NovelToon NovelToon
Cinta Dari Negeri Sakura

Cinta Dari Negeri Sakura

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:49.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ariyanti Zahra

(17+)
Mengenal seorang laki-laki bernama Dika, dia adalah teman sepupuku, kakak kelasku waktu SMP, dia itu anak yang usil sekali dan suka menggodaku, lulus SMP Dika meninggalkan kota ini dan melanjutkan sekolah di ibukota bersama kepindahan keluarganya, disaat Dika jauh, Vania merasa kehilangan dan merasa mencintai Dika.

Vania... gadis tomboi yang pintar dan banyak prestasi menunggu kabar dari Dika tak juga kunjung ada, kemudian saat di SMK Vania bertemu dengan Arman, laki-laki yang selalu mengisi hari-harinya dan akhirnya Vania melupakan cinta pertamanya dan mulai mencintai Arman.

Tapi... di saat Dika bekerja di Negeri Jepang dan mulai mapan, Dika menghubungi Vania, dan menginginkan menjadi istrinya.

Simak kisah selanjutnya, apakah Vania memilih Dika sebagai cinta pertamanya? atau Arman yang selalu ada untuk Vania, atau memilih laki-laki lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariyanti Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan Menuju Gunung Arjuna.

Seminggu cepat berlalu, waktu liburan ini aku habiskan di rumah berkumpul dengan keluargaku.

Pagi hari, Arman sudah datang ke rumahku berniat untuk menjemputku karena esok hari kami akan berangkat mendaki Gunung Arjuna.

"Pagi banget Man, aku saja belum mandi" kataku saat bertemu Arman di ruang tamu.

"Besok berangkat jam berapa Man?" tanyaku.

"Jam tujuh pagi Vania, rencana akan naik dari jalur Tretes" kata Arman.

Tak lama kemudian, Bapak datang masuk ke dalam rumah dan menghampiri kami.

"Man, jadi naik ke Gunung Arjuna?" tanya Bapak.

"Jadi Pak, Vania sudah saya daftarkan kemarin" kata Arman menjelaskan.

"Hati-hati Man, Bapak nitip Vania ya!" kata Bapak.

"Vania, jangan lupa bawa air, juga roti atau mi instan, bisa juga telur yang sudah di asinkan" kata Bapak mengingatkan.

"Iya Pak, nanti Vania siapkan" kataku.

"Man, kita berkemah berapa malam?" tanyaku.

"Semalam saja" jawab Arman.

"Oh iya, temanmu satu kost yang kakak kelas kita juga ikut, jadi kamu bisa setenda dengan dia" kata Arman.

"Maksudmu mbak Dyah?" tanyaku serius.

"Iya betul, pacarnya kan juga ikut" jelas Arman.

"Iya man, aku akan siap-siap, aku mandi dulu" pamitku.

"Oh iya Vania, nanti sore jam tiga ke sekolah untuk cek perlengkapan, nanti aku jemput di kost" kata Arman.

Aku menganggukkan kepalaku, dan berbalik meninggalkan Arman di ruang tamu sendirian, karena Bapak barusan keluar entah kemana, mungkin ke sawah.

Selesai mandi aku berganti baju dan mengambil tas ranselku, kemudian memasukkan jaket, sandal gunung dan kaos kaki, keluar kamar tidurku dengan membawa tas ransel, di meja makan aku lihat ada lima butir telur asin, akhirnya aku ambil dan aku masukkan di dalam tas ranselku.

Zika aku lihat berada di ruang keluarga sedang melihat tv.

"Zika, Ibu kemana ya?" tanyaku.

"Tadi ke warung sebelah Kak" jawab Zika.

Aku berjalan ke ruang tamu dan meletakkan tas ranselku di kursi.

"Man, aku cari Ibu sebentar ya" kataku dan meninggalkan Arman.

Bertemu Ibu di depan rumah.

"Ibu dari mana?" tanyaku.

"Ini beli makanan di sebelah, Ibu tidak masak tadi" kata Ibu menjelaskan.

"Kamu sudah bertemu Bapakmu?" tanya Ibu.

"Sudah Bu" jawabku.

"Kemudian kami masuk ke dalam rumah.

"Vania, ajak Arman sarapan dulu sebelum kalian berangkat!" pinta Ibu.

"Bu telur asinnya Vania bawa semua ya?" tanyaku.

"Kamu bawa saja Vania" jawab Ibu.

"Ayo Man sarapan dulu" ajakku ke Arman.

Kami masuk ke dalam rumah mengikuti Ibu.

"Kak Arman" sapa Zika.

"Zika ayo sarapan" ajakku.

Zika berdiri mengikuti kami, dan duduk di meja makan, Ibu menyiapkan makanan yang tadi dibeli ditaruh di wadah makanan.

"Ayo sarapan, Ibu sama Bapakmu tadi sudah sarapan waktu berangkat ke sawah" kata Ibu dan berjalan keluar meninggalkan kami.

"Zika kamu ambil makanan sendiri" kataku ke Zika, kemudian Zika mengambil piring dan nasi kemudian sayur dan lauk, demikian juga denganku dan Arman.

Sesaat suasana hening, kami menikmati sarapan pagi ini.

"Kak Arman, enaknya apa naik gunung?" tanya Zika polos.

"Ya suka Zika kalau sudah sampai puncak, perjalanan yang melelahkan akan tetbayar ketika sampai puncak gunung melihat keindahan alam dari puncak" jelas Arman.

Zika mengangguk, apa dia benar-benar mengerti omongan Arman, aku juga tidak tau.

Sarapan sudah selesai, aku mencuci piring, setelah selesai aku ke ruang tamu. Disana sudah ada Ibu, Bapak, Arman dan Zika yang berada di pangkuan Ibu.

"Bu, saya pamit" pamit Arman dan bersalaman pada kedua orang tuaku.

"Vania berangkat dulu" pamitku dan bersalaman pada kedua orang tuaku.

"Hati-hati kalian" pesan Ibu.

"Iya" jawabku bersamaan dengan Arman.

Sepeda motor Arman dinyalakan dan kami meninggalkan rumah kedua orang tuaku menuju ke kota.

"Man... ke kostku ya?" pintaku ketika kami dalam perjalanan.

"Iya Van" jawab Arman singkat.

Sepeda motor berhenti di kost.

"Vania, aku pulang dulu, nanti aku jemput" kata Arman dan meninggalkan kost ku.

Aku berbalik masuk ke dalam kost, saat akan masuk ke kamar kost, bertemu dengan Mbak Dyah.

"Mbak Dyah ikut ke Arjuna besok?" tanyaku.

"Iya, kamu kok tau?" tanya Mbak Dyah.

"Dikasih tau sama Arman, aku juga ikut Mbak" kataku.

"Bagus Vania, kita bisa tidur setenda" kata Mbak Dyah.

Waktu menunjukkan pukul 14:30.

Aku dan Mbak Dyah bersiap untuk turun dari tangga. Sampai di bawah.

"Arman, banyak banget bawaanmu?" tanyaku.

"Iya ini juga untuk keperluanmu juga, besok bantu bawa aku" kata Arman

"Vania, aku duluan, itu Riko sudah menjemputku" pamit Mbak Dyah.

Kemudian Mbak Dyah menuju Riko, naik ke sepeda motor di bonceng Riko.

"Man, ayo berangkat!" ajakku

Kemudian kami menuju ke sekolah, disana sudah ada beberapa siswa yang sudah berkumpul, sekitar 15 siswa di sana dengan membawa perlengkapan masing-masing, ada kakak pembina yang sedang mengecek kelengkapan.

"Man, ini yang kamu daftarkan ikut?" tanya Kakak Pembina yang bernama Toni

"Iya Kak" jawab Arman.

"Bener kamu kuat naik gunung?" tanya Kak Toni dengan melihatku.

"Insyaallah kuat kak" jawabku.

"Kita ini tim, harus saling membantu, saling bekerja sama, jika ingin berangkat dan pulang dengan selamat" kata Kak Toni memberi pengarahan.

"Sekarang tolong kalian cek, tenda? sudah bawa berapa?" tanya Kak Toni.

"Ada empat tenda Kak" jawab Riko.

"Sleeping bag, apa kalian semua bawa?" tanya Kak Toni lagi.

"Vania, kamu sudah bawa?" tanya Kak Toni kepadaku.

"Sudah Kak, ini" jawab Arman.

"Alat masak? siap?" kata Kak Toni.

"Saya bawa Kak" kata Arman.

"Saya juga bawa kak" kata Mbak Dyah.

"Oke aku rasa sudah siap semua, kalian bisa pulang, sebelumnya tolong kelengkapan ini kalian taruh di sana,besok kita berangkat naik kendaraan, jaga kondisi tubuh kalian" kata Kak Arman.

Kemudian aku dan teman lainnya saling membantu membawa barang-barang untuk di bawa besok ke tempat yang di maksud kak Toni.

Setelah selesai, kami saling bersalaman dan meninggalkan sekolah untuk pulang.

Saat di bonceng Arman.

"Vania, ayo makan" ajak Arman.

"Ibu sama ayah keluar kota, tidak ada yang masak di rumah, temani aku makan di luar" kata Arman.

Kami menuju sebuah warung dan makan disana, setelah itu Arman mengantarku untuk pulang ke kostku dan Arman pulang ke rumahnya.

Sampai di kost aku bertemu dengan Mbak Dyah.

"Mbak, kak Tony, kok begitu ya sama Vania, apa karena Vania kerempeng begini ya?" tanyaku.

"He he he,bisa saj kamu ini Vania, dia belum tau kamu, jadi cuma melihat dari postur tubuhmu saja" jawab Mbak Dyah.

"Mbak Dyah, ini pertama kali muncak atau sudah pernah sebelumnya?" tanyaku.

"Aku kan ikut extra pecinta alam Van, sudah dua kali ini, waktu kelas dua kemarin itu naik ke Penanggungan, tapi tidak bermalam" kata Mbak Dyah.

"Besok Vania banyak belajar dari Mbak Dyah he he he" kataku.

1
arfan
up
Mishbah Ando Ibang
ditunggu kelanjutanya
SAKABIYA🌻
Halo vania vano, ketemu disini ☺☺☺🤭
Dora Febby: lanjut thor
total 4 replies
W.Willyandarin
di tunggu karya selanjutnya kak 😍
Yanti Nayaka
yang mau lihat kelanjutan Vania dan Vito ada di platform kuning ya
Zamsy
aq suka ceritanya kak bagus 👍👍👍 tp kenapa harus pindah? aq msh penasaran dengan kelanjutannya 😢😢😢
Cucu Siti Hodijah: platvorm kuning itu namanya apa?
total 3 replies
Fatma Pakaya
next up
Yanti Nayaka: sudah tamat kak
total 1 replies
Fatma Pakaya
hadiir..next up
W.Willyandarin
next up kak
Anissa Magfirah
seru juga ni kaya nya ceritanya
Yanti Nayaka: terima kasih 😘
total 1 replies
Erlina Khopiani
jejak..
semangat kak😍
W.Willyandarin
Suka ❤❤❤
W.Willyandarin
like kak
W.Willyandarin
Seru kak
W.Willyandarin
semangat kak
W.Willyandarin
lanjut baca
W.Willyandarin
aku mampir kak
Yusriani Yusuf
Sangat disayangkan kalau mereka putus
Yanti Nayaka: terima kasih kak setia membaca karya saya, ditunggu kisah selanjutnya
total 1 replies
Dora Febby
lanjut thor
Yanti Nayaka: terima kasih kak
total 1 replies
Syifa Suayank Ayahbundha
lanjut
Yanti Nayaka: oke kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!