Sequel dari 'One Night Love Devil dan Raniaku, Canduku'.
Zoe terpaksa menikah dengan Aarav, pria yang dijodohkan dengannya sejak ia masih bayi oleh daddy-nya.
Gadis itu awalnya menolak untuk dinikahkan dengan Aarav sebab menganggap bahwa pria itu tidak normal karena pekerjaannya yang sebagai MUA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Zizi tidak bisa menahan Zoe untuk naik ke ruangan Zack meski pun dia sudah menarik pergelangan tangan calon kakak iparnya itu dengan sekuat tenaga.
"Aku bilang tidak usah, Kak Zoe, ini masih jam kantor," pkata Zizi setelah mereka berdua keluar dari lift. Sekarang ini mereka sudah sampai di lantai sekian tempat ruangan Zack berada.
"Tidak apa-apa, Zizi, tenang saja," kata Zoe seraya terus berjalan menuju pintu ruangan Zack. Namun, langkah mereka langsung terhenti saat mendengar suara aneh.
"Suara apa itu Zizi?" tanya Zoe. Sementara Zizi hanya memejamkan matanya kuat-kuat sambil menggigit sudut bibirnya. Memang ini yang dia takutkan, Zoe mendapati Zack sedang bermain bersama sekretarisnya. Sekarang Zizi sangat menyesal karena kemarin sudah mencurahkan semua kekesalannya terhadap Zack kepada Zoe.
"Kak, sebaiknya kita pergi saja dari sini. Kalau tidak, Zack pasti akan sangat marah karena kita mengganggu kegiatan mereka." Zizi kembali menarik pergelangan tangan Zoe, tapi sayangnya Zoe tetap bersikeras menguping suara-suara aneh tersebut.
Zoe langsung bergidik, bulu kuduknya jadi merinding. Suara di dalam sana seketika mengingatkannya dengan kejadian beberapa hari lalu saat Aarav memaksanya. Awalnya dia memang berteriak memohon agar Aarav tidak melakukan hal seperti itu padanya, tapi setelah suaminya mulai beraksi, perlahan-lahan ucapan yang keluar dari mulutnya berganti menjadi suara aneh seperti di dalam sana. Zoe curiga, jangan-jangan Zack sedang ....
BAM!
Zoe yang emosi langsung membuka pintu ruangan Zack dari luar dengan kasar. Dan ternyata benar dugaannya, Zack tengah dijadikan kuda di atas kursi oleh sekretarisnya sendiri.
"S**t! Menjijikkan sekali," umpat Zoe sambil berbalik memutar posisi membelakangi pemandangan tersebut, begitu pula dengan Zizi yang saat itu berdiri di belakang Zoe.
"Kak Zoe, aku 'kan sudah bilang, sebaiknya kita pergi saja," bisik Zizi tapi masih bisa didengar oleh Zoe.
"Berarti kamu sudah tahu, Zi, seperti apa kelakuan tunanganmu selama ini?" ucap Zoe tidak menyangka.
Zizi terdiam sambil menunduk.
Zoe hanya mendengus melihat hal tersebut. Berarti dugaannya benar, Zizi sudah mengetahui semuanya tapi lebih memilih untuk diam demi menutupi semua kelakuan menjijikkan Zack di belakang keluarga besar mereka.
Sementara itu di dalam sana, Zack dan Amanda buru-buru menghentikan aktifitas kuda-kudaan mereka. Kedatangan Zoe dan Zizi benar-benar bukan diwaktu yang tepat.
"Kak, lain kali kalau kamu ingin masuk ke ruanganku, ketuk pintunya dulu," kesal Zack sembari merapikan kembali pakaiannya. Begitu pula dengan sekretarisnya.
'Baru juga pemanasan, pengganggu tiba-tiba saja datang,' kesal Zack dalam hati.
Zoe langsung berbalik. "Oh, jadi seperti ini kelakuanmu di belakang kami, Zack, hm? Ternyata diam-diam kamu menjalin hubungan dengan wanita itu."
Bukannya mengakui kesalahannya, Zack justru malah berbalik memarahi Zizi.
"Zizi! Pasti kamu sengaja 'kan membawa Kak Zoe kemari agar rahasiaku terbongkar!" Zack menatap Zizi dengan tajam penuh kebencian.
Zizi menggeleng. "Bu-bukan aku."
"Berhenti menatap tunanganmu seperti itu, Zack!" teriak Zoe. "Sekarang juga, pecat perempuan kurang ajar ini. Aku sangat tidak menyukainya. Dia perempuan yang licik!" tambah Zoe sambil menunjuk-nunjuk ke arah Amanda.
Amanda yang ketakutan melihat Zoe buru-buru, pamit untuk keluar dari ruangan Zack. Namun langkahnya seketika terhenti ketika Zoe menghadang langkahnya.
"Mau pergi ke mana kamu?" tanya Zoe. Matanya seketika tertuju pada cup kopi yang ada di atas meja. Dengan cepat Zoe mengambilnya dan dengan sengaja menumpahkan di sekitar sepatu wanita itu. "Bersihkan!" titah Zoe. Dia ingin membalas perbuatan Amanda terhadap Zizi.
Amanda berdiri mematung di tempat sembari melihat ke arah Zack seolah meminta perlindungan. Zack yang melihat hal itu pun langsung protes.
"Kak, apa yang kamu lakukan?" tanya Zack.
"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, Zack. Wanita ini sangatlah licik. Tadi dia dengan sengaja menumpahkan kopinya dan menyuruh Zizi untuk membersihkannya."
Zack hanya terdiam sambil menatap Amanda dengan penuh tanya. Perasaan saat wanita itu tadi masuk, Amanda mengadu padanya dan mengatakan kalau Zizi lah yang dengan sengaja menyiram pakaiannya menggunakan kopi. Katanya lagi, Zizi cemburu karena sudah merebut dirinya dari gadis tersebut. Entahlah. Zack tidak tahu mana yang benar dan mana juga yang salah. Tapi sepertinya perasaan cintanya terhadap Amanda sudah membuat matanya buta akan fakta yang terjadi.
"Cepat bersihkan!" teriak Zoe pada Amanda sambil melemparkan kotak tissu ke arah perempuan itu.
Amanda menangis, sambil melihat ke arah Zack. Namun saat melihat Zack diam saja dan tidak melakukan pembelaan untuknya, dia pun terpaksa menuruti perintah Zoe untuk membersihkan kopi yang mulai merembes di sekitar sepatunya tersebut.
zack tdk berbuat kasar dgn zizi
biar zack sadar akan posisinya yg sudah bertunangan dgn zizi