NovelToon NovelToon
Galeri Rasa Suka

Galeri Rasa Suka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: suziehloranda

Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.

Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Hati

Ares tidak punya waktu untuk menyeleksi orang-orang yang singgah di sekitarnya. Membiarkan mereka mengutarakan apa yang mereka mau, adalah bentuk paling sopan dari caranya menghargai. Dia dapat tersenyum, berinteraksi seperti halnya teman lama. Terkecuali pada satu orang, wajah yang membuatnya berhenti sejenak dari aktifitasnya.

Pandangan laki-laki itu beroleh pada Celine yang duduk seorang diri di mejanya. Tampak sibuk dengan novel di genggamannya, sudah seminggu sejak terakhir kali mereka berinteraksi.

Pesan itu pun, entah kenapa tidak ada lagi.

Pintu kelas terbuka lebar menampilkan seorang perempuan dengan rambut diikat tinggi. Senyum sumringah melekat di bibirnya. Ia berjalan santai ke arah Ares. "Selamat pagi kak Ares," sapanya, ia meletakkan sebuah box mika di meja. "Ibuku membuat banyak tadi kak, makanya aku bawa. Nggak apa-apa kan?"

Ares hanya berdehem, terakhir kali ia menolak pemberian adik kelasnya itu, tidak membuat Jasmine jengah. Setelah mengikuti Ares ke kolam ikan setiap hari, dia mendapati pria itu meresponnya dengan baik. Jadi dia berpikir, sebenarnya Ares dapat diluluhkan.

Di meja seberang Celine pura-pura tidak melihat apa-apa, ia coba mengubur perasaannya. Tidak juga ingin menyakiti hati adik kelasnya di fase butterfly era. Namun, sekuat apa pun ia mencoba, nyatanya perasaan itu tidak bisa hilang. Dia mengepalkan tangan, matanya memerah merasakan emosi yang memuncak.

"Mereka cocok banget," racaunya pelan. Novel yang baru saja dia beli tiga hari yang lalu, tanpa sengaja halamannya kusut karena genggaman Celine yang terlampau kuat.

Ares bangkit berdiri, diikuti Jasmine di belakangnya. Perempuan itu menenteng box mika menuju kolam ikan di taman belakang, rahasia kecil yang dianggapnya romantis.

"Kak, nanti kita makan pudingnya bareng ya, dijamin enak kok!" kata Jasmine bersemangat, matanya menyipit. "Kakak gak ada pantangan makan puding kan? Aku hanya ingin memastikan, takutnya nanti malah membuat masalah lagi."

Ares berhenti sebentar, agak jemu dengan antusiasme dari Jasmine. "Enggak Jasmine, jika kamu ingin makan bawa saja." tukasnya.

Jasmine meletakkan boxnya di bangku panjang, di antara bunga mawar yang tumbuh mekar. Ia merentangkan tangan menikmati aroma bunga yang menambah kesan keindahan taman ini.

"Kok ada orang yang gak tahu lokasi ini, ya? Padahal tempatnya bagus banget, masih terjaga pula!"

"Pekebun datang tiap pagi untuk merapikan taman, wajar saja tempat ini terjaga." Ares duduk di tempat biasa, di pinggir kolam, sibuk mengamati aliran air yang dilalui para ikan kecil.

"Kak, cantik enggak?" tanya Jasmine tiba-tiba, ia menyodorkan bunga yang telah ia rangkai.

"Bagus kok." Ares menjawab sambil tersenyum tipis, udara di sekitar Jasmine seolah menipis. Detak jantungnya berpacu dua kali lebih cepat, rasanya ia ingin maju untuk mengutarakan rasa yang selama ini dia pendam.

Jasmine menarik nafas, lalu mengeluarkannya lewat mulut. Ia mengulum bibirnya, menatap gugup ke arah Ares. "Kak," panggillnya. Laki-laki itu menoleh. "Se ...sebenarnya aku, em ..."

"Apa?"

"Kalau aku suka Kak Ares boleh enggak?" Akhirnya setelah beberapa saat yang mendebarkan, Jasmine dapat mengutarakan kalimat yang selama ini ia tahan. Namun reaksi Ares jauh dari perkiraannya, laki-laki itu menatapnya sesaat sebelum kemudian beralih ke arah semak di sudut ujung.

Celine menutup mulutnya rapat, air matanya telah membasahi pipi. Sejak awal kedua orang itu melangkah ke taman, ia telah mengamati, mereka persis seperti sepasang kekasih yang sedang bermesraan. Puncaknya ketika Jasmine dengan percaya diri mengatakan perasaannya, meruntuhkan semua pertahanan yang ia bangun.

Tempat persembunyian tak lagi aman karena bahunya yang bersandar di sana. Perempuan itu dengan cepat berdiri, menghapus sisa air mata yang tertinggal. Dia berlari menjauh dari taman.

"Celine!" Tanpa pikir panjang laki-laki itu mengambil langkah cepat, meninggalkan Jasmine sendirian yang diam terpaku.

Ares tidak tenang.

Di koridor menuju kantin, Celine berhenti di pojok. Ia mengatur nafasnya yang memburu, seolah semua pasokan oksigen miliknya dirampas paksa. Dia juga tidak mengerti dengan hatinya yang kini berubah kacau, perempuan itu memukul dadanya merasakan sesak yang menghimpit pernapasannya.

"Lemah banget sial, gitu doang nangis. Jangan cengeng, please demi aku Celine." Ia mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri.

Ares maju satu langkah. Tepat seperti dugaannya, ketika Celine melihatnya perempuan itu dengan cepat menghindar.

"Celine, kau baik-baik saja?" tanyanya pelan, ragu apakah pertanyaan itu cukup untuk mengobati perempuan yang sedang terluka di hadapannya.

"Aku tidak apa, kenapa bertanya?"

"Kamu menangis."

"Novel yang baru saja kubaca begitu sedih, aku tidak sanggup menamatkannya!"

Ares menjulurkan tangannya ke depan, seolah hendak meraih Celine yang tampak rapuh. Namun ia urungkan dengan menurunkan tangannya. "Apa terjadi di taman bukan seperti yang kamu pikirkan," katanya tanpa pertimbangan, kalimat itu meluncur bebas dari mulutnya.

"Bukan hakku untuk mencampuri urusan kalian. Aku tadi hanya tidak sengaja lewat, takut mengganggu suasana makanya pergi."

Ares mengerutkan alisnya, ia ingin memastikan satu hal. Dia ingin Celine mengatakannya dengan jelas, lewat mulutnya, di depan matanya.

"Celine, kamu menyukaiku?"

Celine terpaku di tempatnya, matanya kian memanas melihat ketenangan Ares yang melumpuhkan akal sehatnya. Dia merasa semua ini tidak adil.

"Atas dasar apa? Udah ah, gak usah nanya aneh-aneh."

Ares tetap kekeh. "Aku hanya ingin tahu. Kamu memang menyukaiku atau tidak."

Celine emosi, dengan suara lantang ia menjawab, "Kalau iya emang kenapa? Aku salah gitu, sejak awal kamu juga tahu itu kan. Aku suka sama kamu. Udah, nggak bakal mengubah apa pun!" Tangisnya pecah, ia berjongkok di lantai. Memeluk dirinya sendiri.

Sakit, perasaan patah hati ini membuat Celine mau pingsan saja. Ia mendongak begitu langkah kaki terdengar di telinganya, Ares berada di depannya tanpa peringatan memeluknya erat.

Celine mencoba melepaskan dekapan itu. "Lepas!"

Ares tidak bergeming.

"Kamu nyakitin aku tahu gak, jangan bertindak seolah kau sangat peduli!" bentak Celine mendorong tubuh Ares sekuat yang dia bisa. Pelukan itu terlepas dan untuk pertama kalinya, ia melihat ekspresi sendu di wajah Ares.

Celine terluka, Ares juga terluka.

"Celine," katanya. "jangan menangis lagi, kumohon."

Celine menggertakkan giginya, tanpa pikir panjang ia melayangkan tamparan di pipi laki-laki itu.

"Jangan jadi bajingan, jelas kamu udah punya pacar. Aku nggak mau dimainin kayak gini!"

"Tapi Jasmine bukan siapa-siapa aku, yang selalu aku pikirin itu jelas kamu. Aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan," tutur Ares dengan mata memanas, ia meraih pergelangan tangan Celine.

"Celine."

Celine melepaskan genggaman tangan Ares. Ia pergi dari sana dengan tanda tanya besar di kepalanya.

1
seonghyeon
cemburu? ngakak
seonghyeon
author jadi ini sama anak tetangga atau my crush nih
Suzie: 🤭 itu rahasia negara
total 3 replies
seonghyeon
semangat author, ditunggu bab berikutnya /Tongue/
seonghyeon
lama-lama kesel sama ares
seonghyeon
gila ceritanya penuh emosi banget, absolut sinema banget sih ini
seonghyeon
yah gambar Celine lah /Proud/
seonghyeon
antara orang lama atau orang baru/Doge/
seonghyeon: orang baru sih/Applaud/
total 2 replies
seonghyeon
ah sepertinya sama-sama pengagum rahasia nih
seonghyeon
bian ikut campur bangett /Curse/
seonghyeon
sengaja berarti,bangsut/Curse/
Suzie: 🤣 aduhh jangan gituu
🤭
total 1 replies
seonghyeon
Bagus banget author cocok nih yang suka gendre percintaan+komedi anak sekolahan.🥰

Salut banget sih author lucu gemes
Suzie: 🤭 senang dehh, kalo sukaa😍
total 1 replies
seonghyeon
lucu banget pliss, sampe lupa waktu gua baca perbab kemudian perbab lagi /Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
dipegang nih/Slight/
seonghyeon
kalo aku malu kepikiran tujuh turunan itu 🗿
seonghyeon
hm, senyum "sendiri gw/Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
jangan bilang kita Ares itu pemberian Jasmine /Determined//Determined/
seonghyeon: *itu bukan kita,typo thor 🗿
total 1 replies
seonghyeon
😭😭
seonghyeon
ngakak /Facepalm/
seonghyeon
guna-guna nggak tuh /Bye-Bye/
seonghyeon
aku curiga sama Gabriel /Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!