Wanita muda itu bernama Aurelia Meydina Admajaya adalah anak dari seorang mantan Tentara yang punya nama di kota J... Tidak pernah terpikirkan Aurelia harus mengikuti jejak kakak perempuannya menikah dengan seorang Tentara....
Aurelia Hanya ingin menjadi Guru dan menjalani hari-harinya dengan mengajar di sebuah sekolah dasar di kota J....
Karna gadis kecil yang ditolongnya itu membuat Aurelia harus menikah dengan Ayah dari tadi kecil itu....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althin Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24 Belum Siap
"Bukan begitu maksudku, kak. tapi****“ kataku terhenti, karna kak Darlen kembali menciumku dan kali ini lebih dalam lagi.... Tanpa kami tahu pintu kami terbuka dan mama Irma yang lewat dari depan pintu kamar, dan melihat kak Darlen sedang menciumku.....
" Cecil, ayo cucu oma. Kita kedepan, ada Tentara-tentara yang sedang lari melewati rumah" kata mama Irma sambil menutup pintu kamar kami dan mengunci kami dari luar. Mencegah Cecil untuk datang mengganggu kami. Karna mama Irma sendiri tahu bahwa aku dan kak Darlen sama sekali tidak pernah melakukan malam pertama kami setelah menikah...
Kak Darlen terus menciumku dan membawaku ke tempat tidur... Aku hanya diam dan mengikuti alur ciumannya... Dia menggigit bibirku lembut agar aku mau sedikit membuka mulutku... Akhirnya dia berhasil membuat bibirku terbuka, membuat dia menggila mencium bibirku....
Dia tidak hanya mencium bibirku tapi kini turun ke leherku... Dan aku begitu kaget ketika tangannya meremas payudaraku. Sketika mataku terbelalak dan aku tidak bisa menutupi rasa panas yang kini membara di dalam aliran tubuhku....
"Oh, Tuhan... Apakah aku harus menyerahkan kesucianku untuknya yang kini menjadi suamiku?... Tapi Tuhan,,, kami menikah kaarena aku menyayangi Cecil bukan seperti ini... Tapi,,, aku hatiku tidak bisa memungkiri, bahwa aku mulai menyukainya" guman Lia dalam hati
Darlen menghentikan ciuman panasnya "Dek, kita bisa melakukannya?" tanya Darlen...
"A***, aku,,,,,," Aku gugup, tidak tahu mau jawab apa...
Darlen bangun dari posisinya yang tadi menindih aku "Jika adek belum siap. Kita akan melakukannya lain kali saja" kata darlen dan beranjak meninggalkan ku sendiri yang bingung di tempat tidur dengan rambut dan baju yang sudah acak-acakan...
"Ma, dimana Cecil? " tanya Darlen....
"Ha.... Oh, itu Cecil. Sedang main dengan anak tetanggmu" Jawab mama Irma...
"Mama tadi mengunci pintu kamarmu. Mama khawatir Cecil akan melihat kalian di kamar" ucap mama...
"Mama rasa semua yang ada dirumah ini, sudah beres... Tunggu kau kembali dari tugas dan kalian bisa tinggal di sini" ucap mama Irma...
******
Jam 07.00 malam...
Kami sampai di rumah... Aku dan Mama Irma langsung ke dapur untuk menyiapkan malam malam. Sedangkan Darlen membawa Cecil langsung ke kamar untuk tidur sampai makan malam siap. Karena Cecil sudah ketiduran selama perjalanan pulang...
Setengah jam kemudian, makan malam telah siap dan tertata rapi di meja makan... Mama masuk ke kamarnya untuk mandi, begitu juga aku menaiki tangga menuju ke kamarku...
Aku melihat Ayah dan anak itu masih tidur di kamar Cecil... Aku masuk ke kamar dan menuju ke kamar mandi... aku membersihkan diriku. Setelah itu aku membangunkan kak Darlen dan juga Cecil untuk makan malam....
"Kak, Cecil... Ayo bangun, kita makan malam"... kataku membangunkan mereka berdua....
10menit kemudian, kita semua sudah duduk di meja makan... kami menikmati makan malam dengan tenang... Dan setelah makan malam... kami langsung tidur... Karena Cecil memang masih mengantuk. Makannya saja aku yang suapin...
Di dalam kamar, aku dan kak Darlen hanya diam... Kami tidur dalam diam tanpa mengucap satu katapun... Tiba-tiba dia memelukku "Biarkan begini saja, aku ingin tidur dengan memelukmu" katanya sambil mempererat pelukannya... Wajahku menempel di dada bidangnya. Nafasnya berhembus di puncak kepalaku... Kamipun tidur dengan lelap malam itu...
biar gk membingungkan
trus tulisan Kat ku itu di hilangkan,,