NovelToon NovelToon
Gadis Aneh Kesayangan Nathan

Gadis Aneh Kesayangan Nathan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa
Popularitas:139.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Assifaatulqalbi

UPDATE TIAP HARI


Nathan yang awalnya menolak kedatangan Sukma di keluarganya, kenapa malah tak tega berlaku kasar ke gadis itu?

Demi apapun, Nathan begitu membenci Sukma. Karena gadis itu selain menjadi saudara angkatnya yang jelas akan membuat kasih sayang orang tua Nathan terbagi, Nathan juga membencinya karena semenjak kedatangan Sukma, Mamanya sering merasa sedih.

Di mata Nathan, Sukma juga sangat aneh. Selalu merunduk, wajahnya tertutupi oleh rambutnya yang panjang, dan sangat, sangat, sangat jarang berbicara.

Nathan juga tidak suka jika Sukma dipuji oleh dua sahabatnya. Menurut Nathan, Sukma itu nggak ada cantik-cantiknya. Tapi, benarkah alasan Nathan memang seperti itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Assifaatulqalbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepiring Berdua

Sampai di Pantai, keempat orang tersebut turun dari mobil. Mereka menyewa salah satu pondok di sana--yang memang sengaja dibangun untuk menjadi tempat duduk untuk orang yang datang. Fifi tadi menghubungi, mengatakan kalau ban mobil mereka bocor. Jadi masih perlu waktu untuk mengganti ban, yang artinya mereka akan datang sedikit terlambat.

Daniel dan Neo mengeluarkan semua keperluan piknik mereka dari bagasi mobil, sementara Nathan tengah berdiri di samping Sukma, memperhatikan gelagat gadis itu. Nathan dapat lihat, Sukma berulang kali menghembuskan napas kasar, memejamkan matanya sejenak dan membukanya lagi. Nathan tahu, kalau Sukma sedang berusaha mengendalikan diri.

"Butuh bantuan?" tanya Nathan. Sukma menoleh padanya dan menggeleng pelan. "Aku berusaha sendiri dulu. Kalau aku udah nggak bisa ngendaliin, Abang bisa bantuin aku."

Neo dan Daniel berjalan mendekat, sembari menenteng tikar dan rantang di tangan. Sukma mengambil tikar di tangan Daniel, dan membentangkannya di lantai pondok kecil tersebut.

Nathan pergi ke mobil, ada sesuatu yang harus ia ambil di sana, kemudian balik selang lima menit kemudian.

"Dari mana, Nat?" tanya Daniel. Kini mereka tengah duduk di pondok kayu tersebut sembari memperhatikan orang yang lalu-lalang dan bermain air.

"Ngambil ini." Nathan menunjukkan topi pantai yang ada di tangannya. Topi itu milik Sukma, namun gadis itu melupakannya di dalam mobil. Bahkan mungkin sampai sekarang ia tak ingat.

"Tante Fifi sama Om Hisyam belum hubungin kamu lagi?" tanya Neo. Nathan menggeleng. "Mungkin udah menuju ke sini."

"Mau main air? Atau kamu mau mandi di pantai?" tawar Nathan pada Sukma. Dia mendekati gadis itu, dan memasangkan topi yang di tangannya ke kepala Sukma.

Sukma menggeleng pelan. "Nanti aja," jawab gadis itu.

Ponsel Nathan berdering, ternyata Fifi yang menghubungi. Nathan langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Iya, Ma?"

"Mama sama Papa nggak jadi nyusul kalian," ujar Fifi.

"Kok gitu?" tanya Nathan bingung.

"Iya. Ini mobil Papa kamu masa mogok, Nat! Issh, nyebelin banget! Banyak duit doang, nyervis mobil malas. Ini jadinya mogok kan!"

"Ini Papa baru kali ini lupa, loh, Ma!" Suara Hisyam terdengar menyahuti sang istri.

Nathan terkekeh pelan, membayangkan ekspresi sang Mama yang benar-benar kesal di seberang sana.

"Iya, Ma. Ya udah, nggak apa-apa. Kalian balik ke rumah aja kalau gitu."

"Iya. Kamu jagain adik kamu, ya!"

"Iya, Mama."

"Ya udah, bye! Oh ya, hati-hati. Jangan lupa jagain adik kamu."

"Kenapa, Nat?" tanya Neo.

"Mama sama Papa nggak jadi nyusul. Mobil bokap tiba-tiba mogok!" jawab Nathan sembari tertawa.

Daniel dan Neo ikut tertawa. "Nggak kebayang gimana kesalnya Tante Fifi pasti. Baru selesai bocor ban, mobilnya malah mogok."

"Nah, makanya tadi dia ngomel-ngomel ke bokap."

Nathan kemudian beralih menatap Sukma. "Kamu nggak apa-apa, kan, sama Abang aja? Mama sama Papa nggak jadi ke sini."

Sukma mengangguk. "Iya."

"Ya udah. Kalau gitu, kita atur makanya dulu, ayo!" ajak Nathan. Keempat orang tersebut kemudian mulai membuka rantang makanan dan mengaturnya sedemikian rupa.di atas tikar. Tak lupa segala macam makanan ringan dan minuman yang mereka bawa juga disajikan di sana.

"Sukma, kamu bisa masak, nggak?" tanya Daniel.

Sukma mengangguk pelan. "Iya. Dulu Sukma suka bantuin Ayah masak."

"Oh ya? Berarti masakan kamu enak, dong?" Neo ikut menimpali. Sementara Nathan malah memperhatikan Sukma yang tengah berbicara. Dia baru tahu kalau gadis itu ternyata bisa memasak juga.

Sukma tertawa kecil, "enggak tahu juga. Lagian, Sukma udah lama nggak masak."

"Eh, gimana kalau Minggu depannya lagi, kita masak-masak aja di rumah," usul Daniel tiba-tiba mendapatkan ide.

"Iya, Nat. Masing-masing dari kita kan bisa masak dikit-dikit. Kayanya kalau masak bersama tuh bakalan asik, deh!" ujar Neo setuju dengan usulan Daniel.

"Kamu gimana, Dek?" Nathan malah meminta pendapat Sukma.

"Boleh," jawab gadis itu dan disambut sorakan gembira Daniel dan Neo.

"Ya udah kalau gitu. Fix ya, Minggu depan kita masak-masak di rumah aja. Oh ya, kita makan dulu yuk! Perut aku udah lapar," putus Nathan.

Sukma mengambil empat piring, dan mengisinya masing-masing dengan bekal yang mereka bawa. Ketiga cowok tersebut malah terdiam, karena Sukma mengambilkan mereka makanan.

"Padahal kita bisa sendiri, loh!" ujar Daniel.

"Nggak apa-apa, kok. Ini sebagai tanda terima kasih Sukma, karena kalian mau bantu Sukma."

Nathan mendengus pelan, dan menepuk puncak kepala gadis itu. "Jangan sering-sering ya, kaya gitu ke mereka. Soalnya mereka itu kalau dinaikin kadang nggak tahu diri."

Neo dan Daniel berdecak kesal. Padahal dianya sendiri yang nggak tahu diri. Untung ada Sukma yang mewakili.

"Ayo, makan!" ajak Sukma.

"Terima kasih!" ujar Neo dan Daniel bersamaan saat Sukma memberikan dua piring berisi makanan ke mereka. Nathan mendengus kesal, apalagi melihat tatapan Daniel yang seolah mengejeknya.

"Abang mau makan sepiring sama kamu aja." Daniel dan Neo sontak menatap Nathan terkejut saat mendengar ucapan pria itu. Ini...Nathan cemburu hanya gara-gara Sukma yang menyiapkan mereka makanan? Benar-benar Abang yang posesif!

1
Lia Fitri
sudah tamat kah cerita nya,,
Lia Fitri
keren cerita nya,.semangat thor
Lia Fitri
salam kenal,,,cerita nya bagus banget thor,,,aq ampe begadangan,wkwkwk,,,aq baca d rekomend novel "benih ceo" kalo gak salah,,,semngat terus thor,...makin seyyyyyuuuu
DelanCheAmouy
Assalamualaikum kaka author.....
setelah sekian lama aku off baca lagi. ceritanya makin seru aja 🥰
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Tri Yuliati
kenapa lama tidak update?
👑@N4ND@👑
pokoknya aku tim.nathan
👑@N4ND@👑
lanjut thor ga kerasa 😭😭😭
lestari amelia
serba salah ya
Sukma dengan trauma dan perasaannya sebagai anak begitu juga dewi
nctzen💋
ayoooo Nathan yuk pasti dapat kalau jodoh pasti bersatu😊😊👏👏
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
lestari amelia
sudah vote, bunga dan nonton iklan spesial buat othor yg crazy up 🥰
Sheevanya: aah, makasih kak atas dukungannya. lope lope sekebon deh, buat akak😍
total 1 replies
Nuna Kim
kan bisa menikah. gak ada hubungan darah kan
Sheevanya: emang bisa nikah Kaka. tapi ya, namanya juga pemikiran emak-emak. dia takut kalau nanti anak-anaknya bermasalah karena perkara cinta😁
total 1 replies
lestari amelia
gak apa-apa atuh mama Fifi kalau mereka jodoh malah Sukma bisa jadi anak menantu
@train
apa kah yang akan terjadi??
lestari amelia
Sukma seperti punya daya pikat tersendiri
lestari amelia
nanti nambah syok kalau tau adeknya punya andil bapaknya di penjara
nctzen💋
wahhh kejutan Apalagi???
lestari amelia
jd Ayas itu Laras?

wah, kejutan....
Nuna Kim
kapan sukma mulai kuliah thor, pasti si babang nathan tambah overnya ini,, seru abis
Nuna Kim: asiap menanti kelanjutanya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!