NovelToon NovelToon
Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Pembunuhan / Keluarga & Kasih Sayang / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Romansa / Tamat
Popularitas:232.8k
Nilai: 5
Nama Author: Juliana S Hadi

NOVEL DEWASA!

Badai pasti berlalu, namun jejak bayangannya tak akan pernah hilang.

Salsya, sang mantan kekasih yang kehadirannya selalu mengganggu hubungan asmara Reza dan Inara -- tiba-tiba tewas, dibunuh oleh sosok misterius secara sadis.

Kematian seorang insan yang sejatinya merupakan kisah memilukan, justru merupakan berita yang membawa harapan bagi banyak pihak untuk kebahagiaan Inara.

Tetapi, takdir kehidupan itu justru memberikan banyak teka-teki dan ujian bagi Inara dalam mengarungi biduk rumah tangganya bersama Reza.

Akankah takdir selalu mempersatukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juliana S Hadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergian Dinda

Bug!

Mayra tersungkur ke lantai setelah menerima dorongan keras dari seorang wanita parubaya, wajahnya basah oleh air mata. Reza dan aku saat itu baru selesai makan siang dan kembali ke UGD. Melihat itu, Reza langsung berlari menghampiri dan membantu Mayra berdiri. Tirta yang menangis pun langsung menghampiri dan memeluk Mayra.

"Sabar, Tant," kata Reza.

Wanita parubaya itu justru menatap Reza dengan amarah. "Kamu jangan ikut campur! Ini urusan keluarga kami."

"Sudah, Ma!" seorang lelaki parubaya menegur wanita itu. "Jangan ribut, ini rumah sakit," katanya.

Tanpa menanggapi kedua orang itu, Reza meminta Mayra untuk pergi sejenak dari sana, dan memintaku untuk menemani Mayra.

"Aku mau di sini, Za. Aku mau menunggui Mas Alfi."

Aku mendekat, kuraih Mayra ke dalam dekapanku dan mengajaknya pergi dari sana, tapi ia tetap enggan. "Kita pergi dulu, May...."

"Tapi--"

Tap Tap Tap!

Langkah kaki bergemuruh. Situasi tegang terjadi. Dokter berlari masuk ke ruang di mana Dinda terbaring dengan berbagai selang di mulut. Sementara dua orang -- perempuan dan lelaki parubaya keluar dari ruangan itu sambil menangis. Kondisi Dinda kritis. Ada sebuah selang kateter mencuat dari *elangkangnya dan masker oksigen serabutan di hidung, kabel-kabel berwarna-warni: hitam, biru, hijau, kuning, dan putih berjuntai di dadanya. Di pojok kamar, sebuah layar monitor berlatar hitam dengan garis grafik warna hijau turun-naik, merayap, berkedip meninggalkan suara bip-bip memanjang.

Bip-bip-bip-biiip-biiiiip. Berhenti sejenak. Lalu, biiip-biiip. Berhenti lagi. Berhenti. Tidak bunyi lagi. Diam.

Seorang dokter menyampaikan sesuatu setelah mematikan layar monitor, paramedis yang lain melepas kabel-kabel dan selang dari tubuh Dinda.

Nyawa Dinda terlepas dari raganya. Dia meninggal.

Kedua wanita parubaya dan seorang lelaki parubaya itu menangis histeris di depan Dinda yang terbaring -- sudah tak bernyawa.

Tanpa perlu bertanya, aku tahu kedua orang yang tadi keluar dari ruangan itu adalah kedua orang tua Dinda, dan wanita yang tadi mendorong Mayra, kutebak -- dia pasti ibunya Alfi, dan lelaki di sampingnya itu pasti ayahnya Alfi. Semuanya menangis histeris. Setelah beberapa menit, mereka pun keluar.

"Puas kamu? Kamu senang, kan, menantuku meninggal?"

Ya Tuhan... ingin sekali rasanya aku menampar mulut ibunya Alfi. Bisa-bisanya dia memarahi Mayra yang sama sekali tidak bersalah dalam hal ini. Tubuh Dinda bahkan baru di pindahkan ke ruang jenazah.

Kalau saja dia ibu mertuaku, uh... sudah kusumpal mulutnya dengan lap bekas. Heran... aku, kok Mayra diam saja? Mau-maunya dia ditindas mertua galak dan egois seperti itu.

Aku ingat, saat itu aku terpancing emosi dan mataku hampir melotot, aku ingin balas marah kepadanya karena memarahi Mayra, tapi Reza melihatku dan mengerjapkan pelan matanya ke arahku dengan sedikit anggukan. Aku tahu itu artinya dia memintaku supaya aku menjaga emosiku. Lagipula, itu bukan ranahku. Aku hanya orang luar. Tapi tetap saja, hatiku dongkol melihat ibu mertua yang seperti mak lampir itu.

"Sayang, ajak Mayra pergi dulu."

Aku mengangguk. "Ya, Mas," kataku.

Lalu Reza duduk, berjongkok lutut di depan anak kecil itu. "Tirta ikut Mama, ya. Jangan menangis, anak laki-laki harus kuat. Harus bisa jaga Mama. Oke, Jagoan?"

Sembari sesenggukan, Tirta mengusap air matanya. "Ya, Oom. Oom jagain Papa, ya?"

"Siap, laksanakan. Oom Reza akan jaga di sini. Sana, Tirta ikut Mama dan Tante Nara."

1
Deliana
nara² kenapa juga kamu lihat yg tak semestinya kamu lihat,, kan sakit sendiri jadiny,,,,
Deliana
gak nyadar dia ternyata kepalanya keras kayak batu..
Rifa Endro
alhamdulillah... Sah. !!! oh enggak ya... semoga langgeng. samawa Nara, Reza....🙊🤣🤣🤣🌹🌹🌹
Rifa Endro
kali ini aku setuju dengan mu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri Nara. ini alami, bawaan orok
Rifa Endro
ngidam pasti
Rifa Endro
bengetan modusnya. Tapi kamu juga yang nantangin kan ?
Rifa Endro
fix, belah duren
Rifa Endro
tapi kamu juga suka juga kan ? Dimodusin suamimu sendiri
Rifa Endro
nelangsa ... yah berdamai dan mencoba ikhlas itu memang sulit setengah hidup
Rifa Endro
hidup itu pilihan. dan kamu Nara, kamu sendiri yg memilih untuk saki hati. padahal suami , adik bahkan ibumu telah mengingat kan mu. See, you choiced for feel hurt again in your heart.
Rifa Endro
curiga lagi
Rifa Endro
menolak suami semalam saja menggugurkan pahala ibadah kita selama 40 hari dan Allah mencabut Rahmat Nya. ini 2,5 BLN. OMG Nara ?
Rifa Endro
dan memang kenyataanya kamu kepala batu egois
Rifa Endro
bagus kalau kamu menyadarinya. Jangan selalu kamu yang minta untuk dimengerti dan dipahami. Meraka semua terutama ibumu sampai harus melawan ayahamu. Mantan suaminya yang selalu menyalahkan ibumu. Bahkan mengatainya tak becus mendidik anak2nya.
Rifa Endro
buah keangkuhan mu itu Ra ??? Kadang kamu tidak berpikir bahwa ada banyak hati yang harus kamu jaga. Termasuk bunda serta adikmu.
Rifa Endro
Bahkan kamu berdosa besar karena sudah menolaknya
Rifa Endro
hahhhah ... jangan bercanda dong San ? ini nggak lucu. Aruna kan adik Reza. Terus Ariin ?
Rifa Endro
gila kamu Nara !!!
Rifa Endro
oh Tuhan !!!! See...benar kata aku...rasa welas mu itu yah bikin ngeri Za. Ngancurin semuanya.
Rifa Endro
huh, masih ada hal lain lagi yg ingin diungkap ini...?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!