Nayra gadis cantik, pintar, menguasai beberapa cabang olahraga, dan jago beladiri, tapi semua itu tidak membuatnya sombong...Namun Nayra tetaplah Nayra seorang gadis yang cuek.
Kehadiran seorang tentara muda membuat kehidupan Nayra berubah dan zona aman yang Nayra jalani mulai diwarnai dengan
yang namanya kisah cinta... kisah yang penuh tantangan, suka maupun duka saat mereka ingin bersatu datang sebagai ujian menguji cinta mereka, akankah mereka bersatu? ikuti ceritanya 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon virel juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Suara yang terdengar tidak asing di telinga Nayra, membuat Nayra membeku.
Apa dia melihatku tadi? sungguh memalukan karna jatuh di awal tadi. Gumam Nayra dalam hati.
"Ayo kak, bukankah ini malam minggu? " Cika bersemangat
" Nay, kamu cape ngga? " Tanya Ciko
" Ngga kak, kebetulan aku sangat lapar" Jawab Nayra
Nayra dan Darel ikut mobil Zahra, Zahra memberikan kunci mobilnya pada Darel untuk mengemudi, sedangkan Candra dan Cika bersama Ciko.
Mereka menuju ke sebuah kafe yang tidak jauh dari sana.
" Cape? " Tanya Darel yang duduk di samping Nayra
" Tidak bang, Nay sudah biasa kok" Jawab Nayra dengan tersenyum manis
" Kenapa tidak memberitahuku abang akan kesana tadi? " Tanya Nayra
" Bukan kejutan namanya kalau abang bilang" Jawab Darel dan Nayra membalasnya dengan Senyum, karna pesanan yang sudah datang. Mereka menghabiskan makan malam dengan kembali membahas cerita tentang pertandingan Nayra.
Aku penasaran kejutan apalagi tentang kamu yang belum aku tahu. Batin Darel menatap dalam wajah kekasihnya
" Jangan terlalu memandangku nanti abang akan jatuh cinta" Bisik Nayra yang sadar sedang diperhatikan tanpa melihat Darel.
" Abang sudah cinta sejak melihat fotomu, sekarang malah makin cinta" Balas Darel di telinga Nayra.
Candra yang melihat Darel dan Nayra hanya tersenyum, ada perasaan yang membuat Candra sulit mengerti dengan dirinya.
Ada apa dengan hatiku? mengapa tidak suka melihat mereka dekat, bukankah seharusnya aku bahagia. Gumam Candra dalam hati.
Selesai makan mereka kembali kerumah. Sesampainya dirumah masing-masing menuju kekamar untuk membersihkan diri.
Nayra yang baru selesai mandi mengangkat ponselnya yang berdering.
" Ia Bang"
^^^" Sudah tidur"^^^
" Belum"
^^^"Kemarilah jika belum ngantuk"^^^
" Abang dimana? "
^^^"Ditaman samping"^^^
" Baiklah Nayra turun"
Nayra keluar dari kamarnya saat melewati ruang keluarga ada om Gio dan tante Fani yang sedang nonton.
" Kemana Nay" Tanya bu Fani.
" Nayra mau ke taman tante ada bang Darel disana" Jawab Nayra jujur
" Nih, bawa cemilannya nanti tante minta tolong bibi bawakan minum" Ujar bu Fani yang tahu jika Darel sudah menjalin hubungan dengan Nayra.
" Makasih tante" Balas Nayra
" Om Nayra ke taman dulu" Pamit Nayra pada om Gio
" Ia Nay" Om Gio tersenyum.
Sebelum menelpon Nayra, Darel sudah meminta ijin terlebih dahulu pada ayah Gio dan bu Fani bahkan Darel juga meminta ijin untuk menjalin hubungan dengan Nayra. Melihat keberanian Darel om Gio mengijinkan dengan syarat Darel harus menjaga Nayra hingga menyelesaikan kuliahnya. Darel menyanggupi semua persyaratan om Gio.
" Maaf lama bang"
" Hmmm" Balas Darel menatap Nayra yang memakai baju sedikit besar di tubuhnya dan celana panjang.
" Abang mendapat libur 1minggu karena hari raya, lusa abang dan Candra pulang kekampungnya" Darel memberitahukan pada Nayra
" Oia bang, trus?" Tanya Nayra
" Kamu ngga pa-pakan abang ikut sama bang Candra kekampungnya?"
" Ngga pa-pa bang, kan sekalian abang jalan-jalan, bukankah ini liburan pertama abang di kota ini" Jawab Nayra
Gadis ini, apa dia tidak ingin selalu bersamaku? aku pikir dia akan melarangku atau setidak terlihat kecewa karena aku tidak menghabiskan liburanku bersamanya, seperri Cika yang merengek pada Candra tadi. Batin Darel
Ponsel Darel berdering....Saat melihat layar ponselnya Darel meminta ijin pada Nayra mengangkat telpon. Darel berdiri menjauh dari Nayra kemudian menjawab telpon
" Sendirian"
" Eee bang, sama bang Darel, tapi bang Darel sedang menerima telpon" Nayra menunjuk Darel yang berdiri di tepi kolam
" O..... apa Darel sudah mengatakannya?" Tanya Candra
" Soal liburan kekampung abang? " Tanya Nayra dan Candra hanya mengangguk
" Sudah bang... " Sambung Nayra
" Jika kamu mau, kamu bisa ikut karena keluarga abang akan membuat acara syukuran" Ajak Candra
" Ngga deh bang, Nayra disini aja" Jawab Nayra matanya melihat ke arah Darel yang sedang serius berbicara lewat ponselnya.
Bibi datang membawakan minuman untuk mereka bertiga. Nayra dan Candra melanjutkan bercerita dan hampir 30 menit Darel yang sudah selesai menerima telpon kembali bergabung bersama mereka. Nayra sebenarnya penasaran siapa yang menelpon Darel tapi ia enggan untuk bertanya.
Saat sudah mulai larut akhirnya mereka kembali kekamar untuk beristirahat. Nayra langsung tertidur saat tubuhnya menyentuh ranjang, sepertinya ia sangat kelelahan dengan kegiatan seharian.
Keesokan Hari
Seperti biasa saat kelelahan Nayra akan tertidur hingga melewatkan sarapan pagi.
Cika, Ciko, Candra dan Darel memilih menonton setelah selesai sarapan.
Cika terlihat bahagia karna mendapat ijin dari orang tuanya untuk ikut liburan bersama Candra di kampung.
Nayra yang baru terbangun, keluar dari selimutnya menuju kekamar mandi membersihkan dirinya, selesai mandi Nayra berjalan ke dapur, mencari sesuatu yang bisa dimakan.
" Non sarapannya sudah bibi siapkan di meja" Bibi memberitahu Nayra
" Oia bi makasih" Balas Nayra berjalan ke meja makan
Nayra menghabiskan sarapannya, kemudian membereskannya dan membersihkan piring makannya. Ia tidak ingin membuat repot bibi dengan membereskan sisa sarapannya.
" Baru bangun Nay" Sapa Ciko melihat Nayra yang bejalan dari belakang
" Ia kak " Jawab Nayra duduk di samping Darel,
Saat melihat Nayra, Darel sedikit menggeser posisi duduknya memberi tempat untuk Nayra. Nayra yang melihat itu paham tujuan dari sikap Darel.
" Nay kamu ikutkan ke kampung bang Candra? Tanya Cika
" Tidak Cik" Nayra menggelengkan kepalanya
" Loh kenapa ngga ikut Nay, aku ikut" Ujar Cika
" Aku ada janji sama Zahra" Nayra memberi alasan
Candra hanya diam mendengar Cika yang akan ikut bersamanya. Orang tuanya yang meminta Cika untuk ikut acara syukuran nanti.
Nayra memainkan ponselnya membuka akun sosial medianya, Darel yang melihat Nayra dengan ponsel dan tidak peduli dengannya merasa curiga merebut ponsel Nayra kemudian berjalan ke dalam kamar membawa ponsel Nayra.
Nayra pasrah melihat Darel yang membawa ponselnya dan tanpa Darel sadari ponselnya malah ketinggalan. Nayra mengambil ponsel Darel dan mengotak atik sesuka hatinya.
" Nay temani aku ke supermarket ya" Ajak Cika
" Ayo...bang titip ponselnya bang Darel" Nayra memberikan ponsel Darel pada Candra
Nayra melajukan mobil dengan kecepatan sedang, membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke supermarket tujuan mereka. Cika ingin membeli beberapa keperluan Cika untuk besok kekampung Candra, dan ole-ole untuk keluarga Candra nanti.
Mereka kembali setelah selesai berbelanja.
" Nay " Panggil Darel saat melihat Nayra yang sudah kembali
" Ia bang " Jawab Nayra
" Nih ponselnya" Darel mengembalikan ponsel Nayra
" Makasih bang " Nayra menerima ponselnya dengan tersenyum pada Darel.
" Tadi kamu yang kasih ponsel abang ke Candra? " Tanya Darel dengan raut wajah yang berbeda.
" Ia bang, abang sih main kabur aja makanya ponselnya ketinggalan, untung ngga Nayra Jual" Canda Nayra masih dengan senyumnya yang manis
Wajah Darel sedikit memucat saat melihat Nayra yang masih bisa tersenyum bahkan senyuman yang sangat cantik di mata Darel.
*
*
*
*
Makasih buat yang selalu menunggu 😊
Jangan lupa meninggalkan jejak ya teman-teman, dan dukunganya 🙏🙏
jgn lo adu domba cika sm nayra deehh...
udh lo sm cika aja deehh...
bahasanya juga mudah difahami..
👍👍👍👍👍
💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
👏👏👏👏👏