meronta mencoba melepaskan tangan dari dua orang bertangan kekar itu sedangkan matanya menatap Erick penuh harap memohon pertolongan.

Erick tidak tahu pokok permasalahan keluarga Sita. Tetapi satu yang ia tahu yaitu tidak suka melihat seorang perempuan diperlukan dengan kasar. Terlebih lagi ia saat melihat pipi Sita terlihat merah memar. Apa pun yang terjadi harus menyelamatkan Sita rasa kasihan mendorongnya ingin membantu perempuan itu.

“Aku bilang lepaskan!” Erick berteriak sehingga membuat Marcel menoleh dan mengisyaratkan dua orang suruhannya untuk berhenti.

“Siapa kau, berani mencegah aku?” Marcel menyeringai memandang remeh ke arah Erick.

“Aku calon suaminya!” jawab Erick tegas.

Marcel tertegun tampak melihat Erick lalu ke arah Sita penuh pertanyaan. Tapi terbesit rasa tidak percaya di dalam benaknya. Ini pasti bohong, ini pasti hanya akal-akal mereka saja.

Sedangkan Sita juga tertegun mendengar kalimat Erick. Ternyata lelaki itu mengakuinya sebagai calon istrinya. Apa pun itu semoga Erick bisa membantunya terbebas dari papanya.

1
Putri Sifani
luar biasa mengandung air mata bawang
BellaSasi
Hem hem
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
mksh
keren
Sisi Tarsun San'ngisa
good mam, anakmu emang harus di tegasi biar otaknya mikir
Sisi Tarsun San'ngisa
biasa laki-laki kalau sudah bucin jadi tolol
Siti Aisyah
Lumayan
Windarti08
maaf Thor... aku agak bingung, cerita ini kan ada kaitannya dengan cerita yang lain, jadi bagusnya judul mana yang harus dibaca terlebih dahulu biar nyambung ceritanya🙏
samar: skip aja kak bagian ini kalau bingung 🥰 cerita tokoh ini (Arini) ada di novel Single Mother🙏
total 1 replies
Benazier Jasmine
akhirnya menikah juga Keisha sm kerel, terimakasih kak authooor, ceritanya bgs👍👍👍
Benazier Jasmine
bener Keisha cemburu sm karel, nara nempel saja sm karel, aplg tingglnya 1hotel
Benazier Jasmine
karel u itu bodoh bgt, y jelas marah u batalin mendadak apalg yg telp kaisya sekretaris u, jelas donk marah bgt
Benazier Jasmine
erick ular jos gandos, 2x bercinta lgs bertelur😂😂😂
Benazier Jasmine
kyk erik sm sita blm cerai
Benazier Jasmine
semua kemarahan erik ke sita akibat dr sharena
Benazier Jasmine
unboxing terpaksa
Benazier Jasmine
ternyata ibu tirinya sita, mantanya erick ya thooor, namanya kok sama
Benazier Jasmine
semangat
kumala sari
sangat bagus
Ana. 090471
👍👍👍👍👍
chaaa
sita. sita..ngapain Lo ngaku kalau cinta sama si Erick? di manfaatin kan Lo ma tu laki sampe dia pake syarat utk nahan Lo.. jgn mellow lah sita..harus sangar ngadepin si Erick.
Yusri Yusoff
bagaimana dgn nasib Nara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!