NovelToon NovelToon
When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Sasa M Sungkar

CERITA INI DIAWALI DENGAN GENRE TEEN LALU MASUK KE GENRE ADULT ROMANCE. SO, BERHATI-HATILAH GUYS. KAMU BAKAL MERASAKAN SENSASI HOT DINOVEL INI. JADI KALAU ADA YANG BASAH KARENA KEPANASAN JANGAN LUPA DIKERINGIN 🤣🤣

S1 : Bab 1 - 163
S2 : Bab 164 - 293

Apa yang akan kita pikirkan ketika mendengar 'Kamasutra', untuk pertama kali? 😂😂

Kama adalah seorang gadis pengidap PTSD (post traumatic stress disorder) , yang di besar kan tanpa mengenal sosok ayah.
Penyakit nya akan kambuh jika berhubungan dengan dua hal yakni, laki-laki tampan dan cerita sedih.
Sementara Sutra adalah seorang laki-laki yang sangat tampan hingga menjadi idola semua kaum hawa yang melihat.

Dua orang dengan latar belakang yang berbeda, namun jika disatukan menimbulkan pikiran dan fantasi aneh bagi setiap orang yang memanggil nama mereka..

Kama dan Sutra....

Hati-hati! WarNing 21+ 😍😍😍👍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa M Sungkar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SELFI DI MONAS

Jam menunjukkan pukul 3 sore ketika mobil sedan kuning milik Adrian sampai di daerah Jakarta Pusat. Butuh waktu hampir 2 jam melewati macet, hingga akhirnya Kama dan Adrian sampai di Jakarta.

Untung saja Adrian membeli banyak makanan tadi, sehingga perjalanan selama itu tak membuat perut mereka kriyuk-kriyuk, akibat cacing yang konser.

"Kamu udah tau alamat yang mau kamu datengin?" Adrian memulai pembicaraan

"Mm, belum pak" jawaban Kama masih tetap sama seperti sebelum nya,

membuat Adrian bingung, kemana sebenar nya tujuan Kama, kenapa begitu susah nya untuk mengetahui alamat nya. Apa dia sedang ada masalah, pikir Adrian.

"Umm, kamu udah pernah ke Monumen Nasional, belum?" Adrian mencoba mengalihkan pembicaraan, setidaknya bisa membuat Kama terhibur.

"Belum"

"Itu tu liat, di depan itu Monas. Mau mampir kesitu? Saya bisa sekalian nunggu waktu solat ashar"

"Ok"

Adrian memutar stir mobil nya memasuki area Monas. Dia berusaha mencari area parkir yang nyaman, dengan view yang bagus.

Beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat parkir yang teduh, yang mengarah lurus ke Monas. Kebetulan ini bukan hari Sabtu dan Minggu,

jadi area Monas tidak terlalu ramai, sehingga bisa parkir masuk lebih dekat ke tugu nya. Lantas mereka berdua pun melangkah turun dari mobil. Kalau lompat, ntar di kirain potong, eh pocong.

"Nah, itu Monas nya. Mau saya fotoin kayak mereka?" Adrian menujuk ke sekumpulan orang-orang yang sedang berfoto dengan riang sambil nyengir.

Kama tertawa mendengar tawaran pak Adrian, dia merasa geli jika hanya berfoto sendirian disini.

Deg..

Deg..

Kembali jantung Adrian berdetak kencang akibat ulah Kama. Ini pertama kali nya dia bisa membuat Kama tertawa,

namun efeknya malah buat dia sport jantung. Atur napaas, atur napaas, huh-hah huh-hah.

Adrian menarik nafas panjang beberapa kali, berusaha menenangkan diri nya

Ya Allah, apaaa ini..? Senyum dan tawa nya bikin jantung ku olahraga dari tadi! gumam Adrian dalam hati

"Gak usah, pak. Saya ngerasa aneh kalo foto sendirian" Kama menjawab tawaran pak Adrian

Seketika Adrian mengeluarkan ponsel dari saku celana nya,

memberanikan diri berjalan pelan ke arah Kama. Begitu Adrian sampai, ia dengan cepat membalikkan tubuh Kama membelakangi Monas, dan..

Cekreeek...!

"Udah saya temenin foto nya. Saya kirim ke kamu ya" Adrian berhasil mengambil foto selfi Kama dan dirinya dengan view Monas.

Rasanya Adrian ingin melompat kegirangan sekaligus berjoget poco-poco, sanking senang nya. Dia tak menyangka dengan aksi nya yang seberani itu.

Sementara itu, mata Kama tak hentinya melebar, dia tak percaya dengan apa yang barusan terjadi. Pak Adrian dengan santai mengambil foto selfi dengan nya.

"Foto nya lucu, hihihi. Mata kamu melotot" Adrian tertawa kecil sambil memperhatikan hasil foto di ponsel nya.

Kama lantas mendengus kesal. Baru saja berapa jam yang lalu dia menganggap dosen nya itu benar-benar baik,

tapi ternyata salah.

Apa dia pikir aku suka dengan wajah tampan nya itu sampai mau berfoto dengan nya?! Hiiih!! pikir Kama

"Maaf ya, saya gak ada niat apa-apa. Cuma mau menghibur kamu. Soal nya dari tadi saya liat kamu bingung setiap saya tanya alamat yang mau kamu datengin"

Seketika kesal Kama mereda, memang benar apa yang di ucapkan dosen nya itu. Dari tadi dia menunggu Aji Wayan menelpon atau sekedar mengirim pesan pada nya.

Namun tak ada kabar sedikit pun, padahal dia serius dengan niat nya mau bertemu dengan mereka.

"Saya..., daritadi nunggu pesan, pak" jawab Kama

"Ooh, dari siapa?" Adrian mulai penasaran

"Dari aji" seketika wajah Adrian berubah kecewa mendengar ucapan Kama

"Pacar kamu? Pantas dari tadi sedih" perlahan Adrian mulai merasa sakit hati.

Aaah, ternyata aku mengantarkan nya bertemu pacar, batin Adrian.

"Hahaha" tiba-tiba Kama tertawa

"Bukan ,pak. Aji itu bahasa Bali, artinya paman" lantas Kama menjelaskan pada Adrian

"Hahaha" mereka berdua kompak tertawa, menertawakan kebodohan Adrian, padahal di dalam hati nya Adrian merasa senang mengetahui bahwa aji berarti paman.

Masih ada harapan! batin Adrian.

Allahu akbar.. Allahu Akbar..

(suara adzan)

"Eh udah ashar, kita pindah parkir ya deket musholla. Nanti kamu tungguin saya aja di mobil" mereka berdua masuk ke dalam mobil dan beranjak meninggalkan tempat itu, mencari musholla terdekat.

"Bapak solat berapa kali sehari?" Kama membuka obrolan di dalam mobil

"Lima. Orang Islam solat 5 kali sehari" jelas Adrian

"Susah ga?" tanya Kama lagi

"Kenapa? kamu mau belajar? Hehe"

"Saya ga tau, tapi mungkin" Kama menjawab dengan rancu, dia seperti teringat masa lalu nya

"Maaf, kamu bukan nya agama hindu ya?" Adrian makin penasaran dengan jawaban Kama tadi

"Harus nya sih begitu, tapi.., saya dan biang gak pernah ke pura. Biang gak bolehin. Kakek dan nenek saya jelas hindu, mereka selalu ke pura dan gak pernah lupa dengan sajian" jelas Kama lagi

Adrian mengernyitkan dahi, dia heran dengan ucapan Kama. Sedetik kemudian mereka sampai di musholla yang masih berada di area Monas

Drrrrttt...

Drrrttt..

(0818xxxxxxxxx calling)

Ponsel Kama berbunyi, tapi dia tak mengenali nomer yang menelfon nya, dan tak ingin mengangkat nya

"Kok gak diangkat?" tanya Adrian heran melihat Kama mengacuhkan ponsel nya

"Saya ga kenal itu nomer siapa, pak. Biarin aja" jawab Kama santai

Wahh, kereen! Dia sungguh-sungguh cuek jadi cewek! pikir Adrian

"Mungkin itu orang yang kamu tunggu" ucap Adrian

"Itu bukan nomer aji kok" Kama masih tetap dengan santai nya menjawab

"Kalau ponsel ibu kamu mati, terus beliau telfon kamu dengan nomer lain, kamu juga ga mau angkat?" Adrian menatap Kama serius

"Bapak gak usah ngeliatin saya gitu!" Kama tiba-tiba merasa kesal dengan pandangan Adrian.

Yah, seperti biasa, dia gak suka wajah tampan Adrian menatap nya dengan serius, membuat emosinya naik, mungkin pengaruh dari PTSD nya.

"Ini saya angkat!" sambung Kama lagi

Sementara Adrian merasa heran, apa lagi salah nya pada Kama. Padahal dia hanya mencoba memberi pengertian ke Kama soal nomer asing yang menelfon nya barusan. Namun Kama memang cewek yang misterius, seketika bisa tenang,

dan seketika lagi bisa ketus berkepanjangan. Bahkan seketika juga bisa tersenyum dan tertawa membuat push up jantung Adrian.

Kama lantas mengangkat telfon nya, setelah 3x panggilan tak terjawab

"Hallo" ucap Kama

"Hallo Kama, ini Aji. Sukur kamu mau angkat telfon, aji udah takut karena aji gak telfon kamu pakai nomer aji" tepat sekali, yang menelfon Kama sejak tadi adalah aji Wayan

"Ooh"

"Hp aji rusak. Kamu dimana ini sekarang? Kamu jadi datang ke Jakarta kan?"

"Kama udah sampe di Jakarta, aji kirim aja alamat nya, biar Kama yang kesana"

"Loh, kamu naik apa? Kata biang kamu naek kreta tadi" aji terkejut mendengar Kama sudah sampai di Jakarta dan akan langsung ke alamat nya

"Naek taksi onlen" jawab Kama cepat karena tidak ingin Aji menanyai nya macam-macam

"Ok kalo gitu, Aji kirim alamatnya sekarang"

Telfon dari aji pun terputus. Kama lalu memandang wajah pak Adrian, dia merasa tak enak hati karena sudah mengatai dosen nya dengan taksi onlen.

"Maaf ya, pak"

Tapi kenyataan nya, itu orang malah senyum. Adrian sama sekali tak tersinggung disebut taksi onlen,

bahkan dia berharap bisa jadi taksi pribadi nya Kama.

Woaaa, bakalan banyak yang ngantri kalau Adrian beneran jadi taksi onlen. Orderan melejit dua puluh empat jam, sampe tidur aja dia gak sempet, lama-lama jadi zombie deh, hihihi

"Saya solat dulu ya. Terimakasih sudah order saya. Habis solat nanti saya anterr, hehehe"

Hiih..! Dasar freak! Dan tetap selalu freak! ,gumam Kama dalam hati

🍂🍂

TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI 😊🙏

KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT 🤗

JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

1
Yenni
syukak bgt kak
Lina Asm
baru Nemu,tp kayanya seru dan bagus nih jalan ceritanya
Pooh
🤣🤣🤣🤣
Pooh
komodo lang berkata "jangan sampai gagal maning, ndan" aku sudah gemesin pengen kenaln sama kerang simping yg sempat nyerempet barusan rasanya geli² gimana gitu🤣🤣
Pooh
datuk memang top cer top markotop tabur benihnya🤣🤣🤣
Pooh
🤣🤣🤣🙈
Pooh
komodo lang🤣🤣🤣
Pooh
sutra🤣🤣🤣🤣
Pooh
alhamdulillah sahhh😍, ee komodo bangun dr tidur panjang, sabar yaaa nunggu 3 purnama terlewati baru bisa bebas🤣🤣🤣
Pooh
amboiiiii datuk🤣🤣🤣🙈
Pooh
kasuo😍
Pooh
loloo mr william dan bu ajeng ena² dikamar lahh kamasutra ditinggalin melonggo jeprat² sendiri🤣
Pooh
sutra kalah telak kamu sama camer🤣🤣🤣
Pooh
3 tahun si dede puasa duhh jadi berotot dan keras donk🤣🤣🤣🙈✌️
Pooh
😍😍🥺🥺🥺
Pooh
auchhh😍
Pooh
🤣🤣🤣🤣
Pooh
eleleleeeew🤣🤣
Pooh
kamasutra😍🤣🤣🤣
Pooh
alhamdulillah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!