NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Kehidupan Kedua Pengembara Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dazhi

Shen Dazhi, seorang pengembara yang berhasil mengumpulkan 10 pusaka legendaris yang diturunkan oleh Dewa. Bukan hanya itu, dirinya juga berhasil mengalahkan pemimpin sekte aliran hitam terbesar dan menjadi salah satu orang terkuat di dunia.

Namun rasanya semua itu tidak sepadan karena banyak sekali rekan-rekan serta orang tersayangnya yang mati dimasa lalu karena ulah sekte hitam tersebut.

Sampai akhirnya, dirinya diberikan kesempatan kedua oleh Dewa untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan orang-orang berharganya.

Inilah cerita sang Pengembara dari masa depan yang kembali ke masa lalu untuk menulis ulang takdirnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dazhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Meninggalkan Rumah

Sudah hampir dua minggu semenjak percakapan Dazhi dengan ayahnya malam itu. Shen Guowei juga sudah berbicara kepada Xiao Xinyue agar mengizinkan anak mereka pergi ke kota bersama pamannya.

Awalnya Xiao Xinyue ragu-ragu atas usulan tersebut, namun setelah Shen Guowei menceritakan semuanya mengenai Dazhi yang mempunyai bakat sebagai seorang Kultivator, akhirnya Xiao Xinyue menyetujui permintaannya. Wanita itu juga ingin agar sang anak bisa lebih berkembang dan melakukan hal yang diinginkannya.

Keesokan harinya setelah perundingan singkat itu, kedua orangtuanya langsung menulis surat kepada sang Paman agar langsung datang ke rumah mereka untuk menjemput Dazhi.

Kini, setelah menunggu hampir dua minggu, akhirnya kereta kuda dagang milik pamannya telah datang.

"Qingxuan, ini uang untuk biaya makan Zhizhi. Kau ambillah."

Xiao Qingxuan alias paman Dazhi menggelengkan kepalanya begitu melihat Xiao Xinyue menyodorkan sekantong koin kepdanya.

"Ya ampun kakak, tidak perlu repot-repot. Aku sudah mempunyai cukup uang untuk membiayai Zhizhi."

Meskipun Xiao Qingxuan baru berusia 27 tahun, namun ia sudah mempunyai bisnis perdagangan sehingga bisa menghasilkan uang sendiri.

"Astaga kau ini, cepat ambil saja. Ini ambillah!"

Karena terus didesak oleh sang kakak, Xiao Qingxuan pun tak punya pilihan selain mengambil kantong berisi koin tersebut.

Dibelakang Xiao Xinyue, terdapat Shen Guowei. Dia juga hendak mengatakan sesuatu pada Xiao Qingxuan.

"Qingxuan, nanti kalau misalnya Zhizhi ingin masuk kesebuah sekte, tolong urus yah. Dia itu berbakat, sayang jika bakatnya disia-siakan."

"Baik kakak ipar. Sejujurnya aku tak percaya kalau anak sekecil itu sudah menjadi Kultivator. Tapi tenang saja, aku akan memastikan kalau anak itu berkembang bersamaku."

Xiao Qingxuan sudah mendengar tentang Dazhi yang seorang Kultivator dari surat yang dikirimkan. Ia tak percaya dengan apa yang ia baca, namun ketika melihatnya sendiri, Xiao Qingxuan jadi takjub kepada Dazhi.

"Nah, sekarang waktunya untuk pergi." Xiao Qingxuan berkata kepada Dazhi yang sedari tadi hanya diam saja.

"Ibu, ayah, aku pergi dulu. Lalu Yunyun, jangan terlalu sedih karena kangen kepada kakakmu yah~"

Dazhi bersalaman kepada kedua orangtuanya, ia lalu mengedipkan sebelah matanya ketika berpamitan dengan sang adik.

"Hati-hati Zhizhi, ibu akan selalu menunggu kepulangan mu."

"Dengarkan ucapan pamanmu. Jangan jadi anak yang nakal."

"Hus... Hus... Sana kak Zhi pergi. Aku tidak akan kangen kok!"

Dazhi tersenyum mendengar ucapan perpisahan dari keluarganya. Ia melambaikan tangan sebelum akhirnya naik keatas kereta kuda milik Xiao Qingxuan.

"Apa kau siap Zhizhi?"

"Ya paman!"

Xiao Qingxuan mulai memacu kudanya. Dazhi mengintip dari jendela kecil di kereta kuda, dari sana dirinya dapat melihat kelurganya yang perlahan menjauh dari pandangan.

Dazhi sekali lagi tersenyum. Ini adalah kedua kalinya dirinya berpisah dari kelurganya untuk menjelajahi dunia. Namun sekarang berbeda, dikehidupan pertamanya ia pergi hanya sekadar untuk melihat dunia. Sekarang, ia pergi demi sebuah tujuan yang pasti, tujuan untuk menulis ulang takdirnya agar penyesalan yang pernah ia alami tak terjadi lagi.

***

Tuk... Tak... Tuk... Tak...

Suara langkah kaki kuda terdengar. Sudah lima jam dirinya berada di kereta kuda tersebut, dan belum ada tanda-tanda mereka akan sampai.

"Paman, kita akan pergi kemana?"

"Kita akan pergi ke kota Jinling. Sepertinya kita akan sampai di kota itu besok malam, jadi nanti kita akan berhenti sejenak untuk tidur dan beristirahat."

Xiao Qingxuan menjawab sembari tersenyum. Dazhi tidak bertanya lagi, ia takut mengganggu pamannya yang sedang fokus mengendalikan kuda.

Kota Jinling, itu adalah kota tambang terbesar di kekaisaran ini. Banyak batu permata berharga yang ditemukan di kota Jinling. Dazhi berpikir sejenak, di kehidupan pertamanya, ia dan Xiao Qingxuan tidak pergi ke kota Jinling. Mungkin terjadi perubahan karena Dazhi yang seharusnya pergi saat umur 10 tahun malah pergi di umurnya yang ke-9 ini.

Lagipula Xiao Qingxuan adalah pedagang perhiasan. Jadi mungkin pria itu pergi ke kota Jinling untuk mendapatkan batu permata agar bisa membuat perhiasannya.

Karena tidak mempunyai pekerjaan apapun, akhirnya Dazhi memutuskan untuk membuka lagi Dantian-nya. Ia sudah mempunyai 18 Dantian ditubuhnya, mungkin jika menambah lagi, tubuhnya ini masih akan sanggup menerimanya.

Dazhi mulai meletakkan tangannya di titik-titik tertentu pada tubuhnya, ia perlahan membuka Dantian-nya.

Selama 30 menit, Dazhi berhasil membuka 2 lagi titik Dantian-nya. Ketika akan membuka satu lagi Dantian, tiba-tiba kereta kuda yang ditumpanginya berhenti secara mendadak. Hal ini membuat dirinya kehilangan fokus dan melakukan kesalahan.

"Uhuk!"

Dazhi memuntahkan darah dari mulutnya. Ia lalu segera membersihkan bercak darah tersebut agar Xiao Qingxuan tidak mengetahuinya.

Setelah bercak darah tersebut menjadi kinclong, Dazhi segera bangkit berdiri. Dirinya penasaran hal apa yang membuat kereta kuda berhenti mendadak.

"Ada apa paman?" Tanya Dazhi ketika dirinya keluar dari pintu kereta kuda.

"Ah, Zhizhi. Kau tunggu didalam dulu. Biar pamanmu yang mengurus ini."

Dazhi mengernyitkan dahinya, ia bisa melihat Xiao Qingxuan berhadapan dengan lima orang berpakaian serba abu-abu. Tangan pamannya itu memegang sebilah pedang, lalu dia juga memasang kuda-kuda seolah siap bertarung.

"Hey! Tinggalkan kereta kudamu disini. Maka kami tidak akan menyakitimu. Begitu saja repot!"

Suara salah satu pria berpakaian abu-abu terdengar. Dazhi memandangnya lamat-lamat seolah sedang memeriksa sesuatu. Ia akhirnya bisa melihat aura hitam yang dikeluarkan dari pria tersebut. Itu adalah aura kematian.

Pandangan mata Dazhi mendingin sedingin es. Anak itu juga mengepalkan tangannya erat-erat. Tidak salah lagi, mereka adalah orang-orang yang paling Dazhi benci.

"Pendekar aliran hitam..."

1
Blueria
up terus🌹👍💪
Anonim
up
Blueria
up up🌹
Dazhi anak sehat: siapp😁
total 1 replies
Blueria
kurang tinggi tingkat kultivasi mu Thor, makanya bingung🤭 hihi🤭
Dazhi anak sehat: iya ini, harus ditingkatkan lagii🤭
total 1 replies
Blueria
haha🤭
Blueria
Latihan Saitama🤣😭
Dazhi anak sehat: gak nyangka ada yang sadar🤭🤣
total 1 replies
Blueria
saya kasih 3🌹 biar tambah semangat
Dazhi anak sehat: terimakasih/Rose/, saya jadi tambah semangat buat up nya
total 1 replies
Blueria
Semangat berkarya, jangan pantang menyerah dalam menulis💪
Dazhi anak sehat: Terimakasih dukungannya/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!