Seorang ilmuan jenius yang meninggal di usia muda akibat kelelahan, karena memiliki tubuh yang lemah. Tidak disangka jiwanya merasuk pada seorang pria desa yang hidup sebagai petani miskin.
Orang tua baru saja mati dan dia mendapatkan jatah tanah warisan paling sedikit?
Dikenal orang yang pasif karena tidak pernah melawan?
Namun dia tidak mengeluh, dengan melihat tubuhnya yang kuat dan sehat saja dia sudah sangat bersyukur.
[ Selamat! Kamu telah terikat pada sistem Sugar Daddy ]
"Ha?!"
Dengan sistem yang aneh ini, Lin Chen mendadak menjadi Sugar Daddy zaman kuno.
"Suami, carilah istri lagi... Kami tidak kuat, huhuhu..." Istri pertama mengumpulkan keberanian nya dan menyuarakan suara hati para istri.
***
Kembali lagi di cerita author RAS(BY/AR)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Tangan Lin Chen mencolek nakal saat kaki An Roro terbuka, bagian itu terlihat lebih merah di bandingkan semalam lalu yang putih bersih.
Yah itu wajar karena gesekan, membuat nya memerah. Namun anehnya Lin Chen merasa jauh lebih tergoda.
"T-tuan..."
An Roro benar-benar ingin menyembunyikan wajahnya yang merah merona, apakah seorang tuan dan budak memang wajar bersikap seintim ini? Atau bahkan pasangan pun tidak akan bertindak sampai seperti ini.
"Roro, buka lah~"
Lin Chen menatap matanya dengan sorot lembut, meraih tangan yang di gunakan untuk menutup bagian bawahnya dan menaruh nya di dada nya.
Tangan Lin Chen menerobos kedua paha yang tertutup rapat, awalnya hanya mengelus nya, hingga akhirnya memasuki ujung jari tengah nya dan menggerak-gerakkan nya pelan.
"T-tuan...!"
Napas An Roro tidak beraturan dan mulai menggebu, kedua tangan nya mencengkram erat tubuh Lin Chen.
"Roro, jangan panggil aku tuan lagi~"
"Mulai sekarang, aku jadi suamimu, jadi..."
Suara itu berbisik lembut di telinga An Roro, namun An Roro masih bisa mendengar nya dengan jelas.
"Panggil aku suami~"
Lin Chen menambahkan satu jari lagi, dan koc-ok-@n pun semakin intens. Suara An Roro menambah beberapa oktaf, namun segera dia tahan.
"Tidak apa-apa, keluarkan saja suara nya~ "
"Ayo, panggil suami~ " Bibir nya dengan sengaja mengulum ujung telinga An Roro, membuat An Roro lagi-lagi merasakan perasaan panas di tubuhnya.
"S-suami..!! Ah..."
"Pintar~ Karena An Roro pintar, suami akan memberikan An Roro hadiah pagi yang indah~"
Dua jari di tambah satu lagi menjadi tiga jari masuk, dada An Roro membusung ke atas saat hingga akhirnya sesuatu yang sulit di tahan keluar dengan kecepatan pistol air.
"Hah... Ahh, suami... Maaf, aku tidak tahan jadi mengotori mu."
Napasnya tersengal-sengal dan matanya berkaca-kaca penuh rasa bersalah, namun bukannya marah, Lin Chen malah memberikan senyuman kepadanya. "Santai saja, kamu keluar sebanyak apapun aku tidak masalah~"
Dengan gerakan membuat An Roro terkejut, Lin Chen menj-*lat jarinya. Tatapan Lin Chen menjadi berbeda, An Roro bisa merasakan saat Lin Chen menatap nya. Rasanya seperti di tatap oleh binatang buas, namun juga seperti di telanjan-gi di depan umum. Membuat nya merasa takut juga anehnya malu.
"S-suami..." Suara lembut dan pelan An Roro terlihat takut, namun di telinga Lin Chen itu terasa seperti rengekan manja minta segera di masuki.
Tatapan nya semakin dalam dan senyuman nya semakin menyeringai. Lin Chen mengganti posisinya, dia membiarkan An Roro duduk menghadap nya dengan kedua kaki terbuka. Pinggang nya di dekat kan hingga akhirnya menyatu dengan benda tumpul itu.
Karena telah melakukan pemanasan sampai An Roro keluar duluan, maka penyatuan kali ini terasa lebih mudah dan memberikan kenikmatan di kedua belah pihak.
Saat itu keduanya berada dalam suasana intens yang disebut olahraga pagi. An Roro memulai kehidupan pagi nya sebagai istri Lin Chen dengan merasakan gairah dan keganasan suaminya.
Hingga saat matahari mulai muncul dan hari telah terang, Lin Chen baru melangkah keluar sambil menggendong tubuh An Roro ala bridal style.
"T-tuan... " An Roro merasa sangat malu bertel@njang bulat di dalam rumah seperti ini.
"Tidak apa-apa, hanya ada kita bersua di dalam rumah ini."
Lin Chen membawa istrinya ke dalam kamar, setelah itu membantu istrinya berpakaian, meskipun An Roro sudah bersikeras menolak, namun Lin Chen merasa gerakan nya terlihat kesulitan karena menghindari gerakan yang membuat area inti itu bergesek.
"Hanya ada pakaian ini di saja, untuk sementara tetap pakai ini, nanti akan ku belikan pakaian baru"
An Roro mengangguk dan tidak merasa peduli, dia hampir tidak bisa mendapatkan pakaian yang bagus tanpa tambalan saat menjadi budak. Pakaian lama nya yang kemarin sudah banyak tambalan dan Lin Chen telah membuang nya.
"Kamu istirahat lah, aku akan berpakaian dulu dan membuatkan sarapan"
An Roro mengangguk, dirinya memang susah fokus sedari tadi karena keadaan suaminya yang belum berpakaian.
Meskipun dia menuruti dan tubuhnya berbaring di bawah selimut, namun dia masih mencari-cari lirikan kepada Li Chen.
"Ada apa? Masih belum puas huh?"
Lin Chen akhirnya menatap langsung matanya, memberikan seringaian lebar dan tatapan nakal. An Roro segera menutup wajahnya dengan selimut, wajahnya memerah malu.
Lin Chen hanya terkekeh pelan hingga akhirnya berjalan keluar. An Roro melirik kepergian nya dengan jantung yang berdebar kencang.
'Astaga... Dia benar-benar suamiku ya'
An Roro menatap atap langit sambil bergumam seolah sulit percaya.
Di dapur, Lin Chen memasukkan kayu ke dalam tungku. Arang yang masih panas membakar kayu sehingga api kembali menyala.
Hari ini Lin Chen kembali membuat bubur daging, karena tubuh An Roro yang kurus dan pastinya kekuatan gizi. Lin Chen sengaja memberikan nya bubur terlebih dahulu agar pencernaan nya dapat membaik.
Meskipun begitu, bubur tersebut sangat kental dan penuh akan daging. Lin Chen juga menambahkan sayuran hijau sisa kemarin yang belum terolah.
Lin Chen sebenarnya bukan orang yang pandai masak, dia hanya bisa basicnya. Namun di zaman kuno seperti ini, dengan pengetahuan dan resep-resep sederhana yang baru dan unik, itu sudah sangat unggul dan dapat di samakan dengan seorang koki restoran.
Setelah semuanya di masukan ke dalam panci dan tinggal menunggu matang, akhirnya Lin Chen teringat akan sesuatu dan langsung membuka sistem nya.
Dia menggeser layar dan akhirnya dapat melihat info, dan benar saja, sesuai dugaan nya. Poin bertambah.
[ Info ]
[ Lin Chen (25)]
[ Tinggi Badan 185 Cm ]
[ Berat Badan 72 Kg ]
[ ⬆️ 12 Cm ]
[ Kekuatan 72 ]
[ Kecerdasan 30 ]
[ Stamina 17 ]
[ Kejantanan 15 ]
[ Poin stat \= 18 ]
Meskipun sistem tidak menjelaskan, dia telah menduganya jika syarat mendapatkan poin yaitu dengan berhubungan dengan target Sugar Baby.
Selain kekuatan nya yang meningkat karena buff penguatan 4 kali lipat dari sistem, semua stat masih dalam keadaan normal.
Lin Chen menyentuh stat stamina, dan satu poin lain bertambah ke stamina. Membuat stamina nya naik menjadi 18.
Dirinya mengangguk-angguk, ternyata cukup seperti itu. Dia lalu melihat bagian ⬆️ 12 Cm dengan senyum misterius.
Dia menekan nya dan ⬆️ 12 Cm hanya bertambah 1 cm, namun poin yang terkuras adalah 10!
Lin Chen kemudian memeriksa bagian kejantanan, kedua hal itu adalah modalnya untuk terus mendapatkan poin. Jadi harus diberikan lebih banyak investasi.
Setelah beberapa saat menganalisis nya, akhirnya Lin Chen paham semua bagian statistik kecuali kecerdasan, kejantanan dan ⬆️ 12 Cm membutuhkan satu poin untuk di tingkatkan atau 1:1. Namun kejantanan dan kecerdasan membutuhkan lima poin dan ⬆️ 12 Cm membutuhkan 10 poin.