NovelToon NovelToon
Menantu Yang Tak Dianggap

Menantu Yang Tak Dianggap

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:54.1k
Nilai: 5
Nama Author: Eni pua

Siapa yang tidak ingin dicintai oleh ibu mertua?
Mila, selalu berusaha menjadi menantu yang baik dan berbakti. Tetapi pada kenyataannya, dia selalu menjadi yang tersakiti dan tidak pernah dianggap sebagai menantu.
Bahkan sang suami, lebih memilih percaya pada ibunya.
Kehidupan seperti apa yang akan Mila jalani dan akankah Mila bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Bersama Hasan dan Husein

Setelah kemarin Mila yang mengajukan cuti, kini giliran Hisam. Setiap kali dia cuti, dia kan pergi ke rumah baru yang dia beli beberapa tahun lalu untuk Mila. Seandainya Dia dan Mila tidka berpisah kala itu, mereka sekarang pasti sudah bahagia menempati rumah baru tersebut.

Hisam berdiri di halaman rumahnya sambil melihat tanaman mangganya yang kini sudah berubah lebat dan ada yang sudah siap untuk dipanen. Kali ini, dia ingin mengambil beberapa untuk pada tetangga sekitar rumahnya.

Saat sedang mengambil galah, Hisam mendengar suara tawa anak-anak kecil di sebelah rumah. Padahal biasanya rumah tersebut tidak berpenghuni. Hisam berpikir, pasti itu penyewa baru atau malah rumah itu sudah di beli keluarga baru.

Saking penasarannya, Hisam melihat ke rumah sebelah sambil mendongakkan kepalanya. Ternyata benar, rumah itu sudah ada yang menempati. Bahkan mereka memiliki dua anak kembar yang sangat tampan.

Hisam lalu mengambil beberapa buah mangga untuk di berikannya pada tetangga sebelah.

Hisam membawa buah mangga yang baru saja diambilnya dan datang bertamu ke rumah sebelah. Hisam tersenyum melihat dua anak yang sedang bermain di teras rumahnya.

Yang lebih mengejutkan lagi, mereka terlihat senang melihat keberadaan Hisam. Mereka terlihat saling berpandangan dan langsung mengenali Hisam sebagai ayah mereka.

Hasan dan Husein mengenali wajah ayahnya karena mereka pernah melihat lukisan wajah Hisam dalam ponsel ibunya. Mereka tahu jika Ibunya saat itu terus menangis karena merindukan ayah mereka.

Mereka berlari mendekati Hisam yang merasa kaget melihat mereka tidak takut sama sekali dengan dirinya yang otomatis baru pertama kali mereka temui.

"Daddy," panggil Hasan dan Husein hampir bersamaan.

"Daddy? Siapa Daddy kalian?" tanya Hisam kaget.

"Hasan, Husein, siapa yang datang?" tanya Bik Ijah yang baru keluar dari rumah.

Hasan dan Husein saling berpandangan dan mereka sepakat untuk tidak memberitahu bik Ijah.

"Oh maaf, saya tetangga rumah sebelah. Ini ada sedikit buah mangga, yang saya petik sendiri dari depan rumah," jawab Hisam sambil memberikan bungkusan plastik pada buk Ijah.

"Terima kasih. Silakan masuk dan duduk, sebentar saya buatkan minuman," kata bik Ijah lalu bergegas masuk ke dalam rumah.

Hasan dan Husein menarik tangan Hisam dari samping kanan dan kiri untuk dibawanya masuk.

Hisam melihat ke sekeliling rumah dan jantungnya nyaris berhenti berdetak, ketika melihat sebuah foto. Foto Mila dan kedua anak tersebut dengan senyum yang terlihat sangat bahagia.

Dalam pikiran Hisam, Mila pasti sudah menikah dan memiliki anak kembar ini. Lalu, dimana suaminya?

Hisam terduduk lemas, harapannya kini hanya tinggal harapan. Tetapi, saat dia melihat kedua bocah itu, dia menjadi bingung. Orang asing sepertinya, kenapa bisa mereka panggil Daddy? Dan lagi mereka berdua seolah saling berebut untuk lebih dekat dengannya.

"Kalian ini Hasan dan Husein? Terus yang mana yang Hasan dan yang mana yang Husein?" tanya Hisam bingung.

"Aku Hasan."

"Aku Husein."

Hisam masih juga bingung, bagaimana membedakan mereka. Menurutnya, kedua bocah itu sangat kembar identik dan mungkin hanya orang terdekatnya saja yang tahu apa yang membedakan mereka.

Tidak berapa lama, Bik Ijah sudah datang membawakan secangkir kopi dan camilan kecil.

"Silakan di minum. Maaf, Nyonya sedang bekerja, nanti akan saya sampaikan kalau Pak ... siapa nama Bapak?" tanya Bik Ijah.

"Panggil saja, Pak Sam," jawab Hisam yang tidak ingin Mil tahu kalau Hisam adalah tetangganya.

"Pak Sam, saya mewakili Nyonya mengucapkan terima kasih. Semoga dilancarkan rezekinya," ucap Bik Ijah.

"Aamiin," jawab Hisam sambil tersenyum. "Terima kasih atas doanya."

"Sama-sama."

"Kalau begitu, saya pamit pulang dulu. Saya masih harus memetik mangga lagi untuk tetangga yang lain," ucap Hisam sambil berdiri.

"Silakan, Pak Sam. Eh, kopinya belum di minum. Silakan di minum dulu," jawab Bik Ijah.

"Saya tidak minum," jawab Hisam.

Bik Ijah merasa tidak enak saat tahu tamunya tidak minum kopi, malah disuguhi kopi.

"Bibik, boleh ikut petik mangga?" tanya Hasan.

"Iya, Husein juga pingin ikut petik mangga," tambah Husein.

"Pak Sam, anak-anak ingin ikut petik mangga, apakah boleh?" tanya Bik Ijah saat Hisam baru beberapa langkah.

"Boleh, tentu saja boleh. Pasti nanti jadi rame," jawab Hisam.

"Terima kasih. Hasan, Husein, bibik temani kalian," kata bik Ijah.

"Hore ...." Hasan dan Husein berteriak meluapkan kegembiraan mereka.

Hasan dan Husein memegang tangan Hisam kiri dan kanan. Mereka seolah tidak mau ketinggalan. Bibik mengikuti mereka dari belakang, dan mengunci pintu.

Sampai dihalaman rumah Hisam, Hisam melepaskan tangan si kembar. "Kalian duduk saja di teras, jangan sampai nanti kejatuhan mangga. Bisa benjol kepala kalian," kata Hisam menakut-nakuti Hasan dan Husein.

"Tapi, kami tidak takut," jawab Hasan.

"Iya, kami ingin ikut naik ke atas," kata Husein.

"Jangan, nanti kalau ada apa-apa dengan kalian, Bibik yang akan dimarahi Mami kalian. Kalian nurut saja, apa kata Pak Sam," kata Bik Ijah berusaha mencegah keinginan si kembar.

"Kan di sini ada Daddy, pasti Daddy akan membialkan kami naik pohon mangga ini. Kalena Daddy akan melindungi kami. Benalkan Daddy?" tanya Hasan pada Hisam.

"Benal, kami ingin naik pohon itu, Daddy," rengek Husein.

"Kalian ini ngomong apa? Pak Sam ini bukan Daddy kalian. Jangan bicara aneh-aneh," kata bik Ijah kaget. "Maafkan anak-anak, Pak Sam."

"Tidak apa-apa. Karena kalian sangat merindukan Daddy kalian, hari ini anggaplah paman ini Daddy kalian. Aku akan membantu kalian naik pohon, tapi jangan terlalu tinggi, oke?" tanya Hisam.

Mereka berdua setuju dengan perkataan Hisam. Hisam mulai membantu Hasan untuk naik ke atas pohon mangga yang cabangnya rendah. Jadi Hisam bisa mengawasi mereka berdua.

Niat hati mau memetik mangga, kini malah jadi pengasuh si kembar Hasan dan Husein. Meski begitu, hati Hisam bahagia bisa bersama mereka. Kesedihannya selama hampir 4 tahun, pupus dengan hadirnya Hasan dan Husein.

...****************...

1
Elok Pratiwi
males baca nya kebanyakan drama menderita bila ujung ujung nya balikan lagi
Yuliyanti
mls sdh bacanya, ujung2nya blikn lgi
Eni pua: nggak balikkan lagi kak. Mantannya meninggal 🤧
total 1 replies
Yuliyanti
mls sdh bacanya ujung2nya blikn lgi/Applaud//Applaud/
Eva Daniarti
semoga hisam cepat mengetahui anaknya n menyesal..
Siti Fatimah
oohhh seperti itu , jadi Mila sebenarnya tidak pernah keguguran ...
Siti Fatimah
Hasan Husain 🤔 memangnya sewaktu Mila pergi dari rumah dalam keadaan hamil 🤔 bukannya habis keguguran ya dan SM dokter tidak boleh hamil sebelum 1 tahun 🤔 harus ada yg menjelaskan enggak ngerti bingung 🤔🤔🤔
Siti Fatimah
hah Hisam - Hisam jadi lelaki ko bodoh sekali 🤦
Siti Fatimah
hahahaha .
Siti Fatimah
wanita paling paling bodoh yg mau di madu , apapun alasan yg di ucapkan pria yg ingin poligami 6idak akan pernah membawa kebahagiaan apalagi ketenangan batin dan pikiran ,, Mila kamu tidak di madu aja setiap hari menderita menangis dan keguguran sudah dua kali ...
Siti Fatimah
sama Bu Siti saya juga tidak suka Mila jadi istri anak mu yg bodoh dan bejat apalagi di tambah mertua jahat seperti mu Bu Siti iiihhhh serem .
Siti Fatimah
Mila kenapa tidak pernah punya pikiran buat merekam setiap omongan mertuanya buat bukti ke anaknya gimana sadisnya sang ibu ..
Siti Fatimah
Mila mertua mu sterss gila dan parahnya seorang pembunuh dan taruhannya adalah nyawamu mil ,, lindungi Mila SM calon anaknya dari incaran mertua jahat nya 🙏🙏🙏
Siti Fatimah
bagus Mila bangkit tunjukan kalau mertuamu gila dan parahnya punya hati jahat biar hisam tau semua kejahatan ibu tersayang nya , Mila bermain cantik lah untuk menghadapi manusia yg tidak punya hati .
Siti Fatimah
enggak yakin hisam akan percaya omongan Mila secara hisam itu bodoh terus seorang anak dari ibu yg tidak punya hati keibuan ,, udah Mila lebih baik minta cerai dari hisam ya walaupun perceraian di larang oleh Agama tapi kalau untuk menyelamatkan diri kenapa tidak karena bisa saja suatu saat nyawamu juga akan hilang di tangan mertuamu , mertua mu membunun calon cucu kandungnya aja mampu apalagi cuma menantu yg anak orang lain ,, sudah selamatkan nyawa mu persetan dengan cintamu karna percuma punya cinta tapi taruhannya nyawa ..
Siti Fatimah
ah Mira - Mira bodoh ko di piara hanya untuk bisa bersama dengan orang yg di cintai 👎 , udah Mira udah lebih baik menyerah buang laki sombong dan bodoh mu itu ..
Siti Fatimah
Nemu satu lagi cerita dunia halu yg peran wanita nya lemah dan bisanya cuma menangis ,, mau di masukin ke daftar favorit ah mau memanasi Mila agar meninggalkan mertua dan suami sombongnya ,, Mila buat punya cinta tapi hidup di dalam neraka 😤👎
Eni pua: Makasih Kak, wkwkwk.
Ini ikutan event mertua kejam. Kalau nggak kejam sama Mila, bukan mertua kejam. 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!