NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Tak Terduga

Jodoh Yang Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Perjodohan
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rifiq mimah

Sesuatu yang buruk menurutmu, bisa jadi itu yang terbaik untukmu. sebuah kisah yang berawal dari candaan, berahir dengan sumpah yang harus ditelan selama hidupnya.

Winda, seorang mahasiswi Fakultas hukum. yang terkesan lembut, pendiam, sederhana dimata teman-temannya, ternyata memiliki ketegasan tersendiri.

Sigit, teman sekelas Winda yang banyak humor kelewat batas, Namun dia adalah sosok yang sangat dingin dan cuek dimata papa Winata. Sigit harus menjalani kehidupan bersama dengan wanita yang sudah hampir 4 tahun ia kenal sebagai gadis unik semasa kuliah. mereka dipertemukan dengan cara yang unik pula.

Nah... penasarankan bagaimana kisah mereka ???
ayo baca disini...!!😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifiq mimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 23

Pagi hari cerah, secerah mentari pagi yang mulai menghangatkan bumi setelah hujan semalam, kicauan burung saling bersautan, mereka bertengger diranting pohon alpukat yang terletak didekat jendela kamar Sigit.

Winda masih terdiam berdiri dibalkon kamar Sigit, menikmati indahnya mentari pagi, matanya tertuju pada pohon didepannya.

"Ehm." Sigit berjalan kebalkon melewati Winda dan berdiri disampingnya dengan secangkir kopi ditangannya.

Winda melirikkan matanya kearah Sigit yang sudah rapi dengan stelan jaz abu-abu silvernya bersiap kekantor.

"Ngapain coba dia kesini, gak tau apa orang lagi jengkel. Apa dia sengaja mau ngeledek aku setelah kejadian semalem? " ucap Winda dalam hati.

"Apa liat-liat?! " kata Winda menatap tajam pandangan Sigit terhadap dirinya, yang membuat senyum simetri dibibir Sigit.

"Itu kata-kata gue Win. Apa sebegitu cepatnya virus gue nular ke lu? " ledek Sigit masih dengan senyumnya.

Winda mengalihkan pandangannya ketaman bunga dibawahnya yang terdapat beberapa kupu-kupu berkejaran diudara, Winda menahan malu terhadap Sigit setelah mengetahui dari mbok Lastri ketika dirinya berniat membantu mbok Lastri dan Ningsih didapur, bahwa yang mengganti pakaiannya semalam adalah Sigit.

"Tidak usah mikir yang macam-macam Git! " kata Winda dengan tangan menjulurkan ujung jilbabnya menutupi bagian dada.

"Nah, benerkan? itu barusan lu ngulang kata-kata gue lagi? ha ha ha." kata Sigit sengaja menggoda Winda, dan berlalu dari balkon.

"Gue kekantor papi dulu."

"Bodo amat! " jawab Winda masih kesal.

"Assalamualaikum."

Sigit masuk kekamarnya dan meninggalkan Winda dibalkon sendirian.

"Waalaikumsalam." jawab Winda lirih setelah Sigit masuk didalam.

Sigit mengemasi laptopnya diatas meja dan keluar kamar menuruni tangga dan segera berangkat ke kantor pusat.

Winda duduk diatas sofa yang berada didalam kamar Sigit setelah melihat mobil Sigit keluar dari gerbang, dia segera mengetik laporan yang dikirim Dian lewat emailnya.

Pukul 12.40 Winda baru menyelesaikan laporannya dan mengirimkan kembali ke email Dian.

Winda segera kekamar mandi dan melaksanakan shalat dzuhur dan melanjutkan kegiatannya merapikan Skripsinya mempersiapkan untuk ujian hingga pukul 4 sore.

Tin tiin

Sigit sudah sampai didepan gerbang dia tersenyum kearah pak Zain yang membukakan gerbang.

Sigit masuk ruang tamu yang sudah terdapat mami dan Revan.

"Sudah pulang?" tanya mami begitu mengetahui Sigit pulang.

"Assalamualaikum mi."

"Waalaikum salam."

"Sudah mi." jawab Sigit

"Winda mana?" tanya mami sambil melihat dibelakang Sigit tidak menemukan menantunya.

"Atau... kalian lagi berantem?"

"Tidak mi, emangnya anak kecil apa berantem?"

"Terus? mana Windanya? gak ada?"

"Winda tidak masuk kerja mi, dia ada dikamar tadi pagi ketika Sigit berangkat kok." jawab Sigit.

"Tidak masuk kerja? Winda sakit? tapi mami dari tadi pagi tidak melihat Winda dirumah?"

"Ya elah mami, semaleman hujan mi, deres lagi, kalaupun ada gempa bumi lokal apa mami tau? " ucap Revan masih dengan melihat acara Tv, tangannya memencet-mencet tombol remot.

Sigit mendengar jawaban ngawur adiknya hanya meliriknya.

"Ada gempa semalem? dimana mas Revan gempanya? Ningsih kok ndak terasa ya?" Ningsih membawa dua gelas jus mangga diatas nampan untuk mami Lia dan Revan lalu meletakannya diatas meja, ikutan kepo perkataan Revan.

"Iya Van, mami juga tidak terasa tu."

"Ha ha ha ha ha... ya... namanya juga gempa lokal mi, Sih. ya jelas tidak ada yang terasa lah, hanya orang tertentu yang merasakan gempa lokal." jawab Revan semakin tertawa terbahak-bahak menertawakan kedua orang didepannya yang belum mengerti arah pembicaraannya.

Mami Lia dan Ningsih mengerutkan dahinya.

"Pengen tau?" jawab Revan yang diangguki mami dan Ningsih.

"Abang yang tau jawabannya ha ha ha ha"

Revan menjawab dengan menunjukkan tangannya yang memegang remot ke arah Sigit. Ningsih membulatkan matanya.

"Apa benar mas Sigit kata mas Revan kalau semalem ada gempa lokal? " tanya Ningsih menoleh kearah Sigit.

"Hhhhhh Ckkk" Sigit menghela nafas dan menyampirkan jasnya dilengan kirinya, berlalu menaiki tangga.

Cekklek

Sigit membuka pintu kamarnya lalu melangkahkan kakinya memasuki kamarnya, dia melihat Winda yang tertidur diatas sofa dengan posisi masih terduduk dengan rambut terurai menutupi sebagian wajahnya, laptop masih hidup diatas meja dan lembaran buku skripsi sudah tertata rapi.

Sigit meletakkan jas dan tasnya diatas meja, dia memperhatikan wajah istrinya yang tertidur pulas, dia duduk disamping Winda, tangan kirinya menutup laptop hitam Winda.

Sigit melipat lengan kemeja putihnya, lalu memindah posisi tidur Winda diatas sofa, Sigit memperhatikan wajah istrinya, tangannya menyelipkan anak rambut Winda yang menutupi dahi Winda.

"Bener-bener gadis manis lu Win. bibir tipismu..." ucap Sigit setelah beberapa saat memperhatikan wajah istrinya, matanya terpejam dan bibirnya mulai mendekat dibibir tipis Winda.

Tok tok tok

"Bang Sigit. bang."

mendengar suara Ningsih memanggil namanya, Sigit segera tersadar dari perbuatannya, dia membuka matanya.

"Ya Tuhan.... ckkkk hampiir saja."

Sigit mengusap dahinya dan beranjak dari tempatnya.

"Sial!!!! "

Sigit berjalan kearah pintu lalu membukanya.

"Hm ada apa Sih." ucap Sigit setelah mendapati Ningsih.

"Ini mas, Ningsih disuruh mbok Lastri mengantar minuman ini dikamar mas Sigit." kata Ningsih agak takut setelah mendengar nada Sigit yang sedang kesal.

"Minuman? minuman apa itu?perasaan tadi gue tidak pesen minum sama mbok Lastri? "

"Iya mas, mana Ningsih tau mas, Ningsih kan cuma disuruh mas."

"Minum Ningsih saja sana! "

"Tapi mas, tidak boleh lo mas menolak niat baik orang, apalagi mbok Lastri yang membuatnya dengan sepenuh hati..." bujuk Ningsih memelas dengan mengerucutkan bibirnya.

Sigit terdiam sejenak mendengarkan perkataan Ningsih.

"Bener juga kata Ningsih, kalau itu gue tolak, pasti mbok Lastri kecewa."

"Ya sudah bawa masuk sana! "

jawab Sigit melebarkan pintunya dan membiarkan Ningsih masuk didalam kamarnya dan berlalu kekamar mandi.

Ningsih melihat Winda yang tertidur disofa, matanya terbelalak melihat wajah Winda tanpa hijab, takjub.

"Waaah... cantik sekali mbak Winda kalau tanpa hijab. hmmss pasti tadi abang lagi mandang wajah mbak Winda yang tertidur dech, terus Ningsih dateng, pantesan... tadi waktu buka pintu, abang terlihat kesal. Hmmmm. dasar ya kamu Ningsih pengganggu. ha ha ha ha." gumam Ningsih lirih

Ningsih memperhatikan meja didepannya penuh barang Winda dan tas Sigit, diapun meletakkan minuman itu diatas nakas, dan segera keluar dari kamar Sigit.

Sigit sudah keluar dari kamar mandi dengan badan yang sudah segar, dia mengedarkan pandangannya disekeliling ruangan sudah tidak menemukan Ningsih.

Sigit berjalan mendekati Winda yang masih tertidur pulas.

"Ini orang tidur apa pingsan? " kata Sigit memperhatikan tidur Winda.

"Pingsan? jangan-jangan bener-bener pingsan dia." Sigit terlihat cemas dengan perkataannya sendiri.

"Win, bangun Win, sudah sore." tangan Sigit menggerakkan lengan Winda.

"Win, bangun."

"Hmmm? " Winda terbangun, tangannya mengucek-ucek matanya.

"Bangun. Sudah sore."

"Jam berapa sekarang? " tanya Winda masih belum menyadari keadaanya.

"Sudah hampir jam lima. buruan bangun, mandi." kata Sigit sambil membereskan tas dan jasnya yang dia letakkan diatas meja.

"Kamu sudah pulang? " Winda menutupi rambutnya menggunakan jari-jari tangannya sambil mencari jilbabnya setelah menyadari dirinya tidak mengenakan jilbab.

Mengetahui gerakan Winda yang mencari jilbabnya, Sigit mendekati Winda.

"Sudah tidak usah ditutupi, gue sudah lihat semuanya semalam." kata Sigit pelan ditelinga Winda.

"Aissssh." dengus Winda kesal, dan segera berlari kekamar mandi.

Setelah selesai mandi, Winda baru menyadari kalau dia tidak membawa pakaian ganti dan hanya ada selembar handuk putih menutupi tubuhnya.

"Hadddeh ya begini kalau orang buru-buru, ada aja masalahnya."

Winda malu kalau keluar dengan menggunakan selembar handuk.

"Masak iya harus minta tolong Sigit? " Winda menimang-nimang kegelisahannya.

Sigit cemas dengan Winda yang sudah lama dikamar mandi tidak juga keluar. Sigit berjalan mendekati pintu kamar mandi, lalu mengetuk pintunya.

Tok tok tok

"Win, kenapa lama amat didalam? lu tidak pingsan lagi kan? "

"Gak Git."

"Terus kenapa lama sekali didalam? "

"Aku... aku lupa tidak bawa baju Git."

"Terus? "

"Disini cuma ada selembar handuk aja."

"Ya udah pakai aja terus keluar, gampang kan? kalau kelamaan didalam bisa masuk angin lagi kamu Win." jawab Sigit dari balik pintu.

"Sigit.. mau ngambilin ganti Winda gak? " bujuk Winda.

"Udah cepet keluar! "

"Ogah! biarin aja Winda didalam sampai pagi."

Tidak ada jawaban dari Sigit, Winda membuka kunci pintu dan melongokkan kepalanya keluar pintu.

"Nih pakai! "

tiba-tiba lingerie biru sudah berada didepan wajah Winda.

"Sigiiiiiit!! " jawab Winda benar-benar kesal.

1
Rosmina Sumang
thor ljut
Rosmina Sumang
jgn lm2 ya thor ttp semangat
Mila Arifin
Luar biasa
Romadhoni Indra5758
dah brp bln ampe hampir lupa thor
Rasti
semangat Thor.. up nya jangan kelamaan ya 🤗
Rosmina Sumang
lnjut thor jgn lm upx. ttp semangat thor
Hadimulya Mulya
Sigit katanya org kaya kok ceritanya kayak org susah
Hadimulya Mulya
hkb
Foxzy Hero
semoga bisa up. tanpa mandet lagi,
semangat ya thor
Rosmina Sumang
smoga sdh tiap hr ya thor
Nuri Nurianti Nurianti Nurianti
sudah brpa abad gak up thor....sampai di kira sdh gak up lagii
Rosmina Sumang
lm skli br up kukira sdh tdk ljut lg tp ttp semangat ya thor
Sri Kusniati
lama kali baru up
rusnani
suka, tapi lama update
Rini akbarini
ok lanjuttttttt..

💖💖💖💖💖
Borahe 🍉🧡
mampir thor
Ummul Ammar
lamaaaa banget ya up nya jd lupa LG alur ceritanya ...
Foxzy Hero
akhirnya up juga setelah sekian lama. kirain putus ceritanya.
semangat d lanjut ceritanya thor
Alisya🌹🥰
ternyata masih ada ini cerita sampe lupa 🥴
Ulil Rofiqoh
lanjut thorrrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!