NovelToon NovelToon
Jadi Tawanan Preman Galak

Jadi Tawanan Preman Galak

Status: tamat
Genre:Mafia / Obsesi / Konglomerat berpura-pura miskin / Tamat
Popularitas:93.1k
Nilai: 5
Nama Author: Candradimuka

Kesialan hidup Suri dimulai setelah dia menyelamatkan seorang preman yang sekarat. Niat Suri cuma menjadi manusia baik dan punya kontribusi sosial menolong yang susah, ternyata malah jadi alasan dirinya terjebak dalam belenggu posesif preman aneh.

Preman itu tidak mau menyebutkan namanya, tidak mau menjawab pertanyaan Suri, melarangnya bekerja dan tidak mau pergi, hingga rasanya seluruh hak pribadi Suri direnggut paksa.

Tapi, dia preman yang bisa memberi bertumpuk-tumpuk uang pada Suri seperti sedang meludah.

*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candradimuka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Makan Duit

Suri tuh termasuk enggak cengeng, loh. Demi Tuhan. Ia bisa melewati waktu berbulan-bulan enggak nangis sama sekali biarpun hidupnya susah.

Bukan tegar sih sebenarnya. Suri cuma capek menangis. Sejak ditinggal Arul, sejak menghabiskan waktunya menangis berbulan-bulan, Suri capek karena nyatanya Arul tidak pulang karena tangisan.

Tangisan enggak ngubah nasib, sialann!

Suri sering berteriak begitu ke dirinya.

Paling kalau galau, Suri menyesap rokok.

Namun sekarang Suri capek. Cowok tidak jelas ini semena-mena padanya. Melarang Suri kerja, melarang Suri bahagia, melarang Suri banyak bicara, padahal dia hidup juga karena Suri yang tolong!

"Enggak usah nangis."

Dia meletakkan tumpukan uang ke depan Suri, yang jumlahnya berkali-kali lipat dari kemarin.

"Buat lo. Jadi diem," katanya, macam memberi anjing tulang biar berhenti menggonggong.

Suri malah menangis semakin kencang.

Siapa sih yang tidak suka dikasih uang? Suri juga suka. Suri benci uang tapi dengan uang ia tak perlu menderita.

Pertanyaannya, siapa yang suka dikurung dalam tempatnya sendiri, bersama cowok menyeramkan yang meremukkan HP kalian pakai tangan, meskipun dikasih uang?

Kalau dia bosan terus meremukkan leher Suri, uangnya bisa dia ambil lagi!

"Gue bilang jangan—"

"Abang!" Suri menangis histeris. "Abang pulang! Abang!"

Tanjung tiba-tiba menarik tangannya lagi, bikin tangisan Suri makin histeris.

Namun macam mainan anak-anak yang mendadak habis batrei, tangisan itu lenyap ketika tubuhnya dipeluk.

Suri cengo. Kaget bukan main cowok menyeramkan ini ternyata bisa punya hati memeluk seorang cewek.

"Hiks." Juwita mewek, tapi kali ini tanpa suara.

"Diem. Enggak usah nangis."

Tak tahu kenapa, Suri memeluk punggung Tanjung dan menangis kembali. Tapi kali ini bukan karena ia takut, namun karena barusan Tanjung melakukan apa yang dulu Arul pernah lakukan.

"Diem," kata Arul saat Suri menangis karena demam. "Enggak usah nangis. Nanti Abang beliin es krim."

Dasar badjingan!

Kemarahan Suri mendadak berpindah pada Arul yang menghilang entah ke mana.

*

Apa itu tadi?

Tanjung menatap langit-langit kamar Suri sambil berusaha memikirkan kejadian tadi.

Kenapa Tanjung memeluknya? Tidak, kenapa Tanjung berpikir memeluknya?

Seumur hidup Tanjung, memeluk seseorang itu sudah seperti keharaman mutlak. Tanjung cuma pernah memeluk pinggang cewek yang duduk di atasnya dalam keadaan telanjangg.

Cewek di hidup Tanjung pun cuma sekitaran itu. Perempuan murahan, perempuan gampangan, perempuan yang fungsinya cuma jadi pemuas.

Makanya Tanjung heran. Datang dari mana dorongan memeluk Suri?

Orang menangis itu ditampar. Iya, kan? Tidak jelas menangis karena apa. Sudah dikasih uang pun masih saja menyusahkan.

Kenapa?

"Oi."

Tanjung menoleh pada Suri yang tiba-tiba sudah di sebelah ranjang, menarik-narik kausnya.

Kasar, Tanjung menepis dia. "Apa lagi?"

"Laper."

".... Terus? Lo mau uang lagi?"

Matanya masih merah dan bengkak tapi dia sudah melotot. "Kulkas enggak ada isinya! Gue mau makan di luar tapi lo larang keluar! Terus gue makan apa? Makan duit?"

Tanjung menatap dingin. "Siapa yang suruh lo teriak?"

Lihat, dia lemah. Diberi kalimat itu saja langsung terkesiap takut.

Kenapa pula dia masih punya keberanian bicara sok hebat di depan Tanjung?

"Makan," cicit Suri. "Yaudah lo temenin. Ayok."

Tanjung melirik jam, baru sadar sekarang sudah jam sembilan malam.

Karena sebenarnya Tanjung juga lapar, ia bangkit, berjalan di depan Suri.

"Lo enggak pake jaket?" tanya dia tiba-tiba. Tepat sebelum Tanjung membuka pintu.

Tapi karena menurut Tanjung pertanyaan dia tidak penting, ia tak menjawab. Cuma lanjut berjalan.

*

1
Kurnia Triartanti
plisss, lanjut kak
Rafkah
tnjung kyk org amesia
Rafkah
gk ppa kmu bnyk sury asl jgn ngrokok. gk enk kesan ny
Lintang Villa
bagus, tulisannya mudah dipahami ini jejeran novel terbagus sih _ menurutku
Mei Muntiani
Luar biasa
Sulaiman Efendy
KOQ GANTUNG CERITANYA.... BIKIN KECEWA....
secret 🌪️
kaka author novelnya ko ga dilanjutin padahal lagi seru"nya
Take: iya kan :((( kangen Tanjung pake banget
total 1 replies
Sadar Usman
novel yg paling keren yg pernah gue baca.. sehat slalu thoor..
Sadar Usman
paling ga suka cewek ngeroko alaw cuma dlm cerita ..semangat thorr
secret 🌪️
ceritanya seru bikin penasaran tingkat dewa terus emosi nya dapet ga datar pas bacanya
secret 🌪️
ceritanya seru bikin penasaran tingkat dewa terus emosi nya dapet ga datar pas bacanya👏
Helmi Manalu
pertahankan terus istri dan anak mu Tanjung,,, jangan menyerah... lanjut thor semangat,,
Rumi Tirta
ceritanya unik
Helmi Manalu
jangan pisahkan Suri,Rana,sama Tanjung dong Thor
Kam1la
keren... bikin deg degan...
Raning Raning
bagus thor semangat upnya
Kam1la
seru....!
Helmi Manalu
sdh mulai seru nih,,,deg-degan,apa suri bakalan ninggalin Tanjung nggak ia,,, lanjut thor semangat
Kam1la
like kak...
Helmi Manalu
kira"kertas apa itu ya,,,jd penasaran... lanjut thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!