“Aku mencintai Kak Zaky.” Ucap Naya pada sosok laki-laki yang berstatus sebagai kakaknya.
Air mata Naya tidak bisa ditahan lagi dan keluar begitu saja saat mengetahui kenyataan bahwa hari ini adalah hari pertunangan Zaky, yang tak lain adalah kakaknya. Atau lebih tepatnya kakak angkat.
“Kamu ini sedang mengigau ya, Nay? Kakak baru saja bertunangan. Lagipula kita ini bersaudara.” Ucap Zaky sambil meperlihatkan jari manisnya yang sudah tersemat cincin pertunangan.
“Aku berkata jujur, Kak. Dan tidak sedang mengigau. Apakah salah kalau aku mencintai Kak Zaky? Kita bahkan tidak ada ikatan darah sama sekali.” Tekan Naya sambil mengusap air matanya, lalu pergi meninggalkan Zaky yang masih diam membisu.
Yuk simak awal mula dan kelanjutan kisah cinta mereka🤗🤗
Happy Reading!😄
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 24 ~ Salah Lihat
Setelah sampai di dalam café, Naya memperhatikan sekitar dan mencari tempat yang paling nyaman. Akhirnya ia memilih tempat paling pojok dan menghadap langsung pada sebuah taman. Naya sengaja memilih yang indoor daripada outdoor. Dan meskipun di café itu juga ada private room, Namun Naya sama sekali tidak ingin di ruangan itu.
Naya duduk sembari menelisik sekitarnya. Siapa tahu pemilik mobil tadi juga ada di sana. Rupanya tidak ada. Atau mungkin ia salah lihat. Lagi pula banyak sekali mobil seperti itu.
Ting
“Jangan lama-lama, Nay perginya!”
Naya hanya membaca pesan dari Zaky tanpa niat membalasnya. Sungguh posesif sekali laki-laki yang berstatus kakak sekaligus kekasih itu. biarlah nanti saja ia akan menjelaskan semuanya pada Zaky mengenai pekerjaan dadakannya ini.
“Eh, bukannya Kak Zaky juga ada di sini kalau tadi ada mobil Kak Reva.” Gumam Naya. Tapi setelah itu ia tidak mau tahu lagi. entah Zaky bersama Reva atau tidak. Bukankah dirinya sudah menguatkan hati dan berjanji untuk tidak saling cemburu.
Akhirnya Naya memilih untuk memulai pekerjaan barunya. Ia juga sudah memesan minuman dan makanan ringan sebagai teman untuk mengoreksi tugas dari mahasiswa Pak Nevan.
Sebenarnya bukan masalah sulit bagi Naya untuk menjalani pekerjaan ini. karena memang ia terkenal mahasiswa cerdas dan berbakat. Jadi tidak membutuhkan waktu lama bagi Naya dalam mengoreksi soal esai tugas mahasiswa Pak Nevan.
Cukup lama Naya berada di café itu. sampai jam makan siang pun tidak ada tanda-tanda dosennya datang seperti janjinya. Tugas Naya juga sudah selesai. akhirnya ia beranjak dan bergegas pergi meninggalkan café.
“Nay! Apa sudah selesai?” tiba-tiba saja Nevan datang.
Pria itu terlihat sangat buru-buru. Bahkan wajahnya juga kelelahan. Akhirnya Naya kembali duduk dan memesankan minuman untu dosennya.
“Apa kamu akan pulang? maaf, Nay tadi saya banyak sekali pekerjaan. Setelah jadwal mengajar, saya ke kantor dulu.” Ucap Nevan merasa bersalah karena membuat Naya menunggu.
“Ehm, sebenarnya pekerjaan saya juga sudah selesai, Pak. jadi saya tadi berencana pulang.” jawab Naya.
Tak lama kemudian seorang pelayan datang membawakan minuman pesanan Nevan. Nevan langsung meneguk minuman hingga tandas. Setelah itu Nevan berdiri dari tempatnya duduk.
“Ayo Nay saya antar kamu pulang!” ajak Nevan.
“Tidak usah, Pak. saya akan pulang sendiri. Lagipula saya langsung ke kantor Papa.” Tolak Naya dengan halus.
“Ya sudah saya antar kamu ke kantor Papa kamu.” Ucap Nevan sekali lagi dengan suara sarat anti penolakan.
Akhirnya Naya pasrah. setelah itu mereka berdua berjalan menuju parkiran mobil. Namun tiba-tiba Naya merasa ingin ke toilet sebentar dan sepertinya tidak bisa ditunda lagi.
“Pak, Pak Nevan duluan aja. Nanti saya nyusul. Saya mau ke toilet sebentar.” Pamit Naya dan Nevan hanya mengangguk saja.
Kini Nevan berjalan seorang diri menuju parkiran. Dia terkejut saat tiba-tiba di dekat mobilnya ada seseorang yang sangat dia kenali. Tangan Nevan terkepal kuat saat melihat pria itu dengan seorang perempuan. Bahkan di tempat seperti ini pria itu berani berciuman.
Mata Nevan memerah menyaksikan adegan tak pantas itu. namun beberapa detik kemudian perempuan yang baru saja berciuman dengan pria itu, langsung masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan café.
Nevan mempercepat langkahnya mendekati pria itu. bahkan tidak segan-segan ia melayangkan pukulan tepat mengenai rahang pria itu.
Bugh
Pria yang bernama Aksa, yang tak lain kakak ipar Nevan itu seketika jatuh tersungkur setelah mendapat pukulan secara tiba-tiba.
“Berengsek!!!” umpat Nevan sambil menarik tubuh Aksa dan hendak memukulinya lagi.
Bugh
Nevan berhasil memukul Aksa. Namun pukulan keduanya berhasil ditepis oleh Aksa. Justru Nevan lah yang mendapat serangan balik. Orang-orang sekitar yang melihat ada yang berteriak histeris setelah melihat Nevan adu jotos dengan kakak iparnya sendiri. Namun taka da satu orang pun yang berani memisahkan.
“Baj***an! Kalau kelakuan kamu terus seperti ini lebih baik tinggalkan Stella!” umpat Nevan sambil mencengkeram kerah baju Aksa.
Sementara Aksa hanya tersenyum sinis menatap adik iparnya yang sejak dulu tidak pernah akur dengannya.
“Lebih baik kamu saja yang bilang pada kakak kamu tercinta itu. kalau dia sudah tidak lagi mengemis cintaku, aku akan rela melepasnya.” Jawab Aksa tanpa rasa berdosa sama sekali.
Nevan semakin geram mendengar jawaban kakak iparnya. Walau semua itu benar adanya. Kemudian tangannya terkepal dan hendak memukul Aksa lagi.
“Pak Nevan!!” Teriak Naya dan buru-buru mencegah Nevan yang akan memukul Aksa.
Akhirnya Nevan menghempaskan tubuh Aksa begitu saja. setelah itu ia mengusap sudut bibirnya yang sempat mengeluarkan darah akibat pukulan Aksa tadi.
“Pak Nevan nggak apa-apa?” tanya Naya khawatir.
“Apakah dia kekasih kamu? Apakah boleh aku meminjamnya sebentar, Van? Buat temanku berkencan semalam.” Ucap Aksa sambil menatap Naya dengan tatapan berbeda.
Nevan semakin marah. Dia ingin memukul Aksa lagi namun dengan cepat Naya mencegahnya.
“Pak, lebih baik kita pergi sekarang!” ajak Naya dan segera menuju mobil Nevan meninggalkan Aksa dengan wajah penuh lebam.
Kini Nevan sudah berada di mobilnya bersama Naya. Dia masih diam dengan amarah yang memenuhi hatinya. Sudah seringkali Nevan memergoki kakak iparnya itu jalan dengan perempuan lain. Dan dengan perempuan tadi lah yang sering Nevan jumpai.
Aww....
Tiba-tiba Nevan merasa perih di bibirnya setelah merasakan tangan seseorang menyentuhnya dan memberikannya obat. Nevan memegang tangan itu dan menatap dalam netra Naya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️