NovelToon NovelToon
Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:301.9k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Seasons 1 tamat

Desfian Imran Maulana seorang guru berusia dua puluh lima tahun yang menikahi Kamila Azzurra gadis kelas dua belas yang tak lain adalah murid dari Desfian sendiri.


Setelah menikah Imran membawa Mila ke rumahnya. Sesampainya di rumah pasangan pengantin baru itu di sambut oleh seorang wanita cantik.

" Mila sayang perkenalkan dia Hena, Istri pertamaku." Ucap Imran.

JEDERRRRR

Bagai di sambar petir di siang bolong, Mila menutup mulutnya dengan tangannya.

" Apa? Istri pertama?" Pekik Mila.

" Jadi maksudmu aku istri keduamu begitu? Sialan kau Pak... Jadi istrimu satu satunya pun aku terpaksa e ini malah aku jadi istri kedua, Kau menurunkan pamorku dari wanita terhormat menjadi seorang pelakor Pak Desfian Imran yang terhina, Aku semakin membencimu." Ujar Mila menatap tajam ke arah Imran.



Bagaimanakah cara Imran meluluhkan hati Mila yang keras kepala? Apakah Imran berhasil merebut hatinya? Ikuti kisahnya di


Ternyata Dia Hanya Milikku

Setelah kisah Imran dan Mila di lanjut kisah Aroon dan Kinan ya....

Ayo baca dan ramein kolom komentnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saling Memaafkan

Setelah kemarin pulang dari rumah sakit, Hari ini Mila kedatangan kedua mertuanya. Sesungguhnya Ia malas jika harus bertemu dengan orang yang hanya pura pura menerima dirinya. Dengan beralasan kepalanya masih pusing, Kini Mila hanya rebahan saja di atas ranjang.

" Sayang apa kamu sudah baikan?" Tanya Mama Lina menghampiri Mila di ikuti Papa Romi dan Imran di belakangnya yang langsung duduk di sofa.

" Sudah Ma." Jawab Mila singkat.

" Sayang Mama mau minta maaf soal kemarin padamu, Mama benar benar meminta maaf sayang." Ucap Mama Lina.

" Ma apa boleh aku meminta satu permintaan pada Mama?" Tanya Mila tanpa menjawab permintaan maaf Mama Lina.

" Apa itu sayang? Kalau Mama bisa Mama akan mengabulkannya." Sahut Mama Lina.

" Bujuk Mas Desfian untuk melepaskan aku Ma." Ucap Mila.

" Apa? Melepaskanmu? Maksudmu kamu mau minta pisah dari Imran?" Tanya Mama memastikan.

" Iya Ma, Aku sudah pernah memintanya sendiri tapi Mas Des tidak mau mengabulkannya." Ucap Mila.

" Sayang Mama tidak menginginkan ini Nak, Mama tidak mau kamu berpisah dengan Imran, Maafkan Mama sayang bukan maksud Mama tidak mau menerimamu, Mama juga sangat menyayangimu sayang, Tolong jangan seperti ini, Imran sangat mencintaimu Nak." Ujar Mama Lina.

" Kemarin Mama hanya...

" Aku tidak mau membahas hal itu lagi Ma, Kepalaku masih pusing aku mau istirahat dulu Ma, Maaf." Mila memotong ucapan Mama Lina.

Terdengar tidak sopan memang, Tapi begitulah Mila jika terlanjur sakit hati. Mila membenarkan posisinya lalu memejamkan matanya. Kedua mertuanya menghela nafasnya. Mereka kemudian keluar dari kamar Imran di ikuti Imran meninggalkan Mila sendirian di dalam kamar.

" Ran Mama yakin kalau Mila masih marah, Maafkan Mama Ran secara tidak sadar Mama sudah menjauhkan kalian." Ujar Mama Lina.

" Tidak usah di pikirkan Ma, Mila anak yang baik dia pasti akan memaafkan Mama, Saat ini dia hanya masih terbawa emosi." Sahut Imran.

" Ya sudah Mama mau pulang dulu Ran, Mama akan kemari lagi kalau keadaan hati Mila sudah baikan." Ucap Mama Lina.

" Hati hati Ma, Sekali lagi maafkan Mila ya Ma." Ucap Imran.

" Iya sayang Mama yang seharusnya meminta maaf padanya, Mama pulang, Ayo Pa kita pulang." Ajak Mama Lina.

" Papa pulang Ran, Bersabarlah menghadapi sikap istrimu jangan menggunakan kekerasan." Ucap Papa.

" Iya Pa." Sahut Imran.

Setelah kedua orang tuanya pulang, Imran kembali ke kamarnya. Ia menghela nafasnya dalam dalam menatap Mila yang tidak tidur, Ia justru asyik memainkan ponselnya.

" Sayang katanya tadi pusing kok mainan ponsel." Sindir Imran.

" Itu tadi, Sekarang udah nggak." Sahut Mila.

" Sayang nggak baik menghindari orang tua yang mau meminta maaf dan menjelaskan yang sebenarnya, Jangan pernah berasumsi sendiri donk sayang, Harusnya tadi kamu dengerin penjelasan Mama dulu sampai selesai, Kalau begini kan kamu jadi salah paham sayang." Tutur Imran.

" Kamu mau menyalahkan aku? Aku sudah bilang kalau aku lebih percaya pada apa yang aku lihat dan aku dengar, Kamu paham kan maksudku?" Ujar Mila.

Imran diam sepertinya saat ini Mila sedang terbawa emosi jadi lebih baik Ia mengalah, Ia yakin lain waktu pasti Mila akan memaafkan Mamanya.

Mila mengambil ponselnya, Ia menghubungi Mamanya.

" Halo Ma." Sapa Mila setelah panggilannya di angkat.

" Halo sayang ada apa?" Tanya Mama Santi.

" Untuk beberapa hari aku mau menginap di rumah Mama, Aku kangen kamarku Ma." Ucap Mila membuat Imran membulatkan matanya.

" Apa suamimu mengijinkan? Atau mau menginap dengan Imran?" Tanya Mama Santi.

" Mas Desfian mengijinkan Ma, Tapi maaf Mas Desfian sibuk jadi kemungkinan dia tidak ikut menginap, Banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan Ma." Ujar Mila.

" Ya nggak masalah kalau kamu mau menginap sendirian Mama paham akan kesibukannya, Kapan kamu mau ke sini?" Mama Santi bertanya lagi.

" Nanti sore Ma." Sahut Mila.

" Minta di antar suami ya jangan pergi sendiri karena jika kamu ke sini sendiri Mama tidak akan menerimamu, Mama tahu kamu sedang membohongi Mama." Ujar Mama Santi menutup panggilan teleponnya.

" Selalu saja seperti itu." Gerutu Mila melemparkan ponselnya ke atas kasur.

" Mas akan mengantarmu, Bersiaplah." Ucap Imran.

" Hmm." Gumam Mila.

Imran dan Mila sampai di kediaman Mamanya pada malam hari karena tadi tiba tiba Mila merasa pusing pada kepalanya. Ha ha ha karma kali ya bohong sama mertua.

" Ma aku langsung kamar ya, Panggil aku saat makan malam." Ucap Mila berjalan menuju kamarnya.

" Maafkan sikap Mila Nak Imran, Dia memang selalu begitu, Dia sangat keras kepala." Ucap Mama Santi setelah kepergian Mila.

" Nggak pa pa Ma, Tenang saja stok kesabaranku masih banyak Ma." Sahut Imran.

" Hubungi kedua orang tuamu! Ajak mereka makan malam sekalian menyelesaikan masalah di antara Jeng Lina dan Mila, Jangan biarkan masalah ini berlarut larut Nak." Ujar Mama Santi.

" Baik Ma." Sahut Imran.

Imran menghubungi orang tuanya lalu Ia menyusul Mila ke kamarnya.

" Lagi apa?" Tanya Imran menghampiri Mila yang sedang sibuk dengan laptopnya.

" Lagi cari lowongan kerja." Sahut Mila.

Imran mengkerutkan keningnya.

" Lamaran kerja? Siapa yang mau melamar kerja?" Selidik Imran.

" Aku." Sahut Mila singkat.

" Nggak boleh, Kamu nggak boleh kerja sayang, Pokoknya aku melarangmu bekerja kamu cukup di rumah aja menunggu aku pulang." Tegas Imran.

" Apa uang yang aku berikan untukmu kurang?" Tanya Imran menatap Mila.

" Aku tidak mau hanya bergantung padamu Mas." Ucap Mila.

" Kita sudah sepakat Mila kalau kita akan saling menerima dan mendekatkan hubungan ini, Jangan hanya karena omongan Mama kamu mau menjauh dariku, Apa perlu aku menggunakan cara kasar untuk membuatmu mengerti?" Tanya Imran dengan tatapan mengintimidasi membuat Mila sedikit takut.

" Terserah kamu saja Mas aku nggak mau ambil pusing." Ucap Mila menutup laptopnya.

" Kurung aku di dalam kamar sekalian supaya aku tidak punya kebebasan." Sambung Mila berjalan ke ranjangnya. Ia mendaratkan pant*nya dengan kasar.

Imran mendekat ke arahnya, Ia berdiri di depan Mila.

" Memang itu rencanaku, Aku harus membuatmu mengandung anakku supaya kamu tidak suntuk di rumah saja." Ucap Imran membungkuk mendekatkan wajahnya ke wajah Mila.

" Mau apa kamu Mas?" Tanya Mila sedikit gugup.

" Mau mengawali hubungan baik kita." Ujar Imran.

Mila memundurkan wajahnya, Imran mendorong pelan tubuh Mila hingga jatuh ke ranjang, Imran mengukung tubuh Mila membuat Mila gemetar ketakutan.

" Ma... Mas... Mau apa?" Gugup Mila.

" Mau kamu." Sahut Imran.

Keduanya saling memandang satu sama lain. Imran menatap Mila dengan tatapan penuh cinta sedangkan yang di tatap nampak sedikit gugup.

Imran menatap bibir pink Mila membuatnya ingin mengecupnya. Mila memejamkan matanya. Sadar tidak ada penolakan dari Mila, Imran tidak menyianyiakan kesempatan itu, Ia mendekatkan bibirnya ke bibir Mila.

Cup...

Imran mengecup lama bibir Mila, Dengan perlahan Mila membuka matanya. Ia menatap mata Imran dengan tatapan penuh pertanyaan pasalnya Mila merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana.

" Astaga." Pekik Mama Santi.

Imran segera menjauhkan tubuhnya dari tubuh Mila. Ia berdiri di samping ranjang sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

" Lain kali kalau mau anu anu tutup dulu pintunya jadi tidak ada yang mengganggu." Seloroh Mama Santi.

" Mama apaan sih nggak gitu ya." Ujar Mila.

" Sekarang waktunya makan, Anu anunya di lanjutkan nanti saja kalau sudah kenyang kan pasti kuat lama, Jangan sekarang kalian akan lemas karena kelaparan." Ucap Mama Santi tanpa di filter terlebih dulu.

" Mama apaan sih, Aku nggak ngapa ngapain kok sama Mas Des." Kilah Mila.

" Belum atau lebih tepatnya gagal karena keburu kepergok Mama." Ujar Mama Santi.

" Ayo Ma kita makan, Benar kata Mama aku udah lapar." Ucap Imran mengalihkan pembicaraan.

" Baiklah ayo sayang." Ujar Mama Santi.

Ketiganya berjalan menuju meja makan. Mila menghentikan langkahnya saat melihat kedua mertuanya berada di sana.

" Ayo sayang." Imran menggandeng tangan Mila.

Semua orang yang ada di meja makan memakan makanannya dengan khidmat. Tidak ada yang berbicara satu patah kata pun. Selesai makan semuanya berkumpul di ruang keluarga.

" Mila mungkin kamu bosan melihat Mama lagi di sini, Tapi Mama mau minta maaf sayang, Jujur awal pertama Imran memberitahukan tentang dirimu kepada Mama, Mama memang kurang suka, Tapi setelah kita bertemu di acara makan malam waktu itu Mama merasa sreg sama kamu sayang, Entah mengapa Mama tiba tiba menginginkanmu menjadi menantuku." Terang Mama Lina menatap Mila dan ingin tahu apa reaksi Mila. Nyatanya Mila hanya diam saja.

" Sebenarnya kemarin Mama mau berbicara seperti itu kepada Tante Winda tapi kamu keburu datang, Sekali lagi maafkan Mama sayang." Ujar Mama Lina.

" Aku yang seharusnya meminta maaf sama Mama karena aku belum bisa menjadi menantu idaman Mama, Aku bahkan tidak tahu apa apa dalam mengurus rumah tangga, Cita citaku terlalu tinggi hingga aku tidak pernah menyangka jika aku akan menikah secepat ini Ma, Maafkan aku yang hanya bisa menjadi diri sendiri, Aku tidak bisa menjadi seperti orang lain." Ucap Mila sedikit menusuk hati.

Mama Lina memelul Mila.

" Mama sudah memaafkan dan Mama juga memaklumimu sayang, Sekarang jangan menghindar lagi dari Mama, Anggap saja Mama sebagai Mama kandungmu." Ujar Mama Lina melepas pelukannya.

" Aku bahkan tidak tahu rasanya punya Mama kandung Ma." Sahut Mila.

Hati Mama Santi mencelos mendengar ucapan Mila.

" Maaf Mila mengantuk mau tidur dulu." Pamit Mila.

" Baiklah sayang selamat malam, Semoga mimpi indah." Sahut Mama Lina.

Mila berjalan menuju kamarnya di ikuti Imran dari belakang.

TBC.....

*Hai readers author ucapin makasih atas doa dan suportnya. Semoa author selalu bisa membuat cerita yang menarik ya...

Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...

Vote dan beri hadiah ya buat author biar semangat nulisnya...

Miss U All*....

1
semangat kak nulisnya
VANESHA ANDRIANI: Terima kasih... yuk gabung di grup FB biar kita bisa bertukar ide di sana
total 1 replies
Lala Al Fadholi
pantas d bohongin mulu soalnya bodoh aih gampang bgt maafin
Dewi Setyowati
Tafisa ktnya sahabat Mila , tp kok jahat yaa tega merusak hubungan Mila sm Imran
VANESHA ANDRIANI: hooh jitak aja kepalanya hhh makasih suportnya
total 1 replies
Dewi Setyowati
Masak Imran yg katanya seorang Ceo dan guru bs gampang dibodohi ...
VANESHA ANDRIANI: dia pakai hati g pakai logika hhh makasih suportnya
total 1 replies
Isabell Serinah
sambung lagi plseeee 👍😭😭😭😭. cerita ni bagus
VANESHA ANDRIANI: Terima kasih suportnya... baca juga cerita cerita lainnya donk...
total 1 replies
Jatmiko Ipunk
lanjut...
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
Aisha Ummu Khurayya
senenggggg bingitttttt ❤️❤️❤️
VANESHA ANDRIANI: Terima kasih suportnya
total 1 replies
Aisha Ummu Khurayya
sebenernya tiara sama fakhri jadi ngelakuin itu apa ga sih, kan waktu itu si fakhri minta penjelasan ke tiara. masak fakhri ga bisa nilai klo dia di jebak dasar oon. tiara beneran hamil anak fakhri bukan sih atau hamil boongan
VANESHA ANDRIANI: penasaran ya? Baca kelanjutannya biar ya dan tetap dukung author.. makasih suportnya
total 1 replies
Aisha Ummu Khurayya
di tunggu bucinnya si fakhri
VANESHA ANDRIANI: siappp makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
next
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
sella surya amanda
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
Aisha Ummu Khurayya
tiara udah nge jebak fachri nikh tapi udah kejafian belum ya apa masih bisa di cegah
VANESHA ANDRIANI: hayo kira2 udah belum ya???? terima kasih suportnya
total 1 replies
Angga Anggi
qho aq ga suka Yach thoor sama krkter sita ini....ngomongx tu sama recepsionist kyk membgakan stusx sbgai istri..kykx sita ini blom brubah thoor...
VANESHA ANDRIANI: penasaran ya???? Lanjut baca ya... makasih suportnya
total 1 replies
Jatmiko Ipunk
hhhhh
Angga Anggi
tu sdh yg kmu tanam sita tu jga yg kau tuai...
VANESHA ANDRIANI: iya ya... makasih suportnya
total 1 replies
Aisha Ummu Khurayya
kasihan banget sita, penasaran sama endingnya
VANESHA ANDRIANI: makasih suportnya.
total 1 replies
Jatmiko Ipunk
babang Zav nih pasti
VANESHA ANDRIANI: bener g ya... makasih suportnya
total 1 replies
Jatmiko Ipunk
suka visualnya
VANESHA ANDRIANI: terima kasih
total 1 replies
maevy dwi
Rasita ini sahabat mila bukan sih thor ?
Jatmiko Ipunk: bukan... rasi sahabat kira kalau sahabat Mila namanya Risa... maaf bantu jawab
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!