Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita. Tidak peduli sesederhana apapun itu,sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman yang baik.
Mau berakhir tragis, bahagia, atau menggantung sekalipun, setiap cerita tentang cinta selalu ada hikmah yang bisa kita ambil.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daetsma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
Ayu pergi meninggalkan Gilang karena kesal, Gilang juga merasa sangat kesal dan marah karena tak tau jika akhirnya mereka akan bertengkar seperti itu
"Ah ngeselin" ujar Gilang
Jam pun berlalu, mereka berdua menjadi saling diam satu sama lain. Bahkan ketika ada karyawan yang melapor pun Gilang terus menerus membentaknya walau pun dia tak bersalah
"Apa hanya ini kerja mu hah! Dengan gaji yang aku berikan kau hanya bekerja seperti ini, apa kau ingin di keluarkan" ucap Gilang
"Maafkan saya pak, saya akan berusaha sebaik mungkin. Saya undur diri" ucap nya lalu segera pergi keluar
"Hey kau kena marah ya" tanya teman nya yang juga kena marah
"Iya, pak Gilang kenapa ya, ko hari ini dia marah marah terus" jawab nya sambil berjalan dengan semangat yang menurun
"Hey apa kau dengar, tadi pak Gilang sama sekertaris nya itu bertengkar, mungkin gara gara itu suasana hati pak Gilang buruk" bisik nya
"Benarkah? Tapi kan pak Gilang sama Bu ayu itu ga punya hubungan apapun" balas nya
"Iya juga sih, tapi ya gitu deh pokonya. Malah tadi pas Bu ayu pergi makan siang sama pak Surya aku liat pak Gilang kaya badmood gitu" jawab nya
.
.
.
.
.
Setelah pekerjaan nya selesai, ayu segera meninggalkan Gilang dan pergi begitu saja tanpa sepatah katapun. Gilang yang melihat sikap ayu menjadi semakin kesal dan marah
"Tuh kan Bu ayu keluar sendiri, biasanya barang sama pak Gilang" bisik seorang perempuan pada teman nya
"Wah iya tuh,Kayanya bener deh mereka lagi gelud" balas teman nya sambil menatap ayu yang tengah berjalan keluar
"Loh berkas dari perusahaan Walsey mana ya??" Ucap Gilang sambil mencari ke sana kemari
"Ko ga ada ya" Gilang pun segera berdiri lalu menghampiri meja ayu, saat Gilang membuka laci meja kerja milik ayu dia tak sengaja melihat sebuah kotak kecil yang tergeletak di sana. Karena penasaran Gilang pun segera mengambil kotak tersebut
"Ini apa ya" gumam Gilang lalu membukanya
Ketika Gilang membukanya, dia melihat sebuah kalung dengan liontin perak kecil di sana
"Loh ayu beli kalung?? Sejak kapan dia suka pake yang ginian" ucap Gilang sambil melihat kalung cantik tersebut
"Ini pasti ketinggalan" ujar nya lalu segera keluar untuk mengejar ayu. Gilang melihat ayu yang tengah berjalan menuju pintu keluar gedung kantor, segera dia pun memanggil ayu dengan cepat
"Ayu! Tunggu!!" Ayu pun terhenti, dia segera berbalik dan melihat Gilang
Gilang segera berlari sekencang mungkin menghampiri ayu, dengan nafas yang Terengah-engah Gilang memberikan kotak tersebut pada nya
"Hah!! Ini, ketinggalan" ucap Gilang
Ayu langsung terkejut, dia segera mengambil kotak tersebut
"Makasih" ucap ayu lalu segera keluar dari gedung kantor
Gilang hanya bisa terdiam sambil melihat ayu yang berjalan menjauhi, setelah beberapa saat dia pun baru ingat akan sesuatu
"Oh iya! Berkas perusahaan Walsey" ucap Gilang lalu segera membuka pintu keluar
Tadinya Gilang mau bertanya sekaligus memberikan kotak tersebut, tapi langkah terhenti ketika melihat Surya keluar dari mobil dan menghampiri ayu
Entah apa yang di bicarakan oleh mereka, tapi yang jelas Gilang hanya melihat Surya dan ayu berbicara dengan riang lalu Surya pun memasangkan kalung di lehernya
" Ga jadi deh" gumam Gilang lalu berbalik dan segera masuk kembali ke kantor
"Tuh kan cocok" ucap Surya sambil tersenyum bahagia
"Oh cocok ya hahaha" balas ayu sambil tertawa paksa lalu masuk ke dalam mobil dan pergi bersama Surya
Gilang kembali ke ruangan nya, dia segera duduk lalu membuka berkas yang ada di hadapannya. Pikiran nya tak bisa fokus, dia selalu memikirkan kejadian dimana Surya memasangkan kalung pada leher ayu
"Mereka yang deket ko gua yang kepikiran sih" ucap Gilang
"Kalo mau mesra mesra an di tempat lain kek, jangan di depan kantor kaya gini. Bikin malu aja, kalo ada orang lain yang liat kan pasti nama kantor ini yang tercoreng. Bego emang mereka berdua" timpal nya
*******************************************
Malam pun tiba, Gilang Tengah duduk di sofa sambil di temani oleh secangkir kopi dan camilan yang sudah di siapkan oleh bunda. matanya fokus ke layar ponsel nya, lalu tak lama kemudian Surya pun datang menghampiri Gilang
"Yo! lagi ngapain lu" tanya Surya lalu segera duduk dan mengambil camilan yang ada di atas meja
"Bukan urusan lu" jawab Gilang dengan ketus nya
"Ih kenapa sih, PMS ya" celetuk Surya
Gilang tak menggubris Surya, dia terus mengutak-atik ponselnya dan sibuk sendiri
"Ya udah kalo ga mau jawab" balas Surya lalu segera mengeluarkan ponselnya dan membuka instagram
Ketika Surya membukanya, dia langsung terkejut karena melihat postingan ayu bersama dengan teman teman nya
"Wah! ayu posting foto" ucap Surya
Gilang meliriknya sedikit, karena penasaran dia pun membuka instagram milik nya lalu melihat postingan ayu
"Gilak! temen ayu imut Amat dah yang ini, tapi masih imut ayu sih hehehe" ujar Surya sambil ketawa kecil
"Dih!!"gumam Gilang menatap sinis pada Surya
"Chat ayu ah, siapa tau di respon wkwk" ucap Surya yang memutuskan untuk mengirim pesan pada ayu melalui WhatsApp
"Percuma, ga bakal di bales kecuali chat dari gua" ucap batin Gilang sambil tersenyum miring
Ketika Surya membuka WhatsApp dia pun terkejut karena melihat foto profil ayu
"Jirr! ayu ganti profil, cakep nya masa depan gua"ucap Surya yang nampak sangat girang melihat foto ayu
"Gua pikir si ayu ga suka sama Kalung yang gua kasih, tapi ternyata di pake juga" ucap batin Surya bahagia dan senang
Sambil tersenyum kecil, Surya pun mencoba untuk memperlihatkan nya pada Gilang, Gilang hanya melirik nya sedikit lalu tak memperdulikan nya
"Apaan nih nama nya ko my Queen" ucap batin Gilang ketika melihat Surya memberikan nama kontak milik ayu
"Ya elah lagi ngapain sih, liat dulu nih si ayu ganti profil" ucap Surya
"Bodoh amat! ga peduli" jawab Gilang dengan ketus
"Ya dah serah lu" balas Surya
Gilang pun segera membuka WhatsApp lalu melihat profil ayu, setelah di pikir pikir Gilang pun juga memutuskan untuk mengirimkan pesan pada ayu
"Pesan gw di bales wahahaha" ucap Surya kegirangan seorang diri
Gilang langsung terhenti ketika mendengar jika ayu membalas pesan dari Surya. jari jemari nya segera menghapus pesan yang sudah ia ketik
"Lucky!! ayu mau gua telfon" ucap Surya bahagia
"Seriusan lu" tanya Gilang tak percaya dan sedikit kecewa
"Iya lah masa bohong. nih liat" Surya pun memberikan bukti pesan nya dengan ayu
Seketika Gilang terperanjat, dia merasa jika ayu lambat laun mulai menjauhi dari jangkauan nya. dia hanya bisa diam menyaksikan itu semua
"Jangan iri jangan iri, jangan iri dengki" ucap Surya sambil cengengesan dan memperlihatkan dirinya yang sedang menghubungi ayu
Karena kesal Gilang pun segera berdiri dari duduknya lalu meninggalkan Surya
"Mau kemana lu" tanya Surya
"Bukan urusan lu" balas Gilang
"Serah dah" jawab Surya
sukses selalu buat karyamu
mampir juga di karyaku Thor
kisah Aluna
My Kids My Hero