Ras Phoenix adalah ras yang paling Agung di antara Klan Burung lainnya, sampai akhirnya sebuah bencana menimpa Klan Phoenix yang menyebabkan ras mereka punah sepenuhnya.
Tuan Muda Klan Phoenix dalam keadaan putus asa memberikan bakatnya dan kekuatannya kepada seorang pemuda lemah dari Klan Siluman, Chen Fei.
Chen Fei yang semula sakit sakitan dan dianggap pecundang oleh keluarganya , berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya dan mengungkapkan semua kebenaran.
Tapi, ternyata dia dihadapkan dengan sebuah misi yang tidak akan pernah dia bayangkan sebelumnya, yaitu.... MENYELAMATKAN DUNIA?!
Akankah Chen Fei berhasil menjalankan misinya?
Yuk ikuti kisah Chen Fei ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23 - Guqin Sembilan Reinkarnasi
Chen Fei mengulurkan tangannya untuk menyentuh bagian tubuh Guqin tersebut dengan belaian yang sangat lembut dan berhati hati.
"Aku ingin yang ingin, berapa harganya ?" Tanya Chen Fei.
"Ini ? Ini ditemukan pada makam Kaisar Dinasti sebelumnya dan sangat berharga sekali. Butuh usaha lebih dari sepuluh orang untuk mengangkutnya keluar dari dalam makam. Aku tidak bisa asal memberikan harga untuk barang yang ini, mungkin.... lebih dari 50 Tael Emas. " Jawab pria itu dengan kemampuannya untuk membual.
Memang inilah yang merupakan keahlian dari para pencuri makam, para pencuri ini akan membentuk kelompok dan menggali makam makam besar untuk mencuri barang barang yang dikuburkan bersama.
Mereka akan mencari alasan untuk menjual barang dengan harga yang tidak masuk akal seperti yang sedang dilakukan pada saat ini dan Chen Fei tidak buru buru untuk menanggapi.
"Guqin ini memang sangat baik sekali, memang membawa beberapa kenangan dari masa lalu. Bagaimana jika Tuan bermurah hati dan menjualnya kepadaku seharga 10 Tael Emas ? " Tanya Chen Fei tanpa tahu malu.
Dia menawarkan harga yang hanya seperlima dari harga yang ditawarkan, bahkan pria paruh baya itu hampir muntah darah karena terkejut dan marah pada Chen Fei.
Tetapi, bagi Chen Fei semuanya tidak menjadi masalah dan dia bisa melakukan apa saja yang dia inginkan.
"Jika kamu tidak ada uang maka pergi saja dari sini ! Kami tidak akan melayani seseorang sepertimu !" Balas pria paruh baya itu dengan kesal.
"Tentu saja, aku akan pergi karena kamu telah mengusir ku. Tapi, ingatlah baik baik untuk menutup toko lebih awal, jika para petugas patroli mengetahui bahwa kalian adalah komplotan para pencuri makam maka aku tidak tahu apa hukumannya. " Ucap Chen Fei menyeringai lalu berjalan pergi.
"Tunggu sebentar, Tuan Muda !" Teriak pria paruh baya itu dengan panik dan tidak menyangka bahwa Chen Fei memiliki keberanian yang begitu besar. Mereka adalah komplotan para pencuri makam, bagaimana mungkin mereka seberani ini jika tidak ada yang mendukung mereka ?
Tidak lama kemudian muncul beberapa orang berpedang dengan tingkat kultivasi yang jauh lebih rendah dari Chen Fei, hal ini bahkan membuat Chen Fei tertawa terbahak bahak.
"Ingin melawan ku dengan sekelompok orang ini ?Apakah kamu sedang bercanda atau kamu sedang meremehkanku ?" Tanya Chen Fei dengan nada mengejek.
"Jangan terlalu sombong terutama karena kamu akan segera berubah menjadi mayat ! Pada saat itu maka kamu masih harus memohon dan bersujud padaku untuk menguburkan jasadmu !" Seru pria paruh baya itu dengan arogan.
Tetapi, siapa yang mengubur siapa masih belum jelas dan terlihat bahwa Chen Fei bahkan tidak memandang mereka dan menempatkan mereka di matanya.
Beberapa orang itu mulai berputar yang membuat Chen Fei merasa agak pusing dan semakin lama menjadi semakin cepat yang membuat orang orang pasti akan kehilangan kemampuannya untuk berpikir secara rasional.
Sejujurnya walaupun mereka telah menyusun rencana sebaik ini tetapi tetap saja bahwa mereka terlihat biasa biasa saja dan bisa dikalahkan oleh Chen Fei dengan mudah.
Ketika mereka berputar menjadi semakin cepat , Chen Fei tiba tiba menjentikkan jarinya dan angin puyuh mulai berdatangan dan meniup banyak sekali bangunan dan kios sampai sampai mereka hampir saja ditiup sampai terbang dan terbawa oleh angin tersebut.
Angin puyuh itu mulai menerjang ke dalam bangunan terutama orang orang yang menghalangi langkah Chen Fei, pada saat kekacauan terjadi, dia berjalan dengan tenang dan anggun menuju tempat Guqin Sembilan Reinkarnasi dipajang lalu dia dengan hati hati menyimpannya di dalam kotak awalnya sehingga tidak akan mengalami kerusakan pada bagian bagian Guqin.
Melihatnya saja sudah mampu membuat Chen Fei merasa tidak sabar untuk mencobanya, dia ingin melihat apakah dia bisa memainkan Guqin atau tidak. Ada yang mengatakan bahwa Guqin hanyalah alat musik yang dimainkan oleh seorang wanita tetapi Chen Fei merasa tidak setuju karena menurutnya, Guqin adalah alat musik yang sangat indah. Sayang sekali jika melewatkannya hanya karena takut dimusuhi oleh orang orang yang bahkan ada usulnya tidak jelas.
Disaat para pencuri makam itu sibuk dengan urusan angin puyuh milik Chen Fei, dia langsung membungkus Guqin Sembilan Reinkarnasi nya tanpa merasa ragu sedikitpun lalu berjalan keluar dari toko.
Terdengar jeritan dari pemilik toko karena merasa sangat gugup , siapa yang menyangka bahwa Chen Fei, seorang tamu yang datang tanpa peringatan terlebih dahulu dan tidak terlihat seperti orang yang berpengaruh dan juga terlihat tidak bisa menyebabkan
masalah besar.
Tetapi ternyata semua dugaan itu salah dan ternyata Chen Fei jauh lebih kuat dari semua tamu terhormat nya. Tidak ada orang yang bisa menjatuhkan dirinya dan Chen Fei berhasil lolos dari toko itu dengan langkah yang anggun dan elegan.
Bahkan tidak terlihat sungkan sedikitpun hanya saja Chen Fei merasa bahwa dia sangat beruntung karena berhasil mendapatkan sebuah artefak kuno yang sangat luar biasa, jadl ini karena dia telah mendapatkan apa yang dia inginkan maka tidak ada alasan lagi baginya untuk menyimpan dendam dengan toko yang tadi.
Bahkan jika bertemu lagi maka kemungkinan , Chen Fei yang akan mendapatkan keuntungan lagi sana seperti Guqin ini. Dimana Chen Fei akan segera mendapatkan barang baru lagi sepert Guqin ini.
Setelahnya Chen Fei kembali ke rumah bordil itu tetap seperti sebelum pergi dan ketika dia mendongakkan kepalanya ke atas, dia melihat sepasang pria dan wanita yang saling berpelukan satu sama lain dengan sangat erat bahkan sampai sampai membuat Chen Fei merasa agak bingung.
Tempat ini memang mencakup banyak sekali pekerjaan sampingan tetapi untunglah semuanya ditangani dengan tepat dan hati hati.
Ketika Chen Fei masuk ke dalam ruangannya, dia melihat bahwa Jiang Ying yang sedang melukis orang orang yang diminta oleh Chen Fei dan dia mengerjakannya dengan serius dan hati hati.
Takut jika Jiang Ying lalai sedikit saja maka akan membuat Chen Fei merasa kecewa dan tidak akan memilihnya lagi. Hanya saja Jiang Ying tidak tahu bahwa dirinya sebenarnya tidak terlalu perduli dengan kemiripannya.
Yang penting dia mengetahui ciri ciri nya dan dia juga mengetahui posisi apa yang dimiliki oleh orang orang ini agar dia bisa membentuk peta di dalam otaknya yang terkait dengan masalah ini.
"Jiang Ying, kamu harus makan dan beristirahat dulu. Jangan memaksa dirimu terlalu keras. " Ucap Chen Fei.
"Aku tidak lelah, Tuan Muda. Aku bahkan bisa menjahit dan menyulam sepanjang malam, apalagi hanya melukis seperti ini. Aku sama sekali tidak merasa keberatan untuk melakukannya, Tuan Muda. " Balas Jiang Ying menjelaskan.
...----------------...
Jangan lupa like, komen, dan vote ya 😊
ceritanya bagus and alur jelas