Obsesi, satu kata yang tidak bisa dilepaskan dari seorang Marcus Torricelli, termasuk memiliki sang keponakan, Shannon.
walau dijuluki King Of World, namun dibalik itu Marcus menyimpan 1000 Rahasia.
Saat dia berkunjung ke Mansion salah satu kerabatnya, dia bertemu dengan anak perempuan kerabatnya itu, dia menyimpan rasa kagum terhadap Perempuan itu.
Dan dia ingin memiliki perempuan itu, walau perempuan itu masih berusia 20 Tahun.
Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan yang dia inginkan, termasuk memiliki perempuan itu dengan cara apapun...
Dia juga sangat menghormati dan menyayangi Perempuan itu, karena jika dia sudah jatuh cinta, maka dunia bisa saja Kiamat. Rasanya dia akan menjadi manja dan sangat Posesif.
Bahkan Pria berusia 35 Tahun itu memiliki perusahaan yang sangat sukses dan mendunia. Sehingga Ia memiliki banyak musuh.
YOU ARE A WRITER SEASON 6 (Update Senin, Rabu, Jumat, Minggu 9.00 Malam)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qisyfi Azhra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24 (Promise?)
.....Happy Reading.....🙏🏻📖
H-22
Pagi Hari Kemudian........
Di Kamar Shannon.
Pagi ini Shannon sedang mengemasi pakaiannya kekoper, dia sudah dijemput oleh Supir didepan pagar Mansion, saat ini waktu menunjukkan pukul 5 subuh, dia sengaja pergi sepagi ini agar tidak ketahuan.
Dia melihat foto Marcus terpajang di meja, dia menatap foto itu dan menyentuhnya, rasanya amat berat untuk meninggalkan Mansion, namun dia kembali menetapkan hatinya, dia pun segera menyeret kopernya emenuju luar...
Halaman Mansion.
Saat dia sampai dihalaman Mansion, dia berjalan menuju pagar, security yang melihat Nonanya membawa koper segera berdiri.
"Maaf Nona, anda mau kemana?"Tanya Security, sopan.
"Saya mau pergi ke hotel, Tuan Marcus sudah menyuruh saya kesana..."Jawab Shannon, berbohong.
"Bukankah Tuan Torricelli dirawat di Hospitel ya Nona..."Sahut Security, bingung.
'Sial...'Batin Shannon, kesal.
"Iya betul, hanya saja Tuan Torricelli sudah dipindahkan ke hotel, dan saya akan tinggal disana..."Ucap Shannon.
"Itu supir saya sudah menunggu saya..."Ucap Shannon, menunjuk sebuah mobil mewah yang berada di depan pagar.
Security menoleh kearah pagar, memang ada sebuah mobil sport mewah, bagaimana pun dia hanya security tidak bisa melarang Nonanya untuk pergi.
"Baik Nona, Silahkan..."Jawab Security, membukkan pintu pagar.
Shannon keluar dari Pagar dan langsung masuk kedalam mobil dan siap menuju Mansion Alendro.
Siang Hari Kemudian.........
MANSION ALENDRO.
Siang ini Shannon sedang berjalan menuruni tangga mewah Mansion miliknya itu, dia mengenakan mini dress pink cantik yang terlihat cute saat dia pakai.
Shannon melihat sang adik berada di ruang makan sebari bermain ponsel, Shannon duduk dikursi utama karena dialah pengganti Tuan Alendro, sebagai pemimpin keluarga ini.
Ruang Makan.
Saat melihat kakaknya sudah duduk, Shanni meletakkan ponsel mahalnya itu dimeja, kemudian menatap kakaknya serius.
"Sejak kapan kakak datang?"Tanya Shanni, bingung.
"Tadi subuh..."Jawab Shannon, datar.
Kakak adik itu memulai makan siang tanpa berbicara, hanya terdengar suara dentangan sendok dan garpu menghiasi makan siang mereka itu.
MANSION TORRICELLI.
Saat ini Mobil mewah milik Marcus telah sampai di Mansion, Pria itu turun dari Mobil diikuti Oleh Leo dibelakangnya, Mom Danilla cukup terkejut melihat keberadaan anaknya itu.
"Boy! Oh My God, bukankah kau masih sakit habis kecelakaan, kenapa sekarang sudah pulang?"Tanya Mom Danilla, bingung.
"Aku sudah sehat, dimana Shannon?"Tanya Marcus, dingin.
"Ck...kenapa selalu Shannon sih yang Uncle Cari..."Decak Venisa, sinis.
"Dia Mommy dari anak-anakku, tentu saja aku mencarinya, bukan mencari wanita LAIN..."Ucap Marcus, menatap tajam Venisa.
"Sudah, sudah, Serkan bawa adikmu itu..."Ucap Laura, melerai perdebatan antara Uncle dan Keponakan itu.
Serkan menarik paksa tangan sang adik, dia cukup kesal karena selalu direpotkan dengan ulah sang adik, namun mau bagaimana lagi bagaimana pun Venisa adalah adik satu-satunya dan dia sangat menyayangi adiknya tersebut.
"Kak Shannon tidak terlihat dari tadi kak, Kak Shanni juga tidak terlihat malah semenjak kemarin..."Jawab Lea, datar.
Marcus mulai berfikir yang tidak-tidak dan memerintahkan Maid untuk mengenchek kamar kedua kakak beradik kembar tersebut.
Dan setelah 30 menit Maid kembali ke ruang tengah.
"Kamar Nona Shannon dan Nona Shanni kosong Tuan, bahkan tidak ada baju dan koper..."Ucap Maid, menunduk.
Marcus mengepalkan tangannya marah, dia tahu jika Shannon kabur dari Mansion, dia berdiri kembali dan pergi meninggalkan Mansion.
Lucas berjalan menyusul sepupunya itu karena dia juga khawatir dimana Shanni, Di Rahim Twins S Ada baby mereka, sehingga itu membuat Lucas khawatir dan takut kehilangan My Baby Twins.
Mobil Marcus.
Di dalam Mobil, didepan Leo menyetir mobil sesuai yang diperintahkan Tuannya, sedangkan di Jock belakang ada Marcus dan Lucas yang bergulat dengan fikiran mereka masing-masing.
Marcus menyandarkan diri di senderan jock sebari melihat keluar jendela, sedangkan Lucas duduk tegap dengan tatapan mengerikan.
MANSION ALENDRO.
Ternyata tujuan mereka adalah Mansion Alendro, saat sampai di Mansion itu ketiganya keluar dari mobil dan berniat masuk kedalam Mansion namun dicegat oleh bodygurd.
"Maaf Tuan, Anda dilarang masuk..."Ucap Bodygurd, menghalangi tubuh besar dan gagah keduanya.
"You don't know who I am?"Ucap Marcus, dingin namun terkesan penuh ancaman.
"Saya tahu Tuan, tapi dilarang ada pria yang masuk kedalam Mansion..."Jawab Bodygurd, keringat dingin.
Dorrrr......
Marcus menembak bodygurd itu dibagian kepalanya, seketika Bodygurd itu mati ditempat, entah darimana Pistol itu.
Seketika Bodygurd yang lain kalang kabut, dan berusaha melarikan diri.
Tiba-tiba dua wanita cantik dari dalam Mansion, Shannon terlihat begitu terkejut melihat Bodygurd-nya mati ditempat dengan berlumuran darah.
Sedangkan ekspresi wajah Shanni terlihat shock...
"Apa yang terjadi?"Tanya Shannon, menatap tajam Marcus.
Melihat Shannon menatap tajam dirinya, justru Marcus balik menatap tajam Shannon, bahkan pria itu menggendong tubuh Shannon ala bridal style dan membawanya masuk kedalam Mansion.
Sedangkan Lucas dan Shanni yang ditinggalkan berdua merasa canggung, Shanni memilih masuk kedalam Mansion namun tangannya ditahan Pria itu hingga kepalanya mendarat didada bidang pria itu.
"Kenapa kau meninggalkanku?"Bisik Lucas, lembut.
Seketika Shanni mendorong tubuh Lucas agar menjauh darinya, pipi wanita itu memerah karena malu, Shanni langsung menatap Lucas dengan tatapan sulit diartikan.
"Bisakah jangan mencari kesempatan, sebaiknya kita bicarakan saja didalam..."Ucap Shanni, berjalan masuk.
Ruang Tamu.
Saat ini Shannon duduk dipangkuan Pria itu, Shannon terus menggerutu saking kesalnya, dia mencoba turun dari pangkuan Pria itu namun bukannya mengizinkan Shannon turun namun ternyata pria itu malah memberikan ancaman mematikan.
"Kenapa kau pergi dari Mansion?"Tanya Marcus, menciumi leher Shannon.
"Ooohh Sssshhh...s-stop..aaaaahh ssssshh..."Desah Shannon, kegelian.
Marcus terus menciumi leher Shannon, hingga dia meletakkan tubuh Shannon disofa dan menciumi leher Shannon hingga kedada wanita itu.
Shanni yang lewat ruang tamu langsung berlari kekamarnya, dia ngeri saat melihat orang melakukan hal seperti itu, walau sebenarnya dia pasti pernah melakukannya dengan Lucas namun itu dalam keadaan diperkosa jadi dia tidak sadar.
Shannon yang mengetahui jika ada pistol di saku celana Marcus pun mengambil pistol itu dan menodongkannya ke wajah Marcus.
Seketika Marcus menyudahi aksinya, dia menatap tajam Shannon dan mengepalkan tangannya.
Shannon berdiri dari sofa sebari masih menodongkan pistol kewajah Marcus, Marcus ikut berdiri saat ini mereka berhadap-hadapan namun dengan saling menatap tajam.
Marcus mendorong tubuh Shannon kedinding dan membalikan tubuh Shannon, dia merebut pistol dan melempar pistol sialan itu.
"Jangan coba-coba membunuhku girl..."Bisik Marcus, dingin.
'Tuhannn, kenapa aku bisa terjebak dengan pria gila ini...'Batin Shannon, merasa sedih.
"Lepaskan aku, kepalaku begitu pusing..."Lirih Shannon, memegangi pinggangnya yang terasa nyeri.
Marcus melepaskan kukungannya itu dan langsung menggendong tubuh Shannon, membawa Shannon ke sebuah kamar yang ada di Lantai 1.
Kamar Shanni.
Shanni langsung masuk kedalam kamarnya tanpa mengunci pintu, dia langsung duduk ditepi ranjang sebari menatap sofa yang berada didepannya.
Tiba-tiba masuklah Lucas kedalam kamarnya dan langsung duduk disofa depan Shanni, wanita itu cukup terkejut namun dia tetap mengontrol raut wajahnya.
"Why did you come into my room?"Tanya Shanni, datar.
"I want to talk about this relationship..."Jawab Lucas, menatap wajah cantik Shanni.
"There's no relationship between us, so there's nothing to talk about..."Jawab Shanni, menatap tajam Lucas.
"The relationship between myself and the child in your womb..."Ucap Lucas.
Shanni terdiam seketika, bagaimana mungkin dia lupa jika saat ini dia sedang hamil, hamil anak dari pria yang ada didepannya ini.
"Kenapa kau pergi dari Mansion?"Tanya Lucas, datar.
"A-aku, aku mau pernikahan itu dibatalkan, aku fikir kita tidak perlu menikah dan kau tidak perlu bertanggung jawab atas diriku, kau tetap Daddy dari anak ini..."Ucap Shanni, menundukkan kepalanya.
"Kenapa kau tiba-tiba ingin pernikahan itu dibatalkan, apa kau mendapatkan pria lain?"Tanya Lucas, dingin.
"Bukan, tapi aku sadar aku bukanlah wanita yang pantas untukmu dan aku juga akan kembali ke Italia, jadi kumohon kita tidak usah menikah..."Ucap Shanni, merasa sesak didada.
"Aku bukan pria pengecut yang tidak akan bertanggung jawab atas perbuatan yang kulakukan..."Ucap Lucas, menatap tajam Shanni, dia merasa geram dengan kata-kata yang dilontarkan wanita itu.
Shanni memejamkan matanya, dia menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya, dia turun dan terduduk di lantai tepat di didepan Lucas.
"Aku mohon😭, aku mohon sekali saja, aku tidak ingin melanjutkan pernikahan ini..."Ucap Shanni, dia menangis.
Lucas turun dari duduknya dan berjongkok didepan Shanni, dia menghapus air mata wanita itu, rasanya dia begitu sakit dan tidak tega melihat wanita itu menangis.
Disaat dia mulai menyadari jika Shanni berharga untuknya, didetik itu pula Shanni ingin pergi meninggalkannya...
"Maafkan aku jika selama ini aku sudah menyakitimu, tapi jangan pergi..."Ucap Lucas, lemah lembut.
"Aku harus pergi, dan pasti akan pergi..."Lirih Shanni, kembali mengingat penyakitnya.
Lucas memeluk Shanni, dia benar-benar merasa sedih dan takut, Seketika tubuh Shanni menegang dia benar-benar merasa sedih dan dilema.
"Jangan tinggalkan aku, aku tidak ingin berpisah dengan kalian..."Bisik Lucas, lembut.
"Please..."Jawab Shanni, pelan.
Lucas melepaskan pelukannya, dia menatap serius wajah Shanni, dia merasa sulit menghalangi keinginan wanita itu.
"Jika itu benar-benar keinginanmu, maka berjanjilah bahwa kau tidak akan pernah menikah dan akan membesarkan anak ini dengan baik..."Ucap Lucas, serius.
"Kau setuju?aku berjanji tidak akan pernah menikah dan akan membesarkan anak ini dengan sangat baik..."Janji Shanni, sumringah.
"Ya sudah, silahkan, aku akan tetap mengirimkan uang ke rekeningmu, karena bagaimana pun aku tetap menganggap kau adalah tanggung jawabku..."Ucap Lucas, datar.
Shanni hanya mengangguk, dibalik itu dia begitu bahagia.
Malam Hari Kemudian..........
Ruang Makan.
Malam ini Marcus maupun Lucas belum pulang, mereka memutuskan untuk makan malam di Mansion Alendro baru kembali ke Mansion mereka.
Para Maid datang dan meletakkan menu makan malam mereka, terlihat para maid yang masih cantik dan muda, seketika raut wajah Shannon cemberut sedangkan Shanni mati-matian menahan rasa cemburunya karena dia ingat dia bukan siapa-siapa Lucas.
"Hai Nona..."Sapa Linda, kepala pelayan, dia terlihat begitu cantik walau terlihat berpakaian sederhana.
"Hai Linda, kamu sudah makan malam?"Tanya Shannon, tersenyum.
"Belum Nona..."Jawab Linda, sopan.
"Ikutlah makan malam bersama kami..."Perintah Shannon, menatap Linda.
"Terimakasih Nona tapi saya akan makan di pavilun bersama para maid lainnya..."Tolak Linda secara halus.
"Ini bukan ajakan melainkan perintah..."Ucap Shannon, tegas.
Linda hanya bisa tersenyum kaku sebari duduk di samping Shannon, dia merasa sedikit takut dan kaku melihat tatapan tajam Tuan Marcus & Tuan Lucas.
**Potret Si Cantik Shannon\, Tatapan mautnya...**
Shannon melirik Marcus, dia kemudian berfikir 2 kali untuk berbicara dan meminta sesuatu pada Marcus, Shannon menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya.
"Uncle, bolehkah aku meminta sesuatu padamu?"Tanya Shannon, menatap wajah datar Marcus.
"Meminta apa?katakan saja, aku akan mengabulkan apapun itu keinginanmu..."Jawab Marcus, lemah lembut.
"Suapin aku..."Ucap Shannon, tatapan polos.
Marcus tersenyum tipis menatap wajah polos Shannon di malam hari, tentu saja dia akan mengabulkan permintaan Shannon, karena belum tentu besok dia bisa seperti ini lagi bersama Shannon.
Marcus mengambil sendok yang ada dipiring Shannon dan mulai menyuapi wanita itu, Shannon pun hanya makan sebari senyum-senyum sendiri.
"Uuuuhhh Soswit...."Ucap Shanni, wanita itu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan memotret keduanya sebari senyum-senyum.
"Makanlah dulu Shanni, diperutmu ada baby twins jika mereka sampai kenapa-kenapa kau-----"Ancam Lucas.
Seketika Shanni meletakkan ponselnya dan kembali makan, dia cukup takut dengan ancaman pria itu.
"Kapan kamu akan chek up kandungan?"Tanya Lucas, datar.
"2 Hari lagi, cuman aku akan kembali ke Italia besok..."Jawab Shanni.
"Kau benar-benar akan kembali ke Italia?"Tanya Lucas, menatap inti wajah Shanni.
Shanni menganggukkan kepalanya, dia bingung kenapa Lucas menatap wajahnya seperti itu, rasanya dia takut.
"Jika kau benar-benar kembali ke Italia maka aku akan ikut..."Ucap Lucas, tegas.
"What?!maksudnya kau akan datang ke Italia dan tinggal disana?kau kan tinggal di New York..."Ucap Shanni, bingung.
"Aku bisa tinggal di Italia untuk menemanimu..."Ucap Lucas.
Shanni terdiam, tidak ada pembicaraan lagi, dia masih mencerna apa yang diucapkan oleh Lucas, dia mengerti jika mungkin sulit untuk Lucas berpisah dengan baby yang ada diperutnya namun mereka memang tidak memiliki hubungan apa-apa, dan sepertinya ini sudah biasa di Italia.
Setelah selesai makan malam Marcus dan Lucas berpamitan pada Twins S, kemudian mereka langsung pulang ke Mansion Torricelli.
"Kakak besok kita jadikan kembali ke Italia?"Tanya Shanni, memastikan.
"Jadi kok dek, cuman katanya Uncle Marcus juga akan ikut denganku..."Jawab Shannon, merasa tidak enak.
"Oh My God,apa kakak tidak dengar tadi Uncle Lucas juga mau ikut denganku..."Ucap Shanni.
"Really?sudahlah biarkan saja, kamu sebaiknya istirahat, apa kamu pusing?jaga kesehatanmu ya dek..."Ucap Shannon.
Shanni memeluk kakak kesayangannya itu, dia bahagia karena dianugerahi kakak perempuan kembar yang amat sangat menyayanginya,walau saat ini keduanya sudah menjadi yatim piatu.
"Iya kakakku sayang..."Jawab Shanni.
Mereka pun kembali kekamar masing-masing dan menghabiskan waktu dikamar masing-masing, mereka begitu saling melengkapi. jika orang melihat mereka pasti langsung tersirat keirian, karena mereka memiliki segalanya, kecantikkan, keluarga, harta, tahta bahkan mereka hamil anak dari para pria penguasa.
Namun dibalik itu Shanni memiliki penyakit mematikan yang kapan saja bisa merenggut nyawanya, Shannon yang harus belajar menjadi dewasa sejak dini untuk memimpin perusahaan Alendro.
To be continue.
Jangan lupa Like, comment, hadiah, dukungan and vote ya readers🙏🏻😊
Terimakasih🙏🏻
kok gitu sih
pemeran lakix gampangan anget celup² sana sini is menjijikan😡😤
Kurang suka sih Thor sama sifatnya Marcus, mulai dari hobby sex bebas terus kasar, obsessi,dan pemaksa...
Semangat kerjanya author sayang😊💞
And Menurutku Ya Thor Makin hari masalah semakin banyak bermunculan dan itu sebenarnya membuat kesan misteri cuman Banyak Konfik juga gak baik Ya...
Cuman ya terserah kakak author saja, Semangat Thor kerjanya!💪🏻🤭
Kakak Author buat dong Shanni jangan sampai meninggal, buat Lucas dan Shanni bersatu dong....
Semangat kerjanya Thor💪🏻😊...