NovelToon NovelToon
Penguasa Daratan Merah

Penguasa Daratan Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Reinkarnasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Man Gervis

Penguasa Daratan Merah

Menceritakan tentang seorang Raja Daratan Merah yang diincar oleh ketiga dewa agung, karena membawa ramalan buruk tentang mereka.


Zhen Wu yang mengetahui tentang ancaman itu, mencoba melawan mereka dengan segala kemampuannya. Dia menggunakan sebuah skill khusus yang hanya dia sendiri yang memilikinya, skill tersebut bernama Jiwa Neraka. Skill yang dapat mampu memanggil para Hantu dan mayat hidup yang sudah mati.


Namun karena kecerobohannya, dia pun terbunuh oleh ketiga Dewa Agung tersebut. Untungnya dia bisa memanfaatkan kelengahan para dewa, dan berhasil membawa jiwanya ke alam dunia bawah.


Zhen Wu yang telah berhasil berpindah tubuh, kini mulai bertekad akan membalas dendam terhadap para dewa yang mengincarnya, dan membuat ramalan yang ditakuti oleh mereka menjadi kenyataan.


*diusahakan update 2 chapter sehari atau lebih

*maaf jika masih terdapat banyak kekurangan, nantinya akan terus saya perbaiki.


terima kasih sudah membaca 😁

ig : @man_gervis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Man Gervis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 24 : Jalan Bercabang

Zhen Wu dan kedua hantunya saat ini telah berada di luar penginapan. Mereka tengah berjalan menunju pandai besi sambil melihat berbagai orang yang sedang melakukan aktivitas.

Karena saat ini akan sedang diselenggarakannya turnamen kota Tenrou, membuat banyak para pedagang dan masyarakat luar yang berkunjung kemari. Mereka pastinya tidak ingin ketinggalan tentang turnamen ini.

Zi Li sering kali memperhatikan pada pedagang yang berjualan, dia merasa senang ketika melihat mereka yang saat ini tengah berdagang dengan perasaan riang dan bahagia.

Sedangkan Zi Rin lebih terfokus pada sebuah pertarungan kecil yang cukup jauh dari arahnya. Semua orang di bagian sana banyak yang sedang menonton sebuah pertandingan kecil antara beberapa orang yang mengikuti.

"Apa kalian ingin melihat pertandingan itu?" tanya Zhen Wu pada Zi Rin dan Zi Li.

Mata Zi Rin tidak bisa berbohong untuk tidak berkata iya. Namun dirinya seperti ingin menahan dan tak berani mengungkapkan, karena Zhen Wu saat ini lebih berfokus untuk pergi ke pandai besi terlebih dahulu.

"Tidak tuan. Lebih baik kita pergi ke pandai besi saja. Nanti saja kita pergi melihatnya, karena kurasa pertandingan itu akan berlangsung beberapa kali," jawab Zi Li cepat. Dia tidak ingin Zhen Wu menunda untuk pergi ke tempat tujuannya.

"Yaa, tuan. Kurasa yang dikatakan Zi Li benar. Pertandingan itu mungkin akan berlangsung lebih lama." Zi Rin setuju dengan perkataan Zi Li, walaupun dalam hati kecilnya ada sedikit keinginan untuk bisa menonton pertarungan tersebut.

Zhen Wu tersenyum atas respon dari mereka berdua. Tak lama terdengar sebuah suara yang sangat keras dari seorang yang kemungkinan menjadi pembawa acara, dari pertarungan kecil tersebut.

"Pengumuman semuanya! Hari ini adalah terakhir kita melakukan pertandingan. Namun kalian jangan khawatir, kami akan tetap kembali lagi sehari sebelum Turnamen Festival Tenrou dimulai. Jadi jangan lewatkan kesempatan kalian untuk menyaksikan pertarungan saat ini. Ingat, hanya hari ini!" ucap Pembawa acara dengan suara yang bergema.

Banyak dari para penonton yang bersorak atas pengumuman yang disampaikan. Mereka berteriak heboh karena merasa mini turnamen ini sangatlah layak untuk ditonton.

"Kalian berdua dengar kan, pertarungan itu akan berakhir hari ini. Apa kalian yakin tidak ingin menontonnya?" Zhen Wu lalu melihat kearah Zi Rin. "Terutama kau, Zi Rin. Kulihat kaulah yang paling tertarik disini," tanya Zhen Wu tersenyum.

"Aaa... Sebenarnya aku hanya penasaran, tuan. Apalagi selama beberapa hari ini kita selalu berpergian jadi kurasa kita bisa untuk menikmati sedikit. Namun sepertinya itu tidak perlu, karena tujuan kita sebenarnya adalah pergi ke pandai besi," balas Zi Rin sedikit mengelak.

"Hey, tidak apa apa, jika memang ingin, lebih baik kalian pergi saja menonton, hitung-hitung ini bisa melepaskan sedikit rasa lelah kalian selama beberapa hari ini. Jika pun kalian pergi ke pandai besi denganku, akan butuh waktu lama untuk selesai dan pastinya kalian berdua akan merasa bosan disana."

"Tapi tuan...," ucap Zi Li terpotong. Zi Li sebenarnya bimbang untuk memilih, menurutnya kedua-duanya merupakan pilihan yang bagus.

"Tenanglah, Zi Li. Kau tidak usah khawatir tentangku, kalian pergilah menonton. Ohh iya, ini bawalah 1 koin emas, siapa tahu kalian berdua ingin membeli sesuatu juga disana."

"Baik tuan!" jawab keduanya serentak.

Zhen Wu kini pergi meninggalkan mereka berdua dan saat ini tengah menuju ke tempat pandai besi untuk menempa beberapa senjata.

Selang beberapa menit mereka berpisah, Zhen Wu saat ini tiba di titik jalan yang bercabang. Dia kemudian melihat kearah kiri dan mendapati bangunan bertuliskan pandai besi dari arah kejauhan.

Namun begitu Zhen Wu melirik kearah kanan. Nampak dua sosok yang tak asing lagi baginya, mereka adalah Mong Lin Si dan pengawalnya Son Jian.

Zhen Wu tersenyum tipis, sambil terus menatap Son Jian. Namun tak disangka Son Jian juga melihat kearah Zhen Wu, hingga sorot mata mereka kini saling bertemu.

Melihat wajah terkejut dari Son Jian, Zhen Wu perlahan pergi dari sana dan memilih jalan kearah kiri.

"Kita akan bertemu lagi nanti, akan tetapi bukan disini, melainkan di turnamen. Tunggu saja, aku akan melawan mu, Mong Lin Si. Kuharap kau tidak gugur di awal, agar aku bisa dengan mudah menghancurkan kesombongan mu itu," ucapnya serius tanpa senyuman, sambil terus berjalan melewati kerumunan yang cukup padat.

Sedangkan disisi lain, Son Jian masih tetap terdiam, dikarenakan melihat Zhen Wu yang saat ini tengah mengganggu pikirannya. Hingga akhirnya dia pun tersadarkan oleh Lin Si dan kembali menemaninya ke dalam serikat dagang.

Zhen Wu kini telah berdiri di depan bangunan pandai besi. Dia melihat bangunan itu dari atas sampai ke bawah. Dari luar bangunan itu tidak nampak bagus untuk dipandang, sebab tempat ini memang hanya sebuah tempat untuk menempa senjata. Apalagi di dunia bawah ini, seorang pandai besi termasuk sebuah pekerjaan yang paling sedikit dan sudah banyak berkurang.

"Ini tempatnya ya? Baiklah, saatnya masuk." Zhen Wu mulai melangkahkan kakinya masuk.

Pemandangan yang menyambutnya adalah bau dari alat penempaan yang saat ini tengah menyala dengan api yang sangat panas. Sedangkan ruangannya terlihat cukup luas dan terdapat banyak sekali orang yang saat ini sedang sibuk untuk menempa senjata. Zhen Wu memutuskan untuk masuk lebih dalam lagi, berharap ada seseorang yang bisa dia tanyai.

"Banyak sekali tempat penempaan yang terisi. Apakah ada satu tempat yang kosong?" gumam Zhen Wu sambil terus melihat.

Seorang pria dewasa bertubuh sedang, melihat Zhen Wu yang tengah kebingungan, mencoba datang untuk menghampirinya. Orang tersebut terus memperhatikan pemuda di depannya ini, hingga Zhen Wu pun sadar dan beralih menatap orang itu juga.

"Ada yang bisa aku bantu, anak muda?" tanya orang tersebut dengan ramah.

"Aku ingin menempa sebuah senjata. Apakah masih ada tempat kosong yang bisa aku gunakan?" balas Zhen Wu bertanya.

"Ohh, kebetulan aku adalah seorang pandai besi. Di tempatku saat ini sedang kosong, jadi aku bisa mengerjakan senjata yang kau minta."

"Maaf... Namun, bisakah aku sendiri yang menempa senjataku?"

Pria yang tengah berbicara dengan Zhen Wu ini, bernama Mu Hao. Saat ini tatapan dari Mu Hao kepada Zhen Wu mulai sedikit berubah. Dia tidak merasa senang dengan Zhen Wu yang meminta untuk menempa sendiri, jadinya dia mulai memarahi Zhen Wu.

"Apa! Anak muda sepertimu tau apa soal menempa senjata? Disini kamilah yang menempa, dan orang sepertimu yang menjadi pelanggannya," tegas Mu Hao.

Zhen Wu mengerutkan kening, pasalnya dia tidak mengerti kenapa orang di depannya ini tiba tiba memarahinya.

Akibat dari perkataan keras Mu Hao, banyak pasang mata mulai melirik ke arah mereka. Zhen Wu mulai teringat dengan dirinya di alam atas, dia selalu menempa senjata sendiri, namun tidak pernah mengalami penolakan seperti ini.

"Haa? Kenapa anda tiba-tiba memarahiku? Apakah salah jika mau menempa senjata sendiri," tanya Zhen Wu lagi.

"Hey, dengar ya! Pekerjaan menjadi seorang pandai besi itu hanya sedikit menguntungkan. Jika kami yang mengerjakannya, hal itu bisa menambah penghasilan kami. Jadi jangan kau seenaknya mengambil kerjaan ku dan seolah tidak tahu tentang hal ini. Padahal ini sudah menjadi hal yang umum di masyarakat." Mu Hao terlihat sedikit emosi dalam menjawab pertanyaan Zhen Wu.

"Lalu apa salahnya? Aku juga akan menempa sendiri dan membayar harga yang sesuai ketetapannya. Dimana letak aku merugikan anda? Malahan ini akan menguntungkan dan tidak membuat anda keluar tenaga sedikitpun." Balas membalas terus dilakukan Zhen Wu terhadap Mu Hao.

Bukannya menerima jawaban dari Zhen Wu, Mu Hao malah semakin membuat suasananya menjadi keruh. Dia dengan enteng menarik pakaian Zhen Wu hingga tertarik ke depan.

"Apa ini?" Zhen Wu menatap dingin Mu Hao yang mencoba menarik pakaiannya. "Aku sedari tadi bersikap sopan, namun kau sungguh melakukan ini?"

Mu Hao sedikit bergetar dengan Zhen Wu yang mengeluarkan aura misterius. Dia yang berada di ranah Pembentukan Tubuh tahap akhir merasa rendah di hadapan ranah pembentukan tubuh tahap awal.

"Jika kau masih menginginkan senjata, maka ikuti aturan milikku. Jika tidak, keluarlah dari sini," kata Mu Hao sedikit gugup.

Zhen Wu menatap tajam Mu Hao yang saat ini menarik paksa bagian atas pakaiannya. Dengan tegas dia mengatakan, "Lepaskan tangan mu dariku." Tatapan yang diberikan Zhen Wu pada Mu Hao membuat Mu Hao tanpa sadar melepaskan Zhen Wu secara perlahan dari genggamannya.

Selanjutnya>>>

1
herry bjb
ceritanya terlalu detail..beserta penjelasannya..membuat alur lambat juga membosankan karena banyak hal yg gak penting
GV: Siap, makasih atas saran nya, kak. Kedepannya akan saya perbaiki terus.
total 1 replies
herry bjb
banyak keterangan yg bertolak belakang dengan alur atau adegan cerita serta terlalu banyak keterangan yg di ulang
Roeney Putri Kelinci
sllu ditunggu updatenya..sehat sllu
GV: Siap, maksih banyak kak, sudah selalu support selama ini🙏

Saya juga akan berusaha terus untuk update. hanya saja kelemahan saya saat ini masih susah untuk bisa update chp lebih banyak dari sehari, bahkan satu chp per hari saja masih cukup sulit, padahal alurnya udah ada dari awal sampai akhir.

Target saya minimal bisa update tiap hari atau paling tingginya 3 atau 4 chp sehari, jadinya saya akan berusaha terus untuk bisa mengupgrade kecepatan menulis saya dalam sehari.

Sekali lagi terima kasih banyak kak atas supportnya selama ini, berkatnya saya jadi semangat terus untuk update lanjutan ceritanya.
total 1 replies
herry bjb
kok mcnya mengandalkan hantu untuk kekuatannya...
GV: Sebenarnya tidak selalu mengandalkan kekuatan hantunya juga. Karena mc-nya memiliki cukup banyak kemampuan bawaan yang dia dapat selama dirinya hidup di alam atas.

Hanya saja mc-nya saat ini mengambil tubuh dari seseorang yang memiliki akar spiritual biasa, jadinya akan butuh waktu yang sangat lama untuk meningkatkan kultivasinya.

Maka dari itu, kekuatan dari para hantunya ini (kemungkinan) besar bisa membantunya mempercepat dan memudahkan jalannya selama dia berada di dunia bawah. Jadinya dia wajib untuk meningkatkan terus ranah kultivasinya, demi membuka kembali semua kemampuan khusus tersebut.


Terima kasih banyak sudah membaca🙏
total 1 replies
arfan
semangat up terus bos
GV: siap, mkasih atas dukungannya🙏
total 1 replies
Al^Grizzly🐨
Semangatt dan lanjutkan
Al^Grizzly🐨
Mantap..lanjutt...kalau bisa ambil jadi anak buah saja...supya ada yg tingkatannya lebih tinggi dr mereka...dan bisa membuat senjata tanpa campur tangan Mc...
GV: siap, chp selanjutnya sementara di tulis, kak👍
total 1 replies
Al^Grizzly🐨
Sin jian yg di tolong...malah menfitnah mc..sekte iblis...
Al^Grizzly🐨
Semangatt thor
GV: siap, makasih banyak dukungannya kak🙏
total 1 replies
Al^Grizzly🐨
aku kira dah lupa..betul juga kata mc..keluarga akan curiga jika dia pulang sudah bisa berkultivasi..kirain thor lupa keluarganya.
Al^Grizzly🐨
kasian ayah dan ibu mc...menunggu yg sudah lupa akan keadaan keluarganya drumah...ini harusnya author yg salah...mc kan punya ingatan tentang keluarganya..harusnya dia kembali dulu...setelah bertemu keluarganya br berpamitan untuk melihat dunia luar...nanti ini aku baca Novel tubuh yg di ambil alih orang lain dan punya ingatan asli...tapi sudah lupa keluarganya..thor yg salah atau lupa.?
Pena Fantasy: Hai, kamu!!.
Aku ada rekomendasi Novel baru nih buat kamu yang suka baca Novel Bergenre Fantasi, apalagi kalau suka tentang petualangan atau balas dendam. :)
Walaupun masih puluhan bab, tapi mungkin cerita ini bisa memenuhi selera kamu sebagai pembaca novel :)
total 1 replies
Al^Grizzly🐨
..kasian keluarganya sudah di lupakan kelaparan..karena persediaan bahan makanan sudah menipis.
Al^Grizzly🐨
hanya namanya saja Dewa Agung...tapi hatinya seperti Iblis..mereka tdak mau punya saingan..yg kelak bisa membuat kedudukan mereka sebagai Dewa Agung terancam...jadi para Dewa kecil yg jadi ancaman di bunuh.
Mahlubin Ali
kalau begini harus baca 2x dong. dan itu bukan flashback.
Mahlubin Ali
ini flashback apa cuma cerita? kok sampai detail pengulangan dialognya.
GV: Gabungan kak. Maaf jika isi dari narasi saya kurang bagus dalam menceritakan alurnya, soalnya saya juga masih nyari gaya narasi yang cocok.

Dan untuk pengulangan dialognya, disini saya hanya ingin menceritakan tentang POV dari para hantunya, seperti pertengkaran dari kak beradik Zhen Ming/Feng, atau Shi Siong yang menyadari seseorang yang mengikuti mereka, jadinya saya merasa membutuhkan dialog itu kembali.


Cuma pas dipikir-pikir lagi, sepertinya dialog ini memang terlalu panjang dan tidak terlalu berguna. Kedepannya akan saya kurangi yang seperti ini, makasih banyak kak sudah komen🙏
total 1 replies
Filan
ada kata yang hilang. ketika bandit tersebut...
GV: waduh. Maaf, beberapa hari yang lalu baru direvisi ulang ini novel😅 dan tanpa sadar ada kalimat yang terhapus. Nanti saya perbaiki ulang🙏
total 1 replies
Filan
Biasanya ada dunia lain yang tingkat kultivasinya lebih tinggi gila-gilaan. Bahwa yang tertinggi di dunia itu adalah yg terendah di dunia sana
GV: 👍👍👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
Filan
Thor, mikirin misi utama tokoh nggak? apa yang ingin dia capai selain dari yang terkuat?

Tokoh villain nya kapan muncul ya? Semoga villainnya cukup keren dan sebanding. Jangan ngebadut. Jadi perjuangan MC lebih terasa gitu. Ga melulu OP.
GV: Tokoh utama pasti memiliki tujuan lain selain menjadi kuat. Dan ini bakal ada hubungannya dengan masa lalu.

Woh, kalau untuk Villain utama sih, aman👌 Cerita ini juga sudah saya buat Outline nya, jadinya semua plotnya udah terarah.

Tapi sepertinya masih cukup lama buat main Villain nya muncul.
total 1 replies
Filan
Dulu pasti dia merasa bosan yah udah ga punya lawan tanding. Sekarang bersenang-senang kembali lagi ke bawah, menikmati proses merayap ke puncak.
Filan
ya ampun... setahun penuh? Paling sedikit 24 jutalah (kalau hitungan per orang)
GV: 2 koin emas = 200 koin perak = 2000 koin tembaga

harga makanan paling murah berkisar di 2-5 koin tembaga.

Untuk masyarakat kalangan bawah, harga makan dalam sehari cukup 5 koin. Artinya dalam setahun mereka bisa menghabiskan 1825 koin tembaga.

Hmm... mungkin ini seperti ini perhitungannya 😅
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!