NovelToon NovelToon
Story Of Love

Story Of Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:303
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Nastiti

Restu orang tua memang satu hal yang sangat penting dalam sebuah hubungan, namun apa kita harus menerima begitu saja jodoh pilihan orang tua kita sementara hati kita sudah terpaut pada yang lain. Bisakah kita menjalani kehidupan jika bersama orang yang tidak kita inginkan. Namun, apa sudah jadi jaminan. Kita akan bahagia jika hidup bersama orang yang kita pilih?

layaknya permen nona-nona, ada pait.. asam.. manis... begitu pula hidup. Tinggal kita saja, mana yang kita pilih... itulah yang akan kita jalani.

Begitu pula jalan hidup dari seorang perempuan bernama Rani yang lengkap dengan lika liku hidup, up and down. Penasaran??? yuuuk ikuti kisah nya....


Selamat menikmati 😊semoga cocok di hati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Nastiti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Cup

"Buat DP," ucap lelaki itu setelah mengecup keningku.

"Abaaaaang.... " ucapku tertahan sambil melotot.

"Nggak usah melotot, bikin Abang jadi pengen..."

"Buruan bersih-bersih, Bang!"

"Iya... Iya... sayangku." jawabnya sambil bangun dan berlalu ke kamar mandi.

Akupun ikut bangun lalu gegas ke dapur. Sekedar memasak air untuk membuat kopi buat Bang Rengga. Sambil membuat nasi goreng untuk sarapan, jadi setelah Bang Rengga selesai bersih-bersih, sholat. Sarapan sudah siap.

"Bang, boleh nanya nggak?"

"Tanya apa, Yang?"

"Kemarin pas telpon sama Cik Vivian, Abang bilang kalau kemarin kunjungan terakhir ke tempatnya beliau, maksudnya gimana?" tanyaku.

"Maaf, Abang belum sempat cerita ke kamu ya! Gini, Papa sama Mama Minta Abang resign. Abang diminta fokus urus usaha Papa sama cafe punya Abang aja. Tahu sendiri kan lepas kasus Om Dibyo kemarin kebukti, otomatis di Surabaya kan nggak ada yang handle."

"Jadi, Abang bakalan di Surabaya gitu."

"Ya sama kamu lah, nanti disana. Kan Abang nggak bisa langsung keluar gitu aja. Abang harus bimbing pengganti Abang dulu. Ngenalin ke outlet."

"Ehm, gimana ceritanya kemarin. Aku jadi penasaran Bang. Kenapa Om Dibyo, yang kata Abang sahabatnya Papa Adam, bisa tega ngelakuin kayak gitu ke Papa Adam?"

Flashback On.

Papa Adam, dan Bang Rengga menyempatkan untuk berkunjung secara dadakan ke kantor Surabaya. Mereka mengumpulkan semua karyawan yang memiliki posisi penting di kantor tersebut.

"Selamat Pagi semuanya!" sapa Papa Adam.

"Mohon maaf, karena saya datang mendadak dan mengumpulkan kalian semua di ruangan ini. Sebelumnya, saya mendapatkan beberapa bukti jika di kantor ini terdapat kecurangan. Jadi, sebelum saya membongkar siapa pelaku nya, saya ingin mendengar pengakuan jujur dari pelaku. Itu jika pelaku masih punya itikad baik, maka saya tidak akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum, karena angka yang diambil tidak main-main jumlahnya. Tapi tetap, dia harus mengembalikan sejumlah yang dia ambil utuh tanpa potongan."

Papa Adam melihat sekeliling nya, dan berhenti tepat saat menatap Om Dibyo. Lelaki paruh batas itu terlihat menunduk tidak berani beradu tatapan dengan Papa Adam.

Suasana hening, tidak ada yang bersuara satupun. Papa Adam menghela nafas panjang.

"Terimakasih saya ucapkan atas kerjasama dan dedikasi kalian semua selama ini. Saya harap, kejadian ini tidak akan terulang lagi. Kalian bisa menyampaikan kepada saya jika memiliki keluhannya apapun tentang pekerjaan kalian. Saya akan jauh lebih menghargai kalian jika kalian bisa menjaga kepercayaan yang saya berikan. Katakan saja jika kalian memiliki kesulitan, sebisa mungkin akan saya bantu. Saya lebih menyukai hal itu daripada kalau diam-diam menjadi tikus dan menusuk saya dari belakang. Terimakasih, kalian bisa kembali bekerja, kecuali kamu, Dibyo!"

Seketika kasak kusuk terdengar lirih di ruangan rapat tersebut.

"Selamat siang!" Ucap papa Adam yang di sambut dengan salam serupa kemudian satu persatu bangkit dari duduknya menyisakan Om Dibyo.

"Bisa kamu jelaskan?" Tanya Papa Adam datar dan dingin.

"Maafkan aku, Dam!" Ucap Om Dibyo.

"Kenapa?" Tanya Papa Adam. Sedangkan Bang Rengga hanya diam. Karena dia hanya mendampingi Papa Adam saja.

"Aku iri dengan keluarga kalian, apalagi saat Rengga menolak dijodohkan dengan putriku satu-satunya. Padahal putriku itu sangat mencintai Rengga. Apa kurangnya Putriku Elsa? Dia anak yang sangat baik dan juga patuh pada orang tuanya. Dia nggak pernah macam-macam. " Tanya Om Dibyo sambil memandang Bang Rengga.

"Apa Om yakin? Sejauh apa Om Dibyo mengenal putri Om, juga circle pertemanannya?" Tanya Bang Rengga.

"Om tahu, sangat tahu siapa putri Om!" Ketus Om Dibyo.

"Oya? Termasuk kebiasaannya clubbing dan juga chek in ke hotel?" Tanya Bang Rengga.

Om Dibyo terlihat mengerutkan keningnya. Wajahnya memerah menahan amarah.

"Kamu jangan memfitnah putri kesayangan saya. Cukup kamu sakiti dia dengan penolakan kamu yang tanpa alasan!" Ucap Om Dibyo sambil berdiri dan menunjuk Bang Rengga. Nafasnya memburu karena emosi yang bergejolak hingga ubun-ubun.

"Saya tidak asal menuduh, Om. Saya ada banyak bukti siapa putri Om dan bagaimana kelakuan dia yang sebenarnya di luaran sana!" jawab Bang Rengga lalu berdiri sambil membawa amplop coklat. Dia menghampiri lelaki paruh baya bernama Dibyo itu.

"Jaga sikapmu Dibyo. Apa kamu lupa, siapa yang merangkul mu saat kamu jatuh dulu! Disaat semua keluargamu berpaling dan enggan mengulurkan tangan. Jangan sampai kamu dibutakan oleh harta, kedudukan dan ambisimu, Dibyo!" Ucap Papa Adam.

Ya, dahulu. Saat usaha yang dirintis Papa Adam mulai berjalan, beliau bertemu dengan Om Dibyo yang sedang luntang-lantung di jalanan dengan penampilan yang terlihat kacau dan juga lusuh. Tanpa pikir panjang, Papa Adam mengajaknya ikut mengembangkan usaha yang dia sudah beberapa tahun ini dia rintis. Mungkin, karena ambisi atau entah apalagi, membuat sahabat Papa Adam itu menjadi buta dan akhirnya khilaf dan melakukan kesalahan besar.

Cara mendidik Elsa pun terbilang salah karena terlalu memanjakan anak satu-satunya itu. Dia juga terlalu melepas bebas hingga akhirnya Elsa salah jalan. Jika sudah kejadian seperti ini, siapa yang mau disalahkan. Siap-siap saja kembali ke titik nol lagi.

"Kamu sanggup mengembalikan semua kerugian perusahaan?" Tanya Papa Adam.

Tapi Om Dibyo malah semakin marah dan kalap. Lelaki paruh baya itu meracau entah kemana.

"Baik, maafkan Rengga, Om. Terpaksa kasus ini kami bawa ke ranah hukum. Om siap-siap saja, selain harus mengembalikan semua yang sudah Om ambil, Om juga harus mempertanggung jawabkan perbuatan Om," ucap Bang Rengga tegas. Tidak peduli jika yang dia hadapi saat ini adalah sahabat baik Papanya.

"Kamu jangan buta, Dib! Harusnya kamu lebih bijak menyikapi istri dan anakmu. Aku tahu, seberapa hedon gaya hidup mereka. Harusnya dengan kondisi kalian saat ini yang jauh lebih baik dari dulu, kalian jadi manusia yang pandai bersyukur." ucap Papa Adam mengingatkan.

Om Dibyo terdiam, lelaki itu yakin pasti Papa Adam memiliki bukti kecurangan nya selama ini. Untuk tetap berkelit, dia pun tidak mampu jika harus menjalani sisa umurnya di balik jeruji besi. Semua yang dia lakukan beberapa bulan ini hanya untuk memenuhi permintaan istri dan anaknya. Ditambah lagi dengan sikap Rengga yang menolak perjodohan nya dengan Elsa.

Memang Papa Adam saat itu sempat meng iyakan usulan perjodohan itu, dan sempat memaksa Rengga untuk menerima, tapi tetap saja pada akhirnya semua dia kembalikan pada putra semata wayangnya. Karena sesungguhnya, putranya itu yang akan menjalani kehidupan rumah tangga kedepannya.

"Baik, aku akan mengembalikan apa yang sudah aku ambil. Tapi, tidak bisa semuanya. Ambil saja yang masih tersisa." ucap lelaki itu lemas sambil tertunduk malu. "Tapi aku mohon, jangan bawa kasus ini ke ranah hukum. Kasihan anak dan istriku, siapa lagi yang akan jadi sandaran mereka jika aku masuk penjara."

"Harusnya kamu berpikir lebih jauh sebelum kamu melakukan hal itu, Dib! Maafkan aku dan juga keluarga ku jika sudah membuat kecewa dan menyakiti kamu dan juga keluargamu. Aku tunggu surat pengunduran diri kamu, juga itikad baik kamu mengembalikan apa yang sudah kamu ambil. Meski tidak semuanya, insyaallah aku ikhlas. Anggap saja itu reward buat kamu karena sudah lelah ikut membangun usaha ini." ucap Papa Adam sambil tertunduk.

Flash back off.

"Jadi, Om Dibyo lebih memilih mengembalikan?" tanyaku.

"Iya, ya sudahlah. Big boss udah ambil keputusan kayak gitu." jawab Bang Rengga. "Kalau Abang mah, nggak bakalan kasih kendor."

"Heem... Ya sudahlah Bang. Mungkin Papa punya pertimbangan sendiri. Ngikut aja." jawabku.

"Terus gimana?" tanyaku. "Abang udah fix mau resign?"

"Nurut kamu gimana, Yang?" tanya Bang Rengga balik.

"Ya, emang udah wajibnya Abang berbakti sama Papa. Salah satunya meringankan beban Papa dan Mama. Paling nggak beban pikiran mereka."

"Ya udah, Abang masukin berkas resignnya Abang ke kantor. Kamu siap, kalau nanti ikut Abang ke Surabaya. Kamu nggak Papa kalau harus resign dari tempat kerja kamu, Yang?"

Aku terdiam sejenak. Berpikir, kalau aku resign,Bapak dan Ibu bagaiamana. Karena selama ini aku yang selalu membantu mereka. Karena itu, mereka masih bisa punya simpanan tabungan yang bisa digunakan untuk kebutuhan urgent keluarga.

"Masalah Bapak sama Ibu, kamu nggak usah mikirin, Yang. Abang nggak bakal tutup mata dan membiarkan beliau kesulitan dan susah. Kamu percaya kan, sama Abang?"

Aku ambil nafas panjang kemudian ku hembuskan pelan. "Ya Bang, insyaallah aku selalu siap mendampingi Abang kemanapun dan kapanpun. Jadi, aku nanti juga warning ke Pak Wandi dan Cik Melly buat nyiapin  pengganti aku. Tapi, misalnya aku nggak bisa langsung ikut Abang pindah, gimana? Abang nggak keberatan kan? Soalnya nggak mudah kan, nyiapkan penggantiku. Ya kalau si Bos mau menyiapkan masing-masing pos aku pegang. Kalau mau tetep model kayak aku, kan susah Bang." keluhku.

"Iya, asal jangan lama-lama aja. Masak iya, pengantin baru jauh-jauhan? Masak Abang harus solo karir kalau lagi kangen!"

"Maksudnya pye? Solo karir opo, Bang?" tanyaku cengoh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!