kisah cinta ARFIRA KHAIRUN NISA karena dendam pada keponakan dari laki laki yang di jodohkan oleh ayahnya .
suatu hari Nisa sedang berjalan di moll bersama teman nya dan melihat keponakan dari laki laki yang di jodohkan oleh ayahnya DEWANGGA PUTRA . Nisa melihat Dewangga berjalan dengan seorang wanita dewasa yang sangat cantik , Nisa pergi mendekati Dewangga .
Nisa berdiri menghadang Dewangga sambil membawa jus , sampai di depan dewangga ia segera menyiram ke wajah Dewangga .
" Dasar pria brengsek , pria tidak bertanggung jawab ! setelah puas meniduriku , sekarang kamu berjalan dengan wanita lain ." Nisa ingin rasanya tertawa melihat wajah panik Dewangga .
"Angga benar kamu melakukan itu ." wanita yang tadi di gandeng oleh Dewangga bertanya dengan wajah marah .
Nisa tersenyum puas melihat wajah Dewangga . ia menjulurkan lidahnya saat Dewangga menatapnya
"Ma bukan begitu ." Dewangga ingin menyangkal tapi melihat perubahan wajah Nisa , Dewangga berubah pikiran .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
"ini untuk kehormatan putri kami yang kamu ambil tanpa seijin kami sebagai orang tuanya ." satu bogem mentah telah melayang di wajah Angga . Ardy kembali melayang kan pukulan selanjutnya . Setelah puas melayangkan lima pukulan kepada Angga ia kembali duduk .
Angga mengalami lebam di pipinya dan sobek di sudut bibirnya .
"sekarang ini giliran papa ,tenang saja ini hanya satu pukulan saja ." ucap Dimas sambil merengangkan urat uratnya .
Nisa hanya bisa meeingis kesakitan melihat penderitaan Angga ia tidak bisa berbuat apa apa di bawah tatapan kedua wanita yang dia hormati itu .
Memang benar Dimas menepati janjinya memberikan satu pukulan pada Angga tepat di ulu hati Angga yang membuat Angga tersuduk di samping Nisa sambil meringis pelan .
"Angga kamu ingat , kamu selalu mencari cari pasangan kamu inikan ."Dimas menunjuk kan foto yang terpajang di meja Angga . Sepasang bayi mungil yang bergandengan tangan . Nisa menatap Foto itu dengan mata membola .
"Di usiamu 7 hari kamu sudah ingin mengikatnya di samping mu , tapi apa daya kamu belum bisa apa apa . Jadi Nisa pergi , tapi sekarang apa . Setelah kamu temukan Nisa , seperti ini yang kamu lakukan ." ucap Dimas .
"Buah jatuh tidak akan jauh dari pohon nya ." sindir Ardy .
"Sudah jangan saling menyalahkan . Mulai sekarang sampai hari pernikahan kalian tiga minggu lagi ,kalian tidak boleh bertemu ." ucap Tiara
"Siapa yang ingin nikah tiga minggu lagi Bun ." tanya Nisa spontan .
"kamu pikir siapa lagi ." tanya Tiara balik .
"Tapi Nisa belum siap nikah Bun ."bantah Nisa .
"terus kapan kamu siap , swtelah perut kamu besar ." ucap Tiara .
"Nisa belum hamil , bun ."kekeh Nisa .
"jadi mau nunggu hamil dulu baru mau nikah ." putri ikut menimpali .
"Tidak ada bantahan , tiga minggu lagi kalian harus menikah ." tambah putri .
Nisa memasuki kamarnya dengan kesal sekaligus lega . Dalam tiga minggu ke depan ia tidak akan bertemu dengan Angga . Nisa segera mengambil ponselnya dan ia melihat ada notifikasi pesan dari pelangi .
Angi ."
"aku butuh teman untuk cerita ."
"Sama aku juga butuh teman curhat ." balas Nisa.
"Baiklah , aku ke rumahmu , atau kamu ke tempatku ." jawab Angi .
"Aku saja yang ke tempat mu ." balas Nisa .
"Ok jangan lupa bawa makanan buat teman ngobrol ." jawab Angi dengan emoticon senyum di akhir ucapan nya .
"Siip." balas Nisa . Kemudian Nisa pergi untuk siap siap menuju ke rumah Angi . Dia menganti bajunya dengan baju santai , Nisa juga tidak lagi memoles wajahnya .
"Mau kemana ." Tanya Tiara yang menghadang di bawah anak tangga terakhir .
"Nisa ada janji dengan Angi bun ."jawab Nisa .
"Angi yang mana ." Tanya Tiara penuh curiga kepada putrinya . Ia lupa dengan teman putrinya itu .
"Kamu bukan untuk bertemu Angga meneruskan apa yang telah tertunda kan ." goda Tiara pada Nisa .
"Bunda ihh ." sungut Nisa malu .
"terus siapa Angi yang sebenarnya , jangan bohong sama bunda , kalau swbwnarnya kamu tidak punya teman yang namanya Angi ." tanya Tiara .Nisa menarik tangan Tiara dan duduk di sofa . Dan mencari foto di galeri ponselnya .
"Bunda lihat ini ." ucap Nisa . Tiara menarik ponsel Nisa dan lama menatap foto itu .
"Ini ...dari mana kamu dapat foto baby sister mu dan pak paijo . Dan ini putri mereka cantik sekali ." tanya Tiara .
"Bunda tau ,siapa nama gadis kecil itu ." Nisa tersenyum lihat bundanya mengeleng .
"Pelangi senja ." ucap Nisa sambil menunjuk bundanya dengan dagunya . Tiara juga menunjuk dirinya sendiri .
"Iya , dialah Angi yang aku maksud bun . Kata Angi karena bundalah . Cinta Ayah dan Ibunya bertemu . Jadi putrinya di beri nama pelangi senja ." ucap Nisa .
"jadi maksudmu Angi adalah putrinya pak paijo dan bik surti ."tanya Tiara .
"Iya , tapi Angi tidak tau kalau aku putri bunda , majikan orang tua nya ." ucap Nisa sambil mwnghubungi Angi pakai vidio coll
"Nih bunda lihat sendiri ." ucap Nisa menyodorkan ponselnya kepada bundanya .
"Iya Nis kamu sudah sampai mana ." ucap Angi . Di balik layar ponsel wajah Angi kelihatan sangat segar seoerti habis mandi .
"Nis ..
"Sayang .." Angi tersentak mendengar panggilan sayang dari seorang wanita seumuran ibunya .
"Tante , maaf . Tante bundanya Nisakan . Cantik seperti Nisa putih kulitnya ." cerocos Angi .
"Iya sayang ini tante . Kamu juga cantik ,seperti Ibumu , bagaimana kabar ibumu ." tanya Tiara .
"Tante kenal dengan ibu saya ." tanya Angi .
"tentu saja , nama belakang kamu kan di ambil oleh orang tuamu dari nama tante ." ucap Tiara sambil tersenyum .
"Ibu Tiara , majikan ibu , jadi Nisa , Non Arfira khoirun Nisa ." ucap Angi .
"jangan kamu merubah pangilan kamu , aku akan membencimu ." ucap Nisa .
"Ya sudah aku akan segera ke sana ." ucap Nisa sambil mematikan Ponselnya .
"hemm bunda kira dia yang paling cantik di antara teman teman mu . Wajahnya polos Tanpa maek up aja dia sudah cantik banget " ucap Tiara .
"Iya , karena mendapat sokongan cahaya senja dari bunda ku ini ." ucap Nisa sambil mencubit gemes pipi bundanya .
"kamu ya .tapi kamu bilang tak mau hamil dulu ,terus apa yang kamu lakukan kemarin ."tanya Tiara .
"hehe itu karena aku mencurigai dia sebagai GAY ." ucap Nisa cekikikan .
"Maksudmu ."tanya Tiara .
"Habis dia bilang ngak nafsu sama aku . Udah bun jangan bahas itu , aku harus berangkat dulu ,Angi pasti dah menunggu aku ." ucap Nisa .
"eh bagaimana kalau Angi kita kenalkan sama primus . Bunda sudah janji mau kenalkan primus pada wanita ." ucap Tiara .
"Bunda sudah terlambat , dia dah ada yang punya . Dia cinta banget sama anak dari kekasihnya ." ucap Nisa .
"Dia jatuh cinta dengan seorang duda ." tanya Tiara .
"Awalnya dia cinta sama putranya , Angi bekerja sebagai guru anak anak .di situlah Angi mengenal duda itu .tapi..
"Tapi kenapa ."tanya Tiara .
"Ibu tiri dari duda itu tidak suka sama Angi . Karena Angi anak orang miskin pasti hanya ingin mau harta nya duda itu ." ucap Nisa .
"kok Bisa ." ucap Tiara .
"ya karena itu masa lalu ibu tiri duda itu .bunda tau untuk membuang masa lalu dia . Dia merubah namanya lo . Dulunya namanya mirip istri raffi ahmad lo bun ."ucapan Nisa membuat Tiara menatap Nisa .
"Maksudmu , Nagita ." tebak Nisa .
"ya kalau tidak salah dia mantan tunangan Ayahmu , tapi bukan kah dia menikah di cina ." ucap Tiara .
"Benar mereka keturunan cina .tapi mereka pindah ke negara ini . Jadi dulu Bunda pasti di perlakukan sama seperti Angi . Yang di titipi uang milyaran sama tante Nagita . Dan tante Nagita memberi tau putranya kalau Angi yang minta uang sama ibunya , baru mau ninggalin jonsen lee ." ucap Nisa .
"Kasihan sekali . Semoga mbak Nagita di berikan hidayah kembali . Kamu jangan lupa , kalung yang kamu pakai ini adalah pemberian dia ." ucap Tiara .