NovelToon NovelToon
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur!

Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Anak Yatim Piatu
Popularitas:83k
Nilai: 5
Nama Author: Khardha love

Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.

Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.

Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.

Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.

Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.


Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?

Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?

Atau mungkin akan saling membenci?


Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!

Happy reading guys!

Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.

Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#23 "Maafin aku sayang"

Happy reading guys!

Al berjalan mondar mandir seperti setrikaan rusak di depan pintu ruang operasi, sambil terus berdoa untuk keselamatan wanita yang sangat dicintainya itu.

Ya Allah lindungilah dan selamatkanlah istriku, berikan kekuatan kepadanya supaya bisa kembali bersamaku membina kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah" Doanya dalam hati sambil menatap ke arah pintu ruang operasi.

Tidak lama kemudian keluarlah dokter Alfian Rasyid menghampirinya, untuk memberitahukan kondisi Arti saat ini.

"Gimana keadaan istriku? Operasinya berjalan lancar kan? Apa dia sudah melewati masa kritisnya?" Cecarnya tanpa jeda kepada sahabatnya itu.

"Operasinya belum selesai. Istrimu kritis, dia memerlukan donor darah secepatnya. Stok darah yang sama dengannya di bank darah yang ada di rumah sakit ini telah habis." Jawab dokter Alfian Rasyid menjelaskan.

Al sangat terkejut mendengarnya, tubuhnya jatuh meluruh ke lantai. Dia terduduk sambil menyembunyikan wajahnya diantara kedua kakinya, tuan muda itu tidak bisa lagi terlihat tegar seperti tadi saat pertama kali dia datang membawa istrinya masuk ke UGD. Harapannya untuk membina rumah tangga yang bahagia, sakinah, mawadah, dan warahmah bersama wanita yang sangat dicintainya itu akhirnya menguap begitu saja. Dia merasa berada di titik terendahnya sekarang seperti ditinggalkan oleh seorang gadis kecil yang dulu pernah menolongnya sewaktu masih duduk di bangku SD.

🌿Flashback on🌿

Suatu hari ketika kelas 6 SD Al berusaha melarikan diri dari para bodyguard dan pengasuhnya yang ditugaskan untuk menjaganya setiap waktu. Tuan muda itu merasa sangat bosan selalu di atur-atur, dia mengendap-endap keluar dari barisan peserta peringatan tujuh belas Agustus, lalu bersembunyi di bawah panggung peringatan HUT RI itu. Salah satu artis cilik bersuara emas pengisi acara tersebut melihatnya masuk ke sana lalu menghampirinya.

"Hey mau ngapain Lo sembunyi di sana?" Tanya gadis kecil nan cantik itu sambil berkacak pinggang.

Siuttt...Al menaruh telunjuknya di atas bibirnya lalu menarik tangan gadis kecil nan cantik itu.

"Lepasin!" Pekik gadis kecil itu sambil menepis tangan Al yang menggenggam tangannya.

"Maaf." Ucap Al sembari menatap lekat wajah cantik gadis kecil itu lalu melepaskan genggamannya." Gue mohon bantuan Lo." Pintanya sambil menangkup kedua tangannya di atas dada.

"Kenapa gue harus nurutin kemauan Lo?" Gadis kecil itu menatap ke arah Al dengan mengerutkan keningnya.

Ngapain anak orang kaya dari sekolah elit ini sembunyi di sini?Apa dia ada masalah? Kalau begitu aku harus membantunya." Batin gadis kecil itu sambil terus menatap ke arah tuan muda itu.

"Pliss...!" Al kembali memohon dengan sangat memelas.

"Ok." Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya lalu menutup tirai panggung itu.

Tidak lama kemudian datanglah para bodyguard yang ditugaskan menjaga, melindungi dan mencari keberadaan tuan muda Adriansyah Alrizzi itu. Mereka semua harus dapat menemukannya secepatnya, kalau tidak mereka terancam dipecat dari pekerjaannya. Sekaligus mendapatkan hukuman yang berat dari tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi dan Nyonya besar Mahfuza atas kelalaiannya menjaga anak semata wayang mereka.

Para bodyguard itu

bertanya sekaligus minta izin kepada panitia acara tersebut untuk mencari tuan muda mereka, namun berkat bantuan dari gadis kecil itu Al berhasil mengelabui mereka semua. Hingga akhirnya para bodyguard itu pergi dengan tangan hampa dan bersiap menerima hukuman mereka.

Setelah acara tujuh belasan itu selesai gadis kecil itu mengajak Al pergi ke kebun milik kedua orangtuanya. Mereka berdua langsung terlihat akrab dan tampak asyik memetik buah-buahan yang ada di sana, sambil bermain dan bersenda gurau, berguling-guling di rerumputan, dan mandi di sumur yang ada di sana. Saking asyiknya menikmati setiap detik kebersamaan mereka, keduanya lupa untuk memperkenalkan dirinya masing-masing. Hingga akhirnya mentari mulai tenggelam di ufuk barat.

"Hari sudah petang, kamu tau jalan pulang ke rumahmu sendiri kan?" Tanya gadis kecil nan cantik itu sembari menatap wajah tampan Al.

Tuan muda Adriansyah Alrizzi itu menggelengkan kepalanya lalu meraih kedua tangan gadis kecil itu.

"Bolehkah aku menginap di rumahmu?" Tanyanya dengan nada sangat lembut.

"Maaf lain kali aja ya, aku gak mau orangtuaku bertanya macam-macam tentang kamu." Tolak gadis kecil nan cantik itu dengan halus.

"Yaudah kalau begitu, tolong antarkan aku pulang ke rumahku." Pinta Al sembari menatap sendu kearah gadis kecil itu lalu mengatakan alamat rumahnya.

"Baiklah." Gadis kecil nan cantik itu menganggukkan kepalanya lalu menarik tangan Al supaya mengikuti langkahnya.

Setelah sampai di depan pintu gerbang rumah mewah keluarga Alrizzi, gadis kecil itu melepaskan tautan tangannya lalu mengucapkan salam perpisahan kepada Al.

Dahhh..."Sampai jumpa lagi ya!" Serunya sambil melambaikan tangannya.

Gadis kecil nan cantik dan selalu tampak ceria itu lalu melangkahkan kakinya pulang kembali ke rumahnya sendiri. Pertemuan pertama dan terakhir kalinya untuk Al dan gadis kecil nan cantik itu namun sangat berkesan bagi keduanya.

-

Sejak saat itu tuan muda Adriansyah Alrizzi selalu ingin bertemu kembali dengan gadis kecil itu namun ternyata gadis kecil nan cantik itu sudah pindah dari rumah kediamannya yang berada dekat dengan sekolah Al sebulan setelah pertemuan mereka.

Ketika sudah dewasa tuan muda Adriansyah Alrizzi itu selalu berusaha melacak keberadaan gadis kecil nan cantik itu, namun

tidak pernah menemukannya karena tidak tahu namanya dan tidak ada fotonya.

Al yang sudah beranjak dewasa berusaha membuka hatinya untuk gadis lain, dengan menjalin hubungan dengan Bella Indriani sewaktu masih duduk di bangku SMA, hingga kuliah dan lulus S1. Namun setelah Al meninggalkannya untuk meneruskan S2 nya di luar negeri, Bella mengkhianatinya dengan berselingkuh dibelakangnya.

🌿Flashback off 🌿

"Al." Panggil dokter Alfian Rasyid sambil mengguncang bahu sahabatnya itu untuk menyadarkannya dari keterpurukannya.

Al mendongakkan wajahnya lalu menatap wajah dokter spesialis bedah sahabatnya itu dengan mata berkaca-kaca menahan tangisnya.

"Apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan istriku?" Tanyanya dengan lirihnya.

"Cepat hubungi keluarganya, atau cari orang yang mempunyai golongan darah yang sama dengannya!" Jawab dokter Alfian Rasyid dengan menekankan kata-katanya.

"Ok." Al menganggukkan kepalanya lalu beranjak dari tempatnya.

Tuan Muda itu segera menghubungi Rano untuk menjemput om dan tantenya Arti, serta mengumumkan kepada semua orang.

Barang siapa yang mempunyai golongan darah yang sama dan cocok dengan istrinya, dia akan menuruti semua keinginannya.

Tentu saja ketika mendengar pengumuman itu orang-orang berbondong-bondong datang ke rumah sakit untuk mendonorkan darahnya, namun demikian tidak ada seorangpun yang cocok dengan golongan darah Arti yang sangat langka.

Al kembali frustasi dibuatnya, dia mengacak-acak rambutnya karena merasa tidak berguna menjadi seorang suami, sebab tidak bisa melakukan yang terbaik untuk kekasih halalnya itu.

"Al, Mamah mau mendonorkan darah buat istrimu, kebetulan golongan darah kami sama persis." Ujar nyonya besar Mahfuza sambil duduk di kursi panjang sebelah anaknya itu setelah mendengar pengumuman itu dari Rano.

Wanita yang masih terlihat cantik diusianya yang sudah tidak lagi muda itu, benar-benar tidak tega melihat anak semata wayangnya itu seperti orang gila memikirkan kondisi istrinya.

"Mamah serius?" Al menatap lekat wajah cantik wanita yang telah mengandung dan melahirkannya itu.

Sebab dia tahu mamahnya itu sejak awal selalu menentang pernikahannya dengan Arti yang dilangsungkan secara mendadak, karena sangat malu sekaligus takut Al menghamili biduanita itu terlebih dahulu. Apalagi ketika Arti melarikan diri di malam hari H pernikahannya, semakin bertambahlah kemurkaannya terhadap menantunya itu.

"Iya, Mamah melakukannya hanya karena gak mau lagi liat kamu seperti ini." Tegasnya sembari menatap wajah tampan anaknya itu.

"Makasih ya Mah." Ucap Al sambil memeluk tubuh orang yang telah mengandung dan melahirkannya itu.

Nyonya besar Mahfuza mengusap punggung anak semata wayangnya itu dengan lembut dan penuh kasih sayang, matanya berkaca-kaca karena sangat terharu mendengar ucapan terima kasih dari Al.

Sudah lama sekali kamu tidak mengucapkan terima kasih atas semua yang mamah dan papah berikan sama kamu nak." Batinnya seraya mengulas senyumnya.

Sejak Al seringkali ditinggalkan oleh kedua orangtuanya bersama para pengasuhnya dan para bodyguardnya, tuan muda itu hanya menatap wajah mamah dan papahnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan setiap kali bertemu langsung dengannya. Meskipun semua fasilitas dan kebutuhannya selalu terpenuhi Al tidak merasa bahagia dengan semua yang di miliki dan didapatkannya itu. Karena kedua orangtuanya hanya memanjakannya dengan harta dan kekayaannya, Al kecil justru sangat iri melihat anak-anak seusianya yang bisa bermain, bersenda gurau dengan kedua orangtuanya di setiap kesempatan. Apalagi ketika ada acara di sekolahnya yang mengharuskan kepada para orangtua wali siswa untuk datang. Semua teman-temannya selalu diantar dan didampingi oleh orangtuanya, sedangkan dia sendiri hanya didampingi oleh pengasuhnya dan para bodyguard yang setia menemaninya karena gaji besar yang diberikan orangtuanya. Tidak ada yang benar-benar tulus menyayanginya, itulah yang ada di pikirannya. Hingga akhirnya Al dewasa barulah dia mengerti bahwa kedua orangtuanya melakukan semuanya hanya untuk memberikan yang terbaik untuknya.

-

"Al gimana? Apakah sudah ada lagi orang yang mau mendonorkan darahnya?" Tanya dokter Alfian Rasyid memastikan.

Al melepaskan pelukannya pada wanita yang telah mengandung dan melahirkannya itu lalu mengalihkan pandangannya ke arah dokter Alfian Rasyid.

"Aku yang akan mendonorkan darah untuk menantuku." Jawab nyonya besar Mahfuza mewakili anaknya itu, lalu beranjak dari duduknya.

"Mari ikut saya Nyonya." Ajak dokter tampan itu sembari berjalan menuju ruang transfusi darah.

"Kamu sahabat Al ya?" Tanya nyonya besar Mahfuza sambil mengikuti langkah dokter Alfian Rasyid.

"Iya." Dokter tampan itu menganggukkan kepalanya.

"Kalau begitu jangan panggil saya dengan sebutan Nyonya lagi. Panggil saja Ibu atau Tante karena aku tidak mau ada jarak seperti atasan dan bawahan dengan teman-teman anakku." ujarnya dengan menekankan kata-katanya.

"Baiklah Bu." Dokter Alfian Rasyid seraya mengulas senyumnya lalu melakukan tugasnya untuk memeriksa cocok atau tidak golongan darah nyonya besar Mahfuza dengan Arti.

Tidak lama kemudian datanglah tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi menyusul istrinya untuk mendonorkan darahnya, namun hanya golongan darah nyonya besar Mahfuza yang cocok dengan Arti. Sebenarnya Al juga sudah melakukan cek golongan darahnya dan cocok untuk Arti namun tidak bisa melakukan transfusi sebab kondisinya sendiri yang sangat memprihatinkan akibat tidak tidur sama sekali selama misi pencarian istrinya.

"Mah, Pah. Kok bisa bareng?" Al mengerutkan keningnya menatap wajah kedua orangtuanya itu yang berjalan ke arahnya.

"Kami habis melakukan donor darah buat istrimu." Jawab tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi mewakili istrinya.

"Benarkah?" Al menatap lekat wajah kedua orangtuanya itu, seakan tidak percaya mereka begitu perduli dengan istrinya.

Dan yang paling tidak bisa dia terima adalah jika mereka ada maksud tersembunyi untuk memisahkannya dengan wanita yang sangat dicintainya itu.

"Memangnya kenapa Al? Ada yang salah jika kami perduli sama istrimu?" Bukannya menjawab pertanyaan anaknya tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi justru balik bertanya.

"Bukannya begitu Pah, aku justru sangat bersyukur kalau kalian berdua sudah bisa menerima istriku seutuhnya sebagai menantu kalian." Jawab Al seraya mengulas senyumnya.

Sebab dia tidak ingin menyakiti hati kedua orangtuanya.

"Ya udah kalau begitu lebih baik kita sama-sama berdoa semoga operasi Arti berjalan lancar." Ajak tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi sembari menatap ke arah anaknya itu.

"Iya Pah." Al menganggukkan kepalanya lalu berdoa dalam hatinya.

Ya Allah lindungilah dan selamatkanlah istriku, lancarkan operasinya supaya kami bisa kembali bersama membina kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah. Aamiin ya mujibassailin." Batin Al lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.

Tiga jam kemudian keluarlah dokter Alfian Rasyid bersama rekan-rekannya yang membantunya melakukan operasi terhadap Arti. Tuan muda Adriansyah Alrizzi itu langsung beranjak dari duduknya lalu menghampirinya.

"Gimana keadaan istriku?" Tanyanya sembari menatap sendu kearah sahabatnya itu.

"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar, dia juga sudah melewati masa kritisnya. Sebentar lagi kami akan memindahkannya ke ruang rawat." Jawab dokter Alfian Rasyid menjelaskan.

"Pindahkan dia ke ruang VVIP." Perintah tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi mewakili anaknya yang hendak mengucapkan kalimat yang sama.

"Baik Tuan Besar." Dokter Alfian Rasyid menganggukkan kepalanya lalu menyuruh tim medis yang membawa Arti ke ruangan VVIP sesuai permintaan pemilik rumah sakit tersebut.

Setelah Arti dipindahkan ke ruang rawat VVIP, Al langsung mengikutinya masuk kedalam ruangan itu lalu duduk di kursi yang ada di samping bed pasiennya. Dia mengusap kepala istrinya yang dibalut perban dengan lembut lalu mengecup keningnya cukup lama dengan penuh cinta.

"Maafin aku sayang karena gak bisa melindungimu dari kejahatan wanita itu." Ucap Al dengan penuh penyesalan lalu mencium punggung tangan istrinya.

Tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi dan nyonya besar Mahfuza yang sedari tadi duduk di sofa yang ada di sana, terus memperhatikan gerak-gerik anaknya itu. Al tampak sangat menyesal karena tidak bisa melindungi istrinya dari kejahatan mantan kekasihnya.

"Al, kamu yang sabar ya, jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri. Semuanya sudah takdir Allah subhanna wata'ala, anggap aja ini ujian supaya kalian berdua bisa saling menguatkan satu sama lain dalam kondisi apapun." Nasehat tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi kepada anaknya itu." Papah sama Mamah mau pulang dulu, kalau ada apa-apa cepat hubungi kami." Pintanya dengan nada sangat lembut.

"Iya Pah." Al menganggukkan kepalanya.

"Assalamualaikum." Ucap nyonya besar Mahfuza mewakili suaminya.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Al setelah mencium punggung tangan kedua orangtuanya.

Setelah kepergian kedua orangtuanya Al menelungkup di atas ranjang pasien istrinya lalu memejamkan matanya.

"Sayang ku mohon maafin aku ya." Ujarnya hingga akhirnya dia tertidur dalam posisi seperti itu.

Tiba-tiba datanglah empat orang yang berpakaian serba putih menghampirinya lalu menepuk pundaknya.

"Al." Panggil salah satu diantara orang itu.

...*****...

Bersambung...

Siapakah gerangan yang datang?

Ingin tahu jawabannya?

Tunggu saja kelanjutan ceritanya ya!

See you next time!

Hai teman-teman semuanya jangan pernah berhenti untuk memberikan dukungan kalian melalui tanda cintanya, setangkai bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.

1
Elisabeth Ratna Susanti
mantap 😍
Aerik_chan
Kapan up lagi??
KHARDHA LOVE: Kirain gak ada lagi yang komen dan like novel ku😁, makanya aku malas update.
total 1 replies
Susi Ana
ayo live lanjut,toh masih gentayangan gkgkgk
Elisabeth Ratna Susanti
tuntaskan like yang tertinggal 😍
Susi Ana
kenapa nggak lanjut
Susi Ana
semangat love, jangan nyerah
Susi Ana
semangat love
Neti Jalia
semangat🤗🙏
Nofi Kahza
hayoo..mau ngapain itu si Al..
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
Nofi Kahza
Hai kak Kharda..aku mulai nyicil nyimak lagi nih..🥰
maaf ya baru mampir..🙏
Susi Ana
semangat love,biar naik level jadi gold
Susi Ana: kadang mikir level,jadi buang2 waktu ya love.nggak dapet apa2 meski dikontrak.
total 2 replies
Ana Yulia
semangat thor 💪❤️
Ananda Andin Angraini
Bener2 sadis tuh penculik, setidaknya lakbannya buka kek kasihan kan Arti... 😤 Curiga si Lee Oppa baik beneran sama Arti atau karena ada maunya... 🤔 Jangan sampai deh ada sesuatu... ☺️

Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤

Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Ananda Andin Angraini
Untungnya Al ngasih password-nya yang sering d ucapkan Arti... 🤗 Pintar kamu Arti alasan ingin k kamar mandi, semoga ada celah buat kabur... 😉

Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Ananda Andin Angraini
Ya ampun, siapa lagi itu yang menculik Arti... 😨 kasihan Tuan Al... 😢 Bener tuh apa kata Rano.

Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...

Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢
Ana Yulia
kenapa gak di paksa aja Al, udah istri sah kan?
Wong Ngapak
lanjot
KHARDHA LOVE
Aku nulis tergantung mood sekarang, jadi gak tentu kapan bisa updatenya 😁😉
Susi Ana: masih exis disini ya love
total 1 replies
Ana Yulia
Hadir lagi thor, semangat 🔥 lanjut terus 💪
Ana Yulia
Mantap, suami idaman banget. sabar dan setia hingga setahun menunggu arti ❤️😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!