Airin adalah gadis yang manis dan cantik .
Dia bekerja sebagai staf di sebuah perusahaan besar yang dipimpin oleh seorang CEO muda yang sangat tampan.
Dan diam diam CEO tersebut menaruh hati kepada Airin yang hanya seorang staf bawahan di kantornya.
Akankah cintanya bersambut dan bisakah Airin menerima cinta seorang pemuda kaya raya yang merupakan bosnya di perusahaan.
Hingga suatu hari ada sebuah peristiwa besar , yang menjadi awal perubahan dalam hidupnya..
Nah , peristiwa apa saja yang terjadi pada Airin, dan perubahan besar apa yang akan terjadi...
Mari langsung saja ikuti ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan keluarga Mahendra
Diana menatap Bryan dengan sendu..
" nak, jaga keluarga kita ya , jaga papamu ,anak dan istrimu" ucap Diana dengan lemah sambil memegangi dadanya.Diana tersenyum melihat keluarganya satu persatu.
Dan tiba tiba tubuh lemahnya mengejang kemudian lemas dengan mata terpejam,...selamanya.. bu Diana telah pergi untuk selamanya.
"mama......"
" bu Diana, cepat sus, kejut jantung.." dan Alif segera melakukan kejut jantung beberapa kali.
semua orang semakin histeris.
nutttt......detak jantung Diana sudah tidak ada , yang berarti Diana sudah berpulang.
Semua orang bersedih.. terutama Airin yang merasa bersalah karena kemarahannya kepada Alif atas permintaan bu Diana.
" Tuhan...hiks hiks... kenapa tak kau berikan aku kesempatan untuk berbakti kepada bu Diana hiks hiks ..." tangisan Airin semakin pecah tak terkendali.
Begitu juga dengan Bryan dan Yoga...
Clayton yang tak tau apa apa pun ikut menangisi kepergian omanya.
Alif mendekat kepada Airin...
" kamu masih bisa berbakti Airin" ucap Alif sambil menepuk pundak Airin.
Airin menoleh dengan tanda tanya besar " apa maksutmu Alif"
" kamu ikuti permintaan terakhir bu Diana, hiduplah bahagia bersama Bryan dan anak kalian..." ucap Alif yang seperti pisau menusuk hati.
Airin semakin menangis dan tiba tiba ada seseorang yang memeluknya ...
hiks hiks ...
" Airin, tenanglah.." ucap Nadya yang datang bersama kaesang.
" nad, mama sudah pergi nad hiks hiks.." ucap Airin dalam tangisannya.
Alif pun segera beranjak untuk mengurusi semuanya..disusul kaesang yang akan membawa jenazah bu Diana pulang untuk segera disemayamkan.
😭😭😭
Setelah pemakaman mama Diana, Bryan tampak murung dan menyendiri di kamarnya.
Kaesang yang masih berada di sana pun gak tau harus bagaimana.
" kae, coba kau bujuk Bryan untuk segera keluar, kita akan melaksanakan tahlilan untuk mamanya " ucap yoga yang begitu tabah, karena melihat penderitaan sang istri selama sakit beberapa hari terakhir.
" iya pak yoga " jawab kaesang.
ceklekkkk..
Bryan tampak duduk termenung di sudut ruangan kamarnya.
Kaesang ikut duduk di samping Bryan..
" setiap yang bernyawa pasti akan pergi suatu hari nanti , kau harus ihklaskan mama.. Bryan, biar mama tenang di sana.." ucap kaesang.
Bryan tak menjawab hanya menarik nafas panjang dan menyandarkan kepalanya di dinding yang dingin .
" aku pun sangat menyayangi mama Diana seperti mama kandungku sendiri..
setelah kepergiannya kita masih bisa berbakti padanya Bryan.." ucap kaesang penuh harap agar Bryan bisa iklhas.
" apa maksudmu kae" tanya Bryan datar.
" kita doakan mama, dan kita jalankan semua amanahnya " jawab kaesang.
Bryan tampak tertunduk dan mencerna semua kata kata kaesang.
" kalau kamu begini terus , mama tidak akan bisa tenang di sana Bryan, dia juga akan menangis melihat putra kesayangannya terlalu larut dalam dukanya.." ucap kaesang.
Bryan menunduk dan mengusap matanya yang sudah berlinang air mata.
Kaesang mulai tersenyum dan membantu Bryan bangkit dan berjalan ke luar kamarnya.
Yoga dan yang lainnya tampak senang melihat Bryan mau keluar dari keterpurukan.
Dan mereka melakukan tahlilan untuk kepergian mama Diana.
Airin dan Clayton tampak hadir, Nadya dan juga Alif.
mereka ikut bergabung dan bersama sama melaksanakan tahlilan dengan khusyuk.
Selesai tahlilan mereka pun pamit untuk pulang.
Alif mendekat pada Bryan dan memeluknya, Bryan tak kuasa menahan tangisnya dan menangis dalam pundak Alif.
" maafkan aku Alif, maafkan juga mama " ucap Bryan dalam tangisannya.
Alif menepuk bahu Bryan..
" sudah lah Bryan, lupakan semuanya, aku sudah memaafkan bu Diana jauh sebelum dia meminta maaf, dia sudah seperti ibuku sendiri..kamu sungguh beruntung memiliki mama seperti bu Diana , dia sangat menyayangimu melebihi segalanya " ucap Alif sambil .
Alif menatap ke arah Airin yang terus menunduk dengan dukanya sendiri.
Matanya yang sembab tak mengurangi kecantikannya.
" bahkan, kau sangat beruntung Bryan " ucap Alif sambil terus menatap Airin dan menepuk pundak Bryan.
"Airin, kamu nanti nginap di sini saja kasihan pak yoga yang masih bermain dengan Clayton, karena aku akan pulang sekarang juga... permisi, aku pulang dulu Bray, jaga dirimu baik baik " ucap Alif yang di jawab sebuah anggukan oleh Bryan.
Akhirnya, hanya ada Airin dan Bryan di ruangan itu.
mereka saling menatap dan diam tanpa sepatah katapun.
Bryan begitu lekat menatap Airin, ingin rasanya berhambur dan memeluk wanita itu , namun apalah daya..rasa hambar sudah menyelimuti hati masing masing.
Karena kebaikan hati seorang dokter Alif yang mengiklaskan mereka bersatu.
" tidak , tidak Bryan.. Airin hanya mencintai Alif, kamu tak mungkin bisa mengalahkan kebaikan hati dokter Alif, dan apa kata dunia bila kau mendapatkan wanitamu karena kebaikan seseorang.." bisik hati Bryan.
dan begitu juga dengan Airin.
" tidak, tidak Airin, kamu harus punya harga diri, hanya Alif yang memiliki ketulusan hati, dia rela meninggalkan mu demi memenuhi janjinya ..masa iya kau bisa menghianatinya...lagi pula Bryan tidak pernah serius dengan hatinya, kalaupun dia mau menikahi mu mungkin hanya karena memenuhi permintaan mamanya." bisik hati Airin.
Dan mereka tetap diam membisu membuat suasana semakin tegang .
" papi, mommy..." panggil Clayton.
mereka berdua tersentak dan sama sama menoleh ke arah Clayton.
Clayton segera berhambur ke pelukan mommy nya.
Bryan terdiam melihat anaknya darah dagingnya yang sangat menyayangi mommynya.
Kemudian berjongkok dan merentangkan tangannya ke arah Clayton
" sini sayang peluk papi " ucap Bryan kepada anaknya dan Clayton segera berlari dan memeluk papinya erat.
Bryan memejamkan matanya dan merasakan betapa hangatnya pelukan anak tercintanya.
" Clay sayang, nanti jaga mommy ya , jangan pernah sakiti hati mommy, buat papi bangga karena membuat mommy bahagia..papi sayang clay" bisik Bryan.
" papi, kita akan selalu bersama kan , kita jaga mommy bersama sama, juga opa, kasihan opa ditinggal oma " ucap Clayton yang polos.
Bryan tersenyum dan memegangi wajah Clayton yang mungil..
" sayang , papi akan pergi,mengurus perusahaan opa yang di Singapura karena itu clay jaga mommy ya..clay harus janji sama papi akan menjadi pria kuat yang akan membahagiakan mommy..oke?!" ucap Bryan dengan mata berkaca-kaca.
Airin hanya memandanginya , karena apa yang mereka berdua bicarakan tidak terdengar olehnya.
kemudian Clay kembali pada Airin dan membawanya ke kamar tamu untuk beristirahat.
Bryan hanya terdiam, sakit rasanya menerima kenyataan, mama tercinta telah tiada, cinta yang sangat diharapkan pun kandas tak bisa diraihnya.
Dengan lunglai Bryan berjalan ke kamarnya dan mulai memasukkan baju bajunya ke koper .
tok tok tok....
ceklekkkk
kaesang masuk ke kamar Bryan.
" Bray, kamu mau ke mana !" tanya kaesang melotot, karena melihat baju bajunya Bryan yang berada di dalam koper.
"besok gue akan terbang ke Singapura kae, gue sudah memesan tiket penerbangan besok pagi ..gue gak bisa di sini terus, hati gue gak kuat kae " jawab Bryan datar.
" gila lo, ngapain lo ke sana!!!" gertak kaesang dengan tatapan tajam.
" kepergian mama adalah pukulan terberat bagiku kae, bahkan sebelum aku membuatnya bangga " jawab Bryan dengan tetesan air matanya.
" tidak Bray, lo jangan bodoh .. Terus bagaimana dengan perusahaan, pak yoga mikir gak sih lo..terus bagaimana dengan Clayton dan Airin " ucap kaesang yang membuat Bryan semakin tertekan.
Bryan luruh dan terduduk di bawah dinding dengan keadaan yang begitu hancur.
Kaesang hanya berdiri mematung.
" apa lo gak mau menjalankan permintaan terakhir mama lo Bray, mama minta lo jaga Airin dan pak yoga" ucap kaesang.
Bryan tertunduk.
" sepertinya gue gak bisa memenuhi permintaan mama kae, gue gak bisa menyakiti seseorang demi kebahagiaan gue , gue berharap Alif yang akan menjadi pendamping hidup Airin, hanya dia yang pantas mendapatkannya." jawab Bryan dengan hati yang remuk.
kaesang semakin frustasi dengan jawaban bodoh Bryan.
" Bray, apa lo sudah pikirkan matang-matang, lo gak bisa perjuangin cinta lo Bray, ingat dia ibu dari anak lo darah daging lo Bryan Mahendra." ucap kaesang.
Tapi Alif dan Airin saling mencintai kae, gue gak bisa merusak kebahagiaan Airin.
*flashback on*
sore itu di cafe, Airin menemui Alif..
" hai Alif.." ucap Airin kemudian memeluk hangat Alif.
Alif tersenyum dan merasakan hangatnya tubuh Airin dalam pelukannya.
" kamu kapan pulang sayang, kok gak bilang ke aku ..." tanya Alif.
"Alif , aku mau bicara serius sama kamu " ucap Airin sambil memegangi tangan Alif.
Alif hanya terdiam.
" aku tidak akan membohongi kata hatiku Alif aku mencintaimu , aku tidak akan ragu lagi , aku mantabkan hatiku untukmu " ucap Airin dengan senyum dan ketulusan yang terpancar dari matanya.
Alif pun sangat bahagia sejenak dia lupa akan janjinya pada bu Diana waktu itu.
Alif memegang dagu Airin dan mengecup lembut bibir merah yang manis milik Airin, dengan senang hati Airin pun membalasnya dengan lembut.
Mereka tak memperdulikan apapun walaupun banyak mata yang melihatnya, karena sedang dimabuk cinta.
Termasuk Bryan yang kala itu sedang makan.
Dengan tatapan kosong tak percaya, Bryan merasakan sesak di dadanya , dia pun beranjak pergi meninggalkan tempat itu untuk segera menemui mamanya di rumah sakit.
Airin dan Alif yang tak menyadari keberadaan Bryan pun tetap melanjutkan ciuman mereka sampai mereka kehabisan nafas dan sama sama tersengal sengal.
Bryan melangkah dengan hati hancur sehancur hancurnya.
Bagaimana mungkin dia mengharapkan pernikahan siri yang mereka jalani berlanjut kalau ternyata Airin mencintai pemuda lain.
* flashback off*
Kaesang pun ikut lemas duduk di samping Bryan.
" baiklah Bryan, gue ngerti perasaan lo, gue doakan yang terbaik buat lo, apa pun keputusan lo, gue akan selalu berada di belakang lo, tapi lo harus tetap komunikasi dengan pak yoga kasihan dia.." ucap kaesang kemudian memeluk Bryan sebagai tanda perpisahan.
" gue minta lo tetap tinggal di sini kae, temani papa , jangan biarkan dia kesepian" ucap Bryan yang dijawab anggukan oleh kaesang.
...🥺🥺🥺...
Untuk sementara melo melo dulu ya teman teman ku ,kakak kakakku semua...
dan tetap nantikan up selanjutnya... terimakasih.