NovelToon NovelToon
Cahaya Malaikat Dan Polisi Tampan

Cahaya Malaikat Dan Polisi Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan
Popularitas:620.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: tanuwawa

Sebuah Pertemuan begitu singkat dengan seorang Putri kecil dan Seorang Pria
Membuat kehidupannya berubah drastis...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanuwawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Yang Lupa

Setelah di Telepon Papah dan Mamah nya Alia merasa senang, apalagi dia akan pulang nanti rasanya tidak sabar untuk bertemu mereka. Sudah 2 bulan terakhir kali Alia mengunjungi mereka kini dia baru bisa karena pekerjaan nya begitu sibuk disini.

" Cepat dong rit lama banget. " Ucap Dina yang sedang menunggu Rita bersama Alia.

" Ya sebentar mbak." ucap Rita berteriak

" Teh nanti aku mau pulang ke Sumedang " Ucap Alia memberitahu Dina mereka sedang duduk di kursi depan rumah.

" Kapan ? kok baru ngasih tahu sih " ucap mbak Dina

" Tadi subuh ditelepon papah , katanya harus ikut acara Nenek. Teteh nanti libur mau kemana?" ucap Alia bertanya

" Oke deh, Hmm kalau libur nanti Kayaknya nggak kemana mana deh, mau istirahat saja capek kerja Mulu. Ucap Dina sambil cengengesan.

Rita Yang baru keluar menimpali obrolan Alia dan Dina.

" Ya mbak mau pulang ke Sumedang berapa hari ? jangan lama-lama dong mbak nanti Rita sama siapa dong ? ucap Rita dengan muka memelas.

" Kamu, terus kamu anggap mbak ini apa ? " ucap Dina dengan muka sebal.

" Hahahaha, mbak gitu saja marah ya mbak kan beda lagi ? Mbak kan yang punya rumah masa mbak mau pergi dari rumah sendiri sih !" ucap Rita tersenyum jahil. Yang hanya dibalas dengan bibir Dina diangkat keatas dan membuat Alia tersenyum.

" Sehari juga nggak kok, langsung pulang, tenang saja oke " Ucap Alia

" Oke deh salamin sama Fa'i ya mbak oke ? " Ucap Rita genit.

" Idih si Panda kenapa nih, kumat lagi dia. Mana mau fa' i sama kamu ! " Ucap Dina.

" Ah mbak ngeselin deh " Ucap Rita sambil cemberut.

" sudah ah kita mau berangkat nggak nih ?" Ucap Alia menengahi.

" Iya hayo mbak, eh Mbak nanti kan mbak libur bantuin aku buat makalah yah ? " ucap Rita yang tadi cemberut sekarang tersenyum ke arah Dina.

" Siap, emang siapa lagi yang mau bantuin kamu selain mbak kan Alia mau mudik." Ucap Dina menyibik kan bibirnya.

" Yah mbak, tapi janji yah ? " ucap Rita dengan penuh harap sambil mengedip-genipkan matanya berulang kali.

" Iya janji udah ayo berangkat, kamu Rita sama mbak, mbak antar kamu, kalau Alia mau ketemu dulu Amira, Ucap Dina

" Cihiuuuuy, Mbak mau ketemu Imam nih ? Ucap Rita menggoda Alia lagi.

" Kok imam sih, kan mau ketemu Amira kamu gimana sih nggak dengar yah ? " Ucap Alia heran.

" Iya kamu gimana sih kok imam, jangan bilang telingamu mulai nggak berfungsi yah, Kayak pajangan aja tuh kuping ? "ucap mbak Dina meledek.

" Mbak aku kan lagi godain mbak Alia, kenapa sih mbak ! " ucap Rita sambil bibir dimonyongin.

" Lagian orang lihat nih muka Alia kalau di deketin lawan jenis auto muka cuek kayak bebek. " Ucap Dina sambil menirukan bebek mengepakkan sayap.

" hahhahaha, Alia dan Rita tertawa.

Teh sumpah jangan mulai deh bobrog nya." ucap Alia disela tawanya.

Dina yang melihat mereka tertawa langsung ikutan juga tertawa.

" Ya sudah Yo berangkat, dari tadi nggak jadi jadi nih berangkat keburu siang " Ucap Dina mengajak keduanya untuk pergi.

" Kirain Mbak masih mau joget lagi ! " Ucap Rita sambil tertawa lagi.

" Nggak sudah ayo, nanti nggak keburu lagi." Ucap Dina.

Mereka pun berangkat dengan motor masing-masing lalu berpisah di persimpangan arah Alia ke kanan Dina dan Rita ke Kiri.

" Dah teh ketemu di kantor yah, hati hati dah rit" ucap Alia melambaikan tangannya.

" Iya siap kamu juga hati hati oke " ucap Dina

" Iya mbak dadah." Rita melambaikan tangannya

Rumah Oma

" Assalamualaikum. " Ucap Alia memberi salam.

" Walaikumsalam, nak masuk saja sayang ke kamar Amira langsung. " ucap bunda menyuruh Alia masuk karena sudah biasa kalau pagi hari sebelum berangkat Alia akan membangunkan Amira dan memandikan Amira lalu bermain sebentar sudah menjadi kebiasaan mereka. Lalu Alia Salim pada bunda.

" Iya Oma makasih." ucap Alia berlalu pergi ke kamar Amira.

Ke Kamar Amira

cekrek........... pintu terbuka Dilihatnya Rendi Yang sudah lengkap dengan Seragam Dinasnya

" Oh, bang Pagi " Ucap Alia menyapa Rendi dengan senyum Manisnya.

" Pagi, Mau menemui Amira ? " ucap Rendi dengan lembut tapi muka datar.

" Hm, boleh ku masuk ? " ucap Alia karena Rendi masih berdiam diri di pintu kamar.

"Tentu " ucap Rendi sambil menggeser tubuhnya, Alia akan melangkahkan kaki nya masuk tapi terhenti dengan bisikan Rendi Yang tak terlalu dekat

" Tunggu Aku nanti, Aku pulang cepat." Ucap Rendi berbisik.

Alia mematung rasanya aneh terlalu dekat seperti ini, " kenapa aku harus menunggu nya " tanya Alia dalam hatinya.

" Kenapa ? kenapa saya harus nungguin bang Rendi, memangnya ada apa ? saya ada kerjaan !" ucap Alia menolak, padahal Alia lupa karena baru pertama kali begitu dekat dengan pria dan grogi membuatnya lupa akan janjinya kemarin.

" Kau lupa ! baru saja semalam kau bilang iya dan kemarin sudah berjanji " Ucap Rendi dingin sedikit berteriak.

" Semalam ? Kemarin ? ( Alia berpikir ) Ah ya Maafkan Saya saya lupa !" Alia tepok jidat nya sendiri.

" Baiklah, lain kali jangan lupa kalau sama saya,kalau begitu saya Pergi dulu !" Karena gemas melihat Alia yang lupa karena grogi.

" Baiklah hati-hati " ucap Alia

" kau juga " ucap Rendi sambil berlalu pergi buru-buru.

Alia melangkah kan kakinya masuk ,Dilihatnya Amira yang Baru bangun.

"Aunty " Ucap Amira sambil Berdiri meminta di gendong.

" Halo Amira Assalamualaikum ,Good morning sayang. ( menggendong Amira ), Tidur mu nyenyak sayang ? " Ucap Amira lembut penuh kasih sayang.

" Walaikumsalam aunty, good molning." ucap Amira Sambil mengucek matanya.

" Kau masih mengantuk ? ucap Alia sambil mengelus kepala dan pipi Amira lalu mencium seluruh wajah Amira, dan membuat Amira merasa geli dan tertawa.

" Aunty cudah " Ucap Amira sambil tertawa, Alia pun menghentikan ciumannya.

" Baiklah sekarang, Amira mandi dulu Oke 👌, Nanti sarapan dengan Oma lalu aunty harus berangkat kerja Yah? " Sambil membawa Amira ke kamar mandi.

Alia memandikan Amira terlihat Amira yang begitu senang. Sesekali Amira memberikan busa ke hidung Alia begitu sebaliknya Sampai acara ritual mandi pun selesai.

" Baiklah sayang Sudah selesai, ayo kita ke Oma Ucap Alia sambil mengendong Amira menuju ruang makan. Terlihat Amira yang sudah memakai dress kecil selutut dengan rambut diikat satu.

" Baiklah aunty, aunty aku akan makan belcama Oma aunty pegi saja dan jangan lupa lindukan aku oke ? " Ucap Amira begitu mengemaskan.

" Oh Amira kau pengertian sekarang, baiklah aunty akan selalu merindukanmu. Ucap Alia sambil berjalan sampai diruang makan menyapa Oma yang sudah menunggu dan Rendi yang sudah pergi lalu mendudukkan Amira di kursi khusus untuknya

" Janji pada aunty tidak boleh bandel dan menyusahkan Oma Oke ucap Alia sambil meminta menautkan jari kelingkingnya lalu ditautkan jari Amira yang mungil.

" Baiklah " Ucap Amira langsung mencium pipi Alia dan langsung dibalas mencium Amira.

" Baiklah aunty pergi ( melirik jam ditangannya, lalu menghampiri Oma mencium tangan Oma ) Oma aku akan berangkat kerja, kabari aku jika ada apa-apa., ucap Alia pada bunda

" Baiklah sayang ( mengelus kepala Alia penuh kasih sayang ) hati-hati yah. ucap Bunda.

" Iya Oma baiklah, dah Amira Assalamualaikum." ucap Alia sambil melambaikan tangan lalu pergi keluar.

Bunda menatap Alia pergi " Nanti jika waktunya tepat bunda ingin kamu memanggil bunda seperti Rendi, sekarang tak masalah sekalian nanti bunda suruh Rita dan Dina juga memanggilku bunda." ucap bunda dalam hati.

" Ayo sayang sarapan dulu oke " ucap bunda sambil memberikan Alia sebotol susu dan bubur dengan sayur.

Amira hanya mengangguk.

Kantor

" Untung nggak telat " Ucap Alia bicara pada dirinya selesai absen lalu pergi meja kerja nya.

Alia sedang berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk karena akhir-akhir ini Alia beberapa kali tak masuk diberi berkas yang begitu banyak. Baru kali ini pikirnya Tak masalah menurut Alia Karena ini sudah biasa baginya bahkan meminta lembur pun selalu dilakukan nya .

" Alia nanti setelah beres itu, kamu tolong saya yah antar kan ini keruang direktur " Ucap Bu Rini menyuruh Alia.

" Baiklah, saya antar kan ini saja dulu saja." ucap Alia karena berkasnya suda sebagian selesai jadi Alia memutuskan untuk memberikan file ke bosnya.

Alia menuju Lift menekan tombol atas lantai 10, tempat dimana direktur nya berada dan teh Dina sebagai seorang sekretaris, hanya butuh 5 lantai karena Alia berada dilantai 5.

Tring lift terbuka buru-buru Alia keluar karena harus cepat mengerjakan berkas yang tersisa apalagi dia harus membuat pastry pesanan Rendi .

Dilihatnya Teh Dina yang sedang sibuk, Alia menghampiri Teh Dina

"Bu, sibuk banget kayanya ?" Ucap Alia melihat Dina yang sibuk.

" Oh Al, nggak sih sedikit kamu disini ada apa ? bagaimana tadi Amira ? " ucap Dina bertanya

" Disuruh Bu Rini ( menunjukan file yang di bawa ) katanya tolong Antar ke ruang direktur nih ( menyerahkan filenya ) Amira tadi baik sekarang Amira udah pengertian nggak kaya dulu kalau ditinggal nggak mau lucu banget dia sekarang." Ucap Alia dengan antusias

Dina tersenyum " Oalah jadi kangen nih sama Amira nanti kita bareng deh ke sana kalau nggak sibuk, akhir akhir ini Dina sering pergi keluar kota. Oma baik banget soalnya, tapi Al Oma kan masih muda 45 umurnya kenapa kita panggil Oma nggak Tante saja ? ucap Dina bertanya pada Alia

" Hm iya sih mengingat Oma masih usia 45 tahun, Kenapa kita panggil Oma kaya Amira yah, nggak masalah karena kita udah kebiasaan kali yah teh ?" ucap Alia cengengesan.

" Nanti kita ganti saja panggilannya, nggak enak deh panggil Oma padahal kan usia nya 45 apalagi Oma itu cantik. kita kan usia udah 20 tahunan lebih gimana ? " ucap Dina menatap Alia

" Boleh deh, jadi nggak enak yah teh kita kebiasaan panggil Oma hahahaha " ucap Alia sambil tertawa

" Iya hahahhahaha, oke nanti kita pikirin lagi, ini berkasnya nanti aku yang antar ke sinis " Ucap Dina membawa file nya.

" Oke , aku keruangan dulu ya mba masih numpuk tuh, nanti juga aku harus pulang awal mbak mau buat pesanan pastry dan antar om nya Amira membesuk." ucap Alia

" Kok bisa antar Rendi, sudah dekat saja nih ? " ucap Dina menggoda Alia

" Iya Teh kan kemarin bang Rendi yang minta lagi pula nggak enak kalau nolak apa lagi kemarin yang bayarin servis motor kan bang Ren tapi pas mau diganti nggak mau katanya di beli saja pastry nya tapi nggak langsung semua kalau bang Rendi mau nanti tinggal dipotong deh sama uang servis motor nanti lagi ceritanya aku masih ada berkas yang belum selesai.

" Iya iya deh nanti cerita yah " ucap Dina sedikit berteriak agar Alia mendengar

"Ok Bu Alia," Ucap Alia sambil berlari menuju lift.

Walaupun Alia lulusan SMK saja , tapi Alia yang notabene nya begitu pintar dan wawasannya juga tinggi karena begitu banyak buku yang selalu dia baca kadang ke perpustakaan kadang membeli dan kadang pinjam buku yang sudah selesai Dina pakai saat kuliah pun Alia membacanya, kadang membaca buku kuliah Rita juga Maka dari itulah Alia bisa bekerja dan mendapat posisi di kantor ini. Perusahaan yang bergerak dalam Usaha pangan Indonesia.

*

*

*

*

*

...Tuhan Selalu Adil Pada Umat nya ...

1
Aris Hartutik
semangat Thor nulisnya ..... ditunggu up nya
Yus Ys
asik...suka dng tokoh alia, tapi kenapa tdk sampai selesai ceritanya, biar bacanya semakin asik....semangat kk👍👍👍🥰🥰🥰🤩🤩🤩
Lia Rompas
lanjut dong thorrrr
Lia Rompas
lanjut
Athy Chayank
Lanjut thor...
Jumadin Adin
amira itu anak siapa ya
Kanza Nia
lanjut
Suriza Za
cepat update ,tak sabar nk tahu seterusnya........
Lisahin Karlina
lanjuy
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
lanjoott thorr
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Kuntyo Wantari Dewi
cocuit sekali.... mau Alia... jgn tolak lamaran babang Rendi
Siti Kholisoh
lanjut
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Tini Agustini
kapan lanjutnya thor udah lama nich pengen baca klanjutan kisah nya yg bikin seru.
cepet ya lanjutnya
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Sri Astuti Caem
lanjutt thooor...
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Nenni Yanti
msns lanjutan ceritany
Nenni Yanti
next thor
Mdy
ayo, dilanjut dong thor
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
Elizabeth Zulfa
sbnrnya lmyan bgus critanya tp bingung bacanya...la tanda baca untuk mngawali & mngakhiri percakapan g sesuai/ kadang nyampur sama kata narasi.. jdi pmbacanya msti pinter mngira2 ini msih ikut dlm klimat prckapan/ dah g msuk..

🙏🙏ya...saran aja tlg dirapiin lagi tulisannya... aq jg tau klo nulis novel, cerpen dll itu susah tp kn sayang bnget karyamu klo dah bagus2 tp kurang peminatnya cuma krna tulisannya kurang rapi...semangaaaatt terus buat brkarya..
Sri Hartaty
lanjut
Nartyana Gunawan
ceritanya panjang dan bertele tele
Ansifa: permisi kak izin promote.
Mampir yu ke karya baru ku.

* Cinta Sang Danton

Terimakasih🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!