Jembatan Merah 16 Februari, penuh dengan cerita untuk Satria Esa. Kisah cintanya dimasa lalu, membuat dirinya banyak memilih pasangan. Apalagi sang keponakan Amora Andini Tama, anak dari Almarhum mantan kekasih nya yang menikah dengan saudara kembarnya, kini di asuh oleh Satria Esa.
Amora, gadis cantik tumbuh dewasa dalam asuhan Satria Esa, memiliki hobby memotret. Sehingga dirinya menjadi seorang Photographer.
Siapa sangka, ada rasa tak terduga dalam diri Amora, namun seorang Tentara muda berpangkat Kapten, Eldrian Barack mencoba untuk memasuki hati Amora, Jatuh cinta pada pandangan pertama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan Amora
"Sayang!" Eldrian datang menemui Amora yang masih sibuk di kantornya.
Eldrian mencium pucuk kepala Amora, dan memijat kedua pundak kekasihnya. Amora tersenyum, lalu tangannya mengusap lengan kekar kekasihnya.
"Bawa apa kesini?" tanya Amora.
"Kenapa? lapar ya! " ucap Eldrian.
"Makan keluar yuk, lapar!" ajak Amora.
"Makan sini saja, Mas masakin buat kamu." ucap Eldrian sambil berjalan ke arah pintu keluar.
"Mas mau kemana?" tanya Amora.
"Masak." jawab Eldrian.
"Keluar aja yuk, pengen keluar." ucap Amora memaksa.
Eldrian tersenyum, dan menganggukkan kepalanya. Amora pun langsung membereskan meja nya, dan berjalan mendekati Eldrian.
"Mau makan dimana?" tanya Eldrian.
"Terserah!" jawab Amora.
"Jangan terserah dong, kan kamu yang ajak." ucap Eldrian.
"Jalan aja."
Eldrian dan Amora masuk kedalam mobil, Eldrian memberikan kode pada paus dan cacing yang sudah berada di dalam mobil, yang tak jauh dari tempat tinggal Amora.
Amora tidak menyadari, kalau mobilnya di ikuti. Setiap titik, sudah ada yang mengawasi. Dan siap beraksi, di saat mendapatkan serangan.
Eldrian membawa Amora, dengan mengendarai di jalanan yang sepi. Amora menoleh ke kanan dan kiri, karena tidak banyak kendaraan, dan hanya kendaraan di depan dan belakang.
"Mas, kok kendaraan sepi ya? kita seperti dia kawal begini." ucap Amora.
"Masa sih?" ucap Eldrian.
"Benar loh Mas, aneh saja."
"Sayang, anting kamu bagus." puji Eldrian dengan sengaja.
"Benar kah? cantik kan ya Mas!" ucap Amora.
"Iya." ucap Eldrian sambil mengusap kepala Amora.
Saat itu ada sebuah motor melaju kencang, berada di belakang mobil Eldrian. Kedua mata Eldrian sudah mengetahui, senyum kelicikan Eldrian terlihat. Musuh masuk kedalam perangkap, dan Amora pun tampak gelisah.
Mobil yang di kendarai Paus pun langsung memepet pada Motor, bahkan mobil di depan pun melaju perlahan, lantas mobil yang di kemudikan Eldrian di percepat, hingga motor itu di halangi oleh dua mobil.
Amora menoleh ke belakang, Eldrian pura - pura tidak tahu. Dan terlihat seperti kelegaan pada Amora, namun terlihat gugup.
"Kenapa yank?" tanya Eldrian.
"Ah tidak apa - apa." jawab Amora.
Mobil masih melaju, datang mobil dari arah persimpangan jalan bahkan kini berada di depan, bahkan Amora menoleh ada mobil di belakang nya lagi.
"Ada apa sih? dari tadi tengok belakang terus!"
"Ah tidak apa - apa." ucap Amora.
Keduanya sampai di salah satu rumah makan, rumah makan yang dekat dengan pesawahan dan pemandangan pegunungan. Amora dan Eldrian, memilih duduk di sebuah saung yang tepat di tengah - tengah sawah.
"Saya kok baru tahu tempat ini!" ucap Amora.
"Masa? " ucap Eldrian.
"Sumpah beneran, baru tahu."
"Enak - enak disini, kamu mau pesan apa?" tanya Eldrian.
"Apa saja lah." jawab Amora.
"Paket nasi liwet saja ya." ucap Eldrian.
"Boleh."
Eldrian pun memesan paket nasi liwet, dengan minuman es teh manis. Bahkan Eldrian memesan, jagung rebus dan ubi. Eldrian pun menatap kanan kiri, beberapa anak buah nya berada di dalam rumah makan., namun duduk di tempat yang berbeda.
Ternyata kekasih kamu pintar, jalankan aksi rencana B.
Amora membaca pesan tersebut, Amora semakin stres. Bahkan Paus pun, memberikan sebuah pesan yang di sadap nya pada Eldrian melalui pesan singkat.
"Sayang, kalau kita menikah bagaimana?" tanya Eldrian tiba - tiba dan membuat Amora terkejut.
"Hah.. apa!" ucap Amora.
"Iya, kita menikah!" ucap Eldrian.
"Kayaknya terlalu cepat!" ucap Amora.
"Kamu tidak suka ya sama Mas? nggak mau hidup serius, hanya ingin tetap sendiri!"
"Bu - bukan begitu, tapi ini terlalu cepat."
"Mas kasih waktu kamu, tidak harus jawab sekarang."ucap Eldrian.
Amora hanya tersenyum, lalu pesanan pun datang. Amora mengambilkan nasi liwet dan lauknya untuk Eldrian, lalu mengambil untuk dirinya sendiri.
" Kamu sama Ayah pernah liburan kemana saja?" tanya Eldrian.
"Banyak sih, dulu waktu kecil hampir setiap minggu, Ayah suka mengajak ke mall. Satu bulan sekali, pasti ke luar kota. Kalau ke luar negeri, baru sekali waktu mau masuk kuliah."
"Kalau Mas, keluar negeri saat satgas saja." ucap Eldrian.
"Satgas di daerah konflik ya?" tanya Amora.
"Ya seperti itu." jawab Eldrian sambil makan.
"Perasaannya gimana?"
"Ya siaga, senangnya bisa ketemu sama Tentara luar negeri juga, kenal sama penduduk asli sana juga. Dua kali, Mas itu kesana."
"Ayah juga pernah, waktu itu Amora baru masuk SD. Rasa kangen itu ada, disaat tidak ada kabar saya menangis."
"Saat di luar negeri pertama kali, takut nggak?" tanya Eldrian.
"Ya pertama sih iya, tapi selang 3 minggu ada Purba. Pertama kenal sama dia, terus kenal sama asli orang sana, perempuan namanya Patricia." jawab Amora.
"Kamu punya pacar waktu itu?" tanya Eldrian.
"Punya, tapi sudah putus waktu baru lulus." jawab Amora.
"Kenapa putusnya?"
"Tidak usah di ceritakan, saya malas!" ucap Amora..
.
.
.
biarkan Ayah mu mencari kebahagiaan dia sendiri, umurnya uda setengah abad
dan untuk Amora lupakan masa lalu, suatu saat akan Ada karma bagi pelaku kejahatan yg melecehkan dirimu. raihlah masa depanmu dengan orang yg benar2 mencintai dan menyayangi mu,
ditunggu kelanjutannya novel novel yang lain...
koq gini sih 😭😭😭😭😭😭😭😭
ᥬ😭᭄ ᥬ😭᭄ ᥬ😭᭄