[Cek novel terbaru, Soul Shaman.]
Battle Domain, sebuah Game Virtual Reality yang terasa sangat nyata dan berjalan lebih cepat dari waktu yang ada di dunia nyata. Berkat fitur tersebut, Battle Domain berkembang dengan cepat di seluruh dunia hingga berpengaruh pada ekonomi dunia.
Veigas Ercnard seorang laki-laki berusia 18 tahun yang baru saja lulus dari sekolah mengalami dilema antara kuliah atau kerja.
Di tengah dilemanya, Veigas menemukan Battle Domain yang ternyata bisa menghasilkan uang dengan cukup mudah.
Karena terdengar menarik Veigas memulai petualangannya di Battle Domain untuk menghasilkan uang. Namun, seiring berjalannya waktu, tujuan Veigas yang awalnya hanya untuk menghasilkan uang pun berubah.
h
Kebanggaan, harga diri, reputasi, dan kehormatan, itulah hal yang menunggu Veigas setelah menyelam semakin dalam di Battle Domain.
———
#WF
Side Story: Alcatraz
–––
I do not own cover images.
Cover Images: Copyright © Kakao Games Corp. | KOG All rights reserved.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xyle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 23 - First Raid
Kota Danau Biru merupakan titik di mana kesulitan sesungguhnya dari Battle Domain. Kota yang menjadi titik kesulitan awal Battle Domain juga terdapat di Kerajaan atau Kekaisaran lain. Alasannya adalah Kota Danau Biru merupakan Kota Utama, di Kota Utama mayoritas dihuni oleh Pemain dengan level tinggi. Dan beberapa Pemain dengan level tinggi, terkadang mengganggu Pemain dengan level rendah. Kasus terburuk adalah Pemain wanita yang tidak mengaktifkan Self Protection, menjadi korban pelecehan dalam Battle Domain
Bahkan Veigas tidak menjadi pengecualian. Ketika sampai di Kota Danau Biru, Veigas secara tidak sengaja menabrak seorang Pemain dengan level 50 hingga dirinya terjatuh. Pemain itu adalah seorang pria dengan nama Grid.
“Maafkan aku, aku tidak sengaja.” Veigas buru-buru meminta maaf.
“Kenapa kau tidak menggunakan matamu?” Grid menatap tajam Veigas.
“Aku benar-benar tidak sengaja, maafkan aku.” Veigas berdiri dan sedikit membungkuk untuk menunjukkan ketulusannya.
Grid tersenyum licik, “Aku akan memaafkanmu dengan satu syarat.”
“Apa itu?” Veigas tidak memahami senyum Grid.
Grid mengulurkan tangan kanannya, “Berikan aku seluruh hartamu.”
“Hah? Apa kau gila?”
Veigas sangat marah kali ini, ia tidak menyangka akan diperas di tempat umum seperti itu. Buruknya, tidak ada satu pun Pemain yang mau membantu Veigas, kebanyakan hanya berjalan melewatinya seolah-olah hanya angin lalu.
“Kau ....”
Grid memelototi Veigas, ia meraih pedang besarnya dan mengayunkannya dengan cepat. Veigas yang sudah melihat gerakan tangan Grid langsung mengambil posisi bertahan. Pedang besar Grid berhenti beberapa sentimeter dari pedang Veigas.
“Cih ... kau harus berdoa agar tidak bertemu denganku lagi.” Grid meletakkan pedang besarnya di belakang punggungnya dan pergi. Veigas tidak terlalu memikirkan perkataan Grid dan mulai berkeliling di Kota Danau Biru. Veigas tidak menyadari jika kejadian itu akan membesar dan merepotkannya di masa depan.
Layanan yang tersedia di Kota Danau Biru memang jauh lebih baik dari Kota Serdin. Bahkan kehidupan NPC di kota ini jauh lebih baik, Veigas berpikir untuk membeli rumah di Kota Danau Biru dan membiarkan Avi serta Rin tinggal bersamanya. Namun, Veigas sadar jika harga rumah pasti tidaklah semurah harga peralatan.
“Akan indah jika itu terjadi.” Veigas membayangkan sambutan hangat Avi dan Rin, setiap kali ia kembali ke Battle Domain.
Setelah berkeliling cukup lama, Veigas merasa bingung karena ia tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang. Veigas lalu memutuskan untuk menghubungi Jin dengan Live Call. Jin di tempat lain segera mengangkat panggilan Veigas.
“Halo Jin.”
Gale, Bell, Dean dan None terlihat di belakang Jin.
“Halo Kakak Veigas, bagaimana kabarmu.”
“Aku baik. Bagaimana denganmu dan empat orang di belakangmu?”
Begitu Jin melihat ke belakang, keempatnya segera berpencar ke segala arah.
“Abaikan saja mereka itu. Kenapa Kakak Veigas menghubungiku?”
“Aku tidak tahu ke mana aku harus pergi, jadi aku ingin bergabung denganmu. Apakah kau sedang berburu?”
“Ah ... begitu rupanya, kami kebetulan sedang berburu santai Red Beach. Jika Kakak Veigas ingin bergabung, aku akan mengirimkan lokasiku saat ini, hanya saja perjalanan ke tempat ini agak memakan waktu dari Kota Danau Biru.”
“Berapa lama?”
“Sekitar 2 jam jika Kakak Veigas berlari dari Kota Danau Biru. Namun, jika Kakak Veigas menggunakan kere-”
Veigas memotong perkataan Jin, “Baiklah kirimkan aku lokasinya, aku akan segera kesana.”
Veigas mematikan Live Call
Tidak lama kemudian, pesan berisi koordinat diterima oleh Veigas, ia segera berlari menuju koordinat yang diberikan dengan kecepatan penuh. Berkat Ring of Aquila, kecepatan Veigas meningkatkan signifikan karena Veigas merasakan tubuhnya meringan saat berlari.
Satu jam kemudian Veigas sampai di Red Beach dengan nafas yang agak terengah-engah. Veigas menstabilkan nafasnya dan melihat sekitar Red Beach.
“Tempat ini sangat ramai, apakah ada sesuatu yang spesial?”
Banyak Pemain dengan level rendah dan tinggi tengah berburu di Red Beach. Mereka yang berlevel rendah berburu seperti biasa, sedangkan yang berlevel tinggi membantu peliharaannya menaikkan level. Seperti yang dilakukan Pemain dengan nama Hao, yang tengah menyemangati seekor keledai jelek untuk menghabisi Rock Crab.
“Ayo Naga Kecil kau bisa!” Pemain bernama Hao menyemangati peliharaannya.
Ada juga yang pemain bernama Chen, yang sedang berlatih Ilmu Pedang bersama Death Knight. Veigas memperhatikan bahwa setiap gerakan Death Knight yang sangat tajam dan mematikan, itu memberi Veigas sedikit inspirasi dalam Ilmu Pedangnya.
“Sungguh orang-orang yang aneh.” Veigas tidak tahu harus berkata apa melihat pemandangan itu.
“Ah benar, aku harus mencari Jin dan yang lain.” Veigas kembali berfokus mencari Jin.
Butuh beberapa saat sebelum Veigas menemukan Jin dan yang lain. Saat ini mereka tengah berjemur di atas pasir, perilaku mereka agak menarik perhatian.
Veigas yang melihat hal ini agak ragu untuk mendekati Jin dan yang lain, namun Veigas akhirnya memilih untuk menekan rasa malu dan menghampiri mereka.
“Kalian ini, apa kalian sadar perilaku kalian benar-benar sesuatu?”
Jin membuka matanya, “Kakak Veigas, kau sudah sampai. Cobalah berbaring, ini sangat nyaman. Bukan begitu Gale.”
“Tentu saja, coba lihat dua orang ini. Mereka bahkan tertidur.” Gale menunjuk Dean dan None di sampingnya.
“Halo.” Bell menyapa Veigas.
“Dia berbicara!” Veigas menunjuk Bell sambil berkata kepada Jin, ia agak terkejut.
Bell terlihat agak sedih ketika Veigas memperlakukannya seperti teman-temannya.
“Ngomong-ngomong kenapa kalian tidak berburu?” tanya Veigas.
“Kami tengah menunggu Wildboss tempat ini muncul. Yang sebentar lagi akan muncul.” Gale menjawab Veigas.
“Apakah itu alasan tempat ini jadi sangat ramai?” Veigas kembali melihat sekitarnya.
“Begitulah, tidak hanya di Red Beach, tapi di semua tempat lain yang memiliki Wildboss akan dipenuhi pemain di saat-saat seperti ini.”
“Wildboss? Dari mana kau mengetahuinya?”
“Hehehe.” Wajah Gale mengusap hidungnya dengan jempol, “Tentu saja da-!”
Suara sirene terdengar di telinga setiap Pemain yang berada di Red Beach. Itu adalah tanda-tanda Wildboss akan muncul.
[Wildboss Mad Crab telah dibangkitkan.]
[Mad Crab Lv. 150 (Wildboss)
HP : 500.000.000
Ketika notifikasi muncul, Wildboss Mad Crab perlahan muncul dari dalam air ke tepi pantai. Setiap Pemain di Red Beach langsung menuju ke posisinya masing-masing.
Mad Crab meraung dengan suara yang aneh, “Kieeeeek!”
“Semuanya bersiap!”
“Menuju posisi masing-masing!”
“Ayo kita dapatkan Last Hit!”
Berbagai suara perintah terdengar dan memenuhi Red Beach di setiap sudutnya.
“Baiklah ayo bergabung dengan mereka.” Jin bangkit dan bersiap
“Kakak Veigas terima undangan Party.”
“Baik.” Veigas langsung menerima undangan Party yang muncul.
Veigas melihat layar Party yang ada di bagian kiri pandangannya, level Jin dan yang lainnya tidak kalah dengan Veigas.
“Gale, jelaskan cara untuk menghadapi Mad Crab kepada Kakak Veigas.” Jin menghela nafas, “Meskipun kita tidak bisa bergabung dengan mereka yang di depan, setidaknya kita harus mengetahui kelemahan Wildboss.”
Gale menganggukkan kepalanya, “Kakak Veigas, Mad Crab memiliki ketahanan yang tinggi terhadap serangan fisik. Oleh karena itu serangan sihir akan lebih ampuh untuk menghadapi Mad Crab, namun tidak segala jenis sihir akan berguna. Sihir bertipe api akan menghasilkan kerusakan yang besar terhadap Mad Crab, sedangkan sihir dengan elemen lain memang menghasilkan kerusakan yang lebih besar daripada serangan fisik tapi tidak seefektif sihir api. Dan juga, Mad Crab memiliki titik lemah seperti mata, sendi, dan bagian bawahnya yang agak lunak.”
Veigas memahami dengan setiap penjelasan Gale dengan baik.
“Bukankah ini sesimpel merebus kepiting?” Veigas menyimpulkan.
Kelimanya terdiam sejenak lalu tertawa terbahak-bahak. Mereka tidak menyangka penjelasan panjang lebar Gale akan diubah menjadi sesimpel merebus kepiting. Bahkan keempatnya tertawa lebih keras begitu menyadari ternyata Bell tertawa bersama mereka, tertawa mereka agak mengganggu konsentrasi Pemain lain yang tengah berhadapan langsung dengan Mad Crab.
“Hei Tertawa kalian sangat mengganggu! Jika kalian punya waktu luang, kenapa tidak membantu kami menghabisi Wildboss ini!”
“Ya! Bantu kami menghabisi makhluk ini atau pergilah!”
“Berhentilah tertawa!”
Beberapa Pemain meneriaki Party Veigas karena merasa terganggu dengan tawa mereka, dan juga mereka bukan Pemain yang berada di garis depan sehingga mudah menjadi sasaran kemarahan.
“Baiklah semuanya mari berhenti tertawa.” Air mata terlihat di mata Jin karena tertawa terlalu keras.
Setelah Jin berkata demikian, keempatnya berhenti tertawa dan menenangkan diri mereka masing-masing.
“Baiklah semuanya, gunakan Obrolan Party untuk berkomunikasi.” Perintah Jin.
Veigas tidak mengerti cara menggunakan Obrolan Party, “Bagaimana caranya?”
Jin kemudian menjelaskan cara menggunakan Obrolan Party. Setelah selesai mengatur Obrolan Party, kini Veigas bisa berbicara kepada yang lainnya melalui pikiran. Hal ini adalah salah satu keuntungan paling besar dari membuat Party.
“Baiklah aku akan menjelaskan lebih rinci mengenai Mad Crab. Mad Crab adalah Wildboss yang sangat lemah terhadap Sihir Api. Wildboss ini memiliki regenerasi sebesar lima persen setiap 10 detiknya. Setiap 5 menit, Mad Crab akan memanggil Rock Crab dengan berlevel 100 untuk membantunya bertarung. Saat memasuki kondisi Berserk, Mad Crab akan bergerak lebih cepat dan cangkangnya semakin mengeras tetapi tidak untuk bagian bawahnya. Kita jelas tidak boleh berhadapan langsung dengan Mad Crab karena level kita yang terlalu rendah. Oleh karena itu kita akan fokus membantu ketika Mad Crab memanggil bantuan, tapi ingat, kita tidak boleh terkena satupun serangan. Jika Rock Crab mendatangi kita, Aku, Kakak Veigas, dan Bell akan berada di garis depan. Sementara itu Gale, kau memimpin Dean dan None untuk melakukan serangan jarak jauh. Ketika Mad Crab mati, segera berpencar untuk mengambil Drop Item yang tersebar dan jangan serakah, jika kalian mendapatkan satu Item segera mundur dari tempat ini.”
Ketika Jin selesai berbicara, Mad Crab meraung dan puluhan Rock Crab muncul dari pantai lalu menyebar secara acak. Salah satu dari mereka menuju ke arah kelompok Veigas.
[Rock Crab Lv. 100 (Chieftain)
HP : 650.000]
“Lakukan sesuai rencana!” Jin berlari memulai serangan.
Jin segera mengangkat perisainya dan berlari menuju Rock Crab. Rock Crab dengan sigap meluncurkan capitnya ke arah Jin, namun Jin berhasil menghindarinya dengan sempurna lalu menggunakan Heavy Crush.
Efek Heavy Crush terpicu dan Rock Crab langsung memasuki kondisi Stun selama 1.5 detik. Jin, Veigas, dan Bell langsung meluncur serangan.
“Death Hack!”
“Chop!”
“Stab!”
Jin melirik Gale dan mengirimkan perintah kepada Veigas dan Bell, “Mundur!”
Rock Crab terbebas dari kondisi Stun. Jin, Veigas, dan Bell mundur secara bersamaan.
“Tembak matanya!” Gale memberi perintah kepada Dean dan None.
“Fast Shot!”
“Fast Shot!”
“Fast Shot!”
Enam panah melesat tapi hanya empat panah yang menusuk mata Rock Crab dan membuatnya kehilangan penglihatan untuk sesaat. Veigas langsung menggunakan kesempatan ini untuk menyerang Rock Crab.
Veigas berlari dengan rendah dan melakukan tendangan sangat keras keatas hingga membuat Rock Crab terbalik.
“Kakiku ....” Veigas meringis pelan. Kemudian Veigas mengeksekusi gerakan Ilmu Pedang Dewa Air yang digabungkan dengan keterampilannya, “Shining Cut! Death Hack!”
Melihat Veigas tengah beraksi sendirian, Jin segera memerintahkan teman-temannya untuk ikut meluncurkan serangan. Tidak lama kemudian, Rock Crab entah bagaimana berhasil membalikkan badannya dan membuat Veigas terpental cukup jauh.
-2.500!
'Kerusakannya sebesar ini? Itu bahkan bukan serangan langsung!'
Perbedaan kekuatan antara Veigas dan Rock Crab terlalu besar.
Jin memanggil Veigas khawatir, “Kakak Veigas!”
“Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Tetap fokus!”
Jin dan yang lainnya kembali ke posisi, begitu juga Veigas yang segera bangkit dan kembali ke posisinya.
Dengan koordinasi yang baik serta penggunaan keterampilan yang tepat waktu, dalam 3 menit Rock Crab berubah menjadi cahaya dan membagikan pengalaman ke party.
[Rock Crab terbunuh. Mendapat +1 Level karena pembatasan sistem.]
[Level Up!]
Level masing-masing anggota Party meningkat setelah kematian Rock Crab. Meskipun membunuh monster yang memiliki level sangat tinggi, pengalaman yang dihasilkan akan dibatasi oleh Sistem Utama, hal ini bertujuan agar tidak ada Eksploitasi Sistem.
Mereka semua agak kelelahan karena bertarung dengan monster yang levelnya berkali-kali lebih tinggi dari mereka. Dan karena cangkang keras Rock Crab serta level tingginya, Daya Tahan perlengkapan Veigas, Jin, dan Bell menurun.
“Sungguh tidak sia-sia untuk datang ke tempat ini!” Jin berseru gembira.
Veigas melirik tempat Rock Crab mati, “Kenapa Rock Crab ini tidak menjatuhkan beberapa Item ataupun koin?”
“Mereka hanya makhluk panggilan dari Wildboss, tentu saja mereka tidak akan memberikan apa pun selain pengalaman. Bukan begitu kak?”
“Hem ... hem ....” None berdehem ria.
“Baiklah tetap siaga. Mad Crab masih memiliki cukup banyak kesehatan.” Jin mengingatkan.
Veigas cukup kagum dengan kemampuan Jin dalam memimpin kelompoknya. Jin bahkan lebih peduli dengan keselamatan teman-temannya daripada dirinya sendiri.
[Mad Crab Lv. 150 (Wildboss)
HP : 379.420.669 / 500.000.000]
“Kiiieeeeeek!”
Mad Crab kembali memanggil Rock Crab untuk membantunya. Party Veigas kembali menghadapi Rock Crab seperti sebelumnya, sialnya kali ini Veigas melakukan kesalahan dan membuatnya terserang Rock Crab hingga kesehatannya turun ke titik kritis.
Kesalahan Veigas juga berdampak koordinasi Party, dan membuat koordinasi agak berantakan. Beruntung Jin selalu siaga dengan komandonya dan dengan cepat merapikan koordinasi mereka. Veigas mundur dan mengonsumsi tiga Advanced Health Potion satu demi satu.
“Maafkan aku!”
“Don't mind Veigas!”
“Jangan khawatir.”
Gale dan Bell menenangkan Veigas.
[Rock Crab terbunuh. Mendapat +1 Level karena pembatasan sistem.]
Kali ini mereka membutuhkan 4 menit untuk menghabisi Rock Crab. Kekuatan Party agak melemah karena semua orang agak lelah dan ketidakhadiran Veigas yang menghabiskan 3 menit untuk menyembuhkan dirinya.
Beberapa saat kemudian, raungan Mad Crab kembali terdengar. Rock Crab memang memberikan banyak pengalaman namun mereka adalah musuh alami bagi peralatan Pemain.
“Ah ... sialan!”
🔥🔥🔥
Dukung terus Battle Domain dengan cara mengirimkan Like, Vote, Tip, Rating, dan Share. 😉