NovelToon NovelToon
Married With Foster Brother

Married With Foster Brother

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Gadis Amnesia / Tamat
Popularitas:143.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

Sequel Nafkah 20 Juta Sehari.

Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis cantik bernama Emily selama terpisah dengan orang tua kandungnya.

Edward tak pernah mengira, jika dia akan jatuh cinta pada seorang gadis yang dibawa pulang ke rumah oleh kedua orang tuanya 10 tahun yang lalu.

Gadis itu bahkan telah mencuri semua perhatian kedua orang tuanya, hingga ia merasa terasingkan dalam keluarganya sendiri.

Namun setelah dewasa Edward malah jatuh hati pada adik angkatnya sendiri.

Akankah hubungan Edward dan Emily mendapat restu dari kedua orang tuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah tingkah

"Kalau saja Kak Edward tidak datang untuk menyelamatkan aku malam itu, apa mungkin yang ada di posisi Anya sekarang adalah aku?"

Tanya Emily entah pada siapa? Mungkin pada takdirnya sendiri.

"Ssstt. Itu tidak akan pernah terjadi. Jangan berpikir hal yang tidak-tidak! ayo kita pulang!"

Jawab Edward akhirnya. Tidak akan Ia biarkan terjadi hal yang buruk pada adik angkatnya itu.

Edward menarik tangan Emily untuk membawa gadis itu pulang, membimbingnya masuk kedalam mobil. Karna kalau tidak begitu, Emily hanya akan diam seperti patung meratapi kesedihannya.

Mobil yang di kemudikan Edward pun melaju dengan kecepatan tinggi.

Hanya keheningan yang tercipta ketika mereka sudah berada di dalam mobil mewah itu, baik Edward atau Emily sama-sama tenggelam dalam pikirannya masing-masing.

Emily lebih banyak menatap ke arah luar lewat jendela mobil yang sengaja ia biarkan terbuka, menatap lampu jalanan juga gedung-gedung betingkat yang terlihat indah berkilauan bagaikan bintang-bintang. Hingga tanpa sadar mobil yang di kemudikan Edward itu sudah sampai di halaman rumah mereka.

"Ayo turun! Kita sudah sampai"

Suara Edward membuyarkan lamunan Emily.

Bukannya menuruti ucapan Edward untuk segera turun dari mobil, tapi gadis itu masih saja diam mematung sembari menatap lekat wajah sang Kakak.

"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Yang terjadi pada Anya itu adalah takdirnya sendiri, lagipula diakan yang mengajakmu untuk datang ke club malam waktu itu"

Ucap Edward yang seakan paham dengan isi pikiran Emily.

Grep

Bukannya merespon ucapan Edward gadis itu malah memeluk Edward dengan sangat erat.

"Terima kasih ya Kak, andai malam itu kak Edward tidak datang untuk menolongku. Entah apa yang akan terjadi kepadaku?"

Lirih Emily, kemudian ia melerai pelukannya dari sang kakak.

Tanpa banyak bicara lagi gadis itu langsung keluar dari mobil dan berjalan ke arah rumah, meninggalkan Edward yang masih sibuk menstabilkan detak jantungnya karna ulah Emily yang tiba-tiba saja memeluknya.

"Sial! sepertinya dia sengaja ingin membuat aku cepat meninggal, dengan cara membuat jantungku berkerja lebih keras seperti ini. Ini tidak bisa dibiarkan! aku harus membalas perbuatannya"

Ceklek Ngeek

Petter dan Sofia yang semula duduk di sofa sembari menunggu kepulangan Edward dan Emily, bergegas bangkit dari duduknya dan berjalan cepat ke arah pintu utama yang terbuka.

"Jam berapa ini? Kenapa baru pulang?"

Tanya Pria paruh baya itu saat melihat Emily memasuki rumah.

"Kenapa kamu pulang sendiri, dimana kakakmu sayang?"

Tanya Sofia pula.

"Maaf Mah, Pah. Aku hanya terlambat 20 menit sajakan?"

Bujuk Emily sembari bergelayut manja di lengan Petter dan Sofia. Emily sudah berdiri di tengah-tengah mereka sekarang.

"Tetap saja itu namanya terlambat. Kau tetap harus di hukum!"

Ucap Sofia gemas bercampur kesal. Sembari mencubit hidung bangir Emily .

"Hem..baiklah aku akan menerima hukuman apapun yang kalian berikan"

"Benarkah? Kalau begitu besok kamu harus menemani Papah bermain catur"

"Oh astaga!..Apa tidak ada hukuman yang lebih ringan dari itu?"

Jawab Emily dengan memasang wajah memelasnya.

"Kalau begitu, bagaimana jika temani Papah memancing saja?"

"Tidak..tidak..lebih baik aku menemani Papah bermain catur saja."

Putuskan Emily akhirnya.

"Cih..hukuman macam apa itu?"

Decih Edward saat Ia baru saja masuk ke dalam rumah. Setelah bersusah payah akhirnya Ia berhasil menstabilkan detak jantungnya kembali.

Hukuman yang Emily terima sangatlah tidak sebanding dengan hukuman yang biasa ia dapatkan di masa lalu, saat Edward melakukan kesalahan.

"Edward kamu jangan banyak mengeluh. Karna kamu juga harus di hukum. Bahkan hukumanmu akan lebih berat dari hukuman adikmu, karna kamu pulang lebih lambat 5 menit darinya"

Ucap Sofia akhirnya setelah mendengar Edward menggerutu.

"Ah. Tidak terima kasih. Besok aku ada jadwal operasi pasien gagal ginjal mendampingi dokter Ray. Hukuman untukku berikan saja pada Emily karna dialah yang menyebabkan aku pulang terlambat"

Ucap Edward dengan malas, Iapun segera berjalan menuju kamarnya. Tidak ingin terlibat drama di antara adik dan orang tuanya lebih jauh lagi.

***

***

Tok Tok Tok

"siapa?" Tanya Edward saat mendengar pintu kamarnya di ketuk.

"Ini aku kak" Terdengar suara Emily dari balik pintu itu .

"Masuklah!"

Titah Edward yang sedang mengeringkan rambutnya usai membersihkan diri.

Ceklek ngeeek

"Aku datang untuk memenuhi janjiku"

Ucap Emily dengan wajah berbinarnya, Ia datang tidak dengan tangan kosong. Tapi tangan kanannya membawa sepiring pancake dengan syrup maple. Sesuai permintaan Edward tadi pagi.

Edward sedang duduk di sofa saat Emily masuk ke kamarnya.

"Kau ini, tidak lihat ini sudah jam berapa? tidak baik untuk kesehatan jika makan menjelang tengah malam seperti ini"

Nasehati Edward pada Emily, membuat senyum di wajah gadis itupun meremang saat mendengar kata-kata yang di ucapkan Edward.

"Ck. Baiklah Bawa sini, sepertinya kalau melanggar aturan sekali-sekali tidak masalah"

Pinta Edward akhirnya karna tak sanggup melihat raut kecewa di wajah Emily.

Dan benar saja, senyum di wajah Emily pun kembali berbinar, dengan tergesa Ia berjalan kearah Edward.

"Akkhh"

Karna terlalu tergesa kaki Emily sampai tersandung kaki meja hingga membuatnya hampir tersungkur ke lantai, untung saja ada Edward yang dengan sigap langsung menangkap tubuh Emily.

Dalam sepersekian detik tatapan mereka saling bertemu.

Wajah Edward yang terlihat lebih segar selepas mandi, juga rambutnya yang masih setengah basah membuatnya terlihat semakin tampan, di tambah lagi celana pendek selutut juga kaos oblong yang melekat di tubuh kekar pria itu. Nyaris sempurna hingga membuat Emily lupa untuk mengedipkan matanya.

"Kenapa melihatku seperti itu? Naksir ya?"

Tanya Edward terkekeh.

"T-tidak. mana mungkin seperti itu?"

Bantah Emily sembari melepas tangan Edward yang menahan tubuhnya yang nyaris terjatuh. Wajah Emily sampai bersemu merah saat mendengar kata-kata Edward itu.

"Dasar gila, mana mungkin aku naksir kakakku sendiri. Seperti tidak ada lelaki lain saja" Batin Emily.

"Yakin?"

Goda Edward sembari menaik turunkan kedua alisnya.

"T-tentu saja yakin. A-aku akan kembali ke kamarku sekarang"

Ucapnya tergugup sembari berjalan meninggalkan pria tampan itu.

"Pancakenya?" cegah Edward.

Emily yang sudah hampir sampai di ambang pintu pun terpaksa memutar langkahnya kembali, saat menyadari pancake yang akan di berikannya pada Edward malah Ia bawa kembali.

Usai meletakan piring berisi pancake itu di atas meja, gadis itupun berlalu pergi tanpa sepatah katapun lagi.

"Kenapa dia jadi salah tingkah begitu? Jangan-jangan dia benar-benar sudah jatuh cinta padaku?"

1
Keep spirit
cerita nya bagus, unik dan singkat 😍
ABS channel
tapi kan gpp bukan sedarah ini
Dewi
Terima kasih thor, ceritanya sangat fresh. Tidak ada drama orang ketiga, pengantin pengganti atau ibu susu seperti di novel-novel lainnya. Sukses selalu
Dewi
Sabar ya Alvin. Nanti posesifnya sama cucu kamu aja🤭
Dewi
Pelajaran yang bisa diambil. Harus selalu menghormati orang yang lebih tua walaupun orang tua itu menyebalkan. Karena siapa tahu itu calon mertua kita 😂
Dewi
Untung Arjuna gede ya ganteng ya. Waktu kecilnya kan gendut hee
Dewi
Ya, waktu kecil Emily kan emang jahil. Suka ngusilin adik sama sepupunya 😂
Dewi
Selamat ya Emily, akhirnya bisa kembali ke keluarga kandungmu. Alvin pasti jantungan kalau tahu Emily sedang hamil😂
Dewi
Seperti itulah pria sejati
Dewi
Emily istri yang bijak
Dewi
Selamat, jadi udh sah di mata hukum dan agama
Dewi
Edward pinter memainkan emosi si Elina
Dewi
Edward to the point sekali
Dewi
Pasti cewek itu ceweknya william yang datang pas pesta pernikahan
Dewi
Jadi ceritanya sudah kembali ke awal cerita ya thor. Waktu calon suami Emily kabur. Sampe lupa aku kalau ceritanya mundur ke belakang
Dewi
Si Petter kok tega sama anak kandung sendiri. Okelah Edward penyebab mamanya keguguran, tapi itukan kecelakaan. Kalau begini Petter bukan cma kehilangan anak dalam kandungan Sofia saja, tapi kehilangan Edward juga
Dewi
Jangan-jagan kecebong Edward udh berubah jadi bayi
Dewi
Sabar ya Edward
Dewi
Emily gampang sekali di bujuknya cuma pake ice cream kayak anak kecil😂
Dewi
Semoga hati etter luluh setelah mendapat cucu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!