Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.
#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tangan yang Terulur
# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI
Tangan Sang Pendiri terulur perlahan ke arah dada Xiao Bai, jemarinya yang keriput namun kuat bergerak dengan kepastian seseorang yang telah menunggu tiga ribu tahun untuk momen ini. Xiao Bai mencoba mundur, namun tubuhnya tak lagi menuruti perintah otaknya—kakinya lemas, tangannya gemetar, hanya genggamannya pada jari-jari Su Yan yang masih ia pertahankan dengan sisa tenaga terakhirnya.
"Jangan," desis Su Yan, mencoba bangkit meski tubuhnya sendiri masih rapuh, "jangan sentuh anakku!"
Sang Pendiri tak menghiraukannya, matanya yang merah menyala terpaku pada titik di dada Xiao Bai tempat Tungku bersemayam. "Menyerahlah, bocah. Tak ada yang bisa kau lakukan untuk menghentikan ini."
Jarak antara jemari itu dan dada Xiao Bai kini tinggal beberapa senti. Xiao Bai memejamkan mata, bukan karena menyerah, melainkan memusatkan seluruh sisa kesadarannya pada satu titik terakhir yang masih ia miliki.
"Tungku," bisiknya, suaranya nyaris tak terdengar, "aku tahu kau bilang tak bisa menolak perintahnya. Tapi aku tidak minta kau melawan dia. Aku hanya minta satu hal—tetaplah menjadi milikku selama detik ini masih milikku."
> **[Host...]**
Tepat saat jemari Sang Pendiri menyentuh permukaan dada Xiao Bai, sebuah ledakan cahaya keperakan tiba-tiba menyembur dari tubuh Su Yan yang masih berbaring—bukan serangan, melainkan sisa energi terakhir dari proses kebangkitannya sendiri, energi yang selama dua puluh tahun tersimpan sebagai bagian dari jiwanya yang tertahan, kini terlepas dalam ledakan pelindung terakhir seorang ibu bagi anaknya.
Sang Pendiri tersentak mundur, tangannya yang hampir menyentuh Tungku tertahan oleh gelombang energi tak terduga itu. "Apa ini?!" geramnya, matanya menyipit menatap Su Yan yang kini terengah, wajahnya pucat pasi namun matanya menyala penuh tekad.
"Sisa energi pelindung," bisik Su Yan lemah, "yang kusiapkan sejak dua puluh tahun lalu, untuk momen seperti ini."
Master Sekte Agung, yang sejak tadi tertahan oleh tekanan qi Sang Pendiri, memanfaatkan momen keterkejutan itu untuk melesat maju, kedua telapak tangannya bercahaya terang oleh qi tingkat tertinggi yang mampu ia kerahkan. "Sekarang!" teriaknya kepada wanita Aliansi Bayangan yang masih bertarung melawan sisa sosok bertopeng hitam.
Wanita itu, meski terluka di beberapa bagian tubuhnya, segera melompat mundur dari pertarungannya, kedua tangannya membentuk simbol rumit di udara. "Formasi Penghalang Bayangan!" serunya, dan seketika kabut hitam pekat mulai mengepul dari lantai ruangan, mengelilingi Xiao Bai, Su Yan, dan Li Ling'er dalam sebuah kubah pelindung sementara.
Sang Pendiri mendengus geram, mencoba menerobos kabut itu dengan sekali hantaman qi, namun formasi itu, meski hanya sementara, cukup kuat menahan serangannya untuk beberapa detik berharga.
"Kalian pikir penghalang murahan seperti ini bisa menahanku?" geramnya, murka mulai menguasai wajahnya yang keriput.
Di dalam kubah pelindung itu, Master Sekte Agung berlutut cepat di samping Xiao Bai, mengangkat tubuhnya yang nyaris tak sadarkan diri. "Kita harus pergi sekarang, sebelum penghalang ini runtuh!"
"Ibu..." bisik Xiao Bai lemah, matanya setengah terpejam, "kita tidak bisa meninggalkannya di sini—"
"Aku bisa berjalan," Su Yan memaksakan diri bangkit, dibantu Li Ling'er yang segera menopang tubuhnya yang masih gemetar. "Bawa anakku pergi. Aku akan mengikuti."
Dari luar kubah, retakan mulai muncul di permukaan kabut hitam pekat itu, tanda formasi pelindung yang mulai runtuh di bawah tekanan qi Sang Pendiri yang terus menghantam tanpa henti.
"Lorong rahasia di balik rak pusaka!" seru Master Sekte Agung, menggendong Xiao Bai di punggungnya sementara Li Ling'er membantu Su Yan berjalan. "Ini satu-satunya jalan keluar yang tidak dijaga pasukan bertopeng hitam!"
Mereka berlari menembus kegelapan ruangan bawah tanah, suara gemuruh hantaman qi Sang Pendiri yang semakin dekat menggema mengerikan di belakang mereka, seolah predator yang tak akan pernah berhenti mengejar mangsanya yang telah lolos begitu lama darinya.
Tepat saat mereka menghilang ke dalam lorong rahasia yang gelap, suara ledakan dahsyat menggema dari ruangan yang baru saja mereka tinggalkan—formasi penghalang telah runtuh sepenuhnya, dan suara tawa dingin Sang Pendiri menggema mengerikan menembus lorong sempit yang mereka lalui.
"Lari sejauh apa pun kalian," suaranya bergema seolah mengikuti langkah mereka, "aku akan selalu menemukan kalian lagi. Aku telah menunggu tiga ribu tahun. Beberapa hari atau bulan lagi bukan apa-apa bagiku."