NovelToon NovelToon
The Death Blossom

The Death Blossom

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Detektif / Romansa Fantasi
Popularitas:782.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Richa Susilo

"Kematian adalah kepastian. Kabar baiknya, kau bisa menentukan bagaimana cara kau akan mati. Apakah dengan cara terhormat, ataukah terlaknat."

#Arsyelin

Arsyelin Wangsaguna adalah sorang detektif muda berbakat. Lulusan akademi detektif ternama dengan reputasi yang diakui seluruh dunia. Dalam petualangannya mengasah kemampuan, ia bertemu dengan sosok jin yang menyeretnya paksa untuk menemukan pembunuh teman manusianya. Sialnya, sosok jin dengan paras rupawan itu tak mau pergi meninggalkannya meskipun kasus kematian temannya telah berhasil ia ungkap.

Dan sungguh diluar dugaan, ternyata kasus kematian dengan organ yang hilang itu hanyalah puncak dari sebuah gunung es di lautan dalam. Yang mana kasus-kasus itu membawanya bertemu dengan sosok pangeran terbuang yang pernah dilelang di perdagangan budak.

Petualangan seperti apa yang akan dilakukan oleh gadis yang merupakan turunan dari bangsawan Jawa itu?

Ikuti kisah mereka hanya di The Death Blossom.

Nb: source materials cover from Pinterest.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Richa Susilo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24. Peluru Beracun

Dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Arsyelin hampir

saja tiba di tepian danau ketika telinganya menangkap suara letupan peluru. Yang sialnya, letupan itu tidak hanya terdengar sekali, melainkan susul menyusul

diiringi dengan kecipak air di sekitarannnya.

Otaknya yang sudah terlatih tidak butuh waktu lama untuk menyimpulkan bahwa dirinya dan Elan kini sedang dihujani peluru dari arah yacht mewah yang kini tampak mulai mendekat ke dermaga itu.

“Oh makhluk terkutuk sialan itu …!” desis Arsyelin tak lagi mampu menahan rasa marahnya. Matanya menyipit tajam ke arah yacht itu berada sekilas, sebelum akhirnya kembali memaksa tubuhnya untuk bergerak lebih cepat.

Satu hal yang pasti, sekeras apa pun usahanya untuk

bergerak lebih cepat, tetap saja tidak mampu secepat biasanya. Karena selain tenaganya yang hanya tinggal sisa-sisa, ia juga harus sedikit menarik tubuh

Elan yang babak belur.

Andai saja polisi muda itu tidak dalam kondisi terluka yang demikian parahnya, kecepatan berenangnya sama sekali tidak diragukan. Tentu saja. Karena ia mendapat gelar kapten dalam kepolisian dengan usia yang masih sangat muda itu bukan tanpa alasan.

Namun sekarang, bagaimanapun kerasnya ia berusaha, tubuhnya yang kesakitan dan kelelahan telah mencapai ambang batas kemampuannya.

Membuatnya tak lagi mampu bergerak gesit dan cepat. Alih-alih gesit, ia kini malah menjadi beban bagi seorang gadis yang bahkan lebih muda darinya. Sungguh, betapa payahnya dirinya saat ini.

“Lin, pergilah. Aku tidak ingin kau terluka karena

menyelamatkanku. Aku bisa─”

“Oh, diamlah! Hentikan omong kosongmu itu. Aku tidak ingin mendengarnya!” sela Arsyelin cepat seraya menatap lurus ke arah tepian danau yang memiliki sebuah pohon sangat besar nan rindang. Di sanalah targetnya. Ia harus bergegas tiba di sana sebelum tubuhnya mati dalam keadaan penuh lubang peluru.

“Tapi─” Arsyelin segera menekan tubuh lemah

polisi itu ke dalam danau begitu sudut matanya menangkap lesatan peluru yang mengarah ke arah mereka. Membuat polisi muda itu sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan kalimatnya. Yang sialnya, sebagai akibat dari gerakannya itu, peluru itu akhirnya menyerempet lengan atas Arsyelin tanpa bisa dicegah.

Darah pun dengan segera mewarnai air di sekitarnya. Daging yang terkoyak itu memberikan sensasi perih yang teramat sangat. Membuat Arsyelin harus menggigit bagian dalam bibirnya untuk menahan sakitnya. Mencegah suara jenis apa pun keluar dari lisannya. Karena ia tidak ingin membuat Elan merasa semakin bersalah begitu tahu dirinya terkena sambaran peluru. Alasan itulah yang membuatnya menahan sekuat tenaga sensasi membakar di lengannya yang membuat kepalanya mulai berdenyut.

Sial, mungkinkah peluru ini mengandung racun? Kenapa dirinya tiba-tiba merasakan panas membakar dan mata berkunang-kunang?

Gadis itu lagi-lagi mengumpat dalam hati. Menyumpahi kebusukan orang-orang di atas yacht yang sudah pasti kini tengah tertawa riang melihat penderitaannya.

Sementara itu, Elan yang sungguh merasa telah

membebani Arsyelin segera menyembulkan kembali kepalanya dari dalam air dan berujar penuh permohonan. “Lin, pergilah, tinggalkan aku─”

“Jangan berkata apa pun! Sekalipun kau tinggal mayat, aku tidak akan pernah meninggalkanmu di sini," sahut Arsyelin tanpa menoleh. "Daripada kau sibuk dengan pikiran tak bergunamu itu, sebaiknya kau membantuku mengutuk makhluk sialan itu menjadi brokoli,” geram Arsyelin seraya kembali menggerakkan kedua kaki dan sebelah tangannya untuk menuju tepian.

Sayangnya, luka tembakan itu membuat gerakannya semakin melambat. Pandangannya bahkan mulai berbayang. Namun tekadnya untuk segera tiba di tepian danau begitu kuat. Membuatnya tak akan berhenti hingga tiba di sana bahkan jika itu dalam wujud benda mati.

Meskipun demikian, sungguh, gadis itu merasakan

tubuhnya mulai melemah. Keringat dingin pun membanjir melebur bersama air danau yang hampir saja menenggelamkannya. Belum lagi lesatan timah panas yang terus menghujani mereka dengan membabi buta.

Dalam kondisi seperti itu, Arsyelin sungguh tahu,

hanya keajaiban dan faktor keberuntunganlah yang bisa menyelamatkan nyawanya.

Dan kali ini, ia sungguh sadar, sekeras apa pun ia berusaha mempertahankan hidupnya, tubuhnya sudah tak mampu lagi menghindari peluru-peluru yang melesat dengan begitu bersemangat di belakangnya itu.

Apakah mungkin ini suatu pertanda bahwa ia harus menyerah?

Gadis itu akhirnya berusaha melapangkan hatinya. Jika memang ini telah ditakdirkan sebagai jalan kematiannya, maka ia akan menyambutnya dengan gembira. Namun jika takdir belum menghendaki dirinya mati saat, ia yakin Tuhan akan mengirimkan pertolongan untuk membantunya keluar dari situasi terkutuk ini.

Menyadari segalanya akan berakhir, gadis itu akhirnya

tersenyum seraya memejamkan mata. Yang mana seketika wajah kedua orangtua dan nenek kakeknyalah yang muncul.

Nenek yang membuatkan kue klepon yang begitu nikmat kesukaannya. Ibu yang membelai kepalanya penuh sayang ketika ia merebahkan kepalanya di pangkuan wanita yang selalu tersenyum padanya itu. Ayah yang begitu disiplin dan tegas. Dan kakek yang selalui meneriakinya--

“Lin … Lin, bangun, Idiot! Hoi, Arsyelin Wangsaguna! Apa kau tuli, hah? Apa kau sudah mati dan tidak mampu lagi mendengarkan suara merduku? Betapa

tidak bergunanya dirimu!”

Arsyelin seketika mengernyit begitu mendengar seruan itu. Kakek? Tetapi kakeknya sungguh tak pernah meneriakinya dengan kalimat kasar seperti itu.

Gadis itu pun seketika tersentak dan membuka matanya lebar-lebar. Tampak seperti orang kebingungan yang baru tersadar dari koma.

Sementara itu, lesatan peluru masih tak hentinya menghujaninya. Namun anehnya, kini ia seperti diselimuti lapisan pelindung yang membuat peluru-peluru itu terpental dengan cepat.

Apakah dirinya baru saja berhalusinasi di tengah hujan peluru akibat racun yang melemahkan tubuhnya itu?

Gadis itu segera menunduk untuk melihat Elan yang tampak terkulai lemah. Matanya meredup sayu namun bibirnya menyunggingkan senyum. Bibirnya bergerak-gerak ingin mengatakan sesuatu namun tak ada suara yang terdengar.

Kedua mata gadis itu seketika terbeliak begitu melihat

sebutir peluru telah bersarang di bahu kiri Elan yang kini sudah tak mampu lagi membuka matanya itu.

“Elan, bangun, hey!”

“Tidak ada waktu untuk histeris, Nona. Pemuda lemah

itu masih memiliki energi kehidupan. Jika kau bergerak cepat, dia masih bisa diselamatkan. Asal kau tahu, aku benci air danau yang penuh air kencing dan

kotoran ikan. Aku tidak mau masuk ke sana untuk membawamu. Jadi bersiaplah, aku akan menggunakan energiku untuk meringankan gerak tubuhmu. Sekarang cepat gerakkan tangan dan kakimu.”

Demi mendengar seruan menjengkelkan itu, Arsyelin

segera mendongak untuk memastikan bahwa ia saat ini tidak sedang berhalusinasi.

Sinar keterkejutan terpancar dari manik sewarna madu

miliknya begitu pendaran cahaya rembulan membantunya mengenali siapa sosok yang kini berseru-seru dari tepian danau itu.

Dan ketika otaknya telah mencerna dengan baik dari apa yang matanya tangkap itu, sontak, bibirnya menyunggingkan senyum penuh cela ke arah sosok yang kini berdiri santai di tepian danau layaknya wisatawan yang menonton pertunjukan lumba-lumba.

Isaac. Rupanya sosok menjengkelkan itulah yang ternyata dikirim Tuhan untuk menyelamatkan nyawanya.

Meskipun ucapannya begitu menjengkelkan dan mengundang nafsu memukul Arsyelin, namun kehadiran sosok itu sungguh menumbuhkan harapan

dalam dirinya. Matanya berbinar cerah meski ia merasakan lengannya mulai mati rasa.

Terlebih lagi, gadis itu kini merasakan tubuhnya

begitu ringan. Ia bahkan merasa bisa terbang sekarang. Dan ketakjuban itu tampak begitu jelas dari ekspresi wajahnya. Membuat Isaac bersiul panjang dengan sangat menjengkelkan.

“Apakah kau terkejut dengan kemampuanku? Sama sekali tidak pernah menyangka bahwa akulah yang akhirnya menjadi pangeran penyelamatmu? Sudah kukatakan, terkejutnya nanti saja. Cepat bergerak atau temanmu itu akan mati. Makhluk-makhluk idiot di atas yacht itu tak akan pernah bisa hidup tenang sebelum melihat bangkai kalian. Jadi cepatlah!”

“Kau benar-benar sangat berisik, Isaac!” sahut

Arsyelin seraya menyeringai lebar. Bergerak dengan kecepatan yang tak pernah terbayangkan di benaknya. Kekuatan yang dimiliki oleh makhluk ini benar-benar

sungguh berguna. Makhluk itu bahkan hanya terlihat menggerakkan jari telunjuknya seraya bersedekap. Sama sekali tidak heboh dengan banyaknya jurus-jurus seperti pada film-film laga yang pernah ia tonton.

Di sisi lain, tepat di buritan kapal, sosok yang

berdiri dengan teleskop di tangannya tampak menyipitkan mata tajam penuh kemarahan. Rahangnya mengeras, sementara tangannya mencegkeram erat besi pembatas sampai buku-buku jarinya memutih.

Tidak salah lagi, anak buahnya dengan begitu berani telah menggunakan peluru beracun tanpa perintahnya.

Lihat bagaimana aku akan mengurus kalian yang begitu lancang!

1
Aisyah
thor ko gx di tamatin sihh padahal cerita nya seru lho
Ruezraerin ruille
ini serius cerita sebagus ini nggak dilanjutin.
padahal ini cerita yang paling aku suka.
aku sampai membaca ulang beberapa kali sambil nunggu cerita ini di lanjutin, karna cerita ini memang seseru itu
Ruezraerin ruille: apa cerita ini sudah di bukukan?
total 1 replies
~~𝓕𝓸𝓷𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪~~
ceritanya sungguh menarik,kalian aq rekomendasiin baca ini kalo mau cerita berbau action dan campuran komedi.
selamat membaca 😊😊
Win wina
Oh Allen,,,,, bisakah Kao ber pura" tdak mengenal wanitamu,,, liat lah dia sangat panik🤣
~~𝓕𝓸𝓷𝓽𝓮𝓻𝓲𝓷𝓪~~
aq udh beberapa x baca novel ini . rasanya g ngebosenin.
good job outhor.. 👍👍
strawberry milk
karyanya bagus banget, banyak teka teki yg ga ketebak, ceritanya menarik, ga pasaran berasa kek baca novel yg udah profesional. pokonya bagus banget,. harus baca, cuma sayangnya udah sekian lama nunggu ga up terus /Scowl//Scowl//Scowl/
authornya kemana si (⁠ノ⁠`⁠⌒⁠´⁠)⁠ノ⁠┫⁠:⁠・⁠┻⁠┻
sampe kapan?
kapan-kapan
Adidtya13
aku padamu deh thor
Wiwi Rowiyah
hellooo any body home
Evelyne
aduuuhhh... kok gw jadi bosen baca novel Lo ya Thor...terlalu halu ya...😜😜😜
Evelyne
kenapa gw ngerasa alur Lo terlalu lambat...terlalu banyak dialog yang bertele tele... jangan bikin arah yang terlalu nyleneh Thor...yang masuk rasio dong ...ayo ..jangan bikin gw bosen dgn plot mu yang terlalu panjang tanpa arah tujuan..
Evelyne
kalo Drakor K2 udah nonton Thor... terus K1 apaan ya...😜
Evelyne
gw lumayan suka...semoga alur Lo gak terlalu lamban dan bertele tele ya Thor... cuuuusss kita lanjut
Evelyne
gw lagi bosen baca novel halu bos dapet sekertaris nya... atau anak buah dapet bos nya... gw mau coba baca yang ini... semoga beda...cuuuusss ayo lanjut baca guys...
silvia ayus
thorr, up dong🙏🙏
silvia ayus
thorr, kog ga pernah up ??
Ni Kadek Yuliarti
setiap menunggumu 🙏🙏
Ell∆°~°
oh ,wahai jin alangkah ter BENGEK ny Abang jin ngahahaa😭🖖
estycatwoman
1 KRISAN LAGI LUPA TADI HE3X
*SELESAIKAN APA YG SDH KAMU MULAI *
BIAR GK ADA HUTANG DIANTARA KITA ,

HABIS AQ CEK KARYA AUTHOR NGEGANTUNG SMUA ... ENK TU FINISH 1 BKIN LAGI IGAN LONCAT2 ,BIAR GK BERSA SAKIT DITINGGL PAS SYNG2NYA wkwkwkwk...😁

OVERALL NICE STORY , SO IM WAITING UR UPDTE OKAY ,,,,😊

THANKS BE4
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!