NovelToon NovelToon
Hasrat Tuan Majikan

Hasrat Tuan Majikan

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Beda Usia / Harem / Tamat
Popularitas:159.1k
Nilai: 5
Nama Author: teh ijo

Karena tuntutan hidup, Green harus menerima tawaran pekerjaan untuk menjadi seorang asisten rumah tangga. Green yang malang tidak tahu jika dia sedang bekerja pada orang yang telah memecatnya beberapa hari yang lalu. Dia adalah Anyer, pria yang sering bergonta-ganti pasangan setiap malamnya. Mampukah Green bertahan untuk mengahadapi majikan yang selalu menguji kesabarannya?

Ikuti terus kisah cerita Green dan Anyer ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teh ijo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasrat Tuan Majikan | 24

Air mata dalam kesunyian malam menjadi saksi bagaimana kesucian seorang Green terenggut paksa oleh majikannya sendiri. Ia tak menyangka jika akan menjadi mangsa majikan yang memang seorang buaya.

Setelah melakukan pembobolan, Anyer langsung terlelap dalam tidurnya, sementara Green memilih untuk meninggalkan kamar sang majikan. Didalam kamar mandi ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin dengan perasaan sangat hancur. Kehormatan yang dijaga selama ini hancur begitu saja, terlebih pada majikan yang sedang dalam pengaruh alkohol dan juga pengaruh obat perangsang.

“Ayah ... ibu, maafkan Green. Green tidak bisa menjaga diri Green dengan baik. Sekarang Green sudah hancur di tangan majikan Green sendiri.” Green masih menangis apa yang baru saja terjadi padanya. Kesucian yang seharusnya ia berikan kepada suaminya nanti, kini telah hilang.

Tak peduli bagaimana dinginnya air yang membasahi seluruh tubuhnya, ia terus mengguyur tubuhnya tanpa ingin berhenti. Bukan hanya itu saja, Green juga mengurung diri di dalam kamar mandi.

***

Malam panjang telah berlalu dan kini sang fajar telah menyingsing, mengeluarkan cahaya keemasannya untuk mulai menghangat dunia.

Perlahan Anyer membuka mata, karena ponselnya berdering. Kepalanya sungguh terasa berat, bahkan ia merasakan punggungnya terasa sakit dan perih. Sambil menguap, karena masih merasa mengantuk, ia meraih ponsel yang berada diatas nakas.

“Halo ada apa?”

[ Tuan, apakah ada masalah? Mengapa Anda belum sampai di kantor? Bukankah pagi ini Anda ada jadwal meeting? ]

Anyer sama sekali tidak mengingat jika pagi ini ia ada meeting penting. Ia merutuki dirinya sendiri dan segera menyibakkan selimut, karena hendak ke kamar mandi. Namun, matanya harus membuat dengan lebar ketika melihat jika ternyata saat ini dirinya sedang toples. Tak ada satu kain yang menempel di tubuhnya.

“Astaga!” pekiknya karena sangat terkejut.

[ Tuan, Anda kenapa? ]

Bukannya menjawab, tetapi Anyer malah mengakhiri panggilan telepon tanpa ingin menjawabnya terlebih dahulu.

“Apa yang terjadi?”

Anyer benar-benar bingung dengan apa yang telah terjadi padanya. Belum juga bisa mengingat apa-apa, matanya kembali di terkejutkan dengan bercak merah yang ada di sampingnya.

“Noda merah? Apakah tadi malam aku membawa ja la ng pulang? Tidak, aku masih bisa mengingat jika aku pulang dengan Biru. Lalu keperawanan siapa yang sudah aku pecah?” Anyer menjambak rambutnya untuk mengingat dengan siapa tadi malam ia memanjakan juniornya.

Duduk termenung dan ...

“Green,” gumamnya.

Saat itu juga ia mengingat jika tadi malam ia memanjakan juniornya bersama dengan Green. Dengan cepat ia merutuki kebodohannya. Entah mengapa bisa ia tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri.

“Bodoh ... bodoh dasar bodoh!” umpatnya dengan kesal.

Sekalipun Anyer adalah pemain wanita, tetapi tak pernah sedikitpun bermain tanpa kesadaran. Dan tadi malam adalah kali pertamanya ia bermain tanpa kesadaran dari dirinya sendiri. Ia pun yakin jika ada seseorang yang telah memberikan obat padanya.

Helaan napas terasa begitu berat saat ingin meninggalkan kamarnya. Bahkan pagi ini ia tidak mempermasalahkan saat tak menyiapkan perlengkapan untuknya. Ada setitik rasa bersalahnya pada gadis polos nan bar-bar itu.

“Selamat pagi, Tuan,” sapa madam Re saat melihat tuan majikan berjalan menuju meja makan. Terlihat sarapan untuknya sudah terhidang di meja. Sebelum menarik kursinya, mata Anyer celingukan untuk mencari sosok Green yang tak terlihat.

“Dimana dia?” tanyanya pada madam Re.

“Maksud Tuan si Green? Em ... apakah anak itu tidak meminta izin terlebih dahulu kepada Anda jika hari ini ada kuliah pagi?”

Anyer menggeleng dengan pelan. “Tidak ada.”

“Aduh gimana sih anak itu!” gerutu Madam Re dengan pelan. Ia takut jika majikan akan marah dan memecat Green, sementara Green masih mempunyai hutang padanya. “Maaf Tuan, nanti setelah anak itu pulang saya akan menegurnya dan menyuruhnya untuk meminta maaf kepada Anda.”

“Tidak perlu!”

Jantung madam Re mendadak ingin berhenti ketika mendengar jawaban sang majikan. Ia benar-benar sangat takut jika Green akan dipecat.

“Apakah makanan ini dia yang memasaknya?” tanya Anyer yang menunjuk makanan yang telah tersaji.

Dengan cepat madam Re mengangguk. “Iya Tuan. Green yang memasaknya. Ada apa?”

“Tidak ada! Ya sudah, ambilkan tempat bekal!”

“Anda ingin membawa bekal?” tanya madam Re terkejut.

Bola mata Anyer langsung menyorot pada madam Re. Dengan cepat wanita itu pun segera berlari ke dapur untuk mengambilkan tempat bekal.

***

Green yang merasa hatinya sedang hancur sengaja meninggalkan rumah Anyer lebih awal. Bukan untuk kuliah, melainkan untuk menenangkan dirinya. Ia pun terpaksa berbohong kepada madam Re agar bisa pergi dengan mudah.

“Green, lo kenapa?” tanya Jingga, saat Green tiba-tiba memeluk tubuhnya sambil menangis.

“Jingga, gue udah hancur. Rasanya gue pengen mati aja! Gue enggak mau hidup lagi!”

Jingga yang beberapa hari ini tidak bertemu dengan Green merasa sangat terkejut dengan kata-kata sahabatnya. Entah apa yang terjadi pada sang sahabat, karena selama menjalin persahabatan ini adalah kali pertama Green ingin menyerah atas masalah hidupnya.

“Green, lo tenang dulu. Ayo kita masuk!” Jingga memapah tubuh Green untuk masuk ke dalam rumahnya.

“Lo kenapa, Green? Ada masalah apa lagi? Lo hancur kenapa? Apakah lo dijual sama Abang lo?”

Kepala Green menggeleng dengan pelan. Air matanya terus jatuh membasahi pipin. Bahkan sesekali Green menarik kembali ingus yang akan keluar dari hidung.

“Astaga anak ini jorok sekali, sih!” gerutu Jingga yang kemudian meleparkan tisu pada Green.

“Jingga gue itu udah hancur! Lo tahu enggak sih kata hancur?”

Jingga yang tidak percaya hanya bisa menautkan alisnya. “Jadi maksud lo, lo udah gak perwa—wan,” ucapnya dengan ragu.

Kepada Green mengangguk dengan pelan, membuat Jingga terbelalak dengan lebar.

“Astaga! Yang bener aja, Green? Lo di perkaos? Sama siapa?”

Seketika Green terdiam sambil menatap lekat mata Jingga. “Sama bos lo.”

“Haah? Yang bener aja, Green? Gak mungkin bos gue mau perkaos orang sembarangan. Meskipun dia hobinya main sama wanita bayaran, tapi enggak mungkin dia perkaos lo, Green! Atau jangan-jangan lo yang pancing!”

Green mengernyit sinis. “Sembarangan banget sih mulut lo, Jingga! Gue ini baru kena musibah, tapi lo sama sekali gak ada simpatiknya sama gue. Dan lebih parahnya lagi lo ngira gue mancing tuh buaya? Gue masih waras, Jingga!”

“Sory Green. Gue gak bermaksud seperti itu. Gue beneran kaget aja. Jadi giman ceritanya lonbisa di perkaos sama pak Anyer. Duh, sayang banget sih kenapa harus dia! Dia kan bekasnya orang banyak. Gimana kalau sampai bawa penyakit?”

“Jingga!” sentak Green. “Lo bener-bener ya!”

...~BERSAMBUNG~...

1
est
ndak usah urus kakak kampret tu
Rena utami
jadi unboxing ini kyknya😎
Rena utami
bener2 si biru itu abang terkutuk..ga punya tg jwb dan ga ada sedikitpun kuatir sm adiknya😡
Rena utami
memecat thor..knapa jadi bolak.balik memencet?😁😁
Sari Rahayu
mana kelanjutan'a....
Rena utami
hishh.anyer jorok ah...baunyaaaa...smpe di mari .alhasil netijen tutup hidung berjamaah🫢😂😂
Rena utami
polosnya green...bukan itu dodol....ngajak.com🤣🤣
Rena utami
ya ampun, tuh abang lucknut bener dah ah....di sunat lagi aja green..
Rena utami
paling nnti anyer jatuh cinta sm green
Rena utami
aish..aish..enak kali kontraknya...sultan mah bebaasss...dasar anyer gelo😁
Rena utami
green, udh..cari kerja baik2...skripsimu selesaiin...kkmu ga usah kau urusin..biar aja dia cari makan ndiri.
Rena utami
mana ada yg begitu..green benar2 berlebihan, ga punya etika
melting_harmony
Luar biasa
Siti Nuzula
kasihan green
Haryati
Anyer sak Jane awakmu Ki piye je
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
Anyer tdk ada rasa tanggungjawab utk menikah sama setelah meragut perawan Green..... egois bgt kamu Anyer...
Nur Nuy
lanjut paling tar green di unboxing LG hihihi
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Haryati
waah biru sesat nih...
Ama
ku kira biru kerja di rumah itu bakalan jadi maling🤣 ternyata gk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!