mohon bijak 21+
cerita sederhana, tentang cinta yang butuh perjuangan, tentang wanita yang harus memilih antara cinta dan suaminya.
apa dia akan memilih cinta yang dia idamkan atau memilih cinta suaminya yang sudah bnyak memberinya luka, atau dia memilih jalan lain dari keduanya?
ini akan ada dua versi cerita, yang pertama Dila dan Andri, dan cerita kedua ada Diana dan Rusdy...
jadi simak ya gaes... karena ini tentang PIL yang di miliki oleh para wanita, meski tidak semua🤫🤫🤫
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menunggu hasil cek
Dokter pun terlihat sedikit memutar-mutar alat USG dan menandai beberapa tempat di gambar.
"maaf mbak, apa mens mbak Dila normal?" tanya dokter.
"iya dokter, tidak pernah telat mens, apa ada masalah?" tanya Dila khawatir.
"tidak ada masalah serius, hanya sedikit ada kista berukuran tiga sentimeter di indung telur sebelah kanan, tapi selama periode mens tak terganggu, masih kemungkinan besar untuk bisa hamil," kata dokter tersenyum.
"ya dokter, aku pernah keguguran, ya pasti normal," batin Dila.
sekarang giliran Hendra yang melakukan tes, dan pria itu di arahkan ke area laboratorium.
tak hanya itu, Dila dan Hendra juga melakukan tes darah untuk mengetahui segala kondisi yang terjadi.
Dila menahan sakit di lengannya karena dalam beberapa hari ini dia terus terluka.
Hendra sedang mengambil contoh s**rm*, sedang Dila masih di ruangan dokter, "dokter, seandainya keguguran tanpa melakukan kuret apa bahaya?"
"kita lihat kondisi pasien, jika dalam dua bulan rahim sudah bersih tak jadi masalah, apalagi saat keguguran masih berbentuk zigot, tapi kalau sudah dua belas Minggu biasanya harus kuret," jawab dokter.
"owh terima kasih dokter, saya hanya penasaran," kata Dila.
Hendra pun datang bersama seorang suster, pria itu juga nampak menahan sakit.
"baiklah pak, tiga hari lagi tolong kembali karena bertepatan dengan hasil keluar, dan saya akan menjelaskan, jadi untuk sekarang saya berikan vitamin untuk anda berdua, dan tuan tolong pastikan anda tidak lelah dan jangan terlaku sering melakukannya," kata dokter itu tersenyum.
"baik dokter, terima kasih," kata Hendra dan Dila yang pamit keluar dari ruang dokter.
mereka menuju ke bagian administrasi dan kemudian ke bagian apotik untuk menebus obat.
setelah selesai, ternyata sedikit hujan, Hendra melihat Dila yang masih luka di kepala dan tadi sempat di ambil darahnya.
Hendra kasihan jika istrinya itu harus hujan-hujanan, tapi tak terduga ada sebuah mobil yang berhenti di depan mereka.
"kenapa cuma diam, masuk," panggil Andi.
"kalian masuklah, biar aku yang bawa motor kalian, sekalian kami ingin main ke tempat kalian," kata Ridwan yang keluar dari mobil.
Hendra membukakan pintu belakang untuk istrinya, dan kemudian dia masuk dan duduk di samping kursi pengemudi.
saat di belakang tak sengaja Dila menginjak sebuah alat kontrasepsi, itu adalah k**d*m yang belum terpakai.
Dila pun merasa jijik, dia pun memilih diam dan hany melihat ke luar jendela mobil.
saat di lampu merah, Dila melihat ada seorang ibu-ibu yang masih menjual kacang rebus meski hujan.
Dila membuka kaca mobil, "ibu jual apa?"
"kacang rebus neng, dan ada kacang Mede dua ribuan," jawab ibu itu.
"maaf mas Andi, punya payung," tanya Dila.
"ada di bawah kursi," kata Andi.
Dila pun mengambil payung itu dan turun dari mobil dan mengajak ibu itu minggir.
Dila memilih beberapa jenis cemilan, yang di jual ibu itu, dan Dila mengambil uang dari dompetnya.
"Bu jadi Semuanya berapa?" tanya Dila.
"seratus ribu neng," jawab ibu itu merasa senang.
Dila memberikan tiga ratus ribu, toh itu juga uang yang di berikan oleh Andri untuknya.
"neng ini terlalu banyak," kata ibu penjual itu.
"ini cuma sedikit rezeki untuk ibu, saya pamit ya," kata Dila yang langsung pamit.
Dila bergegas masuk mobil karena sudah hampir lampu hijau lagi, kini mereka pun menuju ke kost.
saat sampai di kost ternyata Ridwan sudah terlebih dahulu, terlihat pria itu sedang merokok.
"kalian tadi kesasar dulu, udah tau dingin anj*Ng," marah Ridwan.
"ya sudah mari masuk, dan silahkan makan cemilan dulu, biar aku buatkan mie nyemek untuk kalian bertiga, apa ada yang alergi sosis?" tanya Dila.
"tidak kok,kami makan segala hal," jawab Ridwan.
dila buru-buru membuat bumbu dan segera memasak karena dia kasihan melihat Ridwan yang sedikit basah.
"mas berikan kaos milik mu, agar ma Ridwan bisa ganti kasihan kalau kedinginan," kata Dila.
"ya dek," jawab Hendra yang langsung memukul Ridwan yang memasang wajah menyebalkan.
Dila terlihat begitu cekatan dalam memasak, apalagi aroma dari masakan Dila begitu menggiurkan.
Ridwan sudah ganti baju, dan duduk lesehan di ruangan kos yang cukup luas itu.
tak lama masakan selesai, dila pun membawa makanan kedepan ketiga orang itu.
mereka pun mkan bersama, Dila juga tak lupa membuatkan kopi dan juga air dingin.
ketiga pria itu begitu menikmati makanan yang di buat, bahkan Andi mengambil foto mereka bersama yang sedang makan.
ketiga pria itu juga berbincang di luar sambil merokok, Dila membersihkan rumah.
dia juga menyimpan semua barang yang tadi di belikan oleh Andri, pukul dua belas malam kedua teman Hendra sudah pulang.
Dian sudah tertidur dan memberikan batas di antara bagian tempat tidur antara dirinya dan Hendra.
sebagai suami Hendra hanya bisa menghela nafas dalam, pasalnya Dian benar-benar tak ingin di sentuh olehnya sebelum hasil tes keluar.
Andri tak bisa tidur memikirkan Dila, pasalnya dia masih khawatir pada kondisi Dila.
tapi akhirnya dia pun tertidur dendang sendirinya saat memandangi foto Dila di ponselnya.
sedang Farid yang di minta bantuan oleh Andri dengan mudah menemukan semua kebenaran tentang Hendra.
bahkan Farid tak mengira jika pria itu cukup kaya dan memiliki beberapa usaha.
tapi yang membuat Farid tak habis pikir karena Hendra adalah simpanan beberapa Tante-tante yang memiliki kekayaan yang begitu wow.
bahkan bisa di pastikan jika uang di deposito pria itu begitu besar, terutama tak Mungin karyawan biasa bisa memiliki segalanya.
"apa saingan mu ini begitu sulit Andri, karena pria ini cukup kasar sebagai suami, terlebih ada beberapa catatan tentang beberapa pertarungan jalanan juga," gumam Farid yang melihat hasil investigasinya.
Farid hanya tertawa melihat cinta buta dari abdti tapi dia tak bisa menyalahkan itu.
Bayu di lain tempat lain juga sedang berusaha bagaimana bisa merebut hati Dila.
terlebih saat tadi dia mendengar apa yang terjadi pada wanita, dan Bayu tak ingin melihat Dila terluka di tangan Hendra.
"aku tak peduli dengan Andri meski kami bersahabat, dan untuk suami busuk mu itu Dila, aku akan membuatnya menjauh jika tidak aku bisa membuatnya pergi selamanya jika perlu," gumam Bayu sambil menyeringai.
bahkan pria itu melihat foto Dila yang sudah di cetak besar, bahkan dia sudah memiliki begitu banyak karena dia yang mengambil foto diam-diam.
sukses
semangat
mksh
udah tahan nafas nih bacanya dr tadiiii
hamil gak yaa dia???
tp klo fatin uda lupa ingat.an bkalan susah.
mending mahi sam husna ajj.
kasian husna nya sdah tdak perawan di tnggl calon nya meninggal