NovelToon NovelToon
Cinta Lama Saingan Tetap

Cinta Lama Saingan Tetap

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:270.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Wina akhirnya bertemu Ardan setelah lima tahun ngga pernah ketenu. Seperti dulu, Ardan kembali mendekatinya. Dan bodohnya Wina masih saja mempercayai kalo Ardan ngga bisa melupakan dirinys.

Seperti dejavu, saingan saingan lamanya waktu sma kembali muncul. Terutama Dina yang sudah menjadi seorang dokter. Dina adalah saingan terberatnya sejak dulu dan ternyata sampai sekarang. Haruskah Mia mundur lagi seperti dulu, menghindari Ardan dan berusaha untuk melupakannya lagi?

Terimaa kasih udah baca karyaku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terhalang Restu

Ini hari ketiga. Ardan akhirnya datang ke perusahaan papanya. Keadaannya sudah lebih baik.

Dengan santai dia menuju ke ruangannya.

Meti yang sedang merapikan meja kerjanya kaget melihat kehadirannya.

"Pak Ardan?"

Antara kaget dan terpeaona, Meti sampai bengong. Bosnya semakin tampan. Penampilannya pun seperrti biasa, rapi dan keren.

"Ya, apa yang sudah saya lewatkan?" tanyanya santai kemudian duduk di kursi. Tangannya meraih berkas berkas yang baru saja di rapikan Meti.

"Kerja sama kita dengan Zain Artha gtoup sudah di acc, Pak. Minggu depan akan dimulai pengerjaannya," kata Meti kemudian membuat tabletnya untuk melihat apa jadwal bosnya hari ini.

"Jam delapan, ada meeting dengan Pak Idrus untuk proyek galangan kapal. Jam sepuluh meninjau ke lokasi pembangunan aparteman. Setelah makan siang, meeting untuk pembangunan resort di Lombok," jelas Meti panjang lebar.

Kini dia menatap bosnya penuh kagum dengan jantung berdebar cukup cepat.

Bosnya terlihat semakin berkharisma dalam keseriusannya membaca berkas.

Dia benar benar tampan, umpatnya dalam hati.

"Oke," jawab Ardan tanpa melihat Meti.

Meti pun keluar dari dalam ruangan bosnya.

Tapi dia terkejut melihat bos besarnya sudah berdiri di hadapannya.

"Ardan ada di ruangannya?"

"Ada Pak."

Bos besarnya pun langsung memasuki ruangannya.

Matanya beradu pandang dengan mata Ardan.

"Sudah bisa bekerja lagi?" tanya papa santai. Dia langsung duduk di sofa memperhatikan anak tunggalnya yang masih serius menatap berkasnya.

"Begitulah Pa," jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari kertas kertas di tangannya.

"Hubunganmu sama Wina gimana?" tanya papa kepo.

"Putus."

Papa agak kaget mendengar jawaban ringan Ardan. Kali ini dia menatap anaknya dengan sangat serius.

"Benar benar putus?" tanya Papa memastikan

Istrinya pasti akan senang mendengarnya, batin Papa dengan mata terus menyorot tajam pada Atdan.

"Ya, Pa," jawab Ardan malas. Dia harus teliti mengamati kontrak kerja yang harus dia tandatangani. Papanya malah membuat pikirannya jadi pecah.

"Pa, tolong katakan pada Mama, jangan mengganggu Wina. Sekarang Ardan sudah putus," kata Ardan akhirnya sambil menatap wajah papanya.

Papanya terdiam. Sebenarnya apa yang sudah istrinya lakukan pada Wina sampai Ardan lebih merelakan gadis ini pergi.

"Apa yang mama lakuin?"

"Papa tanya aja sama mama," jawab Ardan datar. Kemudian dia pun menyibukkan kembali dengan berkas kerjanya.

Papanya menarik nafas panjang. Diapun melangkah keluar dari ruangan Ardan. Ardan pun hanya membiarkan papanya pergi.

Kata kata Gaga kemarin benar benar memgena di hatinya. Teganya mama menyakiti Wina.

Ardan menghela nafas panjang.

Sementara ini biarlah waktu yang bisa membuat Wina melupakan kata kata pedas dan sikap kasar mamanya.

****

"Kamu beneran putus sama Wina?" tanya mama senang. Beliau sengaja mampir pada jam makan siang, begitu suaminya mengabakannya tadi.

Rasanya begitu gembira mendengar Ardan sudah memutuskan hubungan dengan Wina.

"Iya."

"Syukurlah..Berarti sekarang kamu bisa lanjut lagi ke Dina."

Ardan menatap mamanya malas.

"Atau kamu lebih suka putri Pak Zain?" pancing mama. Karena menurut cerita papa, Ardan tergoda dengan putri Pak Zaon yang sangat jelita.

Ardan tertawa kecil.

"Putri Pak Zain sangat cantik," komentarnya seakan menantang mamanya.

Mamanya terdiam mendengarnya.

"Kalo Ardan bersama Putri Pak Zain, mama pasti ngga bisa mengganggu kami," kata Ardan kemudian tertawa lagi.

Mama Ardan menatapnya tajam. Beliau ngga suka mendengar nada suara putranya yang terkesan meremehkannya.

"Tentu tidak. Anak Pak Zain lebih berharga dari Wina," sindir mama Ardan puas.

"Lebih kaya maksud mama?" sambarnya lagi.

"Tepat," balas Ardan ganti menyindir

"Ya," tegas Mama Ardan.ngga mau kalah.

Ardan kembali terkekeh mendengarnya.

Wajar mamanya langsung setuju. Kekayaan Pak Zain jauh melebihi dari kekayaan keluarga Dina.

"Jadi kamu memilih putri Pak Zain?"

"May be," jawab Ardan ngga peduli.

Dia menyantap kembali makan siangnya yang diantarkan ob nya ke ruangannya.

Begitu juga mama. Dia mengunyah pelan sambil menatap Ardan penuh selidik. Tapi ekspresi datar Ardan benar benar ngga terbaca olehnya.

"Bawa putri Zain ke rumah. Mama ingin kenal."

"Kami belum sedekat itu."

"Mama ngga bodoh Ardan. Kamu masih menyukai Wina kan?" kesal mamanya melihat sikap santai Ardan.

"Mama tau," kekehnya. Makan siangnya udah habis. Dia hanya menelan tanpa merasakan. Lidahnya pun mati rasa..Seperti hatinya.

Mama terkesiap mendengarnya.

"Kamu!" Mama benar benar marah. Merasa dipermainkan Ardan.

"Ardan suka. Tapi Wina ngga suka lagi sama Ardan. Masih salah juga ma," sindirnya kemudian melanjutkan tawanya.

"Mama dengar dari papa, kamu mencium putri Pak.Zain," kata mama menyindir.

Ardan menatap mamanya tetqp santai.

"Mama udh tau."

Mama kini merasa pikiran Ardan mulai konslet.

"Kamu ngga sadar kalo Wina itu hanya obsesi kamu," tandas mamanya membuat Ardan hanya tertawa.

Wina memang obsesi ku, Ma. Selamanya, batin Ardan sedih.

Mamanya pasti akan terus mengganggunya jika masih berhubungan dengan Wina. Wina pasti akan dihina mamanya lagi.

Padahal Ardan selalu merasa dadanya sesak karena memikirkan sulitnnya mendapat restu mama untuknya dan Wima.

1
Lia Kiftia Usman
suka part ini... baca ulang2🤭
Lia Kiftia Usman
suka karakter papa ardan...bagaimanapun keadaannya ... keluarga tetap prioritas utama, ardan juga hormat, sayang ke mamanya...
Lia Kiftia Usman
bagus... suka... karena alur ceritanya menegangkan tapi singkat dan menyenangkam
Lia Kiftia Usman
mobilnya dianter ke hotel.... ardan
Pujierde
hahaha nenek gayung judesnya sama yaks 🤭🤭
Pujierde
Luar biasa
Youleannaa
bagus
Deandra Putri
nah lohhh... sodaraan ternyata..🤭🤭🤭🤭🤭
Deandra Putri
ibu rasa monster...hiiii...
Deandra Putri
ah, gak seru emaknye gak jantungan lagii
Deandra Putri
semoga jantungnya langsung putus
Deandra Putri
nah loh... kena kan sama anak sendiri, baik atau buruk pasti akan kembali kpd diri kita sendiri
Deandra Putri
lagipula Wina, dokter eri lebih potensial dan keluarganya juga baikkkkkkk bgt... hdup kamu kayaknya bakal sejahtera KLO sama dokter eri
Deandra Putri
mending pindah hati aja gak sih Wina? sama dokter eri baik, ganteng, kaya dan keluarganya mendukung..gak bakal makan ati KLO jadi mantu dirumah itu
Deandra Putri
tuh kann benerr.. dipanas2in terus biar putus
Deandra Putri
dan rencana orang tua Ardan berhasil...
Deandra Putri
Nemu lagi ibu mertua jahat..
Deandra Putri
laki laki kok GK ada tegas2nya
Siti Sarifah
Luar biasa
falea sezi
qm gk pantes dapet Wina ardan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!