Ini kisah tentang Helena Giovani Ganendra dan juga Rivaldi Putra Adijaya yang saling jatuh cinta. Bagaimana bisa mereka bersatu jika Helena mempunyai sifat yang jutek, sementara Rivaldi mempunyai sifat dingin dan cuek pada setiap perempuan. Apakah mereka berdua berani mengungkapkan perasaan mereka? Atau mereka hanya bisa memendamnya sendiri?
Penasaran? Ikuti terus ceritanya😉🤗
Semoga kalian suka sama ceritanya❤️❤️
Jangan lupa bantu Vote, Like dan juga Share
Mohon bantu follow akun Author juga ya🤗♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selawati Restiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aneh
...HAPPY READING!!!...
...•...
...•...
...•...
Keesokan harinya...
Valdi baru saja tiba di rumah Helena. Valdi menekan bel rumah Helena, tak lama kemudian terlihat Vania yang membuka pintunya. Vania hanya menatap Valdi karena dia tidak kenal dengan Valdi.
"Pagi tante" sapa Valdi pada Vania sambil tersenyum ramah
"Pagi, cari siapa ya?" tanya Vania dengan wajah bingung
"Saya Valdi tante, saya temen Lena" ucap Valdi dengan sopan
"Oh kamu temennya Lena, kebetulan Lena udah berangkat barusan" ucap Vania disertai senyumannya
"Udah berangkat? Padahal Valdi udah bilang sama Lena kalo Valdi mau jemput dia" ucap Valdi
"Gak tau juga, tadi Lena berangkatnya juga keliatan buru-buru gitu" ucap Vania
Ya memang benar, Helena sengaja berangkat sekolah lebih pagi karena dia tau jika Valdi akan tetap menjemputnya.
"Yaudah tante, kalo gitu Valdi permisi" ucap Valdi sambil membungkuk dan Vania hanya mengangguk
'Kenapa Lena berangkat duluan ya' -batin Valdi
...***...
Sementara itu, Helena sudah berada di dalam kelasnya. Keadaan kelas masih sepi, hanya ada satu dua orang. Karena Helena bosan, Helena hanya memainkan ponselnya.
"El tumben udah dateng" ucap seseorang yang duduk di samping Helena
Helena melirik ke samping dan ternyata Key yang duduk di samping Helena. Helena kembali fokus ke ponselnya tanpa menghiraukan Key.
"Lo gak berangkat bareng Valdi?" tanya Key yang masih menatap ke arah Helena, Helena hanya menggelengkan kepalanya
"Tumben, biasanya kalian selalu barengan" ucap Key dengan raut wajah heran
"Bisa gak sih lo gak usah ganggu gue, gue lagi pengen sendiri" ucap Helena seraya menatap Key
"Oke oke, maafin gue karna udah ganggu lo" ucap Key lalu berdiri dan menuju mejanya
Siswa/siswi mulai berdatangan hingga bel masuk pun berbunyi. Semua kelas memulai pelajarannya masing-masing hingga waktu terus berlanjut dan bel istirahat pun berbunyi.
Setelah Helena, Gia dan Ana membereskan alat tulisnya mereka langsung menuju ke kantin. Sampai di kantin mereka membeli makanan kecuali Helena yang hanya membeli minum saja. Mereka pun berjalan menuju meja yang biasa mereka tempati bersama Valdi cs.
'Kalo gue duduk disana pasti ada Valdi juga, kalo gue ajak nih bocah dua juga pasti mereka tetep ngikutin, gimana nih?' -batin Helena
Helena terus memikirkan bagaimana caranya agar dia tidak bersama Valdi hingga matanya melihat ke arah siswa yang sedang duduk sendiri dan itu membuat sebuah ide terlintas di kepala Helena.
'Apa gue duduk bareng Key aja ya? Kalo gue sama Key pasti Valdi gak akan nynyamperin gue' -batin Helena
"Guys, gue duduk bareng Key aja ya soalnya gue mau ngomong sesuatu sama dia" ucap Helena pada Gia dan Ana
"Lah ngap-"
"Udah ya gue kesana dulu, bye" Helena memotong ucapan Gia dan langsung berlari ke arah meja Key
Sampai di meja Key, Helena langsung duduk di hadapan Key membuat Key menatap ke arah Helena.
"El, ngapain disini?" tanya Key yang merasa heran
"Mmm, gue boleh kan duduk disini?" tanya Helena dengan ragu-ragu
"Boleh lah, tapi kenapa gak duduk sama yang lain?" tanya Key dengan raut wajah penasaran
"Gakpapa cuma bosen aja pengen nyari suasana baru" ucap Helena sambil meminum minumannya
"Kalo gitu gue boleh dong bicara sama lo soal kejadian di basecamp" ucap Key yang ingin berusaha menjelaskan semuanya pada Helena
"Udah lah gak usah bahas soal itu, lagian gue juga udah maafin lo. Gue gak mau ngungkit kejadian yang udah lewat" ucap Helena dengan santai
"Beneran lo udah maafin gue?" tanya Key yang merasa tak percaya
"Iya" ucap Helena sambil memberikan senyuman terpaksa nya
'Maafin gue Key karna gue udah bikin lo jadi pelarian gue doang. Gue cuma gak mau deket sama Valdi dan gue sebenernya belom bisa lupain masalah waktu itu' -batin Helena
"Ngapain disini? Trus kenapa lo sama cowok brengsek ini?" ucap Valdi yang menghampiri Helena dan Key
"Ya emang kenapa? Ini bukan urusan lo" ucap Helena ketus sambil menatap sinis ke arah Valdi
"Lo lupa apa yang udah dia lakuin sama lo Le?" ucap Valdi yang mengingatkan Helena dengan apa yang dilakukan Key padanya
"Gue udah lupain semuanya dan gue juga udah maafin dia, mending lo pergi deh Val" Helena menatap tajam Valdi.
"Lo gak denger kalo Lena nyuruh lo pergi?" ucap Key sambil mendelik ke arah Valdi
"Gue gak ada urusan sama lo" ucap Valdi sambil menunjuk wajah Key
"Ikut gue" tanpa berpikir panjang, Valdi menarik tangan Helena secara paksa sampai membuat tubuh Helena tertarik
'Kayaknya mereka lagi ada masalah, udah lah bodo amat gue' -batin Key
Valdi membawa Helena ke taman belakang sekolah. Valdi melepaskan tangan Helena setelah sampai disana.
"Valdi lo apa-apaan sih?" ucap Helena yang sedikit membentak karena merasa kesal pada Valdi
"Lo kenapa sih Le? Kenapa lo jadi aneh gini?" tanya Valdi sambil menatap manik mata Helena
"Gue bilang gue gakpapa" ucap Helena tanpa menatap ke arah Valdi
"Kalo lo gakpapa, coba lo tatap gue trus ngomong sekali lagi kalo lo gakpapa" Valdi memegang kedua pundak Helena
"Gue gakpapa, puas lo" Helena menatap Valdi lalu menyingkirkan tangan Valdi dari pundaknya
"Trus ngapain tadi lo sama Key?" tanya Valdi yang merasa penasaran
"Bukan urusan lo" ucap Helena lalu hendak melangkah, namun Valdi menahan tangan Helena
"Lepasin gue, gue mau ke kelas" Helena berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Valdi namun cengkraman Valdi semakin kuat
"Gak, sebelum lo jawab pertanyaan gue" ucap Valdi dengan penuh penekanan
"KALO LO KAYAK GINI LO GAK ADA BEDANYA SAMA KEY, LO BILANG LO GAK SUKA LIAT COWOK KASAR SAMA CEWEK, TAPI INI APA? LO NYAKITIN TANGAN GUE, DAN GUE GAK SUKA ITU" bentakan Helena berhasil membuat Valdi melepaskan tangan Helena
Setelah itu Helena pergi meninggalkan Valdi sendirian. Valdi hanya menatap kepergian Helena. Dia sadar jika dia sudah kasar pada Helena dan Helena pantas untuk marah pada Valdi.
"Gue gak bermaksud kasar sama lo Le" gumam Valdi
Sementara itu, Gia dan Ana sedang berjalan di koridor menuju ke kelasnya. Mereka sebenarnya merasa heran pada Helena yang tidak istirahat dengan mereka. Mereka juga tau kalau Helena masih belum bisa memaafkan Key, tapi mengapa dia duduk bersama Key?
"Si Lena sebenernya kenapa sih Gi?" tanya Ana yang masih merasa heran
"Gue juga gak tau, gak biasanya dia kayak gitu" ucap Gia yang sama herannya dengan Ana
"Gia" panggil seseorang dari arah belakang
Merasa terpanggil, Gia berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya. Ana pun ikut berbalik. Mereka melihat seorang siswi menghampiri mereka.
"Iya ada apa?" ucap Gia ramah
"Lo temennya Helena kan?" tanya siswi tersebut
"Iya emang kenapa?" tanya Gia yang merasa bingung
"Sebenernya gue gak berani ceritain masalah ini sama kalian, tapi karna kalian OSIS di sekolah ini jadi gue percaya sama kalian" ucap siswi itu berbasa-basi
"Cerita masalah apa? Trus kenapa lo bawa-bawa Lena? Lo ada masalah sama Lena?" tanya Gia bertubi-tubi
"Bukan bukan, gue gak ada masalah sama dia" ucap siswa tersebut sambil menggelengkan kepalanya
"Ya trus apa? Langsung aja to the point, bentar lagi bel" ucap Gia yang mulai merasa geram
"Jadi kemarin gue ngeliat Helena di labrak sama Rosa di toilet, gue ngeliat langsung karna kebetulan gue lagi di toilet. Gue pengen nolongin Helena tapi gue takut kalo harus berurusan sama Rosa, jadi gue cuma nyaksiin aja" ucap siswi itu dengan suara pelan karena takut orang lain mendengarnya
"APA! ENA DI LAmmmppph"
"Lo jangan teriak, nanti orang lain denger" siswi itu membekap mulut Ana
"Trus apa aja yang Rosa lakuin ke Lena?" tanya Gia yang semakin penasaran
"Nih Lo liat aja sendiri, gue sempet ngerekam mereka" ucap siswi tersebut seraya menunjukan sebuah video yang ada di ponselnya
Dari video itu, Gia dan Ana bisa melihat Helena yang di siram oleh Rosa dan Rosa juga menampar Helena dua kali di kedua pipinya. Melihat itu, Gia dan Ana otomatis menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Plis ya jangan sampe Rosa tau kalo gue cerita ini sama kalian, gue takut banget sama Rosa" ucap siswi itu dengan nada memohon
"Si Rosa bener-bener keterlaluan. Lo gak usah takut sama Rosa, orang kayak dia tuh harus di lawan. Tenang aja kita bakal lindungin lo kalo lo di labrak sama Rosa. Btw nama lo siapa?" ucap Gia
"Nama gue Sarah" ucap siswi yang bernama Sarah tersebut
"Lo kirimin video tadi ke gue, nomor gue ada di grup sekolah ini kok" pinta Gia
"Oke" ucap Sarah
"Makasih ya Sa lo udah ngasih tau kita soal ini" ucap Gia sambil menepuk pundak Sarah
"Iya sama-sama, kalo gitu gue permisi" ucap Sarah lalu melenggang pergi meninggalkan Gia dan Ana
"Gue gak nyangka Lena di labrak Gi, kasian banget dia" ucap Ana
"Sama, tapi kenapa Lena gak cerita sama kita sih" ucap Gia yang merasa bingung
"Mungkin dia gak mau kita khawatir, trus sekarang kita harus gimana?" ucap Ana sambil menatap ke arah Gia
"Kita harus kasih tau Valdi dulu soal ini, nanti pulang sekolah kita ngomong ke Valdi" ucap Gia
"Yah gue gak bisa, gue ada les" ucap Ana yang merasa menyesal
"Yaudah gakpapa biar gue sendiri aja yang ngomong sama Valdi" ucap Gia disertai senyumannya
Sepulang sekolah, Gia berjalan menuju kantin karena dia sudah membuat janji dengan Valdi untuk bertemu di kantin. Tak lama Gia menunggu, Valdi datang namun dia datang bersama Daffa dan Vino karena kebetulan mereka sedang ada ekskul.
"By, ngapain sih kamu ngajak Valdi ketemu disini? Cuma berdua lagi" ucap Daffa yang terlihat cemburu seraya duduk di samping Gia
"Diem deh nanti juga kamu tau" ucap Gia sambil menatap ke arah Daffa
"Lo mau ngomong apa sama gue?" tanya Valdi yang baru saja duduk diikuti Vino
"Gue udah tau alesan kenapa Lena jadi aneh kayak tadi" ucap Gia yang membuat mereka bertiga menatap serius ke arah Gia
"Kenapa? Lena punya masalah?" tanya Valdi yang mulai penasaran
"Iya, kemaren dia di labrak sama Rosa dan temen-temennya karna Rosa gak suka liat kalian berdua deket" ucap Gia dengan nada serius
"Rosa?" ucap Valdi sambil mengingat-ngingat siapa itu Rosa
"Masa lo gak tau? Rosa si ratu cabe yang suka deketin lo dulu" ucap Vino mengingatkan
"Anjir ratu cabe haha" ucap Daffa sambil tertawa dan langsung mendapat pukulan dari Gia
"Ini lagi serius Daffa" ucap Gia yang merasa geram
"Iya iya maaf" ucap Daffa
"Berarti kemarin dugaan gue bener kalo pipi Lena merah karna abis ditampar?" ucap Valdi
"Bukan cuma di tampar" ucap Gia lalu menunjukkan video yang diberikan Sarah padanya
Mereka bertiga melihat video itu, raut wajah Valdi seketika berubah menjadi penuh amarah sambil mengepalkan tangannya.
"Kurang ajar tuh cewek" ucap Valdi seraya berdiri dan hendak melangkah namun tertahan oleh Vino
"Lo mau kemana? Mau ngehajar si Rosa? Inget dia itu cewek, lagian jam segini dia udah pulang kali" ucap Vino yang masih menahan tangan Valdi
"Iya lo tahan emosi lo, masa lo mau ngehajar cewek? Bukan lo banget itu" ucap Daffa membenarkan ucapan Vino
"Trus gue harus gimana?" tanya Valdi yang terlihat frustasi sambil teduduk kembali
"Gue bakal ngajak dia ngomong besok" ucap Gia yang membuat mereka langsung menatap ke arah Gia
"Kamu serius By? Nanti gimana kalo dia nyakitin kamu?" ucap Daffa yang merasa khawatir
"Kamu lupa kalo aku jago taekwondo?" ucap Gia mengingatkan
"Oh iya lupa kan pacar aku jago bergulat" ucap Daffa sambil mengacak rambut Gia dan Gia hanya mendengus kesal
"Tapi dek, dia pasti ngajak temen-temennya" ucap Vino yang juga merasa khawatir jika adiknya kenapa-napa
"Kita yang bakal temenin Gia" ucap Valdi
"Ini urusan cewek, masa kalian mau ngikut juga. Gak gentle banget" ucap Gia dengan nada meledek
"Selagi ini menyangkut Lena, gue gak masalah" ucap Valdi seraya berdiri dan melenggang pergi, mereka bertiga hanya menatap heran ke arah Valdi
"Kalian ngerasa gak kalo si Valdi tuh mulai suka sama Lena" ucap Vino tiba-tiba
"Gue juga ngerasa kayak gitu, dia kayak peduli banget sama Lena, padahal dulu dia gak pernah peduli sama yang namanya cewek" ucap Daffa yang merasakan perubahan Valdi
"Bagus lah kalo gitu berarti dia udah mulai lupa sama masa lalunya sama cewek gak ada otak itu" ucap Gia
...•...
...•...
...•...
...•...
...•...
...SEE YOU!!!...
Maaf kalo ada typo🙏
Jangan lupa vote, comment and share❤