NovelToon NovelToon
Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:258.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Haryani

Memiliki wajah tampan tak membuat Briana memperlakukannya dengan baik karena William hanyalah seorang sopir.

Namun apa jadinya bila seorang sopir itu menikahi Briana karena kesalah pahaman?

Dan seiring berjalannya waktu jati diri William akhirnya terbongkar. Ternyata ia adalah seorang pengusaha sukses.

"Aku bahkan lebih kaya dari orang tuamu." William Horrison.

"Maafkan aku. Aku mencintaimu." Briana Alesya Darwin.

Namun kata cinta yang Briana ucapkan bersamaan dengan kembalinya wanita di masa lalu William.

Siapakah yang akan William pilih, wanita di masa lalunya yang selama ini ia nantikan kedatangannya atau kah Briana istri yang selalu merendahkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 24 Ungkapan Briana

"Apa!" pekik Brian terkejut.

Meski Brian mengagumi sosok William dan cukup tahu semua tentang pria itu, tapi Brian tidak mengetahui bila William sudah bertunangan dengan wanita bernama Sabrina.

"Tunangan?" tanya Brian memastikan.

"Iya, dia tunanganku. Kami bertunangan sudah sejak lima tahun yang lalu," jawab William.

"Bila kamu sudah memiliki tunangan kenapa kamu menikahi Briana?" tanya Brian tak habis fikir.

"Seperti yang sudah pernah aku ceritakan padamu bila aku menikahi Briana karena kesalahpahaman," jawab William.

"Lalu bagaimana dengan kekasihmu bila tahu kamu sekarang sudah menikah?" tanya Brian.

"Entahlah, kami sudah lama tidak bertemu. Kami bahkan tidak tahu kabar masing-masing. Sabrina menghilang begitu saja setelah kami mengalami kecelakaan mobil bersama. Aku sudah mencari keberadaannya tapi aku tetap tidak menemukannya," jelas William.

"Apa Briana tahu bila sebelumnya kamu sudah bertunangan?" tanya Brian lagi.

William menggelengkan kepala menandakan bila Briana tidak mengetahuinya.

"Jelas saja dia tidak mengetahuinya karena dia saja tidak perduli padamu. Kamu yang sabar saja Liam, aku yakin Briana akan berubah seiring kebersamaan kalian. Kamu hanya butuh waktu untuk melupakan Sabrina dan bahagia bersama Briana," ucap Brian tapi tidak disahuti William.

Dilubuk hati yang paling dalam, William masih berharap Sabrina kembali padanya dan mewujudkan pernikahan impian mereka. Tapi William juga tidak bisa mengabaikan Briana, karena bagaimanapun wanita itu ialah istrinya.

Entah bagaimana jadinya bila kedua wanita itu dipertemukan sebagai istri dan tunangan William.

*

*

"Tidak kekantor Bri?" tanya Larissa setelah membuka pintu kamar Briana dan melihat putrinya sedang terbaring ditempat tidur.

Briana membuka mata yang ia pejamkan hendak terlelap tapi tidak bisa karena terus teringat pada kepergian William.

"Tidak Mom," jawab Briana.

Larissa bisa melihat wajah Briana yang terlihat pucat dan sedikit memerah membuatnya meletakkan punggung tangannya pada kepala Briana yang masih berbaring.

"Tubuhmu panas sekali Bri. Kamu sakit?" tanya Larissa cemas tapi tidak disahuti Briana.

"Iya, kamu sakit ini Nak, keningmu panas sekali," ucap Larissa.

Briana menganggukkan kepala karena ia memang merasa bila tubuhnya sedang kurang sehat.

Sejak tiba dirumah setelah mengantar William kepelabuhaan, Briana merasa tidak enak badan sehingga ia langsung masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya disana.

Briana terus kepikiran pada William yang sedang pulang kampung. Baru ditinggal beberapa jam saja ia sudah sakit seperti ini bagaimana bila William pergi tidak kembali, Briana tidak bisa membayangkannya.

"Mom apa sudah ada kabar dari Liam, dia sudah sampai rumah apa belum ya?" tanyanya kemudian.

"Belum ada Bri. Mungkin besok atau lusa dia ngabarinnya setelah sampai dirumah," ucap Larissa.

"Lama sekali," gumam Briana pelan tapi masih bisa didengar Larissa.

"Tuh nyesel kan kamu tidak ikut dia pulang kampung. Kamu sih terlalu angkuh dan sombong, setelah Liam pergi saja baru merasa kehilangan," ucap Larissa.

Briana diam saja tak menjawab, karena apa yang Larissa katakan padanya semuanya benar. Meski rasa sedih dan kehilangan William berulang kali Briana tepis, tapi Ia tetap saja merasa sedih dan kehilangan.

"Liam kembali ke Jakarta lagi tidak ya Mom?" tanya Briana.

"Mana Mommy tahu Bri, mungkin saja kembali mungkin saja tidak. Tapi wajar sih bila dia tidak kembali mengingat sikapmu padanya sudah keterlaluan, kamu tidak pernah menghargainya dan selalu merendahkannya," ucap Larissa berterus terang.

Briana memalingkan wajahnya dengan mata perlahan berembun.

"Ya sudah Mommy keluar ya, nanti ada pelayan yang akan mengantar makanan dan obat untukmu," ucap Larissa.

Briana tidak menyahuti perkataan Larissa, ia masih terdiam dengan wajah yang ia palingkan.

Setelah Larissa keluar dari kamarnya, Briana perlahan bangkit dari tempat tidur dan berjalan menghampiri lemari dimana selama beberapa minggu terakhir terdapat baju William disana.

Briana membuka pintu lemari tersebut dan memperlihatkan isi lemari yang kosong sudah tidak terdapat satu lembar pakaian milik William disana.

"Semua bajumu kamu bawa pulang, tidak ada yang kamu tinggal," gumam Briana.

Sebelum William pergi, Briana sama sekali tidak perduli pada pakaian pria itu, tapi sekarang ia justru mencarinya berharap ada pakaian yang tertinggal disana dan berniat akan ia kenakan.

Entah kenapa Briana sekarang jadi merindukan William padahal selama ini ia tidak pernah merasakan seperti itu.

Tidak lama kemudian pintu kamar Briana diketuk oleh pelayan yang mengantarkan makan siang dan juga obat untuk Briana minum.

"Bi, apa dikamar Liam dulu tidak ada pakaiannya yang tertinggal?" tanya Briana pada pelayan yang baru saja masuk kekamarnya.

"Tidak ada Non, semua pakaian Liam sudah saya pindahkan kelemari dikamar ini," jawab pelayan tersebut.

"Apa tidak ada barang miliknya yang tertinggal? Kenapa dia membawa semuanya seolah dia tidak akan kembali lagi kerumah ini?" tanya Briana sedih.

Pelayan disana tersenyum canggung, sedikit banyaknya ia tahu bagaimana sikap Briana pada William. Meski Briana tidak berbuat kasar secara fisik tapi perkataannya tentu saja melukai hati orang lain.

"Emm, Non Briana. Ada kok barang milik Liam yang tertinggal," ucap pelayan disana.

"Benarkah? Kalau begitu bawa kekamar ku Bi, simpan lagi dikamar ku ini supaya aku yakin bila Liam akan kembali," ucap Briana cepat.

"Tapi Non, barang milik Liam yang tertinggal itu sepatu yang sudah rusak yang Non Briana buang itu," ucap pelayan ragu-ragu.

"Tidak apa-apa Bi, bawa kemari sepatunya simpankan dirak sepatu bersama dengan sepatu ku yang lain," titah Briana senang.

Ia senang sekali karena barang milik Liam masih ada yang tertinggal, meski itu hanya sepatu jelek milik William.

"Baik Nona," ucap pelayan kemudian undur diri dari sana untuk mengambilkan sepatu milik Liam yang sudah ia buang.

Beruntungnya saat pelayan membuang sampah dan menemukan sepatu Liam di bak sampah, sepatu itu tidak dibuang juga oleh pelayan sehingga kini Briana bisa memilikinya.

Sepatu jelek milik Liam sudah pelayan letakkan dirak sepatu yang ada dikamar Briana. Kini Briana sedang memandangi sepatu itu dan berniat akan membelikan yang baru. Bukan hanya sepatu saja yang akan Briana belikan untuk William melainkan ia akan membelikan juga pakaian untuk pria itu.

"Mom aku keluar sebentar ya," pamit Briana pada Larissa yang sedang membaca majalah diruang keluarga.

"Keluar kemana, bukannya kamu sakit?" tanya Larissa.

"Aku sudah baikkan kok Mom, aku mau pergi ke mall, ada yang ingin aku beli disana," jawab Briana.

"Kamu sekarang nyupir sendiri Bri, hati-hati dijalan loh ya," ucap Larissa.

"Iya Mom tenang aja," ucap Briana kemudian pergi dari sana.

Briana benar-benar akan pergi ke mall seorang diri tanpa dikawal dan disopiri William lagi. Suasana dimobil begitu sepi tidak seperti biasanya saat ia disopiri William yang selalu berdebat didalam mobil.

"Memang benar apa kata orang, bila sudah pergi baru terasa. Aku merasa kehilanganmu Liam. Kamu cepatlah kembali," ungkap Briana dengan jujur.

1
gemar membaca
salah sendiri ortu Sabrina tdk dari awal ngasih kabar ke wiliam, tapi malah terus menyalahkan dia atas kecelakaan yang terjadi.
Sri Siyamsih
satu lg pendukungmu Liam, Brian
Sri Siyamsih
jika kmu tau bri siapa ayahmu sesungguhnya dulu kt" kamu akan berfikir swribu kl bilang miskin pd Liam yg notabene jls" keturunan orkay
Sri Siyamsih
kyknya jln dr kantor k rmh briana nglewati perkampungan yg disiplin alias ketat peraturan
Sri Siyamsih
ada y seorang ceo tp nggk ad etika spt itu, percuma pendidikn tinggi, kaya lg. sungguh d sayangkn, kasihan ortunya pdhal org baik, terllu sombong dn angkuh
Sri Siyamsih
ujung"nya tar liam yg turun tangan bantuin
Ririn Nursisminingsih
mkanya jg sombong kmu briana
Ririn Nursisminingsih
jg sombong bri yg kmu hina itu ceo...hargailah orang lain
Safa Almira
,bagusnya
Citra Kamila
aku mampir thor
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ini daerah kampung mana sih?? klo jakarta kyknya gk mungkin deh warga nya begitu..🤭
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
briana ngukutin sifat emaknya wktu blm nikah
Mba Wie
Luar biasa
Devys
kenapa ada sad boy🥲🥲
Devys
cuma 5 aja 🤣🤣
Devys
saran buat unsur kendaraan 🤣🤣
🍒WINA🍒
briana jd wanita tdk ada kelam2nya sangat bar2 banget kesel william tdk perlu pake acara mencakar wajahnya,,,ayah reyhan nasehati putrinya hrs bs menghargai orglain....
🍒WINA🍒
wkwkwk🤣🤣🤣william kena cakaran lagi wajahnya yg tampan dan mama irene sudah menduga anknya jd supir pribadi briana.....
🍒WINA🍒
kucing bar2 sangat angkuh dan arogan dan kemanapun pergi wiliam akan sll mengawal/menyupiri gadis bar2 itu....
🍒WINA🍒
ya iyalah kena wong anknya sendiri william yg kabuuuur dr rmh tdk Mau dijodihkan,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!