NovelToon NovelToon
Bapakku Bukan Penjahat

Bapakku Bukan Penjahat

Status: tamat
Genre:Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:35.6k
Nilai: 5
Nama Author: Irene Puspitasari

Nabila, seorang gadis yang baru saja menginjak remaja, harus rela kehilangan figur seorang bapak yang sangat disayanginya. Sang bapak menjadi korban salah tangkap, karena menolong seorang perempuan korban begal.

Kematian sang Bapak saat menjalani masa tahanan, membawa cobaan tersendiri bagi Nabila. Dia dikucilkan di sekolah, bahkan diputuskan oleh pacarnya, si Ketua OSIS.

Semua cobaan diterima Nabila dan keluarga ibunya dengan lapang dada. Mereka bahu-membahu untuk dapat bangkit dan melanjutkan hidup mereka yang sempat porak-poranda.

Orang-orang yang mencelakakan bapak Nabila juga satu-persatu mendapat ganjaran atas perbuatannya. Bahkan balasan yang mereka terima, begitu pedih, karena doa korban-korban yang lain, selain keluarga Nabila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irene Puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Dika mengendarai motornya untuk menjemput Tasya, sambil menggerutu. Akibat Winda membangunkan tidurnya dengan berteriak, sehingga Dika jatuh dari sofa, dan kepalanya benjol.

Tanpa sengaja, Dika melihat Sueb, mantan rekannya sedang berjalan dengan muka yang ditekuk. Dika segera menepikan motornya di sebelah Sueb.

"Eh kamu, Bro. Mau kemana?" tanya Sueb yang terkejut.

"Biasalah, mau jemput Tasya. Kenapa tuh muka lecek gitu, abis berantem lagi sama istrimu?"

"Yah begitulah, kan kamu tau sendiri, istriku itu gimana orangnya, matre."

"Deritamu itu, Bro. Siapa juga suruh cari istri cantik. Lagian itu bukan matre namanya, karena cantik itu juga butuh banyak modal, skin care kan harganya mahal."

"Hadeh, ini lagi, malah belain istriku."

Sueb tampak semakin kesal, karena Dika malah membenarkan sifat istrinya yang mata duitan.

"Kamu tau gak, Bro? Mas Bakir meninggal, ini aku juga baru pulang melayat ke rumahnya."

"Mas Bakir? Yang tetanggamu itu?"

"Iya, yang masuk penjara karena kita."

"Kok kita sih, Bro? Dia lagi apes aja tuh!"

"Aturan, kan kita yang masuk penjara, karena emang kita yang menghilangkan nyawa wanita itu. Mas Bakir sedang sial aja, karena kebetulan lewat di tempat itu."

"Ya udahlah, toh dia juga udah meninggal, kita mau menyerahkan diri ke polisi juga gak bakal bikin dia hidup lagi kan? Ya wes, kita nikmati aja hidup kita!"

Dika menghela napas. Sueb memang tidak kenal dengan Pak Bakir dan keluarganya, sehingga bisa bersikap masa bodo, mengetahui Pak Bakir telah meninggal. Sementara Dika yang mengenal keluarga mereka secara dekat, mempunyai beban mental.

"Kamu sih enak, gak kenal keluarga mereka, lha aku? Mereka tuh sudah menganggap keluargaku, seperti saudara. Aku gak tega aja, melihat kehidupan mereka sekarang."

"Terus mau kamu apa, Bro?"

"Entahlah, aku juga gak tau. Mau kusantuni juga mereka pasti menolak."

"Ya udah kalau gitu, gak usah dipikirin!"

Dika kembali menghela napas, memberi tahu Sueb perihal wafatnya Pak Bakir juga percuma, temannya itu memang tidak punya empati sama sekali.

"Aku jemput Tasya dulu, Bro. Ku doakan, istrimu gak ngambek lagi."

Dika segera melajukan motornya, tanpa menunggu jawaban dari Sueb. Padahal Sueb hendak numpang sampai jalan raya, tadi Dika tak lagi peduli.

"Dasar teman gak pernah makan bangku sekolahan, main nyelonong aja kayak lenong," umpat Sueb.

TIN ... TiiiiiiN ...

Suara klakson motor yang begitu nyaring membuat Sueb kembali mengumpat. Mus, teman sekerja Sueb yang baru saja membunyikan klakson, hanya nyengir menerima umpatan rekannya.

"Mau kemana, Bro, kok jalan kaki? Kayak aku gini lho, naik motor."

"Gak usah ngeledek, aku lagi kesal, pengen makan orang, nih!"

"Lha kenapa kesal, bukan e baru dapat servis memuaskan dari istrimu yang cantik itu, karena bawa pulang duit sekarung?"

"Boro-boro dapat servis, yang ada istriku minta cerai, karena mau nikah lagi sama Juragan Rojali."

"Lha kok bisa?"

"Istriku tau, aku senang-senang sama Mira, waktu dia ngambek dan pulang ke rumah orang tuanya."

Seketika Mus terbahak, menertawakan kesialan yang dialami Sueb temannya. Air mata Mus sampai keluar, karena terlalu banyak tertawa, sedang Sueb semakin kesal.

PLETAK

Sueb memukul helm yang dipakai Mus dengan tangan, tapi tangan Sueb yang malah kesakitan, membuat pria itu semakin kesal. Mus hanya nyengir melihat kelakuan temannya itu.

"Ini kamu mau kemana, yuk ku antar?" tawar Mus setelah tawanya reda.

"Aku mau ketempat Mira saja, ngabisin duit. Sayang kan, duit sekarung ini kalau gak habis?" kata Sueb sambil menepuk dompet di saku celananya.

"Ayo kalau gitu, naik! Kita senang-senang bersama. Jangan kamu pikirin lagi istrimu yang minta cerai itu, kalau ada duit mah, bisa cari istri lagi yang lebih cantik dari dia!"

"Yup, benar katamu itu, Bro."

Sueb dan Mus segera pergi dengan berboncengan motor, mereka berdua tampak tertawa-tawa. Cara berkendara Mus yang ugal-ugalan, membuat beberapa pengendara motor yang nyaris tersenggol, mengumpat.

Bahkan, seorang emak-emak yang pulang dari menjemput anaknya sekolah, jatuh karena nyaris terserempet motor Mus. Namun Mus tak berhenti untuk menolong, malah semakin melajukan motornya sambil tertawa.

"KURANG AJAR, MUDAH-MUDAHAN LU, CEPAT MODAR!" umpat si Emak sambil mengendong anaknya yang menangis.

"Waduh, parah kamu, Bro. Gimana kalau emak dan anak tadi kenapa-napa, kan kasihan," protes Sueb.

"Halah, lagakmu pakai sok peduli sama emak-emak. Ingat, Bro! Kita ini begal, gak sekali dua kali kita bikin orang mati, masa liat emak-emak jatuh aja kamu jadi kasian? Lemah kamu, Bro."

Sueb hanya menghela napas, tak ada gunanya juga berdebat dengan Mus. Mus terkenal sebagai raja tega, dia tak pernah segan menghabisi korbannya ketika beraksi.

BRRAAAKKK

Sebuah truk tronton yang hilang kendali, karena rem blong, tiba-tiba meluncur dari arah depan. Tak elak lagi, motor yang dikendarai Mus dan Sueb tak dapat menghindar.

Para pengguna jalan yang melihat langsung kejadian itu, terpekik ngeri, termasuk emak-emak yang tadi jatuh karena terserempet motor Mus.

"Astaga, karma emang selalu ada," kata si Emak sambil menutup mulutnya.

"Itu yang tadi nyerempet motornya Mbak, kan?"

"Iya, Pak. Mana tadi nyelonong bae gak minta maaf. Kira-kira, itu masih hidup gak ya, Pak?"

"Kayak e sih tewas di tempat, Mbak. Wong motornya aja hancur kayak gitu kok."

"Astaga."

Seketika saja jalanan di tempat itu macet total. Dika yang akan lewat setelah menjemput Tasya terjebak macet.

"Ada apa sih kok macet gini, Pa?" tanya Tasya.

"Sepertinya sih, ada kecelakaan, Nak."

"Haduh, lama gak ini macetnya, Pa? Tasya sudah lapar banget."

"Ya Papa gak tau, macetnya lama apa enggak, kan Papa bukan dukun."

"Emang kalau dukun, bisa tau, macetnya sampai kapan?"

Dika tak bisa menjawab pertanyaan anaknya, entah kenapa anak TK jaman now pada kritis-kritis pemikirannya. Membuat para orang tua kadang mati kutu, tak menyangka anaknya bisa bertanya seperti itu.

"Papa kok diam aja sih, kan Tasya tuh nanya, masa gak dijawab?"

"Papa bingung jawabnya, karena Papa bukan dukun," jawab Dika asal.

Pria itu kembali melajukan motornya, meskipun pelan, naik motor bisa menerobos kemacatan. Semakin mendekati pusat kemacetan, perasaan Dika semakin tak enak, entah firasat apa yang menyebabkannya.

"Nanti, di depan situ, kamu jangan nengok ke arah kanan ya, Nak! Tengok ke kiri aja, atau merem juga boleh."

"Emang kenapa, Pa?"

"Anak kecil gak boleh lihat kecelakaan, nanti didatangi hantu waktu tidur."

"Oke, Pa. Tasya gak mau didatangi hantu, takut."

Dika melihat truk tronton yang terguling, juga motor yang ikut menjadi korban. Pria itu mengerutkan kening, karena merasa tak asing dengan motor yang menjadi korban kecelakaan.

1
Adinda Ramadhanti
lanjut
Adinda Ramadhanti
bagus, smoga tetep konsisten ya kak sampe akhir cerita krn aq baru nemu novel ini
Irene Puspitasari: sudah tamat kok, Kak. semoga suka
total 1 replies
Fety Ahmad
bagus
Rendy Avian
thor klo bias buat cerita kelanjutan nabila dan desy.
Ryana
Mampir juga di karyaku kak yang berjudul 'Hutang Cinta Helena' ya kak
Semangat nulisnya thor💕💕💕
asma la
author, aku sudah rate 5 bintang. yu main ke novel baruku, affair. ditunggu yah kedatangannya 🙏🙏
asma la
👍👍
Irene Puspitasari
maaf ya, udah bikin sedih😁
I.S.DINIa
aku sedih baca bab ini...
I.S.DINIa
aku pindah lapak kak....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!