NovelToon NovelToon
Permaisuri Yang Berbagi Cinta

Permaisuri Yang Berbagi Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Balas Dendam / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:149.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yekumkum

S1 : Kisah perjalanan Leticia membalas dendam akibat diduakan oleh Braun karena tidak bisa memberikan pewaris takhta, yaitu anak laki-laki. Dalam perjalanan balas dendamnya ia dibantu oleh Gerald. Benih-benih cinta timbul di antara mereka, tetapi akankah mereka berakhir bahagia?

S2 : Seorang prajurit bayaran bertemu dengan Duchess yang sombong. Ia berniat membalaskan dendam karena telah dipermalukan. Tetapi seiring berjalannya waktu Duchess Hillbright tidak sejahat yang Leonard kira. Namun, Leonard sudah terikat pada bangsawan lain untuk menjatuhkan Duchess. Apa Leonard tetap akan menjatuhkan Duchess atau malah akan membantunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yekumkum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Kesetiaan

"Siapa kau?" ulang orang yang ada di belakangnya.

Leticia yang sebelumnya merasa khawatir jika ada pelayan atau kesatria Grand Duke Faust melihatnya, merasa lega. Kekagetan sejenak membuat kepalanya tidak bisa berpikir. Itu adalah suara orang yang ia kenal.

Leticia membalikkan badannya, menghadap orang itu. Pedang orang itu semakin dekat ke lehernya.

"Jangan bergerak atau kutebas lehermu," ancam orang itu.

"Ini aku, Isabella." Leticia membuka tudungnya.

Isabella terkejut melihat temannya tiba-tiba berada di sini. Sontak ia menurunkan pedangnya. "Apa yang kamu lakukan di sini, Leticia? Apakah kamu sudah ada janji dengan Tuan? Bagaimana jika ada yang curiga kepadamu?" Isabella menerjang mendekatinya. Jarak di antara mereka berdua tidak ada satu langkah.

"Maaf, aku datang mendadak. Aku harus menyampaikan informasi ini kepada Grand Duke Faust. Aku belum mengabari Grand Duke. Apakah dia sibuk? Aku diam-diam ke sini dengan batu sihir teleportasi." Leticia menjawab Isabella satu-persatu.

"Untungnya Tuan tidak sibuk. Kamu beruntung tidak ada siapapun di sini. Jika ada pelayan atau kesatria melihatmu, bisa-bisa orang curiga. Informasi apa yang ingin kamu sampaikan?"

"Lebih baik kita bicara bertiga saja."

Isabella sempat bingung dengan tindakan Leticia. Pasti informasi yang akan disampaikan temannya ini sangat penting hingga membuatnya ingin mengatakan langsung kepada tuannya, dan tidak melalui surat yang disampaikan putrinya

"Aku akan mengantarmu ke tempat kerja Tuan."

Isabella berjalan mendahului Leticia. Sesekali mereka berhenti jika melihat pelayan yang lewat. 

Sekarang mereka sampai pada ruang kerja Grand Duke Faust. Isabella mengetuk pintu. Lalu membukanya.

Ia mempersilakan Leticia masuk. 

"Anda kedatangan tamu, Tuan," kata Isabella. Ia segera berdiri di samping Tuannya.

"Sepertinya aku tidak ada janji hari ini." Gerald menurunkan kertas yang ada di tangannya. Ia hendak bertanya siapa tamu datang, jawaban yang ia cari sudah berada di depannya.

"Ada keperluan apa Anda datang kemari, Permaisuri?" tanya Gerald.

Leticia menjelaskan maksud kedatangannya. Ia menceritakan informasi yang didapatnya dari desa di dekat kuil. Tentang anak yang hilang, pihak kuil yang ikut melakukan pencarian tetapi tidak terlalu membantu, dan cara Viscount Gremaroft menangani kasus anak hilang itu.

Gerald mendengarkan semua penjelasan dari Leticia. Meskipun mengejutkan, wajahnya tetap tidak berubah. Berbeda dengan Isabella yang melebarkan matanya ketika mendengar Leticia.

"Anda datang ke sini sepertinya bukan cuma ingin menyampaikan hal ini, Permaisuri," tukas Gerald.

Leticia diam sejenak. Orang yang ia ajak kerjasama mempunyai insting yang tajam juga.

"Saya ingin Anda mengungkap perbuatan Viscount Gremaroft, Grand Duke. Ini dapat meningkatkan reputasi Anda."

"Bagaimana dengan ritual terlarang kuil? Saya belum menemukan apa-apa kemarin." Gerald mengangkat tangannya

"Kita bisa menunda penyelidikan kuil. Menurut saya kuil juga ada sangkut pautnya dengan penculikan ini. Namun, bukti yang kita punya belum cukup kuat untuk menguaknya."

Tindakan tergesa-gesa akan menyebabkan hasil yang buruk. Kuil dapat membela diri dan menyerang balik Gerald. Pengumpulan bukti yang lebih banyak akan meningkatkan keberhasilan rencana untuk menguak tindakan terlarang kuil. Dengan menyelidiki Viscount Gremaroft akan mendekatkan mereka dengan rahasia yang disembunyikan kuil.

"Baiklah, saya akan melakukannya," tegas Gerald.

Leticia bernapas lega. Ia tidak bisa berlama-lama di sini. Ia harus segera kembali sebelum ada orang yang curiga.

"Saya undur diri dulu, Grand Duke," kata Leticia.

Isabella ikut menunduk untuk mengantar Leticia. Orang-orang di kediaman Faust dapat bertemu dengan Leticia, Isabella tidak ingin hal itu terjadi. Saat pertemuan dengan Leticia kemarin, Grand Duke Faust memberikan cuti kepada orang-orang yang bekerja di kediamannya agar pertemuan mereka tidak diketahui orang lain.

Mereka sudah berada di luar kediaman.

"Kalau bisa hubungi aku terlebih dahulu sebelum datang ke sini, Leticia. Aku tidak ingin orang-orang curiga. Di samping itu, adakalanya Tuan sedang sibuk atau pergi keluar. Aku tidak ingin kedatanganmu sia-sia," peringat Isabella.

"Baik, Isabella. Aku akan meminta Dale membuatkan batu sihir untuk berkomunikasi denganmu dan Grand Duke Faust." Leticia mengangguk pelan.

Ia mengaktifkan batu sihirnya untuk kembali ke kamarnya, setelah memastikan keadaannya aman.

Pemandangan kediaman Grand Duke Faust telah berubah menjadi kamar Leticia. Leticia segera melepas tudungnya. Ia keluar kamar untuk mengajari Judith.

***

Rose menuju istana. Kemarin malam ia mendapat kabar dari teman yang merupakan penyihir seperti dirinya. Kasus anak hilang di desa dekat kuil mungkin ada sangkut pautnya dengan Viscount Gremaroft dan Paus. 

Ia melewati lapangan latihan kesatria sebelum memasuki istana. 

"Untuk apa kau jadi pengawal Permaisuri dan anak buangan Kaisar? Kau tidak akan mendapat kehormatan apapun," kata salah satu kesatria.

Rose terdiam mendengar perkataan itu. Ia menoleh ke arah lapangan. Ia sedikit mendekat ke sana, tetapi tidak terlalu dekat sehingga kesatria yang berada di area latihan tidak menyadari keberadaannya. Dean sedang dicemooh oleh kesatria lain. 

"Saya hanya menepati sumpah kesatria yang telah saya lakukan kepada Permaisuri Pertama dan Tuan Putri. Itu adalah suatu kebanggaan dan kehormatan bagi saya," jawab Dean.

Para kesatria lain tertawa mendengar hal itu. Mereka menatap Dean dengan pandangan merendahkan.

Dean tetap berdiri tegak dengan bangga tanpa bergetar sekalipun. Kejadian seperti ini bukanlah hal yang baru baginya. Ini sudah menjadi makanan sehari-harinya saat latihan pagi sebelum mengawal Permaisuri Pertama dan Judith.

"Mau bagaimana lagi, kau tidak bisa naik pangkat. Jadi kau hanya bisa mengandalkan majikanmu yang sudah dibuang," sindir salah satu kesatria.

"Hal itu masih belum ditentukan. Jika saya meningkatkan kemampuan mungkin saja saya bisa menjadi pemimpin," balas Dean.

Kesatria-kesatria lain semakin geram mendengar Dean yang sama sekali tidak takut.

"Jangan bermimpi! Kau hanyalah kalangan orang bawah, seharusnya merangkak di bawah kaki kami!" teriak kesatria berambut pirang. 

"Jadi aku juga harus ikut merangkak di bawah kakimu?" tanya Rose.

Semua kesatria tersentak. Tiba-tiba penyihir istana berada di hadapan mereka. Ketakutan menjalari tubuh mereka. Penyihir istana juga bukanlah bangsawan. Perkataan kesatria barusan dapat menyinggung penyihir ini. 

Kesatria istana biasanya berasal dari kalangan bangsawan. Hanya segelintir rakyat biasa yang bisa masuk ke kesatria istana. Hal ini menyebabkan ketidaksukaan kesatria kalangan bangsawan itu kepada Dean yang berasal dari kalangan rakyat.

Rose semula berniat tidak ikut campur karena Dean sepertinya bisa mengatasi hal ini. Namun, telinganya merasa gatal mendengar semua ucapan kesatria yang manja ini.

"Aku tidak menyangka kalau kesatria istana masih punya waktu untuk mengoceh. Kembalilah latihan!" teriak Rose.

Mereka langsung kembali untuk latihan. Amarah Rose sudah berkurang dengan melampiaskannya kepada mereka. Ia langsung meninggalkan lapangan latihan. 

"Terima kasih, Penyihir Kekaisaran." Ternyata Dean masih berada di sana. Rose berhenti.

"Bukan apa-apa. Aku tidak melakukannya untuk membantumu," jawab Rose ketus.

"Meskipun Anda tidak berniat membantu saya, Anda tetap telah membantu saya." Dean menundukkan kepala untuk berterima kasih.

Rose mengangkat tangan menandakan bukan masalah kepada Dean. Ia berjalan menuju tujuannya.

Kini ia sudah berada di tujuannya. Ia bersujud memberikan hormat kepada orang yang ada di depannya.

"Pemimpin Penyihir Kekaisaran menghadap Kaisar dan Permaisuri Kedua," salam Rose.

1
Symsnr_
Lumayan
Symsnr_
Kecewa
Novie Achadini
bagus leticia gitu dong bangkit jgn terouruk
Novie Achadini
hrs jadi kuat leticia
Miyagi Mitsui
semangat
terus berkarya
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Rizky Anindiya
dale gercep juga ya 🤭
Surati
bagus
amalia gati subagio
ratu jalang?
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
Sary Vya
cerita nya bagus
Ditha Fitria
jangan senang dulu Leonard. gak tau apa Judit hanya menjebakmu❤️💪💪💪💪
Yekumkum IG : @yenkumbook: mana yang bakal menang ya... 😆
total 1 replies
Ditha Fitria
grand Duke sama leticia
Dale sama Isabella
Dean sama rose.

wes lah cocok Iki❤️
Yekumkum IG : @yenkumbook: banyak pasangan 🥳
total 1 replies
Ditha Fitria
sabar rose. jangan sensian lah🤭🤭
nia kurniawati
terimakasih Author .. semangat.. terus berkarya.. 🤗
Yekumkum IG : @yenkumbook: terima kasih kembali kak 🙏
total 1 replies
Anonim
bgus kakak author,suka bnget ceritanya😍😍😍
Yekumkum IG : @yenkumbook: terima kasih kak
total 1 replies
Yekumkum IG : @yenkumbook
Halo readers, terima kasih sudah mengikuti cerita anak-anak Leticia sampai tamat. Maaf kalo terkesan kayak cepet banget, soalnya author udah mulai ilang feeling, takutnya kalo diterusin malah berhenti di tengah jalan. Author mau ikut event konflik rumah tangga sama pengembangan diri kalau bisa lolos. Sebenarnya author udah ngirim kerangka tapi belum ada feedback. Kalo lolos nanti author bakal lanjut nulis di NT.
Riris Dr
ikut bahagia
Anonim
Alhamdulillah,akhirnya direstui😍😍😍
nia kurniawati
woww karyamu luar biasa.. alur ceritanya jelas.. perpaduan tema yg luar biasa.. antara hukum jaman kerajaan dimana menebas leher adalah hal biasa😶dan cerita romantis.. ngeri ngeri sedap gitu deh😁.. semoga nanti banyak yg menikmati karya karya mu thor..dan makasih selalu up terus.. tetap semangat ya💪
Yekumkum IG : @yenkumbook: terima kasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!