Namaku Indira Angreyna
Nama yang sangat indah dan bercahaya, namun kehidupan pernikahanku tidak seindah yang aku bayangkan.
Indira menikah dengan kekasihnya yang sudah menjalin hubungan selama 5 tahun dengannya.pria itu sangat mencintainya sama seperti dirinya yang begitu mencintai pria itu.Namun saat malam pertama mereka setelah menikah, suaminya tiba tiba berubah kasar padanya,tidak mau menyentuhnya bahkan mengatakan hal yang menyakitkan hati Indira.
Sejak kejadian itu hubungan mereka tidak pernah membaik sampai bulan ke 11 pernikahan mereka,di malam acara ulang tahun pernikahan mereka,suaminya membuat semua keluarga mereka terkejut dengan apa yang suaminya katakan kepada keluarganya.
Bagaimanakah cerita selanjutnya,Apa yang membuat suaminya lansung berubah sikapnya padanya?.
yang pasti cerita ini banyak mengandung bawang membuat mata terus mengeluarkan air ya😭
Ingin tau kelanjutan kisahnya,yuk intif.... pasti bikin kamu menangis,dan terharu sedih,dan senang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mardalena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Terdengar suara ayam berkokok pagi itu,membuat Indira terbangun. Dia melihat jam di sampingnya yang ternyata baru menunjukan pukul 5 pagi. Indira masih berbaring memeluk bantal guling kesayangannya dengan matanya sudah terbuka.
Dia menyadari hari ini statusnya sebentar lagi akan berubah.tidak lagi menjadi seorang istri dari Varo lagi. Indira bangun lalu perlahan merenggangkan tubuhnya,setelah itu dia menyembulkan rambut panjang keatas lalu berjalan perlahan menuju kamar mandinya.sampainya di dalam kamar mandi,Indira membersihkan wajahnya kemudian menyikat giginya. Saat itu Indira menghela napasnya beberapa kali.
"Aku harus bisa melupakan Mas Varo.." Indira kembali mengosok giginya sampai selesai.Indira keluar menuju tempat tidurnya lalu merapikannya, begitu juga dengan kamarnya.setelah selesai,dia keluar dari kamarnya menuju kebawah.
"Pagi Bund.." Ucap Indira mencium sebelah pipi Bundanya yang saat itu tengah mencuci piring.
"Pagi juga sayang,awal kamu bangun..?" Tanya Bunda namun Indira belum menjawab ucapan bundanya karena dia tengah meneguk air minumnya.
"Sudah ngak ngantuk lagi bund..,pagi ini biar aku yang membuatkan sarapan kita bund.." Ucap Indira menuju tempat memasak.
"Ia sayang,Bunda juga udah kangen masakan kamu nak.bahannya masih di dalam kulkas semua nak."Ucap bunda memberitahu Putrinya.
"Ia bunda.."Indira berjalan mendekati rak piring kemudian mengambil bahan makanan di kulkas lalu meletakannya diatas meja.Indira mulai mengolah bahan makanannya,dia mau membuat nasi goreng seafood kesukaan kakaknya pagi itu.setelah selesai menyiapkan bahannya dan juga mencucinya sampai bersih,Indira mulai memasaknya. Aroma masakannya terbawa angin keluar membuat abangnya yang saat itu terbangun mencium bau masakan itu.Reza bangun dari tidurnya sama seperti Indira tadi,dia melihat jamnya.
"Baru jam 6 kurang."Guman Reza masih mengantuk,dia kembali memejamkan matanya namun aroma makanan wangi itu kembali masuk kedalam indra penciumannya. Reza membuka matanya dengan dalam benaknya berpikir.
"Ini pasti adek yang memasak.." Ucap Reza lalu bangun kemudian merapikan tempat tidurnya.setelah itu dia lansung menuju kamar mandi dan lansung membersihkan tubuhnya biar terasa segar karena nanti mereka juga akan pergi menuju pengadilan Agama.setelah selesai mandi,Reza lansung turun kebawah.
"Pagi Ayah,Bunda,Adek.." Ucap Reza lalu bergabung duduk dengan Ayahnya yang saat itu tengah meminum Air tehnya.
"Pagi juga bang..." Jawab mereka bertiga bersamaan.
"Pasti kamu yang masak pagi ini ya dek..?" Ucap Reza menebak yang saat itu lansung di angguki Indira dengan tersenyum.
"Pasti abang bangun karena mencium aroma masakan aku kan..?" Ucap indira sedikit bergurau dengan kakaknya.
"Setengahnya,setengahnya memang abang sudah mau bangun..,lagian abang juga hafal aroma masakan kamu sama Bunda.." Ucap Reza tersenyum.Ayah dan Bunda saling pandang lalu tersenyum melihat anak-anaknya ceria sekali pagi itu dengan canda gurau mereka.
"Aku mau mandi dulu.." Ucap Indira kemudian berlalu dari hadapan orangtuanya dan juga abangnya.
"Ayah senang melihat Dira sangat semangat pagi ini,kemudian dia terus tersenyum,ngak kayak beberapa hari lalu murung terus.semoga dia selalu bahagia terus kedepannya." Ucap Ayah tersenyum.
"Ayah benar,abang juga berpikir begitu Yah.." Ucap Reza menanggapi ucapan Ayahnya.
"kamu jadi pulang hari ini?" tanya Ayahnya.
"Jadi Yah,habis ngantarin adek aku lansung pulang kekota B." sahut Reza sambil meneguk minuman tehnya.
"Emm Ialah,nanti sampai kesana carikan rumah saja bang untuk kita. Kalau adek jadi pindah kesana,kami juga akan sering kesana menemui kalian.." Ucap Ayah.
"Ia Yah nanti Aku carikan,nanti ada aku kasi tau ayah." Ucap Reza menanggapi apa yang Ayahnya suruh.
"Ia nak,ayah sebenarnya ada rencana mau buka cabang Restoran kita disana tapi belum sekarang,tunggu urusan adik kamu selesai baru ayah pikirkan lagi." Ucap Ayah.
"Atau gini aja Yah,aku carikan rumah kita sekalian tempat untuk cabang Resto kita.aku banyak teman tau tempat yang strategis untuk buka cabang Resto kita Yah.." Ucap Reza memberikan Ayah pendapatnya mengenai rencana pembukaan cabang Restoran mereka di kota B.
"Ayah mau buka cabang dimana yah?" tanya Indira kembali bergabung dengan orangtuanya duduk menghadap meja makan.dia tadi mendengar sekilas ucapan orangtuanya dan abangnya.
"Ini masih rencana ayah,Ayah mau membuka cabang Restoran kita di pusat kota,kota B." Jawab ayah memberitahu Putrinya.
"Boleh juga itu Yah,Aku rasa pasti akan ramai kalau kita buka cabang disana yah..suruh abang ngurusnya, nyariin tempat yang bagus yah.." Ucap Indira ikut setuju kalau ayahnya membuka cabang usaha Restoran milik keluarga mereka di Kota B.
"Ayah sudah bicarakan sama abang kamu,ayah juga nyuruh abang kamu nyariin Rumah untuk kita.kalau kamu jadi pindah kesana tentunya kami pasti akan sering menemui kalian." Ucap Ayah lagi memberitahu Indira mengenai menyuruh Reza mencarikan tempat tinggal untuk mereka di kota itu.
"Aku sih setuju aja yah.Ayo kita sarapan ayah,Bunda,abang.." Ucap Indira kemudian mengambil piring mengambil nasi goreng yang dia masak tadi lalu memberikan untuk orangtuanya dan juga abangnya.
"Nanti kita bahas lagi mengenai itu, sekarang kita harus menyelesaikan urusan kamu dulu nak.." Ucap Ayah mengusap kepala Indira.
"Ia ayah.." Jawab Indira tersenyum.
Kini mereka berempat mulai sarapan pagi mereka.sampai 10 menit kemudian baru selesai,mereka pun bersiap-siap lalu tidak lama berangkat menuju kantor pengadilan.
sori yaa...aku koreksi
tanpa bukan tampa
konflik bukan komplik
make up bukan mekup
nggak bukan ngak.
ceritanya menarik..sayang msih banyak typo nya thor..
sukses trus untuk smuanya karyamu /Good//Good/