deleted
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwik arfiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MTMH; bertemu
untuk readers ku semua, sebelum membaca Jangan lupa sempatkan untuk like, komen, dan rate bintang 5 cerita karangan author ya.
boleh ko jika mau vote author.. author pasti akan senang..
seikhlasnya saja.. semoga dengan dukungan vote dari kalian. bisa membangun cerita author lebih baik kedepan nya..
Maaf banyak typo bertebaran.
.....
Pagi itu menunjukan pukul 9 pagi
Kiran mengajak Mutia untuk menemaninya bertemu dengan Abah.
"Assalamualaikum Abah, " ucap salam Kiran dan Mutia
"Waalaikumsalam,, nduk ada tamu. Dia mencari mu.. Abah minta nduk temui dia ya.." ucap Abah
"Nggih bah.." ucap kiran
Lalu Kiran di minta untuk menunggu di taman belakang ndalem
Tapi, Mutia meninggalkan kiran di sana sendiri karena Mutia di panggil untuk piket memasak.
"Ya Allah bantu hamba agar hamba bisa menjelaskan semua nya kepada dek kiran.." gumam Arya
"Assalamualaikum" ucap Arya dari belakang Kiran
"Waalaik- ucap Kiran yang belum terselesaikan. Karena dia terkejut ternyata tamu yang di maksud adalah suami nya sendiri..
"Untuk apa mas ke sini?" Tanya Kiran
"Dek.. dengarkan penjelasan mas dulu.. " ucap Arya yang hendak mendekati Kiran. Namun, Kiran malah mundur dan menjauhi Arya.
"Aku sudah dengar semua nya mas.. sekarang cukup mas talak diri ku agar mas bisa menikah dengan Nimas" ucap Kiran sepontan dari mulut nya.
Plaak... (Tamparan mendarat di pipi manis Kiran)
"Istighfar dek..! Siapa yang mengajari mu untuk bercerai?! Di dalam agama kita di haramkan kata perceraian! " Ucap Arya kesal hingga berani menampar istri nya.
"Itu sudah cukup memberiku jawaban mas" ucap Kiran memegang i pipi kiri nya yang memerah karena di tampar Arya
"Dek! Dengar kan penjelasan mas!
Waktu itu ibu memang mau menikahan mas dengan Nimas.. tapi, mas tolak karena mas sangat mencintai adek!" Ucap Arya penuh penekanan
"Ya..! Aku sudah mendengar semua nya.. mungkin itu hanya kata kata busuk mu saja di hadapan ibu! Tapi, kau diam diam membawa Nimas kerumah bahkan kau membiarkan Nimas merengkuh tubuh mu!" Ucap Kiran dengan kesal bahkan air mata nya sudah bercucuran hingga membasah i pipi gembul nya.
"Astaghfirullahaladzim dek! Apa yang kamu lihat itu tidak benar.. memang waktu itu Nimas datang kerumah, tapi mas segera meminta nya pergi agar tidak menjadi maksiat.. !" Ucap Arya
"Ya, kau meminta nya pergi lalu membawa nya ke sebuah kos kos an lalu kau menjama nya begitu?!"
Arya yang sudah geram hendak mengangkat tangan nya kembali namun ia urungkan niat nya dengan mengepalkan tangan nya.
"Apa mas?! Mau menampar ku lagi?! Silahkan.. aku mengizinkan mu!" Ucap Kiran kesal
Author "udah di kasih izin eh malah ngak mau.. "
"Diam author!!" Ucap Arya dan Kiran serempak
Author "****.. gw kabur aja dah.. daripada gw di habisin Ama ni dua manusia egois" ucap ku lalu berlari pergi...
"Kenapa ada iklan nya sih Thor... Thor.." tanya Arya kesal.
"Suka suka gw lah.." ucap ku sambil menjulurkan lidah ku
"Ooo.. atau kau juga mau menikah i author ha?!" Pekik Kiran
"Woooiiii!! Mulut kau tak da saring ha! Main asal tuduh aja..! Au ah.. gw pergi Sono selesaiin urusan kalian berdua..! Gw ga mau ikutan!! Dan Lo Kiran! Lo punya telinga punya otak tu di pakek.. suami Lo mau kasih penjelasan..! Jangan sok munafik deh Lo padahal di hati Lo menuntut penjelasan suami Lo! Dan otak Lo juga di manfaatin.. pinter nya aja di pelajaran.. masalah kek gini melempem! Payah Lo!! Au ah gw pergi! Assalamualaikum" ucap ku kesal sembari mengata ngat i Kiran
Lalu Kiran pun membalikan badan nya dan pergi meninggalkan Arya dengan cepat.
Adit yang baru saja lewat melihat sekilas kakak nya yang berjalan dengan langkah tergesa gesa dan pipi nya basah karena di hujan i oleh air mata nya.
"Loh Kakak ko nangis sih?" Gumam Adit
Lalu Adit pun melihat Arya yang berjalan ke arah ndalem. Dengan sigap dan spontanitas Adit memangil Kaka ipar nya tersebut
"Kakak ipar.. " panggil Adit berteriak
"Adit?" Gumam Arya
Lalu Adit hendak menghampiri Arya yang berada di seberang jalan.
Karena saking senang nya Adit tidak memperhatikan kanan dan kiri.
Tiba tiba ada motor melintas dengan cepat dan menabrak Adit hingga Adit pun terguling.
"Astaghfirullahaladzim" pekik Arya langsung menghampiri Adit.
"Adit.. Adit.. " ucap Arya menepuk neouk pipi Adit yang sudah berlumuran darah
Dengan cepat Arya menggendong Adit lalu membawa nya ke rumah sakit terdekat.
Di rumah sakit..
Arya menunggu Adit di depan ruang ICU dengan baju yang sudah berlumuran darah.
Dia menyangga kepala nya dan sekilas mengacak acak rambut nya.
"Ya Allah selamatkan lah adik ipar hamba ya Allah" gumam Arya
Tidak lama kemudian dokter pun keluar dari ruang ICU
"Bagaimana keadaan adik saya dok?" Ucap Arya dengan sigap
"Pasien sudah baik baik saja.. tidak ada luka yang terlalu serius.. " ucap dokter tersebut
"Alhamdulillah ya Allah.. terimakasih banyak dokter" ucap Arya
Lalu dengan cepat Arya masuk kedalam ruang ICU tersebut dan melihat Adit masih terbaring di brankar
Tidak berselang lama Adit pun membuka mata nya. Hal yang pertama ia lihat adalah kakak ipar nya yaitu Arya.
"Kakak.. akhr kepala ku sakit sekali" ucap Adit
"Pelan pelan.. mari ku bantu" ucap Arya membantu Adit duduk
"Kak bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Adit
"Apa?"
"Apa yang menyebab kan kakak ku begitu marah kepada mu?" Tanya Adit
Lalu Arya mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan. Arya menceritakan semua yang sudah terjadi kepada Adit.
"Jadi, itu yang membuat kakak ku begitu marah pada mu?" Tanya Adit
"Iya, sekarang aku tidak tau bagaimana cara nya membujuk nya.." ucap Adit
"Aku akan membantu kakak ipar.. tapi, dengan satu syarat" ucap Adit
"Apa syarat nya?" Tanya Arya dengan cepat
"Setelah kakak ku kembali pada mu.. jangan pernah sekali kali kakak ipar membuat kakak ku menangis kembali.." ucap Adit
"Baiklah aku akan menuruti nya.. yang terpenting sekarang adalah.. dek kiran mau mendengarkan penjelasan ku dulu" ucap Arya
di sisi lain..
"kiran.. " pekik Mutia
"ada apa sih?" tanya Kiran kesal
"adik mu tadi di tabrak motor.." ucap Mutia
"hah.. !! yang bener?!" tanya kiran
"beneran.. tadi, ada santri putra yang melihat nya.. tapi, setelah itu di bawa sama seorang lelaki.. dia bilang dia tidak kenal siapa dia.. tapi, kata nya itu tamu nya Abah kemarin" ucap Mutia
"lalu sekarang dimana adek ku?" tanya Kiran
"sabar Kiran, adek mu sudah di bawa ke pondok lagi.." ucap Mutia
"hum. Alhamdulillah ya Allah.. besok aku akan menemui nya.. temani aku ya.." pinta Kiran
"siapp boss"
dalam islam istri kayak kiran udah dilaknat malaikat, dan tidak pantas mencium bau surga
dan seenak gitu jak dia seakan tidak melakukan kesalahan pada suami
belajar agama lagi,
haram hukum nya seorang istri mencium bau surga, kalau dia meminta cerai pada suami dengan alasan tidak jelas
heran kalian buat novel istri minta cerai seakan hal biasa bukan kesalahan fatal
pakai otakmu thor jika suami dengan gampang bilang cerai bagaimana perasaanmu, pakai akal dan hati sedikit saja thor biar tidak egois