NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Terpaksa Menjadi Wanita Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Pelakor / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rini Jayanti

Merasa menjadi tumbal kehidupan yang keras membuat Alina menjadi pekerja malam yang dikorbankan oleh tantenya sendiri.

Akankah hidup Alina berubah setelah bertemu dengan Tuan Muda bernama Leon Hansen Wijaya?

Kepoin kisahnya di novel ini yah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Jayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24# Galau

"Ingat surat perjanjian itu Alina, kamu tidak akan bisa pergi dariku saat ini,"

Deg,

Alina terdiam, mulutnya bungkam seketika saat dirinya meminta untuk meninggalkan Blue House. 

Aku terlalu terbang tinggi, hingga ada angin kencang sekaligus membuatku jatuh. Sadar Alina siapa dirimu! Jangan berharap hidupmu seperti cinderella. Kamu hanyalah wanita peliharaannya.

Alina menitikan air matanya yang sudah tidak terbendung lagi, terisak dalam tangis membuat hatinya sesak dan dadanya sakit.

"Huh," Leon mendengus kesal, sorot matanya tak setajam tadi. Direngkuhnya Alina dari tempatnya terduduk, ia merasa bersalah bahkan sangat bersalah. Bella tiba-tiba datang dan mengacaukan semuanya.

"Maaf Alina," pria angkuh itu sedang menurunkan ego dan gengsinya, dalam hidupnya baru kali ini kata maaf terucap begitu saja.

"Alina, maafkan aku karena tidak jujur tentang dia,"

Dia? Istrimu maksudmu?

"Tuan, anda tidak perlu meminta maaf. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan, dalam surat perjanjian saya memang tidak diperkenankan untuk mencampuri urusan Tuan,"

"Kamu ingin pergi dariku?" Alina tahu kemana arah pembicaraan Leon.

"Jawab!" sentaknya

"Ti-Tidak Tuan, saya tidak akan pergi sebelum perjanjian kita selesai,"

Leon mencengkram tubuh Alina agar kembali mendekat padanya, mencakup wajah Alina dan mencium bibirnya secara kasar.

"Ingat perkataanku tadi Alina, kau tidak akan bisa pergi dariku." Di dorongnya tubuh Alina sampai terjatuh di atas kasur. Leon pergi begitu saja masih menyisakan amarahnya yang memuncak.

Dia yang membuat aturannya sendiri, kenapa aku pergi dia yang melarangnya.

***

Leon menghentikan langkahnya di lobby kantor. Manik matanya menatap seorang wanita yang bediri di hadapannya.

"Leon," Leon masih tidak bergeming, mengingat kini dirinya sedang berada di kantornya. Rasanya ia tidak mau menerima kunjungan siapapun, kedatangannya ke kantor sekedar ingin mendinginkan otaknya dengan situasinya saat ini.

"Kamu mengabaikan panggilan telpon dariku," kesal Garneta.

"Aku sibuk, tidak ada waktu akhir-akhir ini. Bahkan hanya untuk melihat ponselku sendiri," alasannya.

Dia adalah Garneta, wanita yang pernah mengisi hari-harinya dulu sewaktu masih berkuliah di luar negeri.

"Apa kamu sekarang sibuk sekarang?" bola mata mereka beradu.

"Sedikit, kita bicara di ruanganku saja!" ajak Leon disertai anggukan kepala Garneta.

"Apa kabar EK?" sapanya pada pria yang sangat setia selalu mendampingi Tuannya di semua situasi dan kondisi.

"Baik Nona, silahkan," AK mempersilahkan Garneta untuk berjalan terlebih dahulu di depannya.

Tring,,

Lift berdenting halus, mereka bertiga telah sampai di lantai khusus para petinggi perusahaan.

"Silahkan,," AK membukakan pintu ruangan Leon, lantas Tuan mudanya itu segera mengambil posisi duduk di sofa, sementara Garneta duduk di depannya.

Tidak sedikitpun Garneta merasa sungkan, kedekatannya dengan Leon sampai saat ini masih terbilang baik.

"Kapan kamu kembali?"

"Baru saja aku tiba dari bandara langsung menuju kemari,"

"Pasti ada hal penting yang membuatmu datang menemuiku?"

Garneta menganggukan kepalanya, matanya berpendar mengitari seluruh ruangan tempat Leon bekerja.

Violeta, sekretaris Leon masuk membawa nampan berisi 2 cangkir minuman untuk tamu bosnya.

"Terimakasih," ucap Garneta

"Sama-sama," Mereka melanjutkan kembali pembicaraan setelah Violeta keluar.

"Katakan saja ada hal apa yang ingin kamu bicarakan denganku?" Mata Leon sesekali melirik ke arah Garneta

Garneta menghela nafas pelan.

"Leon, aku ingin kamu membantu perusahaan ayahku, perusahaan ayah sedang krisis. Hanya kamu yang dapat membantuku Leon," keluh Garneta.

"Aku tahu tentang perusahaan ayahmu, aku sudah membicarakannya dengan EK lebih dulu sebelum kamu meminta bantuanku. Kamu bisa bicarakan hal ini dengan EK selanjutnya,"

"Aku sangat terharu kamu akhirnya mau membantuku." Garneta tersenyum simpul, sesuai dugaannya Leon sepertinya tidak punya banyak waktu luang. Berbicara dengannya pun seolah engan.

Aku harus tahu diri sebelum amarahnya muncul.

"Leon, kalau begitu aku akan pulang mengabarkan hal ini pada ayah, aku sangat berterima kasih sekali padamu sebelumnya. Nanti aku akan membicarakannya dengan EK,"

Leon menganggukan kepalanya.

"Oke." Satu kata untuk Garneta mengakhiri pertemuan mereka kali ini

***

"Nona, anda makan siang dulu," Lusy membujuk Alina sudah kesekian kalinya. Alina menolak dengan alasan tidak bernafsu makan untuk saat ini. Semua orang di Blue House tahu mengenai kejadian di pagi hari.

Irish Bella, aku bahkan terlalu bodoh sampai tidak mengerti maksud Ratih. Aku memang berbeda dengan istri Tuan Muda, dia cantik dan anggun. Sedangkan aku?

"Nona, maafkan saya sudah lancang. Tapi mengenai Nona Bella-,"

"Lusy, ini bukan salahmu atau salah orang lain. Harusnya aku tahu kalau dalam surat perjanjian itu ada hal yang tidak boleh aku lakukan. Aku tidak boleh mencampuri urusan Tuan Muda. Jadi tidak ada yang harus disalahkan. Justru ini salahku, hati mana yang tidak sakit suaminya bersama wanita lain,"

Bahkan dalam perjanjian aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Aku terlalu naif sampai lupa akan hal ini.

"Nona, pernikahan Tuan Muda tidak seperti yang anda bayangkan. Saya sulit untuk menjelaskannya," maju tak gentar usaha Lusy, siapa tahu Alina akan mengerti situasi yang terjadi. Lusy diminta AK untuk membujuk Alina, agar bisa mengerti posisinya saat ini.

"Apa yang tidak aku tahu Lusy?"

"Tapi sayangnya aku dilarang untuk mengetahuinya," imbuh Alina.

"Aku akan bekerja di sini sesuai perintah Tuan Muda dan aku harap semua ini akan berakhir. Lusy aku mohon biarkan aku sendiri dulu saat ini,"

"Baiklah, mungkin Nona perlu istirahat dulu, saya akan kembali ke belakangmmit Lusy meninggalkan kamar Alina.

Tidaklah mudah bagi Alina, terutama menyangkut masalah hati. Pekerjaan memang mengharuskannya tidak memakai hati dan perasaan. Tapi Alina juga hanyalah manusia biasa, perhatian Leon yang semakin berubah perhatian padanya, membuat hatinya tersentuh apalagi pernyataan cinta Leon padanya. Alina gundah gulana, ia bingung menentukan sikap.

***

Tuan, apa anda akan pulang sekarang?" Matahari sudah kembali ke peraduannya menyisakan langit gelap tersinari cahaya rembulan.

Leon masih diam terpaku, ia hanya ingin menghabiskan waktunya sendiri malam ini di kantor. Tanpa ada yang mengusik dan membuat gaduh. Ia merasa dibuat pusing untuk merangkai kata maaf untuk kedua kalinya pada Alina, Mungkin wanita itu sedang terluka, pikir Leon.

"Aku akan tidur di sini saja EK,"

"Baik Tuan, saya akan membereskan tempatnya." Tentu saja ruangan khusus berupa kamar pribadi yang menyatu dengan ruangan kerjanya. Lemari buku yang berfungsi sebagai pintu masuk ke kamar pribadi itu cukup unik karena tidak terlihat sebagai pintu masuk. Masuknya pun hanya tinggal menggesernya.

"Ek, tanyakan pada Lusy, apa Alina baik-baik saja?"

"Saya baru mendapatkan kabarnya Tuan, Nona Muda menolak makan dari siang dan Nona hanya menangis,"

"Huuh," Leon mengacak rambutnya, AK terperangah melihatnya.

Apa Tuan Muda segalau ini?

"Kamu tahu apa yang dipikirkan Alina, EK?"

"Maaf saya tidak tahu Tuan," ucap AK

"Apa dia terluka EK?"

"Mungkin Tuan,"

"Apa kamu tahu hal apa yang membuatnya terluka?"

"Saya tidak tahu Tuan,"

"Lalu kenapa kamu bilang mungkin dia terluka?"

"......" AK juga bingung kenapa Tuannya mempertanyakan hal yang membuatnya bingung.

Entahlah coba anda tanyakan pada rumput yang bergoyang.

***

Tbc....

1
Healer
jodoh ak kali c adel
Healer
syarat enak2 kali..
Healer
good job Alina ❤️💜
Healer
Leon ngidam......👍👍💜❤️
Healer
Aaron Kwok n Leon my fav actor from HK
Jannatun
Kecewa
Imas Hidayat
tasyaaaaa
Arnis Taliya
Hai itu nama ibu ,woy
Vignillia Makalunsenge
seru
Meili Mekel
semiga saja renata tdk gegabah
Meili Mekel
jgn smpe renata jatuh cinta sama alex
Meili Mekel
seandaix dokter ada di indonesia seperti kai enak banget
Meili Mekel
zia belum hamil
Meili Mekel
semiga saja anakx alina kembar
Meili Mekel
lanjut
Meili Mekel
ada yg cemburu
Meili Mekel
🤭🤭🤭🤭🤭
Meili Mekel
akhirx ada kesepakatan
Meili Mekel
kai bingunh
Meili Mekel
rita sdh mendapatkan ganjaranx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!