Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjanjian dengan iblis
Bukan Bram yang melakukan perjanjian itu, tapi Karina, dia yang saat terbangun dalam sebuah tempat yang begitu gelap, mendapatkan bisikan dari suara yang begitu menggelegar. Suara itu menanyakan apa yang di inginkan oleh Karina dan Karina yang saat itu hanya mengingat suaminya mengatakan "ingin suamiku kembali", tapi dia tak ingat tentang Bram dan tetap menempati manekin yang merupakan jasadnya dari sejak dia di berikan kemampuan untuk keluar masuk di saat saat tertentu, sedangkan saat Karina tidak di dalam manekin itu, sosok suara itulah yang ada di dalam manekin Karina.
"Kamu tahu tidak sayang, aku langsung ke sini karena aku begitu merindukan kamu, Imel terus saja sibuk dengan pekerjaannya sebagai artis, hanya kamu yang mengerti aku, kalau saja aku tidak butuh nama baik Imel, aku tidak akan menikahinya karena memiliki kamu saja sudah cukup" ungkap Bram terus menyuapi manekin Karina dengan bahagia.
"Kamu tahu tidak, setelah kejadian itu aku seperti orang gila Karina, aku terus memikirkan bagaimana caranya supaya kamu bisa hidup kembali, bagaimana caranya supaya kamu bisa bersamaku setiap saat, sampai akhirnya aku menemukan cara supaya tubuh kamu ini tetap awet dan tetap bisa ikut aku kemanapun tanpa perlu takut orang orang akan menggosipkan kita" ungkap Bram
"Aku sudah kenyang mas" ucap manekin Karina.
"Kamu makan sedikit sekali, apa kamu mau minum darah lagi?" tanya Bram dan manekin itu mengangguk.
"Aku sudah mengambil darah dari sebuah rumah sakit dengan alasan untuk transfusi darah, minumlah supaya kamu kembali sehat" bisik Bram menyerahkan sebotol darah yang sudah dia beli di rumah sakit.
Glek. Glek.
Leher manekin itu seperti hidup, dia bergerak seperti saat manusia menelan atau meminum sesuatu, dan itu membuat Bram merasa takjub, istrinya itu ternyata hidup kembali, tapi dalam versi penurut dan tidak banyak protes lagi meski sekarang dia sudah menikah dengan Imel. itulah yang Bram pikirkan.
"Aku mencintaimu Karina, meski aku juga mencintai Imel, tapi aku lebih mencintai kamu, itu sebabnya aku tidak mau kamu pergi saat itu" ungkap Bram memeluk manekin itu
"Aku juga mas, hanya saja aku tidak punya mata, jadi aku tidak bisa melihatmu dengan mata palsu ini, aku ingin mata asli" jawab manekin itu
"Pasti, aku sudah mencarikan jantung yang masih berdetak tapi belum mendapatkan yang cocok seperti keinginan kamu, mata juga akan aku cari" jawab Bram
"Kenapa tidak berikan milik Imel di tubuh baruku ini? Jadi kamu akan memiliki kami di dalam satu tubuh, tubuhku, mata Imel, jantung Imel dan semua yang tidak ada padaku kamu ambillah dari Imel" bujuk manekin itu.
Bram tidak langsung menjawab, di hanya menunduk sambil berpikir keras dia tahu kalau Karina sudah bukan Karina lagi sekarang, tapi dia ingin Karina nya kembali hidup seperti dulu. Dia merasa bersalah tapi dia juga tidak mungkin mengakui kejahatannya di depan semua orang.
"Mas... Bukankah kamu mencintaiku?" tanya manekin itu
"Iya, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu" jawab Bram mengecup bibir manekin itu dan tersenyum.
"Baiklah, katakan apa yang harus aku lakukan supaya kamu dan Imel bisa berada dalam tubuh ini?" tanya Bram membuat manekin itu tersenyum tipis.
"Bawa Imel ke tempat kita, begitupun denganku, pastikan dia mengalirkan darahnya ke dalam guci yang ada di kamarku, itu adalah guci leluhurku mas" jawab manekin itu
"Baiklah ayo kita ke sana sekarang, Imel akan pulang besok, dan aku bisa menyiapkan semuanya" jawab Bram
Dia merapikan tempat itu, memastikan tidak ada orang yang melihatnya mengobrol dengan manekin itu dan berpura-pura akan memindahkan manekin itu ke tempat baru dengan meminta bantuan satpam.
•••••••••••••••
"Gila, dia sudah gila" ungkap Hamka
Teman temannya setuju, Bram sudah terhasut rayuan iblis yang ada di dalam manekin itu dan pantas saja Karina tidak mengenali Bram ataupun Izhar, dia tidak bisa melihat alias buta. Mereka sudah melihat semuanya melalui CCTV yang di retas Liam, dan semuanya Shok, apalagi saat manekin Itu bergerak.
"Jadi selama ini manekin itu hidup karena di tempati setan atau iblis, dia yang membuat Karina tidak bisa sepenuhnya berada di dalam jasadnya sendiri bahkan tidak bisa mati dengan tenang" ungkap Izhar
"Apa ini cukup untuk jadi bukti?" tanya Hamka
"Cukup, tapi dia bukan butuh polisi, dia butuh tenaga medis alias di masukkan ke rumah sakit jiwa" jawab Izhar
"Yang akan dia lakukan adalah ritual penumbalan, secara tidak langsung dia sudah melakukan pesugihan, hanya saja yang dia inginkan adalah kehidupan yang sama sekali tidak mungkin dia dapatkan, justru malah semakin di perdaya setan itu" ungkap Haris
"Apa kita bisa menggagalkan ritual itu pa, mungkin Imel memang salah, tapi tidak seharusnya dia jadi korban pembunuhan juga kan" tanya Hamka
"Kita bakar manekin itu karena sebenarnya jasad Karina juga sudah hancur, yang ada di manekin itu hanya sisa sisanya saja" jawab Haris.
"Om Haris benar, tidak ada cara lain selain membakar manekin itu" jawab Liam
"Tapi arwah Karina?" tanya Hamka
"Itu bukan arwahnya Hamka, itu hanya qorin nya saja, roh Karina sudah berada di alam kubur karena setiap manusia yang meninggal pasti ada di alam kubur, mau itu jasadnya tenggelam, tidak di temukan ataupun terbakar" ungkap Lintang
"Bagaimana?" tanya Hamka menatap yang lain
"Gue ikut kalian, kita memang harus menghentikan sosok itu semakin menyesatkan manusia" jawab Izhar dan yang lain mengangguk karena mereka sudah bisa melihat Haris sekarang.
"Telepon Om Langit, kita tidak bisa menghadapi sosok itu hanya dengan kekuatan kita yang masih kalah jauh" ucap Liam
Hamka menelpon Langit, dan Langit mengatakan akan menyusul mereka ke apartemen Karina karena memusnahkan sosok itu Lebih cepat lebih baik, selain akan membuat Bram menyadari kesalahannya, Imel juga tidak perlu terjebak dengan ritual itu.
"Emerald, kamu pulang dulu ya , ini terlalu berbahaya, besok aku jemput untuk sekolah" bujuk Hamka
"Iya, aku juga sudah ngantuk, ini sudah malam" jawab Esmeralda
"Astagfirullah, kita lupa shalat isya, ayo shalat dulu setelah itu ke apartemen setelah mengantar Esmeralda dan Kalingga" ucap Liam.
"Emerald akan di jemput Om Zaki katanya, gue sudah kirim pesan ke Om Zaki, jadi Kalingga bisa ikut mereka" ucap Hamka
"Kalian hati hati" ucap Esmeralda dan Kalingga.
#######