Setiap Pernikahan pasti memiliki ujiannya masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Pendekatan Kembali
Hari Senin pun tiba, itu artinya 2 minggu lagi Sam akan meninggalkan Mexico. “Oh, hai Fiona, aku sudah di depan rumah mu,” ucap Sam sambil menggenggam erat ponselnya yang dia tempelkan di telinga. Ini adalah hari pertama Fiona mulai bekerja di kantor King, Sam menawarkan diri untuk menjemput Fiona dan percaya atau tidak ternyata Fiona tidak menolaknya.
“Oke Sam, aku akan keluar sekarang. Um, apa kau bisa masuk dulu sebentar? Victoria sedang rewel, Mommy ku sedang berbelanja tapi sepertinya sebentar lagi dia akan kembali,” ucap Fiona terdengar ragu dan suara tangisan anak kecil membuat Sam langsung tersenyum.
“Baiklah, aku akan masuk, santai saja tidak perlu terburu-buru Fiona,” kekeh Sam pelan, Fiona masih saja seperti dulu, selalu panik jika Sam akan menunggunya lama, padahal Sam lah yang selalu datang terlalu awal dari setiap janjinya bertemu.
Sam pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju halaman rumah Fiona, saat dia ingin mengetuk pintu yang sudah sedikit terbuka, Sam langsung mengurungkan niatnya saat melihat Fiona yang tengah menggendong Victoria yang sedang menangis sambil menghabiskan sarapannya yang hampir habis. “Hai, boleh aku masuk?” tanya Sam membuat Fiona langsung menoleh dan mengangguk.
“Ya, masuk Sam, duduk di sana. Kau ingin minum sesuatu?” tanya Fiona.
“Tidak perlu, apa kau ingin aku bantu sesuatu?" ucap Sam balik bertanya.
Fiona menggelengkan kepalanya, dia berjalan ke arah Sam dan memperlihatkan wajah sedih Victoria yang seketika langsung berhenti menangis. "Berhenti menangis, lihat, paman Sam sedang melihat mu," ucap Fiona.
Sam tersenyum lebar melihat Victoria yang langsung menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Fiona. "Hai, kau tidak akan menyapa ku gadis kecil?" tanya Sam dengan begitu lembut.
"Dia memang pemalu Sam, tapi jika sudah merasa nyaman pada seseorang, Victoria tidak akan bisa berhenti untuk diam, dia akan selalu mengganggu mu," kekeh Fiona pelan.
"Benarkah? bagaimana caranya agar aku bisa membuatnya nyaman?"
Fiona terdiam sebentar, dia mengangkat bahunya pelan. "Aku pun tidak mengerti, dia akan lebih cepat akrab pada seseorang yang sering mengajaknya berbincang," jawab Fiona tak yakin, karena Victoria pun belum terlalu banyak bertemu orang lain, tahun depan Victoria mulai sekolah di taman kanak-kanak dan semoga saja Victoria bisa memiliki teman dengan sikap pemalunya ini.
Sam berpikir sejenak, dia lalu menganggukkan kepalanya. "Baiklah, besok pagi aku akan membawakan hadiah untuk mu, gadis cantik," ucap Sam lembut sambil menyentuh tangan mungil yang langsung ditarik kembali oleh Victoria.
"Besok kau akan menjemput ku lagi? apa tidak merepotkan mu Sam? aku akan menggunakan mobil Daddy ku saja, kau tidak perlu menjemput ku Sam," tolak Fiona dengan cepat.
"Sudah, tidak apa-apa, aku pun sedikit bosan dengan aktivitas ku selama ini, tidur, berangkat kerja, pulang lalu tidur lagi dan begitu terus setiap hari," kekeh Sam.
Sebuah suara pintu terbuka membuat mereka langsung menoleh dan melihat Jennifer baru saja pulang dengan tas belanjaan di tangannya. "Mom, aku titip Victoria, aku harus berangkat sekarang," ucap Fiona sambil mengusap pelan kepala Victoria. "Mom pergi bekerja dulu ya sayang, jangan pernah bermain di luar rumah, selalu baik pada Abuelos mu," bisik Fiona yang masih terdengar jelas oleh Sam.
"Baiklah, kemarin cucu ku sayang." Victoria langsung menerima pelukan dari Jennifer, dia menatap Fiona seakan ingin mengatakan untuk jangan pergi, tetapi saat melihat ke arah Sam lagi-lagi Victoria menjadi malu dan hanya bisa bersedih.
"Kau Sam?" tanya Jannifer yang langsung diangguki oleh Sam. "Terima kasih sudah menjemput Fiona, mobil suami ku sudah sangat tua, aku selalu takut dia akan kesulitan saat di perjalanan jika tiba-tiba mobil tua itu kembali mogok.