NovelToon NovelToon
Istri Kedua Kepala Desa

Istri Kedua Kepala Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Sinta harus membayar hutang keluarganya dengan cara dia menikah dengan kepala desa dan menjadi istri keduanya.
Pernikahan ini diatur oleh mama sangat kepala desa dengan harapan agar Sinta bisa membuat sang kepala desa berpisah dengan istri pertamanya.
Sebuah pernikahan yang penuh misteri sampai akhirnya Sinta tahu rahasia yang membuat nya terjebak dalam pernikahan neraka ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pondok Tepi Sungai

Konsentrasi Mahendra saat bekerja menjadi kacau. Sinta mengirimkan foto selfie di depan pondok dengan gaya yang biasa saja. Namun entah kenapa itu sangat mempengaruhi suasana hati pak kades.

"Pak, apakah semua berkasnya sudah di tandatangani?" tanya bidan Larasati, membuyarkan lamunan Mahendra.

"Sudah Bu bidan. Semoga program ini akan semakin menambah kesadaran masyarakat desa untuk terus memperhatikan kesehatan."

"Iya, pak." jawab Bu bidan. "Saya permisi dulu." pamitnya.

"Iya."

"Asalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Setelah ibu bidan pergi, Mahendra pun segera berdiri dan meninggalkan kantor desa. Hari sudah menjelang siang. Mungkin sudah pukul 11. Lelaki itu mengarahkan mobilnya menuju ke rumah pondok yang ada di dekat sungai.

Ia tahu Sinta tak bisa masuk ke sana karena kuncinya selalu ada di mobil Mahendra.

Saat lelaki itu turun dari mobil, ia hanya melihat sepeda dan keranjang makanan. Namun Sinta tak ada. Ia kemudian membuka pintu pondok dan mulai mencari keberadaan istrinya itu.

"Sinta .....!" panggil Arsen. Ia mencoba melihat ke sekeliling pondok namun istrinya itu tak ada.

"Sinta......!" panggilnya lebih keras lagi.

"Abang, aku di sini.....!" panggil Sinta.

Arsen menoleh ke arah sungai. Nampak Sinta sedang berada di dalam sungai.

"Sinta, apa yang kamu lakukan?"

"Berenang, Abang. Airnya enak. Dingin. Pas dengan cuaca yang panas."

"Tapi kamu....!" Mahendra kaget saat menyadari bahwa Sinta hanya memakai dalamnya saja. Celana dan kaosnya ada di pinggir sungai.

"Sinta, bagaimana kalau ada yang melihatmu?"

"Abang, jam segini semua penduduk desa sementara bekerja. Abang kan bilang kalau tempat ini jarang di lalui orang."

Mahendra menahan kesal pada istrinya itu. "Tapi terkadang ada penduduk desa yang suka mencari ikan di sungai."

"Hari sabtu atau minggu. Aku banyak bertanya kepada mereka, Abang."

"Naiklah, Sinta. Ini panas."

"Ayolah, Abang. Berenang dengan aku."

"Sinta, aku tidak mau."

Sinta tersenyum menggoda. "Abang takut berenang ya?"

"Siapa yang takut?"

"Ayo kita lomba berenang."

"Tidak mau!"

"Ayolah, Abang. Sepertinya Abang memang tak bisa berenang. Sudahlah." Sinta segera berbalik dan kembali berenang. Mahendra menarik napas panjang, lalu perlahan melepaskan kancing kemeja seragam khaki nya. Lalu melepaskan sepatu dan kaos kakinya kemudian celana kainnya dan menyisakan boxernya. Ia jadi ingat kenangannya dengan kakeknya yang suka berenang di sungai saat liburan sekolah.

"Ah, akhirnya Abang mau juga." Sinta tersenyum namun hatinya tertawa. Ia yakin kalau Mahendra dan Gizel tak pernah melakukan mandi bareng di sungai seperti ini.

Mahendra mendekat. "Ayo kita lomba berenang."

"Siapa takut?"

"Jaraknya dari sini sampai ke pohon pinus itu. Selebihnya nggak bisa lagi karena banyak batunya." ujar Mahendra.

"Oke."

"Bolak balik ya?"

Sinta mengangguk.

"Satu, dua, tiga ....!"

Keduanya langsung berenang bersama. Jarak mereka awalnya sama, namun lama kelamaan Mahendra berhasil meninggalkan Sinta. Tentu saja Sinta tahu kehebatan Mahendra dalam berenang karena ia melihat beberapa medali di lemari ruang kerja lelaki itu sebagai mendaki kemenangan dalam lomba berenang saat SMA.

"Ah, Abang. Kamu itu terlalu cepat." kata Sinta pura-pura cemberut.

"Ayo keluar. Matahari semakin tinggi. Kulit kita akan terbakar." Mahendra jalan lebih dulu.

"Eh...Abang, tolong!" Sinta berteriak panik lalu segera berlari ke arah Mahendra. Ia memeluk tubuh lelaki itu dengan erat bahkan dengan cepat melingkarkan tangannya di bahu Mahendra. Lelaki itu dengan cepat langsung mengangkat tubuh Sinta dan memeluknya ala koala.

"Ada sesuatu yang hendak mengigit kakiku."

Mahendra tersenyum. "Sungai ini tidak ada apa-apa, Sinta. Mungkin itu hanya ikan. Di sini tak ada buaya atau binatang buas lainnya."

"Aku takut, Abang." Sinta menempelkan dahinya di dahi Mahendra. Hembusan napas gadis itu membuat Mahendra merasakan ada aliran panas di setiap permukaan kulitnya. Apalagi tubuh mereka yang menempel dan nyaris tanpa busana itu.

"Sinta, ayo turun." kata Mahendra. Ia tak mau kalau sampai kehilangan kendali. Mahendra merasa bahwa didekat Sinta, dia akan menjadi pria yang selalu haus akan keinginan untuk bercinta.

"Nggak mau!" Kaki Sinta semakin erat melingkar di pinggang Mahendra.

Wajah mereka semakin dekat dan entah siapa yang memulainya, bibir mereka kini menyatu dalam ciuman panas. Tak ingin saling melepas.

"Ayo kita ke pondok!" ajak Mahendra. Mereka kembali berciuman sambil Mahendra terus berjalan.

"Abang, baju kita?"

"Biarkan saja di situ tak ada yang akan mengambilnya." kata Mahendra lalu kembali mencium Sinta dengan penuh gairah.

Mereka memasuki pondok. Mahendra menggunakan kakinya untuk menutup pintu pondok. Sambil terus memeluk Sinta ia melangkah menuju ranjang.

"Abang, jangan di ranjang. Nanti basah. Kita mandi dulu." Sinta perlahan turun lalu melangkah ke kamar mandi sambil melepaskan kain penutup dadanya. Mahendra merasa kalau Sinta menggodanya. Ia menyusul istrinya ke kamar mandi. Sinta sudah polos dan sedang mengguyur tubuhnya di bawah shower. Mahendra melepaskan boxernya lalu memeluk istrinya dari belakang. Ia menyingkirkan rambut Sinta ke satu sisi lehernya lalu mencium leher istri keduanya itu. Sinta mendesah, apalagi saat tangan Mahendra sudah memegang 2 bukit kenyalnya.

"Abang ......!" Sinta mengeluarkan suara manja yang meminta lebih.

Mahendra membalikan tubuh Sinta sehingga keduanya kini saling berhadapan. Ia kembali mencium bibir istrinya sementara tangannya kembali menyentuh 2 bagian yang sensitif di tubuh istrinya itu.

Pemanasan di bawah guyuran air hangat shower di rasa cukup, Mahendra kembali mengangkat tubuh istrinya itu. Keduanya tak butuh ranjang atau sofa untuk menyatukan raga mereka. Sinta merasakan sensasi berbeda ketika Mahendra memeluknya ala koala dan menyatukan diri mereka.

*************

Sementara itu, Gizel membawakan makan siang ke kantor desa. Sebenarnya ini kali pertama ia datang membawakan makan siang bagi suaminya setelah 6 tahun menikah. Kakaknya yang meminta dia untuk memberikan perhatian lebih bagi suaminya itu karena para pelayan mengatakan beberapa hari yang lalu, Sinta juga membawakan makan siang untuk suaminya.

Kantor desa nampak sepi, mobil Mahendra pun tak ada di sana.

Gizel turun dari mobilnya sambil membawakan keranjang makanan.

"Selamat siang.....!"

Hanya ada dua orang di sana. Gizel mengenalnya sebagai pegawai administrasi. Dan yang satu adalah petugas kebersihan.

"Eh, Bu kades. Mari Bu!"

"Pak kades di mana?"

Yuli, gadis berhijab itu tersenyum. "Pak kades sudah pergi sejak sejam yang lalu."

"Kamana?"

"Nggak tahu juga, Bu. Biasanya kalau siang-siang begini bapak sering keliling kampung. Kadang juga ke sawah."

Gizel menelepon Mahendra namun tak dijawab. Tentu saja Mahendra tak mendengar panggilan itu karena ponselnya ada di dalam celana panjangnya, dan celana itu ada di tepi sungai. 😊😅

Gizel segera naik ke dalam mobilnya setelah melemparkan keranjang berisi makanan di jok belakang. "Kemana aku harus mencari Mahendra? Apakah dia pergi dengan Sinta? Kata mbo Sarmi kalau Sinta sedang bersama anak-anak kampung dalam kasus pelecehan itu." Gizel menjadi pusing sendiri. Tak lama kemudian ponselnya berdering. Ia kaget melihat sebuah nama yang sudah ia lupakan itu. Agak ragu Gizel menggeser tanda hijau.

"Hallo.......! terdengar suara laki-laki dari seberang sana.

"Ada apa kamu menghubungi aku?" tanya Gizel dengan nada ketus.

"Aku kangen!"

"Untuk apa bilang kangen? Sana, katakan itu pada istrimu."

"Aku sudah bercerai, sayang."

"Aku sudah menikah."

"Ijinkan kita bertemu."

Gizel langsung mematikan sambungan telepon. Perlahan ia menjalankan mobilnya kembali sambil berusaha membuang bayangan lelaki tampan berseragam pilot itu.

***********

Mahendra memejamkan matanya, bibirnya mengeluarkan erangan panjang tanda puncak itu sudah di dapatkannya dua kali.

Dari kamar mandi, keduanya kini pindah ke karpet dekat perapian. Handuk yang tadinya di pakai untuk melilit tubuh mereka menjadi alas di atas karpet.

Sinta langsung membaringkan kepalanya di atas dada Mahendra ketika lelaki itu melepaskan penyatuan mereka dan berbaring di sampingnya dengan napas yang masih nampak cepat.

"Abang, aku lapar." kata Sinta sambil mengusap dada Mahendra.

"Tunggulah sedikit dan aku akan membuatkan makanan untukmu."

"Tidak perlu. Aku bawa makanan di sepedaku."

Mahendra mengecup puncak kepala Sinta lalu segera bangun. Ia mengambil handuk dan melilit tubuhnya di bagian pinggang lalu berjalan keluar. Pertama ia mengambil pakaian mereka barulah keranjang yang berisi makanan.

Saat ia masuk kembali ke pondok, Sinta sudah memakai kaosnya tanpa bawahan. Istri keduanya nampak seksi dengan kaos Mahendra.

"Biar aku siapkan makannya, Abang." kata Sinta sambil menyisir rambutnya yang masih basah dengan jari-jarinya.

Mahendra menyerahkan keranjang makanan itu ketika Sinta sudah selesai dengan rambutnya lalu lelaki itu membuka lemari pakaian dan mengenakan celana pendek tanpa atasan.

Sinta mengatur makanan yang dibawahnya dengan cepat karena ia sudah sangat kelaparan.

Keduanya makan dalam diam dan hujan pun akhirnya turun. Sinta tersenyum dalam hati. Ia berharap hujan tak berhenti sampai malam tiba.

Sinta sungguh nakal 😂🫰

1
Eka ELissa
karna cinta♥️♥️♥️lah pak kades gimana cih 🤣🤣🤣🤣🤣
Azril Ali
dh lama bgt Bru baca lagi..💪 ka autornya.
Fitria Syafei
waduh Emak Gisel dan Arsen Emak... gimana nih ...😲 Emak cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Maria Kibtiyah
duh semoga mahendra ma shinta bisa bahagia
Eka ELissa
bikin Hendra jatuh ♥️♥️♥️♥️dgn mu Sinta.....
nackal kan yg ajarin emak🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: nakal emak kayak gimana ya 😄😄
total 1 replies
Eka ELissa
dasar gizel gundik murahan...🫣🫣🫣 slingkuh ma pilot yg udh punya bini dan mreka ceray juga mungkin karna gundik mcem kmu kan gizel 😡😡🫣🫣
Eka ELissa
yg jawab ikan 🐟🐟🐟 tapi gizel GK ngerti bhsa ikan sungai 🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: ikannya bisa jadi panjang dan keras 🤣🤣
total 1 replies
Fitria Syafei
wow Emak cantik mantaf 🥰 kereen 🥰 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
semoga mahendra dan sinta nanti jatuh cinta
Fitria Syafei
Sinta kereeen 👏 Emak cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
bagus shinta buat si gizel tersisih
Eka ELissa
Nex.....Mak....♥️♥️🌹🌹🌹🌹
Eka ELissa
Abang bkln dtang ke pondok tau.....dia udh jatuh cinta dengan mu Sinta ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
tunggu waktu khncuran mu gizel.....🤣🫣🫣
Eka ELissa
up nya jgn lma2 ya Mak...♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
dia cmburu dgn mu Sinta udh mulai ♥️♥️♥️cinta tu ma bini kedua 🤣🤣🤣👍👍👍
Fitria Syafei
Hendra cemburu nih Yee 🤪 Emak cantik kereen 😍 kereen 😍
Eka ELissa
maak....♥️♥️♥️kmna PK Kades mak
Eka ELissa
Nex Mak.....
Eka ELissa
akhir nya smpe cini juga Mak...♥️♥️♥️dri mlem kmrin kjar bab ♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!