Anna tau bahwa ayahnya adalah orang kaya, dan semua kakaknya tampan tapi ia tak pernah menyangka jika keluarganya cukup populer bahkan ia di sebut-sebut sebagai putri yang di sembunyikan sampai ia pindah ke sekolah baru yang terkenal.
Bukan hanya itu saja, ia juga baru tahu bahwa dia bukan manusia biasa dan cinta pertamanya juga bukanlah manusia.
Siapakah keluarga Anna sesungguhnya?
Misteri apa saja yang baru di ketahui Anna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kasayy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Bel berbunyi tanda istirahat telah tiba, kelas-kelas yang awalnya sepi tiba-tiba menjadi riuh. Tak terkecuali kelas Anna, sebagian murid bahkan sudah pergi keluar.
" Anna kau mau ke kantin? " tanya Mina.
" Ya, aku sedikit lapar " jawabnya.
Kedua sahabat itu pergi bersama, menyusuri koridor sekolah sampai tiba di kantin mereka mengambil makanan dan duduk di tempat biasa.
" Oh iya Mina aku lupa, gaun yang di buatkan ibumu masih ada padaku besok aku akan mengembalikannya " ujar Anna.
" Tidak perlu, kata ibuku gaun itu untukmu "
" Benarkah? " tanya Anna kaget.
" M-mm, lagi pula kau juga ikut membantu jadi kata ibu anggap itu sebagai imbalan "
" Oh terimakasih, tolong sampaikan ungkapan terimakasih ku padanya "
" Tenang saja, nanti akan ku sampaikan "
" Lalu bagaimana pesta dansa kemarin? apa kau bertemu dengan pangeran yang kau cari? " tanya Anna yang belum sempat mengobrol tentang acara itu.
" Jangan tanya, rasanya sangat membosankan. Kau pulang tanpa memberitahuku dan tidak ada seorang pun yang mengajak ku berdansa " jawab Mina kesal.
" Sabar, nanti juga kau akan menemukan pangeran modern mu "
" Semoga saja " jawab Mina berharap.
Waktu cepat berlalu, setidaknya begitulah yang dirasakan Anna. Mungkin karena ia terlalu fokus pada pelajaran hingga melupakan segalanya, saat bel tanda pelajaran sudah usai ia malah berharap bisa sekolah sedikit lebih lama karena tugasnya masih menumpuk.
Dengan lesu Anna berjalan keluar gerbang bersama Mina, mereka berpisah di sana seperti biasa. Mina pulang di jemput supirnya sedang Anna yang biasanya menunggu Ryu datang terpaksa harus pulang naik taksi. Karena Ryu sibuk membatu Shigima menyiapkan pertunangannya.
Sambil menunggu taksi yang lewat Anna memutuskan untuk berjalan di sepanjang trotoar. Daun-daun yang kering berjatuhan tatkala angin menerpa, pada momen itu Anna merasa alam sangat indah.
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di sampingnya, dari kaca jendela yang di turunkan ia bisa melihat sang supir melongok agar bisa memandangnya.
" Maaf, apa kau Anna? " ujar supir.
" Mm iya, aku Anna " jawabnya agak ragu.
Mendengar jawaban itu kaca jendela di kursi penumpang di turunkan nampak seorang wanita yang tak asing. Wanita itu tersenyum dan membuka pintu mobil.
" Masuklah Anna, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu " ujar wanita itu.
" Kau... Amelia kan? " terka Anna.
Wanita itu tersenyum dan mengangguk pelan, Anna segera masuk ke dalam mobil. Amelia memberitahu mereka akan bicara di sebuah restoran agar nyaman saat mengobrol. Anna cukup di buat penasaran apa yang hendak Amelia bicarakan dan mengapa pula sekarang, hanya berdua.
Mereka segera turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran, nampak restoran itu cukup luas namun tak ada seorang pun di sana. Amelia menuntunnya duduk di sebuah meja di samping dinding.
" Kau mau pesan apa? " tanya Amelia.
" Mungkin lemon tea saja " jawab Anna.
Ada sesuatu yang cukup aneh, sedari tadi Amelia diam dan terlihat memasang wajah serius. Bahkan restoran yang mereka datangi pun sangat sepi tanpa ada pengunjung.
Dalam waktu beberapa saat mereka saling terdiam sampai seorang pelayan datang memberikan pesanan.
" Aku... sengaja mengajak mu ke sini karena ada hal yang ingin aku katakan " ujar Amelia memulai.
" Baik, aku mendengarkan " jawab Anna.
" Aku sudah tahu semuanya, tentang kau dan Shigima " ujar Amelia.
Sebelum ia melanjutkan Amelia terdiam sejenak melihat respon Anna, ia cukup kaget karena Anna hanya terdiam saja mendengarkan maka ia lanjutkan.
" Dengar aku harap kau mengerti, aku dan Shigima harus menikah. Kami tidak mungkin membatalkan pertunangan kami, ini bukan tentang cinta tapi tentang sebuah perusahaan dimana banyak kepala keluarga menggantungkan hidup mereka di sini. Jadi aku mohon jangan jadikan hal ini sebagai masalah antara kau dan Shigima. Kami tidak punya cara lain, kami harus menikah. Tapi aku berjanji padamu meski kami menikah Shigima akan tetap jadi milikmu, bahkan aku bisa memastikan padamu aku tidak akan menyentuh Shigima " jelas Amelia panjang lebar.
Namun Anna yang belum mengerti hanya diam mencoba mencerna.
" Baik... aku paham, aku sudah bicara dengannya dan menyetujui pertunangan kalian " jawan Anna santai.
" Kau tidak marah kan? " tanya Amelia ragu karena respon Anna yang biasa saja.
" Tidak, awalnya aku marah tapi setelah berfikir baik-baik aku mengerti "
" Oh, syukurlah. Aku sangat khawatir kau akan marah dan berusaha menghentikan pertunangan kami "
" Jangan bodoh, aku tidak mungkin melakukan hal konyol seperti itu " jawab Anna.
Amelia melihat Anna dengan teliti, gadis yang ia pergoki saat pesta itu dan yang duduk di hadapannya saat ini sangat jauh berbeda. Tapi ia yakin ia tak salah orang, sesuai informasi yang ia dapatkan gadis ini memang Anna yang ia pergoki bicara dengan Shigima.
" Maaf, boleh aku bertanya sesuatu? jika kau tidak mau menjawab juga tidak apa-apa " ujar Anna.
" Baiklah, apa itu? "
" Apa kau mencintai Shigima? ".
Pertanyaan Anna spontan membuat Amelia kaget, ia tak menyangka gadis itu akan bertanya hal seperti ini. Mungkinkah ia sedang di uji atau Anna hanya ingin tahu saja, tapi apa pun itu Amelia memilih untuk berkata jujur.
" Ya, aku mencintainya. Tapi Shigima tidak! "
" Bagaimana kau tahu kalau dia tidak mencintai mu? " tanya Anna yang jelas-jelas tahu kalau Shigima juga menyukai Amelia.
Amelia tersenyum pahit, mengingat bagaimana mereka bertemu pertama kali hingga akhirnya ia tahu Shigima mencintai gadis yang duduk di depannya ini.
" Kedua orangtua kami memperkenalkan kami satu sama lain, awalnya itu hanya perkenalan biasa tapi sejak pertama bertemu dengannya aku sudah jatuh hati padanya. Seiring berjalannya waktu ayah ku sakit parah dan harus segera di rawat karena itu ia mempercayakan hotel pada paman Jack, selain dari itu ayahku juga mempercayakan ku padanya. Tapi paman Jack memiliki ide untuk menjodohkan kami agar Shigima yang mengelola hotel plus menjagaku " Ujar Amelia bercerita.
" Awalnya aku senang, karena aku akan di sandingkan dengan pria yang ku suka. Tapi saat mengetahui hal ini Shigima mulai berubah, dia menjadi dingin dan jarang bicara padaku. Dia menyetujui perjodohan ini, dia juga mau mengumumkan pertunangan kami. Dia bersikap seolah semuanya baik-baik saja, tapi saat kami menghadiri sebuah acara tiba-tiba dia pergi dengan tergesa-gesa.
Besoknya aku bertanya apa yang membuat dia harus pergi meninggalkan pesta tapi dia tak menjawab, selama dua hari lamanya dia semakin dingin kepadaku. Kau bertanya darimana aku tahu Shigima tidak mencintai ku jawabannya adalah karena aku melihat kalian bicara berdua, dan aku mendengar dengan jelas bahwa Shigima sangat mencintaimu ".
Anna cukup terperangah mendengar cerita Amelia, kini ia sadar keanehan apa yang sedang terjadi. Rupanya Amelia salah paham tentang dirinya dan Shigima, Amelia menyangka Anna adalah kekasih Shigima.
" Karena itu aku mengajakmu bicara, agar kau tahu keadaan yang sebenarnya. Meski aku mencintai Shigima tapi aku tidak ingin merebutnya dari siapa pun " lanjut Amelia.
Anna tersenyum, kini ia tahu mengapa Shigima menyukai Amelia, seperti katanya wanita ini tak hanya cantik dan berpendidikan tapi ia juga wanita yang baik.
" Aku mengerti, terimakasih kau telah mengajakku bicara. Sekarang aku bisa melepas Shigima dengan tenang "
Two Worlds