"Siapa di sana?" tanya seorang gadis yang merasa ada sesuatu yang tak beres.
Saat gadis cantik itu keluar rumah, betapa terkejutnya dia menemukan seorang pria terduduk di bawah pohon mangga rumahnya.
Melihat pria itu yang lemah, gadis itu pun ingin berteriak minta tolong, tapi tanpa di duga, pria itu lari dan membekapnya.
"Tutup mulut mu jika masih ingin selamat," katanya lirih dan menyeret wanita itu masuk kedalam rumah.
Siapa pria itu?
Dan apa yang akan terjadi pada mereka?
Apa gadis itu selamat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
liburan bareng
"terima terima terima!!" suara para orang bersorak.
ternyata ada rombongan semua orang yang datang untuk menyaksikan keduanya.
terlebih ada Anita dan Sagara yang turun, sebenarnya tadi mereka berniat untuk mengambil minuman.
tepi Mekah menyaksikan lamaran yang sungguh mengecewakan sebenarnya.
tapi mengingat bagaimana pria seperti Virgo mau melamar itu sudah sangat romantis.
"apa, aku bingung," kata Lea yang pura-pura panik.
"jika kamu menolak juga tak apa," kata Virgo yang sudah siap kecewa.
"aku terima, aku terima!" kata lea yang langsung memeluk Virgo dan kemudian menciumnya.
"ya tuhan Lea, bisa jaga image mu, kecewa sudah kamu bertingkah sok cool selama ini," kata Anita menepuk jidatnya.
Sagara melihat istrinya itu, "jadi yang membuat Lea aneh beberapa hari ini itu,dia mengikuti tingkah mu yang suka tarik ulur sayang?"
"menurut mu sayang," kata anita tertawa.
"wah... kamu bakal ya," kata Sagara yang gemas dan langsung menjewer kuping istrinya itu dan kemudian memberikan ciuman mesra.
"selamat!!" teriak semua orang.
akhirnya Lea dan Virgo akan mengikuti jejak Sagara, meski Lea tau mungkin ini adalah kesempatan yang langka karena dia tau bagaimana kisah cinta dari Virgo selama ini.
setelah acara lamaran itu, mereka semua memilih untuk makan malam karena perjalanan masih panjang.
Lea sedang berdiri di luar kapal sambil menikmati langit ndkan yang begitu indah.
dia ingat bagaimana dia pertama kali bertemu dengan sosok Virgo yang begitu baik dan ramah
ya meski dia tau juga, jika pria itu tak segan membunuh orang begitu saja, terlebih mereka berdua bekerja pada Sagara yang memiliki musuh yang tak terhitung jumlahnya.
sebagai gadis yang besar di tempat preman, Lea terbiasa dengan perlakuan kasar dan juga hinaan.
tapi untuk pertama kalinya dia merasa di lindungi saat penyerangan yang dilakukan oleh kelompok serigala perak.
"Lea mundur, aku tak bisa membiarkan mu terluka!!" teriak Virgo.
"kamu gila, kamu bisa mati jika menyerang mereka sendiri," kata Lea yang memilih membantu pria itu.
akhirnya keduanya begitu kompak dalam melawan, dan berhasil mengalahkan dua belas orang itu.
Lea kaget melihat lengan dari Virgo terluka, "ya maaf, kamu jadi terluka karena menolong ku, padahal kamu mau kencan dengan kekasih mu, lebih baik kita ke rumah sakit biar aku antar untuk menjahitnya,"
"tidak usah, lukanya tidak dalam," jawab Virgo yang memang hati ini di izinkan libur oleh Sagara.
tapi dia tak menyangka jika akan terluka saat akan membeli bunga untuk kekasihnya.
"kaldu begitu duduklah, aku akan mengobati luka ku itu, dan tunggu sebentar," kata Lea yang mencari tas miliknya.
dan beruntung ada obat merah dan alkohol yang kebetulan tadi dia baru beli.
setelah membersihkan dan mengobatinya, dia membalut luka itu dengan begitu rapi.
"sudah kan, sekarang izinkan aku pergi untuk apel ya," kata Virgo yang tersenyum sambil mengacak rambut gadis itu.
pria itu pergi dengan menggunakan mobil yang dia bawa dari rumah sagara.
tapi sayangnya, saat sampai di kosan kekasihnya, Virgo menemukan ada sebuah sepatu di depan kamar kos itu.
dan yang membuatnya semakin sedih adalah, saat dari luar jendela, dia bisa melihat bayangan orang bercinta.
itu semakin membuatnya marah besar, dan akhirnya memutuskan untuk meluapkan kemarahannya.
dia mengunakan topeng tengkorak yang tadi tak sengaja terbawa. dan langsung membunuh keduanya dengan pisau dapur yang ada di sana.
dengan brutal pria itu mencabik-cabik keduanya dan setelah puas dia meninggalkan kos-kosan itu dengan tubuh berlumuran darah.
tentu saja tak ada seorang pun yang melihat karena sudah jam satu malam.
dan polisi juga tak akdn menemukan bukti karena Virgo melakukannya dengan sangat rapi.
jangan lupa mampir ya k heheh...