NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BADAI DI ATAS BADAI

​Matahari sore Hari ke-7 menggantung rendah di ufuk barat, memancarkan cahaya merah tembaga yang dramatis di atas Stadion Utama Akademi Astra Nusantara. Pembatas pelindung energi spiritual di sekeliling arena telah ditingkatkan ke level maksimal, menggunakan 4 generator eksternal tambahan karena komite tahu apa yang akan terjadi jika dua petarung terbaik Kelas 1 ini melepaskan seluruh kekuatan mereka. 50.000 penonton di tribun tidak ada yang berani berkedip. Ini adalah panggung Grand Final Kategori Solo 1vs1. Duel puncak antara dua anggota Duo Badai: Arkan melawan Sky.

​Arkan berdiri di ujung Blok A, menggerakkan lengan kirinya yang kini terasa sangat ringan. Di seberangnya, di ujung Blok B, Sky berdiri dengan jubah putihnya yang berkibar pelan. Kipas perak pusakanya dipegang dengan tangan kanan yang mantap, sementara mata abu-abunya memancarkan fokus yang teramat tajam.

​"Arkan!" Sky berseru, suaranya memotong keheningan stadion. "Ramuan Yggdrasil dari Marsekal Wirya semalam dan kemenangan kita pagi tadi telah memperluas saku jiwaku ke tingkat yang belum pernah kucapai sebelumnya. Jangan harap aku akan kalah dengan mudah dalam adu kecepatan!"

​Arkan menyunggingkan senyuman tipis. "Tunjukkan padaku seberapa jauh ramuan itu mengubah anginmu, Sky."

​PRIIIT—!!!!!

​Peluit penentu ditiupkan oleh wasit utama.

​WUUUUUUSH!

​Sky langsung memeras seluruh energi di saku jiwanya, mendobrak batas aman manusianya dari 30% melesat naik ke 40% resonansi elemen angin murni. Lonjakan energi itu begitu padat hingga menciptakan armor pelindung kasat mata berupa Aero Blade Shield—pusaran bilah angin vertikal setajam silet berdiameter 3 meter yang berputar gila-gilaan membungkus tubuh indahnya.

​Di saat yang sama, Arkan tidak mau kalah. BZZZZZZZZT! 70% resonansi petir murni meledak dari tubuh manusianya, memicu sistem Aura Statis berfrekuensi tinggi di permukaan kulitnya.

​BOOM!

​Arkan melesat maju laksana kilat murni, meninggalkan jejak pasir yang hangus. Dalam waktu seperseratus detik, dia sudah bermanifestasi tepat di depan armor angin Sky, menghantamkan tinju kanannya yang dibalut getaran frekuensi tinggi.

​CRASH! SHIIING!

​Benturan fisik jarak dekat yang sangat intens langsung pecah di tengah arena. Pukulan dan tendangan kilat Arkan beradu secara mekanis dengan sabetan kipas perak dan bilah angin Sky. Setiap kali tinju Arkan menghantam armor angin Sky, getaran frekuensi tingginya mencoba meremukkan struktur udara, namun manipulasi 40% angin murni Sky dengan cepat memulihkan dan membiaskan energi kinetik Arkan. Gerakan keduanya begitu cepat hingga di mata penonton mereka tampak seperti gumpalan cahaya biru dan hijau yang saling bertubrukan ratusan kali dalam hitungan detik.

​Di udara, Volt Level 13 dan Zephyr Level 11 juga terlibat dalam duel udara yang tidak kalah brutal. Volt melepaskan cakaran Thunderbolt Shredder yang membelah langit, sementara Zephyr bermanuver lincah di antara sambaran petir, menembakkan ratusan peluru udara bertekanan tinggi untuk mengunci pergerakan serigala raksasa itu.

​"Kecepatanmu luar biasa, Arkan! Tapi ini belum cukup untuk menembus langit!" Sky berteriak di tengah badai benturan. Dia melompat mundur sejauh 15 meter, menghentakkan kipas peraknya ke atas tanah dengan kedua tangan manusianya.

​Inilah saatnya bagi Sky untuk mengeluarkan esensi terdalam dari warisan klan penguasa langit.

​"Zephyr, sinkronisasi total! Jaga langit! Grand Tornado Apocalypse!"

​RUUUUUUUUMBLE—!!!

​Tanah arena pasir bergetar hebat. Atas perintah Sky yang telah menyentuh 40% resonansi, Zephyr Level 11 meledakkan seluruh inti energinya. Sebuah badai topan raksasa berskala bencana alam dengan diameter 15 meter dan tinggi menembus 30 meter bermanifestasi di tengah stadion. Pusaran angin hampa udara raksasa itu menggulung ribuan ton pasir arena ke atas, menciptakan dinding pusaran masif yang menghasilkan daya hisap kinetik ekstrem. Struktur pelindung stadion berderit keras, dan beberapa papan iklan digital di pinggir lapangan mulai terkelupas tersedot ke dalam badai Sky.

​Arkan yang berada di luar pusaran merasakan tubuh manusianya mulai tertarik maju secara paksa oleh gravitasi angin tersebut. Pasokan oksigen di sekitarnya menipis drastis, mengancam sirkulasi bio-elektrik di dalam sarafnya.

​"Seni klan Skyborn yang luar biasa," Arkan bergumam pelan, sepasang matanya memancarkan binar petir putih yang semakin menyala. Dia tahu, menghadapi jurus skala destruktif seperti ini, taktik gerilya jarak dekat sudah tidak berguna lagi. Dia harus membalasnya dengan daya hancur yang setara atau lebih besar.

​Arkan memejamkan matanya selama setengah detik, memeras seluruh memori kuno yang tersimpan di dalam kubus logam hitam di dalam saku jiwanya. Jantungnya berdetak kencang, memompa energi petir 70% hingga ke tingkat densitas maksimal.

​"Volt... mari kita selesaikan ini dengan satu serangan," Arkan memberi instruksi mental.

​Volt Level 13 melompat turun dari udara, mendarat tepat di belakang tubuh Arkan. Serigala petir raksasa itu melolong panjang menembus gemuruh badai, menyatukan seluruh energi spiritualnya dengan Aura Statis di tubuh Arkan.

​"Volt Drive: Heavenly Lightning Dragon!"

​KRAAAAA-BOOOOOOM—!!!!!

​Petir putih raksasa yang sangat padat meledak dari tubuh Arkan dan Volt, membubung tinggi ke angkasa sebelum akhirnya bertransformasi menjadi wujud manifes seekor Naga Petir Putih raksasa dengan panjang 20 meter. Manifestasi naga petir ini memancarkan hawa ozon yang begitu pekat hingga membuat seluruh rambut penonton di tribun berdiri tegak karena listrik statis yang merembes keluar.

​Dengan satu lambaian tangan Arkan, Naga Petir Putih itu melesat maju, membuka rahang listriknya yang lebar untuk menabrak langsung pusat badai topan raksasa milik Sky.

​Dua jurus pamungkas berskala bencana alam itu akhirnya berbenturan tepat di titik tengah arena Hari 7.

​ANGGGGG—!!!!!

​Ledakan energi yang dihasilkan begitu masif hingga menciptakan gelombang kejut termal yang membutakan mata seisi stadion selama 3 detik penuh. Pusaran angin hampa udara 40% milik Sky mencoba mengoyak dan mematikan suplai energi naga petir, sementara gigitan petir putih murni Arkan terus membakar dan membelah molekul udara badai dari dalam. Tekanan udara di dalam stadion melonjak ekstrem, memicu suara dentuman supersonik yang memecahkan beberapa kaca di ruang kendali komite.

​BOOOOOOOOM—!!!!

​Ledakan final memecah kedua jurus tersebut menjadi miliaran serpihan cahaya spiritual berwarna biru dan hijau yang turun menghujani arena seperti badai salju energi yang sangat megah.

​Debu pasir perlahan-lahan turun kembali ke tanah, menyisakan keheningan yang teramat mencekam. Seluruh penonton, termasuk Marsekal Wirya, Pak Guntur, dan Grandmaster Sora Skyborn di tribun VIP, mencondongkan tubuh mereka ke depan untuk melihat hasil akhir dari benturan gila tersebut.

​Di tengah arena yang kini pasirnya telah menguap habis menyisakan lantai beton dasar yang hancur berantakan, dua sosok manusia masih berdiri.

​Sky berdiri dengan napas yang terengah-engah, memegangi kipas peraknya yang kini telah kehilangan seluruh kilau energinya karena saku jiwanya telah benar-benar kosong hingga tetes terakhir. 40% resonansi manusianya perlahan meluruh kembali ke angka nol. Di atasnya, Zephyr melayang turun dengan wujud yang sangat redup sebelum akhirnya kembali ke saku jiwanya untuk beristirahat.

​5 meter di depan Sky, Arkan juga berdiri dengan tubuh yang gemetar hebat akibat kelelahan otot mikro menahan beban 70% petir murni. Sistem Aura Statis di kulit manusianya telah padam sepenuhnya. Namun, tangan kanan Arkan masih terangkat ke depan, dan Volt Level 13 masih berdiri di sampingnya dengan sisa-sisa percikan listrik kecil di taringnya.

​Arkan melangkah maju dengan sisa tenaganya, menghentikan langkah kakinya tepat 1 meter di depan Sky. Dia menatap mata abu-abu Sky yang lelah, lalu perlahan menurunkan tangan kanannya.

​"Saku jiwaku... sudah benar-benar kosong, Arkan," Sky berucap dengan suara yang sangat lemas, seulas senyuman menawan namun pasrah terukir di wajahnya. Tubuh manusianya yang lemas hampir saja terjatuh ke depan jika Arkan tidak dengan cepat mengulurkan tangan kanannya untuk menangkap pundak Sky, menahan gadis itu agar tetap berdiri tegak.

​Wasit utama menarik napas panjang sebelum akhirnya meniup peluit panjang dengan tangan bergetar menunjuk ke arah Blok A.

​[ PEMENANG GRAND FINAL KATEGORI SOLO 1vs1: ARKAN! ]

[ JUARA NOMOR 1 AKADEMI ASTRA NUSANTARA: ARKAN! ]

​Gemuruh histeris dan teriakan membahana dari 50.000 penonton langsung merubuhkan keheningan stadion. Sorak-sorai itu tidak hanya ditujukan untuk Arkan sebagai sang juara baru, melainkan untuk kedua remaja Kelas 1-A yang telah menyajikan pertempuran paling legendaris dalam sejarah akademi.

​Di tribun VIP, Grandmaster Sora Skyborn berdiri dari kursinya, memberikan tepuk tangan yang sangat lambat namun sarat akan rasa hormat yang mendalam. Beliau tersenyum puas melihat bagaimana cucunya dan anak jalanan itu bertarung habis-habisan tanpa sandiwara politik, membuktikan bahwa restu yang beliau berikan siang tadi tidak salah sasaran.

​"Kamu bertarung dengan sangat luar biasa, Sky. Badai topanmu tadi hampir saja memutus saraf manusiaku," Arkan berbisik pelan di dekat telinga Sky sambil membantunya berjalan menuju ke tengah lapangan untuk upacara penutupan.

​Sky tertawa kecil, menyandarkan separuh bobot tubuhnya pada pundak Arkan yang kokoh. "Tapi petirmu masih jauh lebih keras kepala, Juara Nomor 1. Jangan lupa... tiket emas ke Sektor Liar Utara itu sekarang ada di tanganmu. Kamu berutang satu perjalanan petualangan besar bersamaku setelah kita pulih dari turnamen gila ini."

​Arkan menatap trofi Solo yang kini sedang dinaikkan ke atas podium utama, lalu melirik Sky di sampingnya dengan seulas senyuman dingin yang sangat puas. Turnamen Hari ke-7 telah resmi berakhir dengan kejayaan ganda bagi Duo Badai. Mereka tidak hanya meruntuhkan kesombongan faksi-faksi elit kaku di akademi, tapi hari ini, di bawah langit sore Nusantara yang merah membara, Arkan telah resmi menancapkan namanya di puncak tertinggi sebagai monster muda terkuat yang siap mengguncang tatanan dunia yang baru.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!