Shandra Hasanah, diusianya yang hampir kepala tiga selalu dikatain perawan tua dan dikatain memiliki wajah yang tidak cantik. Hingga suatu ketika ia dimintai menikah dengan mendiang suami adiknya, Athaya Besmana, karena sang adik yang bernama Alika dikabarkan mengalami kecelakaan dan Athaya sangat terpukul dengan kepergian sang istri.
Tak ingin membuat Athaya terus bersedih, orang tua Athaya justru meminta Shandra menjadi istri dari mendiang suami adiknya. Lalu, apa Shandra menerima permintaan orang tua Athaya?sementara Athaya masih sangat mencintai adiknya, Alika.
Ikuti kisah Shandra _Pemilik Hati Suamiku _
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Om Rahardian
Cahaya matahari tembus menyoroti kamarnya lewat jendela. Atha mengerjapkan matanya beberapa kali, lalu setelah mengumpulkan semua nyawanya, Atha bangun dan ia sudah tidak mendapati Shandra di kamar.
Atha tersenyum tipis, mengingat lagi saat pertama kalinya ia mencuri ciuman Shandra.
Semoga saja Shandra tidak menyadarinya.
"Kesambet setan apa kamu. Pagi-pagi udah senyam senyum sendirian!" celetuk Bu Cici yang tiba-tiba nongol di kamarnya.
Atha berjingkat kaget, lalu mendengus kecil melihat ibunya.
"Cepat mandi, terus sarapan bareng," tambahnya lagi.
"Iya," jawab Atha.
Bu Cici berbalik badan untuk meninggalkan Atha, namun Atha memanggil ibunya.
"Ma, Shandra mana?"
"Lagi olahraga di taman belakang, kenapa?"
"Cuma nanya doang," ucapnya sambil cengengesan.
Bu Cici memutarkan bola matanya, lalu Bu Cici pergi dari sana. Atha turun dari ranjang dan melangkah ke arah balkon. Atha ingin melihat istrinya yang tengah berolahraga.
Dari balkon Atha memperhatikan Shandra. Meski sekarang wajahnya sudah tertutup cadar lagi, tapi bayangan wajahnya masih tergambar jelas di ingatannya.
"Shan, sini," panggil Bu Cici.
Lantas Shandra segera menghampiri ibu mertuanya.
"Kamu nanti mau kan bantuin mama masak? Soalnya nanti siang adiknya papa mau ke sini."
"Mau," jawab Shandra.
"Sip," ucapnya seraya mengacungkan jempolnya. Setelah itu Shandra pergi menuju kamarnya.
Atha yang melihat dari atas, buru-buru masuk lagi ke kamarnya dan berpura-pura tidur.
Tidak lama Shandra pun masuk dan menggelengkan kepalanya melihat Atha masih tidur.
"Mas, bangun, ini udah siang," ucap Shandra.
Atha hanya bergumam tak jelas, seolah sangat ngantuk berat.
"Cepat bangun. Gak enak sama mama, papa," tambah Shandra lagi.
"Iya ...," sahutnya parau.
Sambil menunggu suaminya bangun, Shandra memilih untuk mandi duluan. Nanti setelah itu ia akan membantu mama mertuanya masak.
***
Menjelang siang Shandra membantu mertuanya masak-masak. Shandra begitu fokus memotong wortel, tanpa tahu seseorang tengah memperhatikannya. Siapa lagi kalau bukan suaminya.
Entah kenapa Atha jadi suka memperhatikan Shandra. Apa mungkin karena sudah tahu wajah Shandra? Sehingga Atha terus saja memperhatikan Shandra.
Sepertinya tercium aroma aroma falling in love, nih.
Bugh!
Atha berjingkat kaget saat Bu Cici menimpuk punggungnya dan mengganggu kesenangannya memperhatikan Shandra.
"Bengong aja," omelnya. "Pergi sana jemput om kamu di bandara."
"Iya, iya."
Dengan terpaksa Atha pergi menjemput omnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, Atha pun sudah sampai d bandara. Dari arah pintu keluar, terlihat omnya berjalan seraya menggeret kopernya. Atha tersenyum saat melihatnya dan menyambut omnya itu.
"Om," sapa Atha.
Rahardian namanya, lelaki berumur sekitar 38 tahun itu memeluk Atha.
"Gimana kabar kamu?" tanyanya.
"Ya ... seperti yang Om lihat."
"Om turut berdukacita atas hilangnya istrimu."
Air muka Atha seketika berubah mendung. Mengingat lagi akan kepergian Alika. Hatinya sedih jika mengingat istri pertamanya itu.
"Ya, Om," jawabnya sendu.
"Yang sabar ya."
Atha mengangguk lesu, lalu mereka berdua langsung pulang ke rumah.
Kedatangan Rahardian di sambut hangat oleh Pak Ishaq dan Bu Cici. Adiknya ini sudah lama merantau ke negeri orang dan Rahardian punya usaha di sana. Tapi sayang diusianya yang sudah sangat matang belum juga menikah.
"Gimana kabar kamu?" tanya Pak Ishaq.
"Baik, seperti Abang lihat."
"Terus mana calon istrimu?"
Rahardian hanya tersenyum kecil menanggapinya. "Nanti kalau sudah nemu yang cocok."
"Kamu tuh. Mau cari yang kayak gimana sih."
"Yang pasti cantik dan baik, seperti ...." Ucapan Rahardian menggantung ketika ia melihat Shandra berdiri di belakang Bu Cici. "Seperti dia." Tunjuk Rahardian kepada Shandra.
Atha melotot mendengarnya. Ada rasa tak suka saat omnya menunjuk Shandra sebagai contoh pilihan wanitanya.
"Ngomong-ngomong siapa dia?" tanya Rahardian.
"Dia Shandra, istri barunya Atha," jawab Bu Cici. "Shan, kenalin dia Rahardian, adiknya papa," sambungnya.
Shandra mengangguk, seraya memperkenalkan dirinya.
"Ternyata kamu sudah nikah lagi," bisiknya kepada Atha. "Dan kali ini pilihanmu oke."
Atha hanya tersenyum kecil.
Pilihan? Shandra bukan pilihannya. Meski dulu ia tidak suka, tapi sekarang hatinya mulai terbuka untuk mencintainya. Terlambat sedikit tidak masalah kan?
***
Malamnya keluarga Pak Ishaq kumpul bersama di meja makan, kecuali Rahardian. Lelaki itu sengaja tidak ikut makan malam, karena malam ini ia ingin menemui teman lamanya.
"Kamu gak ikut makan?" tanya Bu Cici.
"Gak. Aku mau makan di luar sama teman."
"Cewek apa cowok temennya?" Bu Cici kepo.
Rahardian tergelak mendengarnya. Mentang-mentang dirinya single selalu dikepoin sama kakak iparnya.
Rahardian tak menjawab, lelaki itu memilih melenggang pergi dari sana.
Ponselnya Shandra bergetar, tanda telpon masuk dari sahabatnya, Nisa.
"Aku angkat telpon dulu," pamit Shandra kepada semuanya. Lalu Shandra pergi menjauh dari ruang makan dan mengangkat telpon dari Nisa.
"Assalamualaikum, kenapa, Nis?" jawab Shandra.
"Shan, aku boleh minta tolong gak? Ibuku masuk rumah sakit dan aku butuh uang. Kira-kira kamu bisa gak pinjamin aku uang."
"Berapa?"
"Mm ... kalau tiga juta bisa gak?" Nisa ragu-ragu mengucapkannya, takut kalau Shandra tidak bisa meminjamkannya uang.
"Ya, aku transfer sekarang."
"Terima kasih, Shan."
"Iya. Semoga cepat sembuh ibumu."
Setelah itu telpon pun mati dan Shandra langsung mentransfer uang ke Nisa.
Shandra kembali lagi ke ruang makan, namun samar-samar telinganya mendengar suara Rahardian tengah video call sama seseorang. Dan suara orang itu sangat familiar di telinganya.
"Suaranya kok mirip ...."
aihhh jangan lah sampai kaya drama Indosiar ya Thor
aiahhh ,,semoga otak nya terbuka si atta bukanya gelap mata ingin memiliki nya kembali terus kamu di tinggal
kan
akhirnya kebongkar juga...
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya
ayo???
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya