Adzkiya Zanna Myesha, putri dari Rasya Bramantio dan Tazkia Shafia. Adzkiya memiliki satu orang adik perempuan Zakia Afza Almahrya, jarak umur antara adik kakak ini hanya 2 tahun.
Adzkiya tumbuh dengan kasih sayang Nenek dan kedua orang tuanya, tetapi kasih sayang orang tuanya perlahan mulai memudar sejak suatu insiden yang menimpa keluarganya. Adzkiya harus menelan pahit pahit apa yang sudah menjadi takdirnya, ia dijauhi sang Bunda tercintanya.
Tetapi inilah Adzkiya yang selalu berusaha membahagiakan Ayah dan Bundanya,mengorbankan semua waktunya dimana saat semua anak seumurannya sibuk dengan dunianya tetapi tidak dengan Adzkiya, ia menjadi remaja yang pintar, cerdas, kuat, tangguh, cantik dan penuh prestasi.
Inilah kisah Adziya dari mula semua yang ada perlahan memudar dan ia harus bangkit menjadi dirinya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arti_pen00, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
...Happy Reading...
...****************...
Di Perpustakaan ...
Adzkiya sudah sampai di perpustakaan, di dalam perpustakaan sangat ramai antrian panjang menunggu giliran peminjaman buku.
Adzkiya melirik ke arah kanan dan ke kiri mencari Dara yang tadi berjanji akan menunggunya di perpustakaan.
Dara menghembuskan nafasnya berkali kali sudah lama menunggu Adzkiya yang tak kunjung datang ia melirik ke arah pintu terlihat samar - samar perempuan yang mirip dengan Adzkiya.
"Apa itu Adzkiya!!." Dara melambai lambaikan tangannya ke arah Adzkiya. Adzkiya yang melihat ada yang melambaikan tangan terlihat mirip dengan Dara.
"Itu Dara." Adzkiya menghampiri Dara yang duduk.
"Adzkiya dari tadi aku nunggu lama banget!!." gerutu Dara.
"Sorry Dara, kamu sudah meminjam buku?." tanya Adzkiya yang melihat dihadapan nya tertumpuk buku buku pelajaran.
"Iya sudah, aku juga sudah meminjamkan buku untuk mu ini!!." Dara menyodorkan satu tumpuk buku paket .
"Terimkasih Dara, mau langsung pergi ke kelas?."
"Sepertinya kamu harus istirahat Adzkiya, jadi tidak apa kita menunggu dulu sebentar disini."
Adzkiya mengangguk, ia menarik kursi dan duduk disebelah Dara. Sekitar 15 menit mereka mengobrol, rasa jenuh mulai melanda.
"Adzkiya ayo kita ke kelas."
"Ayo."
Adzkiya membawa tumpukan buku kurang lebih 6 buku. Dikarenakan ramai di perpustakaan membuat keadaan disekitar pintu perpustakaan menjadi ramai, dengan membawa buku yang lumayan beratnya membuat susah untuk menjaga keseimbangan, tidak sengaja Dara didorong sehingga ia terjatuh dan menumbur orang.
"Awww." pekik orang yang ditumbur Dara.
Seluruh siswa yang ada di ruang perpustakaan mulai menggerombol.
"Lo bisa lihat ga si!." ucap salah satu teman yang ditumbur Dara.
"Maaf kak, teman saya tidak sengaja." ucap Adzkiya yang membantu Dara untuk berdiri.
Dara menundukkan kepalanya matanya terus menatap kearah lantai "Maaf kak maaf."
Keadaan di perpustakaan sekarang mulai mencekam, banyak yang menonton mereka. Perempuan itu mendekat dan menarik rambut Dara.
"Awww maaf kak, sakit." ringis Dara.
Dengan cepat Adzkiya menepis tangan perempuan itu dan langsung menarik tangan Dara agar berdiri berlindung dibelakang tubuhnya.
"Maaf kak, teman saya sudah meminta maaf seharusnya kakak tidak bertindak kasar!!." ucap Adzkiya yang berdiri didepan Perempuan itu, ia terus menatap perempuan itu.
"Wah temen lu itu udah ngotorin baju gue, lihat basah mana bau coklat lagi!!." bentak perempuan itu didepan Adzkiya.
"Sekali lagi maaf kak, teman saya tidak sengaja." Adzkiya tetap meminta maaf dengan nada sopan walau hatinya sudah geram ingin balik membentak perempuan dihadapan nya.
Salah satu teman perempuan itu mencengkram tangan Adzkiya "Wah cupu, mending kamu ga usah ikut campur."
"Adzkiya sudah ayo kita pergi." ucap Dara dibalik badan Adzkiya
"Tenang saja Dara, jangan takut." bisik Adzkiya.
Adzkiya memutar tangannya, sekarang berbalik ia yang mencengkram tangan perempuan itu. "Dia Dara teman saya, jadi saya berhak ikut campur!!." ucap Adzkiya tepat didepan wajah perempuan itu.
Prok ... prok ... prok ....
Perempuan yang di tumbur Dara tadi mendekat dan tersenyum. "sepertinya kamu tidak kenal siapa gua, kenalin gua Yesa, ini Letta, yang tangannya lu pegang itu Azrina."
Adzkiya hanya diam saja ia masih memperhatikan tingkah ketiga orang ini.
"Lepasin Azrina atu engga-." belum selesai Yesa berbicara Adzkiya sudah menyela duluan.
"Apa! saya tidak takut!!." ucap Adzkiya dengan nada yang mulai meningggi.
Yesa mengepalkan tangannya." Berani berani nya ya kamu, kamu tidak tau gua kakak kelas lo, seharusnya lo tau itu dari awal." ucap Yesa yang menarik kerah baju Adzkiya.
Dengan spontan Adzkiya melepaskan tangan Azrina dan Mencengkram tangan Yesa. "Mau kamu kakak kelas saya tidak peduli!." ucap Adzkiya yang menghempaskan tangan Yesa, Adzkiya mengambil tumpukan bukunya lalu menarik tangan Dara keluar perpustakaan.
"Apa yang kalian lihat!! bubar!!." gertakan Yesa membuat Semua siswa yang bergerombol langsung bubar.
Azrina dan Letta menghampiri Yesa. "Yesa berani berani nya anak itu, anak itu harus diberi pelajaran." ucap Letta yang mengompor ngompori Yesa.
Yesa tertawa." Haha kita lihat saja."
Di kelas
"Adzkiya maaf karena aku kamu jadi kena masalah." ucap Dara yang sedari tadi merasa bersalah kepada Adzkiya.
"Tidak apa, sekarang mari kita pulang."
Adzkiya menarik tangan Dara keluar menuju gerbang, di gerbang mereka sedikit menunggu jemputan sekitar 5 menit.
"Adzkiya itu jemputan ku sudah datang, aku pulang ya."
"Iya Dara, aku juga sudah dijemput, hati hati Assalamualaikum." jawab Adzkiya yang pergi menuju mobil, begitu juga dengan Dara yang juga masuk kedalam mobil.
Didalam mobil yang masih terparkir di sekitar gerbang terus menatap mobil Adzkiya.
"Lihat saja kamu!! kupastikan besok adalah hari terakhir kamu sekolah!." Ia melajukan mobilnya meninggalkan sekolah.
...****************...
...Thank You For Reading...
...****************...
^^^Oktober 2022^^^
Semangat kak🥳
jangan ke lupa mampir juga🙈