NovelToon NovelToon
Married With CEO Dictator & Perfect

Married With CEO Dictator & Perfect

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / EXO
Popularitas:66k
Nilai: 5
Nama Author: yuliar sufi

Faizah yang sedang merasakan indahnya jatuh cinta pada Akkash, Kakak kandung Hamida teman sekampusnya. tiba-tiba dalam sekejap Faizah harus menghilangkan perasaan cinta itu. di karenakan Faizah harus menggantikan kakak sepupunya Alnira yang harus di jodohkan dengan cucu sahabat Opa karena kak Alnira menolak perjodohan ini lebih memilih bertahan bersama kekasihnya hingga pada akhirnya kak Alnira memilih kabur dari rumah.

Demi menjaga nama baik keluarga dari sang papa Faizah, Faizah tidak bisa menolak untuk menggantikan di posisi Kak Alnira. karena dalam keluarga besar sang papa Faizah hanya ada Faizah dan Alnira cucu perempuan. Faizah tidak bisa menolak permintaan Opanya, apalagi sosok Opa yang terkenal begitu keras dan tegas membuat Faizah takut.

Apalagi yang di jodohkan sosok dictator dan perfect habis.

"Aarrghhh sial mereka tega banget sama gue, hiks hiks selamat datang di kandang macan tutul dan hidup bersama selamanya dengan macannya juga huaaaa mama, papa, Opa jahat hiks"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuliar sufi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Calon suami"gumam Raka.

Faizah tidak ingin ada kekacauan Ia segera membawa Dyfan pergi sekaligus banyak perempuan menatap Dyfan begitu mengaggumi membuat Faizah tidak suka "Raka lo tenang aja apa yang di bilang dia benar kok jadi lo sama yang gausah khawatir, Oh ya gue pulang dulu. Lo urus semuanya yang disini dan untuk lo Leo jangan lupa Oke."

"Tenang aja gue pria sejati yang di pegang ucapannya."Sahut Leo muka kesal.

Faizah tersenyum senang, "Oke gue pulang dulu ya. Bagas urus semua ya, yuk Sayang...kita pulang yuk.." ekspresi Faizah berubah menjadi manja.

Dyfan mengelus rambut dan menggandeng tangan Faizah, Mereka berjalan menuju mobil BMW sport hitam milik Dyfan. Sepanjang jalan mereka hanya diam-diam aja, Faizah tersadar kalau ini bukan jalan pulang.

"Ini mau kemana kita? Ini bukan jalan pulang kerumah"Tanya Faizah sambil menatap Dyfan yang sedang mengemudi.

"Memang kita ke apartemen aku, malam ini kamu di apartemenku."Jelas Dyfan.

Faizah melongo, "Whats! No. Aku nggak mau ke apartemen kamu, lagian kita belum menikah mana boleh seperti itu. Terus kalau kamu ngapain-ngapain aku gimana coba, rugi di aku dong."teriak kesal Faizah sambil mengacak rambutnya sendiri.

"Ya tinggal nikah beres."Jawaban Dyfan yang begitu singkat.

"Heh kutu kumpret, gampang banget ngmngnya. Halus banget kalau ngmng kayak kereta api aja, nggak segampang itu. Aku bilangin Opa sama yang lain kalau kamu bawa anak gadis."Ancam Faizah.

"Telfon aja palingan kamu yang dimarahin keluar malam apalagi pulangnya malam banget, pasti Opa marahin kamu. Lagian aku udah bilang ke Mereka semua kalau kamu malam ini tidur ke apertemen."

"Ya nggak mungkin mereka ngizinin apalagi kita belum nikah." Faizah tetep kekeh tidak percaya sama Dyfan.

Faizah mengeluarkan ponselnya lalu ia menghubungi mamanya, "Halo ma, Fai hari ini.."Ucap Faizah terpotong.

"Iya mama tau kalau hari ini tidur di apartemen Dyfan kan."Sahut Syifa.

"iya mama. Mama tau dari Mas Dyfan ya, pasti mama sama yang lain nggak ngizininkan. It's okay Mas Dyfan pasti ngertiin kok."Ucap Faizah dengan santai.

"Nggak sayang, Opa sama yang lain mengizinkan jadi have fun ya. Oh iya yang penting jangan macem-macem tapi mama percaya sama Dyfan kalau dia anak yang baik nggak mungkin macem-macem. Yaudah ya bye sayang assalamualaikum"

Mendengar Jawaban sang mamanya membuat Faizah tidak percaya kalau keluarga percaya banget sama Dyfan, Faizah melirik sinis. "Walaikumsalam."gumam Faizah.

Dyfan tersenyum menang sambil memainkan alisnya naik turun. Faizah semakin kesal. "Kamu kasih apa mereka kok bisa percaya banget sama kamu hah."Tanya Faizah seperti mengintimidasi.

"Nggak kasih apa-apa aku."Jawaban Dyfan masih tidak puas.

"Nggak percaya aku, jangan-jangan kamu main dukun ya kan. Ngaku kamu" Tuduh Faizah.

"Astagfirlah nggak boleh ngomong gitu, mereka percaya karena aku orangnya jujur."

"Apa maksudmu, aku tukang bohong gitu. Iya!"Kesal Faizah.

"aku nggak bilang gitu,kamu sendiri yang bilang begitu."Jawab santai Dyfan tanpa melihat Faizah.

"Tau Aah nyebelin kamu."Kesal Faizah mode ngambek, Dyfan hanya tersenyum sambil menggeleng kepalanya.

Akhirnya mereka sudah sampai di parkiran lobby apartemen, Dyfan melepas seltbel lalu Ia keluar sedangkan Faizah tetap diam di dalam mobil tidak berminat untuk keluar.

Dyfan membuka kan pintu mobilnya untuk Faizah, "Ayo turun, kita udah sampai."Ucap Dyfan.

"Gamau, pokoknya aku mau pulang."Faizah merajuk sambil melipatkan tangannya.

Dyfan menghela nafasnya, "Turun sendiri atau aku gendong kayak pertama kali kamu kesini."Ancam Dyfan.

Faizah ingat sekali Dyfan membawa apartemen sambil menggendongnya seperti karung beras, Bagi Faizah itu sangat memalukan. Faizah melepas seltbelnya, "iya..iya ini aku turun puas."Faizah keluar dari mobil dengan muka kesal.

Dyfan mengunci pintu mobilnya lalu menggandeng tangan Faizah, tidak ada penolakan dari Faizah. Mereka berjalan banyak memandangnya seperti pasangan serasi, namun mereka tidak peduli menjadi tontonan karena mereka merasa bukan artis hanya biasa aja.

Sampai depan apartemen Dyfan. Dyfan menekan tombol password, tapi tidak dilihat oleh Faizah karena sudah males sama Dyfan.

Pintu terbuka Faizah masuk disusul oleh Dyfan. Faizah langsung duduk di sofa Ia merasa tubuhnya lelah sekali. Dyfan duduk sebelah Faizah. "Faizah lebih baik kamu bersih-bersih ganti baju, bajunya sudah siap di lemari ambil aja."Ujar Dyfan.

Faizah bangun dengan spontan menatap Dyfan, "Baju cewek apa cowok?"tanya Faizah.

"Cewek lah memang kamu mau pakai bajuku."Goda Dyfan sambil menaiki kedua alisnya.

"baju siapa itu dilemari kamu hah? sebelum aku kesini pasti sudah ada cewek lain yang masuk apartemen kan? Ayo ngaku?"

Dyfan menghela nafasnya. "Aku nggak pernah bawa cewek disini selain kamu, kamu yang pertama menginjakkan apartemen aku."Jelas Dyfan.

Faizah memicikan kedua matanya, Dyfan melihat Faizah seperti ini langsung menatap kedua mata Faizah. "Aku serius, aku nggak bohong."

"Iya aku percaya soalnya sapa yang mau sama kamu sifat kamu kayak gitu."Sahut Faizah dengan santai lalu Ia berdiri masuk ke kamar bersih - bersih.

Dyfan melihat kelakuan Faizah hanya bisa mengelus dadanya, "Sabar Dyfan. Kok bisa gue punya calon istri modelnya kayak gitu."Gumam Dyfan.

••••••••••••••••••••••••••••

Setelah bersih-bersih Faizah duduk di sofa sambil membaca proposal yang dikasih oleh Bastian dan juga Karel, Ia mempelajari proposal yang mereka buat dan disitu juga tertulis butuh dana cukup banyak sedangkan tabungannya tidak cukup. Ditambah dapat uang dari balapan motor itu aja masih kurang.

"Ternyata banyak juga ya yang dibutuhkan dana apalagi tanah yang diincar cukup mahal, apa coba bernegoisasi bisa nggak ya."Gumam Faizah.

Dyfan yang barusan selesai mandi dan hendak menyusul Faizah di sofa, Namun Dyfan melihat Faizah membaca berbentuk seperti dokumen sambil melamun.

Dyfan menghampiri Faizah. "hai lagi apa."Ucap Dyfan.

Faizah terkejut langsung menutup dokumennya, Dyfan melihat itu mengerutkan keninganya Ia langsung duduk di sebelah Faizah. "Itu apa?"tanya Dyfan.

"Kepo bukan urusanmu, ngapain sih sana tidur."Sahut Faizah yang masih kesal sama Dyfan

"Bisa minta waktunya sebentar, aku disini mau menjelaskan dan menanyakan sesuatu sama kamu"

Faizah menghela nafasnya. "Iya apa."Ujar Faizah dengan nada lembut membuat Dyfan tersenyum.

"Kamu kenapa ikut balapan motor liar? Kamu lagi butuh uang?"Tanya Dyfan dengan hati-hati.

"Terserah aku dong, lagian aku udah lama nggak balapan motor kayak gitu. Aku lagi nggak butuh uang."Dusta Faizah sebenarnya Faizah juga udah malas ikutan balapan motor lagi tapi Ia butuh dana agar projek yang mau dijalani berjalan dengan lancar tanpa meminta orangtuanya ataupun Calon suaminya.

Dyfan menatap sangat melekat, Ia tau kalau Faizah berbohong. Dyfan juga nggak bisa memaksa Faizah untuk jujur, Ia akan mencari tau dengan caranya sendiri.

Perlahan-lahan Dyfan meraih tangan Faizah. "Boleh aku minta sesuatu sama kamu?"Dyfan bertanya sambil menatapnya.

"Apa? Pokoknya nggak aneh okelah."Jawab Faizah.

Sebelum melanjutkan bicara Dyfan mengambil nafas sejenak. "Bisakah kamu nggak ikutan balapan motor lagi, bukan apa-apa. Aku tau mungkin itu hobby kamu.."Ucap Dyfan berhenti sejenak. "Tapi sangat berbahaya buat kamu, kalau kamu terluka gimana? Aku nggak mau itu terjadi sama kamu."

Faizah bisa melihat kekhawatiran Dyfan terhadapnya. Ia juga bingung sama perilaku Dyfan, disisi lain Ia senang dapat perhatian dan ada yang mengkhawatirkannya tapi hatinya masih belum untuknya. Kalau dibilang nyaman-nyaman tapi apakah dengan perasaan nyaman bisa dikatakan cinta.

Ia juga takut mengsalahkan arti dengan perhatian Dyfan, kekhawatiran Dyfan sebagai apa. Tidak mungkin Dyfan cepat sekali jatuh cinta. "Aku coba, makasih udah mengkhawatirkan. aku nggak bisa janji tapi aku usahakan ya."

Dyfan tersenyum, "Harus bisa ya, apalagi sebentar lagi kita mau nikah."

Faizah mengerutkan kening. "Maaf ya pak, apa hubungannya kita mau nikah sama balapan motor ya."

"Kalau kamu kenapa-kenapa nanti pernikahan di tunda lagi, aku nggak mau."

Faizah bergidik geli. "Idih ngarep banget nikah sama aku."

"Udahlah sekarang kita tidur yuk."Dyfan mengajak tidur Faizah.

"jawab dulu ngarep ya? Hayo ngaku? Eh bentar kamu bilang apa kita tidur?"

"Udah nggak usah di bahas, iya kita masuk kamar terus kita tidur."

"Enak aja, aku ke kamar tamu lah bukan ke kamar kamu."

Dyfan mengambil dokumen lalu ditaruh dimeja, Ia langsung menggendong Faizah. "Aahh"teriak Faizah karena kaget tiba-tiba Dyfan menggendongnya dengan spontan mengalungkan tangannya ke leher Dyfan.

"Malam ini aku pengen tidur sama peluk kamu, aku janji nggak bakalan macem-macem sebelum kita sah mata agama dan hukum."Ujar Dyfan sambil menatap Faizah

Dyfan melangkah ke kamarnya yang masih posisi menggendong. "tolong bukain pintunya."Perintah Dyfan.

Faizah membukakan pintunya, lalu Dyfan menutupnya pakai kaki. setelah pintu tertutup Dyfan melanjutkan langkahnya di ranjang. Ia meletakkan Faizah di ranjang dengan perlahan. "Geser sayang."bisik Dyfan membuat Faizah menggeserkan tubuhnya.

Dyfan langsung naik ke ranjang. Mereka satu selimut yang sama sedangkan Faizah merasa kaku tubuhnya. Dyfan memeluknya. "Kamu harus terbiasa seperti ini, sekarang tutup matamu dan kita tidur ok."bisik Dyfan.

Faizah hanya mengangguk kepalanya. sebenarnya Faizah tidak tidur hanya menutup mata. "Bagaimana mau tidur kalau jantung gue masih bergetak lebih cepat."batin Faizah.

1
Bi Bi
😁😁😁😁 lanjutkan faz
nur adam
lnjut
Lee Airin
ini gimana cerita nya ya
Lee Airin
ini cerita gimanasih ngegantung...
Umi Nur Qasamah
lanjut thor
Lee Airin
aku berharap faizah mendiam kan semua orang yg terlibat dengan pernikahan sepihak ini tapa melibat kan faiza biar orang itu tau rasa kalo perlu faizah minggat aja biar dyfan kapok...
Lee Airin
thor bisa gak kasih perlawanan dikit faizah kan tomboi masak kalah terus sama difan kesal aku pengen kumaki si difan gak jelas tu...
Umi Nur Qasamah
tlg rajin update thor
Lee Airin
thor boleh gak up nya tiap hari jangan x 2bln
Lee Airin
thor emang harus 1bln sekali ya up nya
Lee Airin
thor kejam x nunggu nya 2 bln baca 2mnt
lanjut lagi thor
Umi Nur Qasamah
lanjut
Lee Airin
ini kapan lanjut nya udah penasaran tingkat dewa nih
Lee Airin
ini kapan lanjutan nya ya...
Lee Airin
ini up nya sekali berapa...
Monita Sari Part II
lanjut donk👍👍
Umi Nur Qasamah
lanjut thor
Goresan Tangan
sekali sekali crazy up thor.
, di tunggu thor.
Monita Sari Part II
keren ceritanya lanjut donk👍💪💪🤭
Umi Nur Qasamah
lanjutkan thor/Heart//Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!